Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : AGRISE

ANALISIS RANTAI NILAI (VALUE CHAIN) USAHATANI SAYURAN ORGANIK (STUDI KASUS PADA KOMUNITAS ORGANIK BRENJONK, DESA PENANGGUNGAN KECAMATAN TRAWAS KABUPATEN MOJOKERTO JAWA TIMUR) Romadhoni Hidayatulloh; Djoko Koestiono; Budi Setiawan
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.458 KB)

Abstract

Indonesia sebagai negara agraris mempunyai peluang besar dalam pengembangan pada dunia pertanian khususnya pada bidang tanaman hortikultura. Analisis Value Chain memandang perusahaan sebagai salah satu bagian dari rantai nilai produk. Rantai nilai ini mencakup aktivitas yang terjadi karena hubungan dengan pemasok (Supplier Linkages), dan hubungan dengan konsumen (Consumer Linkages). (Porter dalam Widarsono, 2010). Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis manajemen rantai nilai pemasaran sayuran organik pada Komunitas Organik Brenjonk, (2) menganalisis keterikatan hubungan pemasaran sayuran organik antara Komunitas Organik Brenjonk dengan pelanggannya. Lokasi pada penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive) di Komunitas Organik Brenjonk Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik yang digunakan untuk menentukan sampel responden adalah Non-Probability sampling. Penentuan sampel dilakukan berdasarkan metode judgement sampling. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, analisis kepercayaan dan komitmen dan korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan manajemen rantai nilai usahatani sayuran organik terbagi menjadi dua bagian yaitu antara Komunitas Organik Brenjonk dengan para petani dan antara Komunitas Organik Brenjonk dengan para pelanggan. Dari 4 pelanggan Komunitas Organik Brenjonk dengan analisis kepercayaan dan komitmen, D’Natural memiliki nilai hubungan pemasaran yang paling tinggi dengan skor 4.15. Selanjutnya Kinagro dengan skor 4.05. Pelanggan yang ketiga adalah Flores dengan skor 4.01. Pelanggan MIK dengan skor 3.15.
PROGRAM PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM) DAN TINGKAT KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI DI DESA PONDOKAGUNG KECAMATAN KASEMBON KABUPATEN MALANG Rini Mutisari; Moch. Muslich Mustadjab; Djoko Koestiono
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.74 KB)

Abstract

Penelitian ini penting dilakukan sebagai upaya dalam mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga petani di sekitar hutan. Untuk itu tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sejauh kondisi ketahanan pangan petani peserta program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). Metode yang digunakan untuk menjawab tujuan tersebut adalah analisis perhitungan kuantitas pangan dengan menggunakan skor AKE, AKP terhadap kebutuhan AKE dan AKP ideal dan juga analisis perhitungan kualitas pangan dengan menggunakan skor PPH. Dari hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata kondisi ketahanan pangan petani peserta PHBM menunjukkan kondisi yang tahan pangan dimana mencukupi kebutuhan konsumsi energi lebih besar dari 75 persen AKE. Sementara itu konsumsi protein hanya mencukupi 74.67% kebutuhan AKP ideal, sedangkan untuk capain skor PPH hanya mencapai 61.86. Saran yang bisa diberikan di dalam penelitian ini adalah memberikan penyuluhan kepada ibu rumah tangga petani PHBM tentang ketahanan pangan, pangan dan gizi. Sehingga ibu dapat meningkatkan kualitas perannya dalam meningkatkan ketahanan pangan anggota keluarganya.   Kata kunci: ketahanan pangan, PHBM, AKE, AKP, PPH
ANALISIS KEUNGGULAN KOMPARATIF KOMODITAS JAGUNG (Zea mays L.) DI KABUPATEN KEDIRI Navita Maharani; Djoko Koestiono; Rini Dwiastuti
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 14, No 3 (2014)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.481 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan keunggulan komparatif komoditas jagung. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah  untuk menganalisis keunggulan komparatif dan menganalisis kepekaan tingkat keunggulan komparatif komoditas jagung ketika terjadi perubahan variabel di lokasi penelitian. Metode yang digunakan adalah analisis biaya sumber daya domestik (DRC) dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menyebutkan bahwa komoditas jagung di Kabupaten Kediri memiliki keunggulan komparatif dan efisien dalam pengalokasian biaya sumberdaya domestik. Usahatani jagung dengan menggunakan sumberdaya domestik mampu menghemat devisa negara sebesar US $0.538 dari setiap unit US $1 yang diimpor. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa penurunan produktivitas jagung berdampak negatif (menurunkan tingkat keunggulan komparatif). Bahkan jika terjadi penurunan produktivitas terus-menurus jagung akan kehilangan nilai keunggulan komparatifnya. Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika yang melemah berdampak positif (meningkatkan keunggulan komparatif) jagung. Penurunan produktivitas jagung dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika yang terjadi bersamaan berdampak negatif (dapat menurunkan tingkat keunggulan komparatif).   Kata kunci: Jagung, Keunggulan Komparatif, DRC, Sensitivitas
ANALISIS TINGKAT KINERJA KELOMPOK TANI SERTA HUBUNGANNYA DENGAN TINGKAT KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI (STUDI KASUS DI KECAMATAN RASANAE TIMUR KOTA BIMA) Ari Firdausi; Djoko Koestiono; A. Wahib Muhaimin
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.137 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kinerja kelompok tani dengan tingkat ketahanan pangan rumah tangga petani. penelitian ini dilakukan di Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima. Penelitian ini menggunakan 24 kelompok tani sebagai sampel untuk menentukan kinerja kelompok, sedangkan untuk menentukan tingkat ketahanan pangan rumah tangga petani menggunakan 72 responden. Metode yang digunakan yaitu analisis importance performance, analisis tingkat kecukupan energi, dan analisis korelasi product moment. Hasil analisis importance performance menyimpulkan bahwa tingkat kinerja kelompok tani diklasifikasikan dalam 3 kategori yaitu kurang baik, cukup baik dan baik. Hasil analisis tingkat kecukupan energi diklasifikasikan dalam 3 kategori yaitu, kurang tahan pangan, tahan pangan, dan sangat tahan pangan. Sedangkan hasil analisis korelasi product moment terdapat korelasi atau hubungan yang positif antara  tingkat kinerja kelompok tani dengan tingkat ketahanan pangan rumah tangga anggota kelompok tani.   Kata kunci: kelompok tani, kinerja, ketahanan pangan, korelasi