Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengalaman Ibu Dalam Upaya Pengentasan Stunting Novryanthi, Dhinny; Suryadin, Asep; Hamidah, Ernawati; Lutiyah, Lutiyah; Ayu, Shinta Arini; Aziz, Shovi Nur; Shyfa, Putri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.16350

Abstract

ABSTRACT Nutritional problems occur in every life cycle, starting in the womb, infancy, childhood, adulthood and old age. The first two years of life are a critical period, because there is rapid growth and development. The condition of failure to grow in children under five results in children being too short and not appropriate for their age due to chronic malnutrition, this term we know as stunting. Stunting makes children more susceptible to disease and as adults they are at risk of developing degenerative diseases. The problem of stunting which is an obstacle to children's growth and development will have an impact on intelligence. Stunting also raises concerns for a country because it affects the quality of human resources which are valuable assets. To explore mothers' adaptation experiences in efforts to reduce stunting. This research is qualitative research with a phenomenological design. Where this research begins by paying attention to the phenomenon being studied, various aspects of the subject and the behavior of the object being seen. Participants are people who provide main information and are key information for 5 participants. Participants in this study were aged between 25 years and 34 years who had children under five years old. From the results of this research, three themes were obtained, namely theme 1: Food based on the age of the toddler that the mother gives. This theme describes the type of food that the mother gives to her child as time goes by and as the child's age increases, the texture and type begin to change according to the child's ability to digest. that food. Theme 2: Mother's parenting style is seen from the needs of the toddler. Participants described providing parenting patterns for toddlers based on the needs that participants saw in their own toddlers when the toddlers did not finish their portions of food, when the toddlers were lazy about eating, as well as the mother's parenting patterns to obtain information on maintaining balanced nutrition in toddlers. Theme 3: mothers maintain the health of their toddlers. This third theme explains how mothers maintain the health of their toddlers in an effort to eradicate stunting with the criteria of maintaining cleanliness in toddlers, caring for sick toddlers. Mothers' experiences in efforts to eradicate stunting have a role and influence on the growth and development of toddlers. Keywords: Stunting, Mother's Experience, Efforts To Eradicate Stunting ABSTRAK Masalah gizi terjadi pada setiap siklus kehidupan, dimulai sejak dalam kandungan, bayi, anak, dewasa dan usia lanjut. Periode dua tahun pertama kehidupan merupakan masa kritis, karena terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Kondisi gagal tumbuh dari anak balita mengakibatkan anak terlalu pendek dan tidak sesuai dengan usianya diakibatkan dari kekurangan gizi kronis, istilah ini kita kenal sebagai stunting. Stunting menyebabkan anak lebih rentan terhadap penyakit dan ketika dewasa berisiko untuk mengidap penyakit degeneratif . Masalah      stunting yang menjadi penghambat tumbuh kembang pada anak akan berdampak pada kecerdasan. Stunting juga menimbulkan kekhawatiran bagi sebuah negara karena berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia yang menjadi aset berharga. Untuk mengeksplorasi pengalaman adaptasi ibu dalam upaya mengentaskan stunting. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Dimana penelitian ini diawali dnegan memperhatikan fenomena yang diteliti, berbagai aspek subjek dan perilaku objek yang dilihat. Partisipan adalah orang yang memberikan informasi utama dan merupakan infromasi kunci sebanyak 5 partisipan. Partisipan dalam penelitian ini berusia antara 25 tahun sampai dengan 34 tahun yang memiliki anak dengan usia balita. Dari hasil penelitian ini didapatkan tiga tema yaitu tema 1 : Makanan berdasarkan usia balita yang ibu berikan Tema ini mendeskripsikan tentang jenis makanan yang ibu berikan untuk anaknya seiring berjalannya waktu dan peningkatan usia anak mengalami perubahan dan mulai tekstur dan jenis nya sesuai dengan kemampuan anak dalam mencerna makanan tersebut. Tema 2 : Pola Asuh ibu dilihat dari kebutuhan balita. Partisipan mendeskripsikan pemberian pola asuh pada balita dilihat dari kebutuhan yang partisipan lihat pada balita nya sendiri disaat balita tidak menghabiskan porsi makan, disaat anak balita malas makan, serta pola asuh ibu untuk mendapatkan informasi dalam menjaga gizi seimbang pada balita. Tema 3: ibu mempertahankan Kesehatan balita, tema ketiga ini menjelaskan bagaimana ibu mempertahankan Kesehatan balitanya dalam upaya pengentasan stunting dengan kriteria menjaga kebersihan pada diri balita, merawat anak balita sakit.  pengalaman ibu dalam upaya pengentasan stunting memiliki peran dan pengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan balita. Kata Kunci: Stunting, Pengalaman Ibu, Upaya Pengentasan Stunting
PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT SILOAM JAKARTA Ginting, Serasi; Utami, Tri; Novryanthi, Dhinny
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v15i01.1025

Abstract

Latar Belakang: Sectio Caesarea merupakan suatu tindakan pembedahan untuk mengeluarkan janin melalui sayatan yang dibuat pada dinding perut dan dinding rahim. Persalinan dengan metode SC dilakukan berdasarkan indikasi medis baik bagi ibu maupun janin, seperti plasenta previa, kelainan penampilan atau posisi janin, serta indikasi lain yang mengancam jiwa ibu dan janin. Mobilisasi dini adalah gerakan yang dilakukan sedini mungkin di tempat tidur, melatih bagian tubuh untuk melakukan peregangan, yang berguna untuk mempercepat penyembuhan luka pada ibu pasca operasi caesar.Metode: Desain penelitian ini menggunakan mock eksperimen dengan pendekatan single group pretest posttest design.Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan Pair Tests diperoleh P-value sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti Ha diterima dan H0 ditolak.Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa mobilisasi dini berpengaruh terhadap intensitas nyeri pada pasien pasca operasi caesar di Rumah Sakit Siloam Jakarta.
Hubungan gizi kurang dengan tahap perkembangan motorik kasar pada balita usia (1-5 tahun) di Desa Bojongkerta Destriani, Siti Haniva; Andriani, Ria; Novryanthi, Dhinny
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i01.805

Abstract

Latar Belakang: Isu prioritas di bidang kesehatan, tertinggi di Indonesia yaitu Angka Kematian Ibu (AKI). Kehamilan merupakan masa peralihan, yaitu masa antara kehidupan sebelum anak hadir dalam kandungan dan kehidupan selanjutnya setelah anak lahir.  Anemia pada ibu hamil atau yang biasa disebut sebagai potential danger to mother and child (potensial membahayakan ibu dan anak. Faktor penyebab anemia pada ibu hamil adalah karena ibu tidak memberikan asupan zat besi yang cukup setiap hari. Oleh karena itu, Fe harus diberikan pada ibu hamil untuk tujuan pencegahan dan pengobatan anemia defisiensi besi. Penggunaan tablet Fe dianggap sebagai cara yang efektif untuk mencegah anemia pada ibu hamil di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi prevalensi anemia pada ibu hamil. Metode: Menggunakan desain analisis metode kuantitatif analitik melalui pendekatan Cross-sectional. Teknik pengambilan sampling yaitu  total sampling, dengan jumlah populasi 58 orang. Hasil: Berdasarkan hasil analisis, nilai koefisien B dan OR (odds ratio), dimana status ekonomi sebagai variabel memiliki nilai koefisien B (1,792) dan OR (0,167) paling tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa status Ekonomi merupakan variable yang paling dominan berhubungan terhadap kejadian anemia pada ibu hamil. Kesimpulan: Semua variabel berpengaruh dalam kejadian anemia pada ibu hamil, namun variabel yang dominan dalam mempengaruhi  kejadian anemia adalah faktor status ekonomi.
Pengaruh pemberian pendidikan kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan remaja putri pertengahan (middle adolescent) kelas XI di SMK Muhammadiyah Kota Sukabumi Febriani, Shofi; Novryanthi, Dhinny; Andriani, Ria
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i01.845

Abstract

Latar Belakang: Remaja pada usia sekolah membutuhkan informasi mengenai kesehatan. Kesehatan reproduksi menjadi salah satu masalah utama yang harus diberikan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksinya. Berdasarkan hasil wawancara kepada guru Bagian Kesiswaan menyebutkan bahwa tingkat pengetahuan siswinya masih kurang dalam pengetahuan kesehatan reproduksi. Kesehatan reproduksi didefinisikan menjadi suatu kesejahteraan fisik, mental dan social secara utuh tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan pada semua hal baik dengan system reproduksi, fungsi serta prosesnya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (Quasi Experimental) dengan design penelitian one group pre-test post-test. Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 23 orang dengan pengambilan sampel total sampling. Instrument yang digunakan yang digunakan yaitu dengan kuesioner yang terdiri dari 12 pernyataan. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja putri pertengahan kelas XI di SMK Muhammadiyah Kota Sukabumi dengan nilai P-Value 0.000 < 0.05 dengan menggunakan uji Paired Sample T-test. Kesimpulan: Maka dapat disimpulkan bahwa dari penelitian ini terdapat pengaruh pemberian pendidikan kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan remaja. Saran: : Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini diharapkan remaja dapat meningkatkan kembali tingkat pengetahuan dalam kesehatan reproduksi terutama remaja putri.
Hubungan Pengawas Menelan Obat (PMO) dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Kayu Manis Kota Bogor Anggiani, Sarah; Safariyah, Erna; Novryanthi, Dhinny
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i01.907

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia maupun dunia Internasional. TB Paru bukanlah penyakit keturunan, penyakit ini bisa mematikan namun juga bisa disembuhkan asalkan penderita mengikuti pengobatan sampai selesai. Salah satu penyebab tidak tuntasnya proses pengobatan adalah karena kurangnya dukungan dari pengawas menelan obat, oleh karena itu pemerintah membuat program DOTS (Directly Observed Therapy Short Course), di mana penderita berobat di bawah pengawasan pengawas menelan obat (PMO). PMO ini biasanya berasal dari keluarga dan orang-orang terdekat yang bertugas untuk mengawasi dan memberikan dukungan penuh selama proses pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan PMO dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB Paru. Metode: Penelitian ini menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Kayu Manis Kota Bogor. Populasi penelitian ini adalah penderita TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kayu Manis Kota Bogor sebanyak 52 responden, kemudian pengambilan sampel dengan cara total sampling. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden yang memiliki PMO memiliki kriteria mendukung dan sebagian besar responden patuh minum obat. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara PMO dengan kepatuhan minum obat. Saran: Pasien diharapkan dapat minum obat secara teratur, PMO dan keluarga juga diharapkan selalu mengawasi dan memberikan motivasi kepada pasien. Petugas Kesehatan harus rutin melakukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien dalam melakukan pengobatan.
Studi Kualitatif Dampak Penggunaan Gadget pada Perkembangan Anak Usia Balita 1-5 Tahun Intan Nurhayati; Ria Andriani; Dhinny Novryanthi
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 3 No. 1 (2025): Maret : Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v3i1.1134

Abstract

Background: The phenomenon of Gadget use among children under five is increasing and has become an inseparable part of everyday life. This raises concerns about the impact on child development. There is a risk that excessive use of Gadgets in children under five can disrupt various aspects of development, including physical, cognitive, social and emotional. Children who are too fixated on Gadgets tend to interact less with their surroundings, including with their parents and peers. This can affect their social skills in the future. Objective: The general objective of this research is to understand the impact of Gadget use on the social development of children under five. Method: This research method uses qualitative methods with interviews, observation and documentation, with 5 samples. Results: the use of Gadgets in early childhood in the Cikondang area, Citamiang District, has a significant impact on children's development, both positively and negatively. Suggestion : Efforts need to be made to limit the use of Gadgets and provide stricter supervision from parents and society as a whole to ensure children can develop optimally.
Pendampingan dalam Membangun Konsep Diri Positif Remaja Hamidah, Ernawati; Suryadin, Asep; Lutiyah, Lutiyah; Novryanthi, Dhinny
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.18355

Abstract

ABSTRAK Masa remaja identik dengan proses pencarian dan pembentukan jadi diri, hal tersebut tidak terlepas dari adanya perubahan fisik, mental, dan intelektual. Fenomenanya pada zaman sekarang pengalaman dan interaksi remaja banyak dilakukan secara online melalui sosial media. Sehingga konsep diri remaja cenderung meniru yang berdasar dari pengalaman dan interaksi di ruang media sosial. Pengabdian ini adalah untuk melakukan pendampingan konsep diri positif pada remaja. Program pendampingan pada remaja dilakukan melalui pemberian materi dan diskusi kelompok bekerjasama dengan Puskesmas Tipar. Hasil yang telah dicapai pada pengabdian ini terlihat tanggapan peserta yang menyatakan bahawa dirinya menjadi lebih faham dan percaya diri dengan tampilannya sendiri tanpa harus meniru orang lain.  Peserta menjadi lebih faham bahwa seseornag menjadi menarik bagi orang lain bukan saja dilihat dari penampilan fisik saja namun karena kepribadian, kebiasaan, dan perilaku remaja yang baik. kegiatan yang sudah dilakukan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang konsep diri positif yang akan diimplementasikan dalam keseharian remaja tersebut. Kata Kunci: Remaja, Konsep Diri, Media Sosial ABSTRACT Adolescence is synonymous with the process of searching for and forming oneself, this cannot be separated from physical, mental and intellectual changes. The phenomenon nowadays is that adplencence experiences and interactions are mostly done online through social media. The aim of this service is to provide positive self-concept assistance to adolencence. The mentoring program for teenagers is carried out through providing materials and group discussions in collaboration with the Tipar Community Health Center. The results that have been achieved in this service can be seen in the responses of participants who stated that they have become more understanding and confident in their own appearance without having to imitate other people.  Participants become more aware that a person is attractive to other people not only from physical appearance but also because of the adolencence good personality, habits and behavior. Activities showed that adolescents have increased knowledge about self concept.  Keywords: Adolencence, Self Concept, Social Media
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Gizi Ibu Hamil Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis di Wilayah Kerja Puskesmas Kabandungan Triguna, Andri; Novryanthi, Dhinny; Martini, Eva
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v16i01.1482

Abstract

Latar Belakang: Nutrisi yang cukup sangat penting bagi ibu hamil untuk mendukung kesehatan ibu dan perkembangan janin. Asupan gizi yang diperlukan mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral guna memenuhi kebutuhan metabolisme dan peningkatan kebutuhan tubuh selama kehamilan.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analisis korelasi dan metode potong lintang. Populasi penelitian meliputi seluruh ibu hamil dengan kekurangan energi kronisdi wilayah kerja Puskesmas Kabandungan yang berjumlah 78 orang. Teknik total sampling digunakan untuk menentukan besar sampel, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian.Hasil: Analisis data dilakukan dengan uji statistik Chi-Square. Hasil: Berdasarkan hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-Value sebesar 0,000. Karena nilai p < 0,05 maka hipotesis nol (H0) ditolak. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil tentang gizi dengan kejadian KEK di wilayah kerja Puskesmas Kabandungan.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil mengenai gizi dengan kejadian KEK di wilayah kerja Puskesmas Kabandungan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan wilayah penelitian guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif terkait hubungan ini.
Hubungan Antenatal Care (ANC) dengan Kejadian Preeklampsia pada Ibu Hamil Trimester III Atmaja, Suryana; Novryanthi, Dhinny; Martini, Eva; Andriani, Ria
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.20058

Abstract

ABSTRACT Routine antenatal care (ANC) check-ups and blood pressure monitoring are essential in preventing and detecting health problems early, such as preeclampsia. Therefore, understanding the relationship between ANC check-ups and the prevalence of preeclampsia in pregnant women in the third trimester is essential to prevent pregnancy complications. The purpose of this study was to assess the relationship between Antenatal Care (ANC) check-ups and the incidence of preeclampsia in pregnant women in the third trimester at Assyifa Islamic Hospital. The research method used bivariate analysis with the Chi-Square Test to evaluate the relationship between these variables. The sample used was 40 pregnant women in the third trimester, with the inclusion criteria of pregnant women who underwent ANC check-ups and had history data. This study showed that most pregnant women underwent routine ANC care (75%) and received blood pressure and urine protein checks (85%). The prevalence of preeclampsia in pregnant women in the third trimester was 25%, with most cases classified as mild and moderate. Bivariate analysis showed no significant relationship between ANC care and the incidence of preeclampsia (p-value 0.25). Routine ANC care is important for monitoring pregnancy health, but does not show a significant relationship with the incidence of preeclampsia. Further research is needed with a stronger design and improving the quality of ANC services at Assyifa Hospital Sukabumi for the prevention of preeclampsia. Keywords: ANC, Preeclampsia, Pregnant Women, Trimester III, Assyifa Islamic Hospital.  ABSTRAK Antenatal care (ANC) merupakan pemeriksaan kehamilan yang dilakukan secara rutin salah satunya pemantauan tekanan darah sangat penting dalam  mendeteksi masalah kesehatan pada ibu hamil dan mencegah komplikasi kehamilan sejak dini, salah satunya kejadian preeklampsia. Tujuan Penelitian untuk menilai hubungan antara Antenatal Care (ANC) dan kejadian preeklampsia pada ibu hamil trimester III di RS Islam Assyifa. Metode penelitian menggunakan analisis bivariat dengan Uji Chi-Square untuk mengevaluasi hubungan antara variabel-variabel tersebut. Sampel yang digunakan sebanyak 40 ibu hamil trimester III, dengan kriteria inklusi ibu hamil yang menjalani ANC dan memiliki data riwayat. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil menjalani perawatan ANC rutin (75%) dan menerima pemeriksaan tekanan darah serta protein urin (85%). Prevalensi preeklamsia pada ibu hamil trimester ketiga adalah 25%, dengan sebagian besar kasus tergolong ringan dan sedang. Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara perawatan ANC dan kejadian preeklamsia (p-value 0.25). Perawatan ANC rutin penting untuk pemantauan kesehatan kehamilan, namun tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan kejadian preeklamsia. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih kuat dan peningkatan kualitas layanan ANC di RS Assyifa Sukabumi untuk pencegahan preeklamsia. Kata Kunci: ANC, Preeklampsia, Ibu Hamil, Trimester III, RS Islam Assyifa.
Pelatihan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Untuk Peningkatan Kualitas Tidur Lanjut Usia Asep Suryadin; Ernawati Hamidah; Eva Martini; Dhinny Novryanthi; Lutiyah Lutiyah; Sri Kurnia Dewi; Sally Yustinawati
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 2: May 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i2.684

Abstract

Lamanya tidur seseorang dipengaruhi oleh faktor usia. Semakin tua usia maka semakin lama kebutuhan untuk tidurnya. Namun kenyataannya, pada lanjut usia terjadi penurunan berbagai fungsi dan kemampuan. Perubahan pada sistem saraf pusat juga mempengaruhi tidur pada lansia. Untuk memperbaiki kondisi pikiran, emosi dan prilaku manusia, diperlukan pemanfaatan kombinasi antara spiritual power dengan energy psychology untuk memperbaiki, pikiran, emosi, perilaku pada manusia. hal tersebut merupakan sistem kerja dari terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). SEFT dilakukan dengan cara pemberian ketukan ringan di bagian-bagian tubuh tertentu. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan pengetahuan, pemahaman dan meningkatkan kualitas tidur lanjut usia melalui terapi SEFT. Pengabdian dilaksanakan di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Rukun Ibu Kelurahan Nanggeleng Kota Sukabumi. yang terdiri dari 12 orang lansia. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah, demonstrasi dan latihan Terapi SEFT. Dari angket didapatkan hasil terdapat perbedaan pengetahuan saat sebelum dan setelah dberikan ceramah mengenai SEFT dengan nilai P-Value 0,000. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah Terapi SEFT dapat membantu dalam pemenuhan peningkatan kualitas tidur lanjut usia yang mengalami kesulitan tidur (insomnia). Direkomendasikan Terapi SEFT dapat dijadikan sebagai program rutin di PSTW Rukun Ibu dan dapat diterapkan secara mandiri pada lansia untuk mencegah insomnia dan meningkatkan kualitas hidup lansia. Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Training for Quality Sleep Increase To Elderly The length of a person’s sleep is influenced by the factor. The older the age, the longer the need for sleep. But in reality, in the elderly, there is a decrease in various functions and abilities. Changes in the central nervous system also affect sleep in the elderly. They improve the state of mind, emotions, and human behavior, it is necessary to use a combination of spiritual power with energy psychology to improve thought, emotions, and behavior in humans. It is a working system of Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) therapy. SEFT is done by giving light taps on certain body parts. The purpose of this service is to provide knowledge, and understanding and improve the quality of sleep for the elderly through SEFT Therapy. The service was held at the Tresna Werdha Social (PSTW) Rukun Ibu Nanggulung Sukabumi. Consists of 12 geriatrics. The methods used in the service are lectures, demonstrations, and SEFT Therapy exercises. From the questionnaire, it was found that there was a difference in knowledge before and after being given a lecture on SEFT with a P-Value of 0.000. the conclusion of this activity is that SEFT therapy can help in improving the quality of sleep for the elderly who have difficulty sleeping (insomnia). It is recommended that SEFT therapy can be used as a routine program at PSTW Rukun Ibu and can be applied independently to the elderly to prevent insomnia and improve their quality of life the elderly.