Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pembuatan Video Iklan Komersial Livin’ Sukha Mandiri dan Jakarta x Beauty 2024 Oleh Brand Studio Detikcom Cessa, Salma Viany; Anggraini, Clara Novita
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan dalam industri keuangan digital yang semakin meningkat mendorong lembaga keuangan untuk melakukanstrategi komunikasi yang lebih kreatif dan tepat sasaran. Menanggapi hal tersebut, karya ini dirancang sebagai upayauntuk mendukung promosi layanan Livin’ by Mandiri, khususnya pada fitur Livin’ Sukha, agar tetap kompetitif danrelevan di tengah tren konsumsi konten digital yang cepat, visual, dan interaktif. Video ini diproduksi dalam rangkapartisipasi Bank Mandiri sebagai mitra resmi dari acara Jakarta x Beauty 2024, salah satu pameran kecantikan terbesardi Indonesia yang diselenggarakan oleh Female Daily Network, dengan menghadirkan ratusan brand lokal maupuninternasional. Produksi video dilakukan oleh Brand Studio detikcom melalui tiga tahapan utama, yaitu pra produksi,produksi, dan pasca produksi, dengan mengacu pada pendekatan teori komunikasi massa berbasis media audio visual.Terdapat strategi eksekusi pesan yang diterapkan dengan lima gaya eksekusi pesan, yaitu Slice of Life, Lifestyle,Fantasy, Mood or Image, dan Personality Symbol. Hasil akhir dari karya ini berupa video iklan komersial berdurasisingkat yang komunikatif, interaktif, serta mampu meningkatkan awareness dan keterlibatan audiens secara efektif diera digital, yang disebarkan melalui sosial media Instagram.Kata Kunci: Produksi, Iklan Komersial, Gaya Eksekusi Pesan, Jakarta x Beauty.
PRODUKSI VIDEO DOKUMENTER KEBON MELATI: TERKEPUNG PENCAKAR LANGIT JAKARTA PROGRAM MEGAPOLITAN KOMPAS.COM Cahyani, Adriana Diva; Anggraini, Clara Novita
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan kota Metropolitan Jakarta yang berlangsung pesat dan masif menimbulkan permasalahan serius padaperkampungan asli di Jakarta. Salah satu contohnya adalah kawasan Kebon Melati di Tanah Abang, Jakarta Pusat,yang kini dikepung oleh deretan gedung pencakar langit. Meskipun dikelilingi oleh gedung-gedung tinggi, wargaKebon Melati tetap bertahan dengan segala keterbatasan ruang, fasilitas, dan tekanan sosial ekonomi yang semakinkompleks. Perancangan karya akhir Produksi Video Dokumenter “Kebon Melati: Terkepung Pencakar Langit Jakarta”Program Megapolitan Kompas.com bertujuan untuk menjelaskan proses perancangan dan produksi video tersebut.Proses produksi dilakukan dengan tiga tahap manajemen produksi yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca produksi.Melalui pendekatan dokumenter partisipatif, film ini memberikan ruang bagi warga untuk turut membentuk narasi,sehingga memperkuat pesan yang ingin disampaikan pada dokumenter ini. Hasil produksi video dokumenter iniberhasil memenuhi fungsi dari komunikasi massa yaitu, fungsi pengawasan (surveillance), korelasi (correlation),sosialisasi (sosialization), dan hiburan (entertainment), yang disampaikan dengan pendekatan visual yang informatifdan menarik.Kata Kunci: Video Dokumenter, Manajemen Produksi, Kebon Melati, Kompas.com
Produksi Video Promosi Mayit Keliling Jakarta PT. Visual Indomedia Produksi Ambarita, Nico Jonathan; Anggraini, Clara Novita
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan karya ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses produksi video promosi berjudul Mayit KelilingJakarta sebagai salah satu alat promosi serial Zona Merah di platform Vidio.com. Video promosi merupakan mediakomunikasi visual yang digunakan untuk menarik perhatian dan membentuk persepsi audiens terhadap suatu produkatau layanan. Proses produksi meliputi tiga tahapan utama, yaitu pra produksi, produksi, dan pasca produksi.Penentuan konsep dilakukan melalui Focus Group Discussion bersama tim kreatif Vidio.com. Pada tahap produksidilakukan proses syuting, dan pada tahap pasca produksi dilakukan proses penyuntingan hingga distribusi melaluimedia sosial Instagram dan Youtube Vidio.com. Perancangan karya ini mengimplementasikan teori Gestalt dalamvisualisasi, seperti prinsip Proximity dalam penempatan elemen visual yang saling berkaitan, Similarity untukkonsistensi warna dan bentuk, Continuity dalam alur visual, Closure dalam membentuk makna secara utuh, sertaFigure-Ground dalam penekanan objek utama. Hasil karya menunjukkan bahwa penerapan komunikasi visual danteori Gestalt mampu menciptakan video promosi yang komunikatif, menarik, serta efektif dalam membangunpemahaman audiens terhadap promosi serial Zona Merah.Kata Kunci : Produksi Video, Video Promosi, Komunikasi Visual, Teori Gestalt
Critical Digital Media Literacy as Core Competence in Communication Education: Evidence from a Blended Learning Case Study Anggraini, Clara Novita; Akhmadi, Akhmadi; Nugroho, Catur
Jurnal Riset Komunikasi (JURKOM) Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komuniasi (ASPIKOM) Wilayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38194/jurkom.v9i1.1603

Abstract

Enhancing digital literacy has become a national priority in Indonesia; however, university students still demonstrate limited critical competencies in analyzing, comparing, and evaluating digital information. This study aims to examine how a blended learning model fosters critical digital media literacy within communication education. This research employed a qualitative approach using a best practice case study design focusing on high-achieving students. Data were collected through classroom observations, reflective assignments, and Focus Group Discussions (FGDs) involving 29 participants, and analyzed using thematic analysis. The findings indicate that blended learning facilitates students’ analytical reasoning, cross-platform comparative assessment, and systematic information evaluation. Students demonstrated strong abilities in verifying information credibility, identifying media bias, and reflecting on their own critical thinking processes. This study concludes that blended learning functions as an effective pedagogical space for cultivating higher-order critical digital media literacy competencies in communication students.