Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Identifikasi Risiko Faktor Kualitas Sumber Daya Manusia Menggunakan Fault Tree Analysis Method Pada Pelaksanaan Pembangunan Bangunan Tinggi Trias Firdausi Aulia Nisa; Hernu Suyoso; Sri Sukmawati
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v5i1.18584

Abstract

Human resources (HR) as actors in the implementation of construction have an important role, so they must have adequate competencies and abilities according to their fields in the implementation of construction projects. Existing conditions, it is still common to find job placements that are not following the expertise and capabilities of human resources in their field. Of course, this can hinder the implementation of the work, because it can cause the implementation of the development not to be following the plan. If these risks are not addressed, they can hinder the success of the project. The purpose of this study is to determine the causes of the risk posed by the quality of human resources in the implementation of construction projects, to determine the appropriate mitigation efforts for handling these risks. The identification of risk factors for the quality of human resources is carried out in the implementation of high-rise buildings using the Fault Tree Analysis Method (FTA). The implementation of the case was carried out at the Tamansari Emerald Apartment Project in Surabaya. FTA is a qualitative method that can connect several series of events that result in another event. The data needed are primary data in the form of interviews and questionnaires, and secondary data in the form of project planning drawings, organizational structure, and worker data. The results showed that there were 11 valid risk variables in 3 risk categories, namely: labor risk, construction implementation, and skill competency. In addition, there are 3 dominant risks caused by the quality of human resources and their mitigation actions. ABSTRAK Sumber daya manusia (SDM) sebagai pelaku pelaksanaan konstruksi memiliki peran penting, sehingga harus memiliki kompetensi dan kemampuan yang memadai sesuai bidangnya dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Kondisi yang ada, masih sering dijumpai penempatan posisi pekerjaan yang tidak sesuai dengan keahlian dan kemampuan SDM dibidangnya. Tentunya hal ini dapat menghambat pelaksanaan pekerjaan, karena dapat menyebabkan pelaksanaan pembangunan tidak sesuai dengan perencanaan. Apabila risiko-risiko tersebut tidak ditangani dapat menghambat keberhasilan proyek tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penyebab risiko yang ditimbulkan oleh faktor kualitas SDM dalam pelaksanaan proyek konstruksi, sehingga dapat mengetahui upaya mitigasi yang tepat untuk penanganan risiko tersebut. Identifikasi risiko faktor kualitas SDM dilakukan dalam pelaksanaan pembangunan bangunan tinggi dengan Fault Tree Analysis Method (FTA). Implementasi kasus dilakukan pada Proyek Apartemen Tamansari Emerald Surabaya. FTA merupakan metode kualitatif yang mempunyai kemampuan menghubungkan beberapa rangkaian kejadian yang menghasilkan sebuah kejadian lain. Data yang dibutuhkan yaitu data primer berupa wawancara dan penyebaran kuesioner, dan data sekunder berupa gambar perencanaan proyek, struktur organisasi, dan data pekerja. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 11 variabel risiko yang valid dalam 3 kategori risiko, yaitu: risiko tenaga kerja, pelaksanaan konstruksi dan kompetensi keahlian. Selain itu terdapat 3 risiko dominan yang disebabkan oleh faktor kualitas SDM dan tindakan mitigasinya.
Penilaian Kriteria Green Building Gedung Auditorium Universitas Jember Tahap Design Recognition Menggunakan Standar Penilaian Greenship Versi 1.2 Mohammad Syaifuddin; Hernu Suyoso; Anik Ratnaningsih
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v4i2.11631

Abstract

Saat ini perkembangan konstruksi bangunan banyak mengarah ke bangunan green building. Green Building Council Indonesia (GBCI) telah menyelenggarakan kegiatan sertifikasi bangunan berdasarkan peringkat penilaian Greenship. Melalui Islamic Development Bank (IsDB) Universitas Jember melaksanakan pembangunan gedung Auditorium. Bangunan ini perlu adanya penerapan penilaian kriteria green building pada perencanaan gedung Auditorium agar dapat mengetahui rating/sertifikasi sebagai tolok ukur sudah sejauh mana tingkat penerapan kriteria green building. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode wawancara, observatif/pengamatan, dan studi dokumen. Penelitian dilakukan berdasarkan perangkat penilaian Greenship versi 1.2 tahap Desain Recognition (DR). Hasil penilaian kriteria green building gedung Auditorium Universitas Jember dari masing-masing kategori Greenship versi 1.2 diantaranya Tepat Guna Lahan memperoleh nilai 10 (sepuluh) poin, Efisiensi dan Konservasi Energi memperoleh nilai 7 (tujuh) poin, Konservasi Air memperoleh nilai 3 (tiga) poin, Sumber dan Siklus Material memperoleh nilai 2 (dua) poin, Kesehatan dan Kenyamanan Dalam Ruang memperoleh nilai 3 (tiga) poin, dan Manajemen Lingkungan Bangunan memperoleh nilai 3 (tiga) poin. Berdasarkan total akhir penilaian didapatkan poin sebesar 28 (dua puluh delapan) poin dengan presentase 36,36% dan berada pada predikat Perunggu (Bronze) berdasarkan Perangkat Penilaian Greenship untuk Bangunan Baru versi 1.2. kata kunci : green building, GBCI, Desain Recognition, dan Perunggu
A SCHEDULING ON IMPLEMENTATION OF ISDB PROJECT JEMBER UNIVERSITY WITH PRECEDENCE DIAGRAM METHOD Icha Tatrisya Derka; Hernu Suyoso; Anik Ratnaningsih
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 3 No 2 (2019): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.876 KB) | DOI: 10.19184/jrsl.v3i2.11089

Abstract

Scheduling is important, because of the time limit, so the implementation of project activities must be planned and timely. The Integrated Laboratory for Natural Science and Food Technology building is one of the development projects of the IsDB (Islamic Development Bank), in the Jember University. In this study, the schedule will be carried out using the PDM method (Precedence Diagram Method), assisted by the Microsoft Project. The PDM is a working network with a clear dependency relationship and can be used on projects that have overlapping activities between tasks to another, PDM can show critical trajectory. Secondary data needed in the form of soft-drawings, BoQ (Bill of Quantity), City of Jember AHS 2018 and S curve. There are 30 jobs included in the critical track including 14 jobs in construction work, 11 jobs in architectural work and 5 jobs in outside work. The results of the study indicate that the duration of the construction Building is 242 days, or 8 months 16 days. Penjadwalan merupakan hal yang penting, karena adanya batasan waktu, maka pelaksanaan kegiatan proyek harus tepat rencana dan tepat waktu. Gedung Integrated Laboratory for Natural Science and Food Technology merupakan salah satu pembangunan proyek IsDB (Islamic Development Bank), yang ada di lingkungan Universitas Jember. Pada penelitian ini, akan dilakukan penjadwalan menggunakan metode PDM (Precedence Diagram Method) dibantu dengan Microsoft Project. PDM merupakan jaringan kerja dengan hubungan ketergantungan yang jelas dan dapat digunakan pada proyek yang mempunyai kegiatan tumpang tindih antar satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya, serta dapat menunjukkan lintasan kritis. Data yang dibutuhkan berupa data sekunder yaitu gambar rencana, BoQ, AHS Kota Jember 2018 dan kurva S. Terdapat 30 pekerjaan yang termasuk dalam lintasan kritis meliputi 14 pekerjaan di pekerjaan strukur, 11 pekerjaan di pekerjaan arsitektur serta 5 pekerjaan di pekerjaan luar bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jangka waktu pelaksanaan pembangunan Gedung Integrated Laboratory for Natural Science and Food Technology adalah selama 242 hari, atau 8 bulan lebih 16 hari.
The ANALYSIS OF THE DAMAGE LEVEL AND COST ESTIMATE MAINTENANCE OF FACULTY OF NURSING UNIVERSITY OF JEMBER Helda Frista Oktavia; Hernu Suyoso; Nunung Nuring Hayati
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 4 No 1 (2020): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v4i1.12995

Abstract

The Jember University Faculty of Nursing building is on the Tegal Boto campus of Jember University, which was built in 2008 for the Dekanat building and 2010 for the laboratory building so that it can be seen that the age of the Faculty of Nursing building has reached more than 10 years. Therefore it is necessary to evaluate and evaluate the condition of the building by analyzing the level of damage and calculating maintenance costs. This study uses the Analytical Hierarchy Process (AHP) method with the Expert Choice version 11 assistance program. The analysis process of the Dekanat’s building produced 16 elements that were slightly damaged and 8 other elements were in good condition. Whereas for the laboratory building there were 11 elements that suffered minor damage and 10 other elements had good conditions. The condition index value for the Dekanat building is 99.73% and the laboratory building is 98.49%, both of which are included in the Zone 1 Building Condition Index between 85% - 100% which has excellent conditions. The highest priority in maintenance and maintenance is in the exterior wall ceramic element components and the lowest priority is in the shutters component. So that the total cost required in the care and maintenance of the Dekanat building is Rp. 26,119,595.05 and for the laboratory building Rp. 48,513,395.38. Bangunan gedung Fakultas Keperawatan Universitas Jember berada di kampus Tegal Boto Universitas Jember yang dibangun pada tahun 2008 untuk gedung dekanat dan 2010 untuk gedung laboratorium, sehingga dapat diketahui bahwa umur bangunan gedung Fakultas Keperawatan telah mencapai 10 tahun lebih. Oleh karena itu diperlukan adanya evaluasi dan penilaian kondisi bangunan dengan menganalisa tingkat kerusakan dan menghitung biaya pemeliharaan. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan program bantu Expert Choice versi 11. Proses analisa terhadap gedung dekanat menghasilkan 16 elemen mengalami kerusakan ringan dan 8 elemen lainnya mempunyai kondisi baik. Sedangkan untuk gedung laboratorium terdapat 11 elemen mengalami kerusakan ringan dan 10 elemen lainnya mempunyai kondisi baik. Nilai indeks kondisi untuk gedung dekanat sebesar 99.73% dan untuk gedung laboratorium sebesar 98.49%, keduanya masuk dalam Indeks Kondisi Bangunan Zona 1 antara 85% - 100% yang mempunyai kondisi baik sekali. Prioritas tertinggi dalam pemeliharan dan perawatan terdapat pada komponen elemen keramik dinding eksterior dan prioritas terendah terdapat pada komponen daun jendela. Sehingga total biaya yang diperlukan dalam perawatan dan pemeliharaan untuk gedung dekanat sebesar Rp. 26,119,595.05 dan untuk gedung laboratorium sebesar Rp. 48,513,395.38.
ANALISIS BIAYA DAN WAKTU PERCEPATAN PEKERJAAN PROYEK KONSTRUKSI DENGAN MENGGUNAKAN PELAT BONDEK Risky Andika Purnama; Paksitya Purnama Putra; Hernu Suyoso
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v8i2.990

Abstract

Bondek slab is a composite slab consisting of galvanized steel, wiremesh and concrete. Compared to conventional slab, bondek slab themselve are still not applied to often in Indonesia because it requires special calculations to use them. The purpose of the study are to calculate the budget and period of slab work by using the bondek slab method and determine the budget and period efficiency of using the conventional slab and bondek slab. To find this out, analysis is carried out starting from structur analysis, volume analysis, budget analysis and period analysis. The analysis shows that the slab can reduce the cost of slab implementation is 35.45% or Rp. 1,223,932,278.33 and accelerate the time for floor slab work is 36.21% or 63 days, which originally used conventional floor slab cost is Rp. 3,452,222,761.32 and the duration of work is 174 days. While if use a bondek slab only costs is Rp. 2,228,290,482.99 and the duration of work is 111 days.
PENJADWALAN PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN CRITICAL PATH METHOD (STUDI KASUS: GEDUNG LABORATORIUM TERPADU FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JEMBER) Ahmad Maulidi; Syamsul Arifin; Hernu Suyoso
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v9i1.992

Abstract

In the current era, the development of construction really needs to be done by implementing quality implementation, it can be done in the continued development of the Integrated Laboratory Building, Faculty of Engineering, University of Jember, in order to know some of the work included in the critical trajectory and to know the comparison between scheduling plans made with the desire of the academic community in the completion of the development. The method applied in this research is CPM (Critical Path Method) which is very suitable in various empirical construction works. From the results of this study it was concluded that scheduling using the CPM method contained several jobs including critical trajectories, namely: preparatory work, partner work, concrete work, plastering and thread work, sound system work, fire extinguishers, sanitary and sanitary work, water installations clean, dirty water installation, sprinkler installation and roof hydrants, electrical work, lightning rod installation, and the calculation of the total normal duration using CPM method obtained the completion of the project for 123 days or 6 months, while the average desires of the academic community during 6 months 18 days.
PEMETAAN DAYA DUKUNG FONDASI DANGKAL DI WILAYAH UNIVERSITAS JEMBER BERBASIS CPT (CONE PENETRATION TEST) Bagus Rahmat Hidayat; Paksitya Purnama Putra; Hernu Suyoso
Rekayasa Sipil Vol 14, No 3 (2020)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2020.014.03.3

Abstract

This research aims to make a bearing capacity distribution map of shallow foundations (footplate), which is to provide convenience in terms of examining substructure buildings planned by the consultant by the owner. Spatial concepts method, ArcGIS and kriging, are used to simplify the analysis stage in making bearing capacity maps. Bearing capacity distribution map of soil shows that most of the University of Jember area at two meters depth has hard soil consistency and has a bearing capacity of around 83.9 - 110.9 kg/cm2. The results of comparative analysis of ArcGIS and CPT has a ratio of 0,758 for point 1 and 0,765 for point 2.
Permodelan Retak Pada Balok Beton Bertulang Menggunakan Program Bantu Elemen Hingga Winda Tri Wahyuningtyas; Yoga Tilang Pratama; Hernu Suyoso; krisnamurti; Dwi Nurtanto
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v7i1.5503

Abstract

Retak yang terjadi pada beton bertulang dapat timbul pada saat pra-konstruksi maupun pada saat pasca konstruksi. Permodelan retak dilakukan untuk mengetahui penyebaran retak pada balok. Model balok mengacu pada penelitian terdahulu yang kemudian disimulasi menggunakan program bantu metode elemen hingga. Model diberi beban dengan jarak 1410 mm dari tepi dan menggunakan perletakan sederhana sejauh 90 mm dari tepi balok. Validasi model menggunakan lendutan saat elastis, dengan beban 120 kN. Model simulasi menunjukan lendutan maksimum 9.42 mm sedangkan teoritis 9.89 mm dengan prosentase 5.1%. Modeling pola retak dilakukan dua cara yaitu lokasi retak tidak ditentukan (model 1) dan lokasi retak ditentukan (model 2). Dalam hal ini, lokasi retak dapat ditentukan berdasarkan hasil running Tensile Damage (DAMAGE T) pada program bantu. Penyebaran retak berdasarkan cara kedua (menentukan lokasi retak) menghasilkan jarak yang mirip dengan persebaran retak ekperimental serta permodelan VCCT (Virtual Crack Closure Technique) analysis yaitu sebesar 15 cm.
Desain SCC (Self Compacting Concrete) untuk Rigid Pevement Dwi Nurtanto; Hernu Suyoso; Nanin Meyfa Utami; Gati Annisa Hayu; Winda Tri Wahyuningtyas
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.248 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i2.4690

Abstract

Pembangungan infrastruktur transportasi sering menggunakan beton mutu tinggi sebagai perkerasan kaku, namun dalam pengaplikasiannya dilapangan beton mutu tinggi memiliki workability rendah dikarenakan fas yang kecil sehingga kandungan proporsi semen lebih banyak. Dekade terakhir marak dikembangkan beton SCC, dimana memiliki workability tinggi, kuat tekan tinggi dan dapat mengalir sendiri menempati bekisting. Desain SCC yang tepat sebagai aplikasi perkerasan kaku yang memiliki workabilty tinggi dan mempermudah pekerjaan dalam pengaplikasiannya sebagai perkerasan kaku sangat diperlukan untuk mengetahui komposisi yang sesusai terutama prosentase kandungan superplasticizer. Dalam penelitian ini untuk mengetahui porporsi agregat yang optimal digunakan perbandingan dengan SNI 03-2834-2000 dan menggunakan grafik laston AC-WC untuk mendapatkan campuran agregat gradasi menerus yang optimal. Benda uji yang digunakan adalah ukuran Ø10x20 cm. Dari pengujian benda uji didapatkan kuat tekan umur 3 hari yaitu untuk proporsi sesuai SNI 03-2834-2000 didapatkan kuat tekan sebesar 50 Mpa, 47 Mpa, 46 Mpa dengan rerata 47,7 Mpa dan sesuai grafik laston AC-WC didapatkan kuat tekan 57 Mpa, 56 Mpa, 51 Mpa dengan rerata 54,7 Mpa. Kuat tekan lebih besar laston AC-WC daripada SNI 03-2834-2000 dengan selisih 7 Mpa.
Evaluasi dan Manajemen Parkir Kawasan Tanrise City Jember Dwi Sartika; Willy Kriswardhana; Hernu Suyoso
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 6 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.511 KB) | DOI: 10.33506/rb.v6i1.1011

Abstract

Parkir merupakan fasilitas yang harus terpenuhi dalam setiap perencanaan pembangunan. Perencanaan parkir dilakukan pada pembangunan yang berskala besar maupun kecil, seperti pembangunan Kawasan Superblok Tanrise City Jember yang merupakan pembangunan berskala besar karena menggabungkan beberapa bangunan dalam satu kawasan. Perencanaan pembangunan terdapat perencanaan ruang parkir kendaraan, sehingga evaluasi kebutuhan ruang parkir perlu dilakukan. Evaluasi perencanaan ruang parkir dilakukan dengan analisa data bangkitan tarikan kendaraan dari beberapa bangunan pembanding. Penelitian menggunakan metode perbandingan dengan menggunakan data bangkitan tarikan kendaraan sebagai variabel. Selain itu, penelitian ini menggunakan Pedoman Teknis Penyelenggaraan Parkir sebagai acuan untuk memanajemen ruang parkir. Setelah dilakukan perhitungan kinerja parkir diketahui terdapat beberapa bangunan yang tidak mampu memenuhi permintaan parkir dengan IP>1. Kemudian, untuk mengoptimalkan ruang parkir yang tidak mencukupi diadakan perluasan lahan parkir, solusi lain yang dapat dilakukan adalah dengan pengalihan ruang parkir. Berdasarkan manajemen yang dilakukan, pengalihan ruang parkir dapat mengatasi permintaan parkir berarti manajemen ruang parkir tersebut dapat direkomendasikan dan layak untuk diterapkan di lapangan