Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Terapi Dzikir terhadap Tingkat Stres pada Pasien Gagal Jantung Kongestif Daud, Raka Maya; Suryadin, Asep; Utami, Tri; Novryanthi, Dhinny
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/cmtxbd77

Abstract

This study aims to analyze the effect of dhikr therapy on stress levels in patients with congestive heart failure (CHF). The research method used was a pre-experimental study with a one-group pretest–posttest design. The results showed that the average stress score before dhikr therapy was 25.82 ± 4.64 and decreased to 14.76 ± 3.41 after the intervention. Statistical tests showed a significant effect of dhikr therapy on stress levels in CHF patients with a p-value <0.001. In conclusion, dhikr therapy has been shown to reduce stress levels in patients with congestive heart failure significantly. It can be used as a non-pharmacological nursing intervention to support holistic nursing care.   Keywords: CHF, Dhikr, Spiritual Nursing, Stress
Hubungan Lama Duduk dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Gegerbitung Yunita Raynica; Dhinny Novryanthi; Irawan Danismaya; Anggun Fajar Ramadhani
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i2.24249

Abstract

ABSTRACT Low back pain is a common complaint among third-trimester pregnant women and is influenced by various factors, one of which is static activity in the form of prolonged sitting. Extended sitting duration can increase mechanical load on the spine, thereby potentially leading to muskuloskelatal disorders. This study aimed to analyze the association between sitting duration and low back pain complaints among third-trimester pregnant women at the Gegerbitung Community Health Center. This study employed a cross-sectional design involving 50 respondents selected using accidental sampling. Data were collected using a sitting duration questionnaire and the Numeric Rting Scale (NRS) to assess the intentity of low back pain. Data analysis was performed using SPSS version 25. The results showed that the majority of respondents had a sitting duration of ≥ 4 hours (92%) and experienced mild low back pain (80%). Bivariate analysis revealed a statistically significant association between sitting duration and low back pain complaints (p = 0.000; r = 0.590). it can be concluded that sitting duration is significantly associated with low back pain complaints among third-trimester pregnant women at the Gegerbtung Community Health Center. Keywords: Sitting Duration, Low Back Pain, Numeric Rating Scale, Third-Trimester Pregnant Women.  ABSTRAK Nyeri punggung bawah merupakan keluhan umum pada ibu hamil trimester III dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya aktivitas statis berupa lama duduk. Durasi duduk yang berkepanjangan dapat meningkatkan beban mekanik pada tulang belakang sehingga berpotensi menimbulkan gangguan musculoskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Gegerbitung. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 50 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner lama duduk dan numeric rating scale (NRS) untuk mengukur tingkat nyeri punggung bawah. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 25, hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki lama duduk ≥ 4 jam (92%) dan mengalami nyeri punggung bawahkategori ringan (80%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara lama duduk dan keluhan nyei punggung bawah (p = 0,000; r = 0,590). Disimpulkan bahwa lama duduk berhubungan signifikan dengan keluhan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Gegerbitung. Kata Kunci: Lama Duduk, Nyeri Punggung Bawah, Numeric Rating Scale, Ibu Hamil Trimester III.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Keislaman dan Perilak Pencegahan Infeksi Menular Seksual pada Mahasiswa Keperawatan UMMI Zahra Bassami; Dhinny Novryanthi; Tri Utami; Amir Hamzah
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24788

Abstract

ABSTRACT Sexually Transmitted Infections (STIs) remain a major public health problem, particularly among young adults including university students. Nursing students in Islamic-based higher education institutions receive not only health-related knowledge but also Islamic values that emphasize self-protection, morality, and healthy behavior. Islamicknowledge is assumed to play an important role in shaping STI prevention behavior through strengthened self-control and value-based decision making. This study aimed to examine the relationship between the level of Islamic knowledge and STI prevention behavior among nursing students at Universitas Muhammadiyah Sukabumi. This study employed a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 78 nursing studentsfrom the 2025 cohort selected using total sampling. Data were collected using validated and reliable questionnaires measuring Islamic knowledge and STI prevention behavior. Data analysis included univariate and bivariate analysis using Chi-Square and Fisher’s Exact Test with a significance level of 0.05. The results showed that the majority of respondents had a good level of Islamic knowledge (98.7%) and good STI prevention behavior (97.4%). Fisher’s Exact Test revealed a significant relationship between Islamic knowledge and STI prevention behavior (p = 0.032; p 0.05). In conclusion, Islamic knowledge is significantly associated with STI prevention behavior among nursing students, indicating that strengthening Islamic values within nursing education may contribute to effective STI prevention strategies. Keywords: Islamic Knowledge, Prevention Behavior, Sexually Transmitted Infections, Nursing Students.  ABSTRAK Infeksi Menular Seksual (IMS) masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan, khususnya pada kelompok usia dewasa muda termasuk mahasiswa. Mahasiswa keperawatan pada institusi pendidikan berbasis Islam memiliki karakteristik khusus karena memperoleh pendidikan kesehatan sekaligus penanaman nilai-nilai keislaman yang menekankan penjagaan diri, moralitas, dan perilaku hidup sehat. Pengetahuan keislaman diduga berperan dalammembentuk perilaku pencegahan IMS melalui penguatan kontrol diri dan pengambilan keputusan yang sesuai dengannilai agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan keislaman dengan perilaku pencegahan infeksi menular seksual pada mahasiswa keperawatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 78 mahasiswa keperawatan angkatan 2025 yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan keislaman dan kuesioner perilaku pencegahan IMS yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi- Square dan Fisher Exact Test dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan keislaman kategori baik (98,7%) dan perilaku pencegahan IMS kategori baik (97,4%). Hasil uji Fisher Exact Test menunjukkan nilai p = 0,032 (p 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan keislaman dengan perilaku pencegahan IMS. Kesimpulan penelitian ini adalah tingkat pengetahuan keislaman berhubungan secara signifikan dengan perilaku pencegahan IMS pada mahasiswa keperawatan, sehingga penguatan nilai-nilai keislaman dalam pendidikan keperawatan berpotensi menjadi strategi promotif dan preventif dalam pencegahan IMS. Kata Kunci: Pengetahuan Keislaman, Perilaku Pencegahan, Infeksi Menular Seksual, Mahasiswa Keperawatan.
Hubungan Antenatal Care (ANC) dengan Kejadian Preeklampsia pada Ibu Hamil Trimester III Suryana Atmaja; Dhinny Novryanthi; Eva Martini; Ria Andriani
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.20058

Abstract

ABSTRACT Routine antenatal care (ANC) check-ups and blood pressure monitoring are essential in preventing and detecting health problems early, such as preeclampsia. Therefore, understanding the relationship between ANC check-ups and the prevalence of preeclampsia in pregnant women in the third trimester is essential to prevent pregnancy complications. The purpose of this study was to assess the relationship between Antenatal Care (ANC) check-ups and the incidence of preeclampsia in pregnant women in the third trimester at Assyifa Islamic Hospital. The research method used bivariate analysis with the Chi-Square Test to evaluate the relationship between these variables. The sample used was 40 pregnant women in the third trimester, with the inclusion criteria of pregnant women who underwent ANC check-ups and had history data. This study showed that most pregnant women underwent routine ANC care (75%) and received blood pressure and urine protein checks (85%). The prevalence of preeclampsia in pregnant women in the third trimester was 25%, with most cases classified as mild and moderate. Bivariate analysis showed no significant relationship between ANC care and the incidence of preeclampsia (p-value 0.25). Routine ANC care is important for monitoring pregnancy health, but does not show a significant relationship with the incidence of preeclampsia. Further research is needed with a stronger design and improving the quality of ANC services at Assyifa Hospital Sukabumi for the prevention of preeclampsia. Keywords: ANC, Preeclampsia, Pregnant Women, Trimester III, Assyifa Islamic Hospital.  ABSTRAK Antenatal care (ANC) merupakan pemeriksaan kehamilan yang dilakukan secara rutin salah satunya pemantauan tekanan darah sangat penting dalam  mendeteksi masalah kesehatan pada ibu hamil dan mencegah komplikasi kehamilan sejak dini, salah satunya kejadian preeklampsia. Tujuan Penelitian untuk menilai hubungan antara Antenatal Care (ANC) dan kejadian preeklampsia pada ibu hamil trimester III di RS Islam Assyifa. Metode penelitian menggunakan analisis bivariat dengan Uji Chi-Square untuk mengevaluasi hubungan antara variabel-variabel tersebut. Sampel yang digunakan sebanyak 40 ibu hamil trimester III, dengan kriteria inklusi ibu hamil yang menjalani ANC dan memiliki data riwayat. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil menjalani perawatan ANC rutin (75%) dan menerima pemeriksaan tekanan darah serta protein urin (85%). Prevalensi preeklamsia pada ibu hamil trimester ketiga adalah 25%, dengan sebagian besar kasus tergolong ringan dan sedang. Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara perawatan ANC dan kejadian preeklamsia (p-value 0.25). Perawatan ANC rutin penting untuk pemantauan kesehatan kehamilan, namun tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan kejadian preeklamsia. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih kuat dan peningkatan kualitas layanan ANC di RS Assyifa Sukabumi untuk pencegahan preeklamsia. Kata Kunci: ANC, Preeklampsia, Ibu Hamil, Trimester III, RS Islam Assyifa.
Hubungan Kesehatan Mental dengan Perilaku merokok Pada Remaja Di Wilayah Kerja Puskesmas Lembursitu Lulu Luziana Silpiana; Lutiyah Lutiyah; Dhinny Novryanthi; Asep Suryadin
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.20752

Abstract

ABSTRACT Adolescence is a period of development and transition from childhood to adulthood where at this stage adolescents have unstable emotions so that problems such as mental health disorders and smoking behavior can occur. This study aims to determine the level of mental health and smoking behavior in adolescents in the Lembursitu Health Center area and the relationship between the two. The method used is cross-sectional purposive sampling technique with a sample of 150 people. The results of the study obtained a p value of 0.002 using Kendall Tau so that it means there is a relationship between mental health and smoking behavior in adolescents in the Lembursitu Health Center area. Keywords: Smoking Behavior, Mental Health, Mental In Adolescents  ABSTRAK Remaja yaitu masa perkembangan dan peralihan dari fase anak pada dewasa dimana pada tahap ini remaja memiliki emosi yang tidak stabil sehigga dapat terjadi  permasalahan seperti gangguan kesehatan mental dan perilaku merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kesehatan mental dan perilaku merokok pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Lembursitu serta hubungan antar keduanya. Metode yang  digunakan cross sectional teknik  purposive sampling dengan sampel 150 orang. Hasil penelitian didapatkan nilai p 0.002 menggunakan  Kendall Tau sehingga memiliki arti adanya hubungan antara kesehatan mental dengan perilaku merokok pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Lembursitu  Kata Kunci: Perilaku Merokok, Kesehatan Mental, Mental Pada Remaja
Pengaruh Video Edukasi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Pencegahan Kehamilan Usia Dini Ulfa, Siti; Utami, Tri; Novryanthi, Dhinny; Safariyah, Erna
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1077

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan remaja umumnya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, pengaruh lingkungan dan media. Pengetahuan dan sikap menjadi aspek penting karena berperan dalam membentuk perilaku remaja terhadap kesehatan reproduksi. Semakin baik pengetahuan yang dimiliki, semakin positif sikap yang ditunjukkan, sehingga mampu mendorong perilaku pencegahan kehamilan usia dini. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi berbasis video terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang pencegahan kehamilan usia dini. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dalam bentuk pre-eksperimen menggunakan rancangan One group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang berjumlah 280 siswa. Besar sampel 70 siswa, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Uji analisis data mengunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik dengan Wilcoxon Signed Rank Test terdapat pengaruh edukasi berbasis video terhadap peningkatan pengetahuan remaja nilai P -value yang dihasilkan sebesar <0,001 (p< 0,05). pengaruh edukasi berbasis video terhadap sikap remaja nilai P-value yang dihasilkan sebesar <0,001. Kesimpulan: terdapat pengaruh edukasi berbasis video terhadap pengetahuan remaja dan sikap remaja tentang pencegahan kehamilan usia dini. Sehingga disarankan remaja dianjurkan rutin mengikuti sesi edukasi video tentang pencegahan kehamilan usia dini minimal dua kali per bulan melalui posyandu remaja
Pengaruh Edukasi Berbasis Video Terhadap Kepatuhan Perawatan Diri Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Anggraeni, Rini; Safariyah, Erna; Novryanthi, Dhinny; Basri, Burhanuddin
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1081

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang umum dengan prevalensi global 1,28 miliar kasus pada tahun 2023 dan diperkirakan meningkat menjadi 1,6 miliar pada tahun 2025. Kepatuhan perawatan diri menjadi kunci pencegahan komplikasi. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi berbasis video terhadap kepatuhan perawatan diri pada pasien hipertensi di Puskesmas. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Populasi adalah 125 pasien hipertensi yang rutin kontrol 3 bulan terakhir. Sampel 56 responden dipilih dengan purposive sampling. Analisis data menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Terdapat peningkatan kepatuhan perawatan diri setelah intervensi edukasi berbasis video. Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05) yang menandakan edukasi berbasis video berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan perawatan diri pasien hipertensi. Kesimpulan: Edukasi berbasis video efektif meningkatkan kepatuhan perawatan diri pada pasien hipertensi di Puskesmas. Puskesmas diharapkan mengimplementasikan dan mengembangkan edukasi kesehatan berbasis video sebagai metode edukasi rutin pada pasien hipertensi.