Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pemberdayaan Anak dan Remaja Marginal Dalam Pencegahan Kekerasan Seksual Rizki, Lailatul Khusnul; Safitri, Yati Isnaini; Abidah, Siska Nurul; Rahayu, Esty Puji
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v7i1.414

Abstract

Fenomena anak jalanan sepertinya tidak pernah lepas dari kehidupan di kota-kota besar, baik di negara maju maupun berkembang. Surabaya sebagai salah satu kota besar di Indonesia tidak bisa menghindari fenomena anak jalanan yang terus meningkat pasca krisis. Anak jalanan nampaknya lebih besar kemungkinannya untuk melakukan perilaku seksual pranikah dan menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya. Situasi ini tidak lepas dari kehidupan mereka yang terhindar dari aturan di jalanan dalam norma yang serba longgar. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberdayakan anak dan remaja dalam memahami tentang Kesehatan Reproduksi dan perilaku pencegahan kekersan seksual sehingga mereka lebih sadar dan paham apa yang tidak dan harus dilakukan.  Metode pelaksanaannya meliputi pretest dengan kuisioner dilanjutkan sosialisasi perilaku pencegahan kekerasan seksual ada anak dan remaja dan diakhiri dengan posttest dengan menggunakan pertanyaan yang sama. Hasil yang diperoleh dari 23 anak dan remaja, sebelum diberikan penyuluhan tidak ada  remaja (0%) berpengetahuan baik dan 23 remaja (100%) berpengetahuan cukup. Setelah diberikan penyuluhan tentang dampak pernikahan usia muda, sebanyak 16 remaja (69,6%) berpengetahuan baik dan 7 remaja (30,4%) berpengetahuan cukup. Dari hasil evaluasi yang dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat bermanfaat karena secara signifikan mampu meningkatkan pengetahuan anak dan remaja tentang perilaku pencegahan kekerasan seksual. 
Upaya Menurunkan Nyeri Dismenorea Secara Non Farmakologi dengan SEFT dan Aromaterapi Abidah, Siska Nurul; Rahayu, Esty Puji; Rizki, Lailatul Khusnul; Safitri, Yati Isnaini; Zahra, Fathimah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i4.10450

Abstract

Permasalahan prioritas mitra saat ini yaitu masih banyak remaja putri yang mengeluh nyeri menstruasi sehingga menyebabkan terganggunya belajar, susah tidur, pusing dan susah untuk berkonsentrasi sehingga materi yang disampaikan selama pembelajaran tidak dapat diterima dengan baik, serta mengganggu dalam beraktivitas sehari-hari. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui upaya kegiatan pemberian edukasi tentang Upaya Menurunkan Nyeri Dismenorea Secara Non Farmakologi dengan SEFT dan Aromaterapi.  Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan selama 1 bulan dengan peserta remaja putri di RW 02 Kelurahan Pacarkembang Surabaya sebanyak 25 peserta. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan edukasi tentang cara mengatasi nyeri dismenorea secara non farmakologi yaitu menggunakan SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) dan aromaterapi, setelah itu dilakukan pengukuran tingkat pengetahuan dengan memberikan pretest dan post test.   Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan tingkat pengetahuan saat pre test didapatkan skor 25% sedangkan saat post test tingkat pengetahuannya menjadi 85%. Kesimpulan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat adanya perubahan sebelum dan sesudah di lakukan pengabdian kepada masyarakat yaitu adanya peningkatan pengetahuan remaja putri dalam melakukan penanganan mandiri dengan efek samping rendah dan aman yaitu menggunakan SEFT dan aromaterapi.  Sehingga dapat digunakan sebagai terapi alternatif oleh para remaja putri untuk mengatasi keluhan nyeri dismenore
Pemberdayaan Santri dalam Kesehatan Reproduksi: Strategi untuk Menciptakan Generasi Sehat, Cerdas, dan Mandiri di Lingkungan Pesantren Lailatul Khusnul Rizki; Yati Isnaini Safitri; Siska Nurul Abidah; Esty Puji Rahayu
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Memaksimalkan Potensi
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v4i2.1418

Abstract

Program pemberdayaan santri sebagai upaya membentuk generasi sehat, cerdas, dan mandiri dalam kesehatan reproduksi merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan santri mengenai pentingnya kesehatan reproduksi. Kesehatan reproduksi yang baik sangat penting dalam pembentukan generasi yang kuat secara fisik dan mental, terutama di kalangan santri yang memiliki peran signifikan dalam kehidupan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan untuk meningkatkan pemahaman santri tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, pola hidup sehat, serta kemampuan untuk mandiri dalam mengelola isu-isu kesehatan reproduksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran para santri dalam memahami dan mengaplikasikan konsep kesehatan reproduksi, sehingga diharapkan dapat menjadi agen perubahan di masyarakat. Pemberdayaan ini menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang lebih sehat, cerdas, dan mandiri
Analisis Perilaku Ibu Menyusui dalam Memberikan ASI Eksklusif di Masa Pandemi Covid 19 di Surabaya (Mix Method) Masruroh, Nur; Rizki, Lailatul Khusnul; Ashari, Nadia Ayu; Irma, Irma
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol 3, No 1 (2022): Muhammadiyah Journal of Midwifery (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.3.1.1-10

Abstract

Latar Belakang: Manfaat ASI Eksklusif antara lain meningkatkan daya tahan tubuh bayi, terutama di masa pandemi Covid-19 saat ini. Tujuan: untuk mengetahui perilaku dan efikasi diri ibu menyusui dalam memberikan ASI eksklusif serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam memberikan ASI eksklusif. Metode: metode campuran dengan strategi embedded konkuren. Tahap pertama dilakukan dengan metode kuantitatif untuk mengetahui perilaku dan efikasi diri ibu menyusui selama masa pandemi Covid-19. Tahap kedua adalah metode kualitatif untuk mengetahui faktor pendukung, hambatan praktik menyusui di masa Pandemi Covid 19. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah ibu menyusui, bidan dan konselor ASI yang diambil secara purposive sebagai sampel. Hasil: uji Chi-square mendapatkan bahwa pengetahuan berpengaruh terhadap perilaku ibu dalam memberikan ASI eksklusif (p=0,001). Pada sikap diperoleh hasil analisis nilai p sebesar 0,005 (0,05) yang artinya sikap berpengaruh terhadap perilaku ibu dalam pemberian ASI eksklusif. Kemudian dari pola pemberian ASI didapatkan hasil analisis nilai p sebesar 0,001 (0,05), yang artinya pola menyusui berpengaruh terhadap perilaku ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Simpulan: Pada tahap kualitatif ditemukan faktor pendukung pemberian ASI eksklusif antara lain dukungan keluarga dan tenaga kesehatan, pengetahuan yang tinggi dan kemudahan mengakses informasi. Sedangkan faktor penghambatnya adalah persepsi yang salah tentang menyusui, tidak adanya niat dan praktik budaya yang tidak tepat tentang menyusui. Pada tahap kuantitatif mendapatkan bahwa pengetahuan, sikap dan pola menyusui berpengaruh terhadap perilaku ibu dalam pemberian ASI eksklusif. 
Pengembangan Literasi Kesehatan Reproduksi CETAR: Cegah dan Tanggap Ancaman Reproduksi di Komunitas Save Street Child Sidoarjo Rizki, Lailatul Khusnul; Rahayu, Esty Puji; Rihlah, Jauharotur; Choirunita, Ayie Putry; Maula, Dian Cahya
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v7i1.227

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam peningkatan kualitas hidup, terutama bagi remaja di komunitas rentan. Salah satu kelompok yang memerlukan perhatian khusus adalah anak marginal, yang kerap mengalami keterbatasan akses informasi mengenai kesehatan reproduksi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan literasi kesehatan reproduksi melalui program CETAR (Cegah dan Tanggap Ancaman Reproduksi) yang diterapkan di Komunitas Save Street Child Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis edukasi dan pelatihan untuk memberikan pengetahuan mendasar tentang kesehatan reproduksi serta strategi pencegahan terhadap risiko terkait. Program ini melibatkan sesi interaktif dan diskusi kelompok untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang topik kesehatan reproduksi, termasuk pencegahan penyakit menular seksual dan upaya menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Kegiatan ini dilakukan selama 2 bulan dengan sasaran 30 anak marginal dan 17 volunteer di Komunitas Save Street Child Sidoarjo. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pemahaman anak marginal mengenai kesehatan reproduksi, terbukti dari peningkatan nilai evaluasi post-test sebesar 53,3% dibandingkan pre-test. Peningkatan yang signifikan juga terjadi pada pemahaman volunteer tentang penerapan program pembelajaran pada anak marginal sebesar 35,3% dibandingkan dengan hasil pre-test. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang dalam memperkuat ketahanan diri dan kemampuan deteksi dini pada kelompok anak marginal dalam menjaga kesehatan reproduksi mereka.
The Effect of Positive Affirmations to Anxiety level and 2nd stage of labor length Esty Puji Rahayu; Lailatul Khusnul Rizki
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.398

Abstract

The maternal mortality rate by sectio caesarea was 40-80 per 100,000 live births. Secto Cesarean can occur because the mother herself is not sure of her ability to normal birthing. Positive affirmations made by mothers are believed to be one of the supports so that mothers are sure that they can give birth normally and reduce anxiety about childbirth. This type of research is observational analytic with a quasi-experimental design, the type of post test only group design. Based on the results of data analysis with the T test, it was found that there was an effect of giving Positive affirmation on anxiety and 2nd stage of labor with p = 0.000 (p <0.05). Positive affirmation with flashcard affirmation greatly affects the level of anxiety of mothers in labor and it is easier to self-affirm so that negative thoughts about childbirth will be reduced
Differences In The Length Of Labor Stage II On Upright Position and Recumbent Position Lailatul Khusnul Rizki; Yunik Windarti
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i1.534

Abstract

The delivery process is determined by several factors that influence it, one of which is from the mother and fetus side (Psychology, Power, Passage, Passanger, Position and Placenta). Childbirth can proceed normally (Euthocia) if these factors are met properly. This type of research is an observational study using a comparative study and a cross sectional approach, namely observing the position of labor (upright position and recumbent position) and observing the duration of second labor. The population in this study were mothers who gave birth at PMB Sari Nurhayati. The sampling technique used purposive sampling. The results of the Mann Whitney test analysis showed ρ value of 0.009 (ρ <0.05), which means that there is a significant difference between the upright position and the recumbent position. The average length of time II in the upright position was 11.3 minutes, while in the recumbent position group was 19.7 minutes.
Peningkatan Kemampuan Remaja Putri Melalui Edukasi Interaktif Solusi Mengatasi Nyeri Menstruasi dengan Kompres Dingin Abidah, Siska Nurul; Rahayu, Esty Puji; Rizki, Lailatul Khusnul; Safitri, Yati Isnaini; Rihlah, Jauharotur
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i2.54

Abstract

Remaja banyak mengeluh nyeri menstruasi tetapi tidak mengetahui cara mengatasi nyeri menstruasi secara non farmakologi. Remaja putri biasanya mengatasinya dengan istirahat, minum air putih, dan mengolesi dengan minyak kayu putih saja. Bahkan mereka saat mengalami nyeri menstruasi tidak masuk sekolah dan tidak dapat beraktivitas. Sehingga dibutuhkan pemberian edukasi untuk memberikan tambahan pengetahuan cara mengatasi nyeri menstruasi dengan terapi yang murah, mudah dilakukan dan minim efek samping. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan melalui edukasi interaktif solusi mengatasi nyeri menstruasi dengan menggunakan terapi kompres dingin. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan selama 1 bulan dengan peserta sebanyak 28 remaja putri di pondok pesantren Baitul Makmur Kelurahan Wonokromo Surabaya. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan edukasi interaktif tentang cara mengatasi nyeri menstruasi menggunakan kompres dingin. Hasil pre test dan post test pengabdian masyarakat didapatkan hasil pengetahuan pretest didapatkan rata-rata nilai 40 dan hasil post test rata-rata nilai 95, sehingga terdapat perubahan pengetahuan dan kemampuan remaja putri dalam mengatasi nyeri menstruasi dengan menggunakan terapi kompres dingin. Kompres dingin dapat digunakan sebagai alternatif solusi yang mudah dan aman digunakan oleh remaja untuk mengatasi nyeri menstruasi sehingga remaja dapat lebih produktif dalam kegiatan sehari-harinya.
Upaya promosi Langgam jawa dan terapi komplementer Indonesia di Thailand untuk mengurangi kecemasan dan nyeri menstruasi (Dysminorea) pada Remaja Rahayu, Esty Puji; Rizki, Lailatul Khusnul; Safitri, Yati Isnaini; Abidah, Siska Nurul
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i2.460

Abstract

Prevalensi kejadian dismenore di Asia adalah 74,5%, sedangkan di Malaysia mencapai 69,4% dan Thailand 84,2%. Sementara itu, di Indonesia kejadian dismenore sebesar 64,25% dari remaja putri yang mengalami menstruasi terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36 % dismenore sekunder. Prevalensi dismenore pada remaja di Jakarta Pusat sebanyak 87,5% dimana sebanyak 20% mengalami nyeri ringan, 64,76% nyeri sedang, dan 14.76% nyeri berat. Permasalahan nyeri menstruasi masih  cenderung  kurang  mendapatkan perhatian  yang  serius  di  kalangan  remaja  dan  wanita  usia  subur.  Hal  ini  karena masih  ada  persepsi  yang  menganggap  bahwa  masalah  seperti  reproduksi  masih tabu  untuk  didiskusikan  dan  harus  diselesaikan  secara  individu. Metode yang digunakan dalam pengabdian masayarakat ini adalah dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan tentang akupresure untuk mengurangi nyeri menstruasi (dysminorhea). Setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan dari hanya 25% sasaran yang tahu cara mengurangi dysminorea menjadi 85% sasaran tahu tentang cara mengurangi dysminorea. Selain itu setelah dilakukan pelatihan akupresur sebanyak 95% sasaran terampil melakukan akupresure pada titik LI4,SP6 dan SP8, titik-titik tersebut dapat digunakan untuk meringankan keparahan gejala sistemik yang menyertai dismenore.  Tim juga mengenalkan jamu kunyit asam dan langgam Jawa Yen Ing Tawang untuk mengurangi dysminorea, setelah mendengarkan langgam Jawa sasarn merasa nyaman dan lebih tenang. Langgam Jawa mempunyai tempo 60 byte per menit dan dapat membantu menjaga homeostatis tubuh melalui jalur sumbu HPA yang dapat merangsang hormon endorfin dan enkephalin yang merupakan opiat endogen atau analgetik alami dari dalam tubuh. Kandungan kurkumin dan antosianin pada kunyit asam mampu menghambat reaksi siklooksigenase (COX) sehingga dapat menghambat dan mengurangi peradangan yang kemudian akan mengurangi dan menghambat kontraksi rahim yang menyebabkan nyeri haid.
Strategi Pendidikan Kesehatan untuk Wanita Usia Subur dalam Meningkatkan Pengetahuan MKJP: Kolaborasi Kebidanan dan Edukasi di Perkotaan Safitri, Yati Isnaini; Abidah, Siska Nurul; Rahayu, Esty Puji; Rizki, Lailatul Khusnul; Lutfauziah, Asmaul
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i3.68

Abstract

Wanita usia subur (WUS) di wilayah perkotaan seringkali menghadapi keterbatasan pengetahuan mengenai metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), meskipun akses terhadap fasilitas kesehatan relatif memadai. Di Kelurahan Wonokromo, Kota Surabaya, data menunjukkan bahwa pemahaman warga tentang pilihan kontrasepsi jangka panjang seperti IUD, implan, dan sterilisasi masih tergolong rendah. Permasalahan ini diperburuk dengan adanya persepsi keliru mengenai efek samping MKJP. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan WUS tentang MKJP melalui strategi pendidikan kesehatan berbasis kolaborasi tenaga kebidanan dengan media edukasi audiovisual dan leaflet. Metode yang digunakan adalah edukasi terpadu melalui penyuluhan langsung, diskusi interaktif, penggunaan media audiovisual, serta distribusi leaflet informatif. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai jenis, manfaat, dan prosedur MKJP, dengan rata-rata skor pre-test 52% meningkat menjadi 86% pada post-test. Simpulan dari kegiatan ini adalah strategi pendidikan kesehatan berbasis kolaborasi kebidanan dan edukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan WUS tentang MKJP, sekaligus menjadi model yang dapat diadaptasi di wilayah perkotaan lain.