Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PELAPIS LATEKS SEBAGAI ANTITRANSPIRAN PADA DAUN BIBIT TANAMAN KARET Cahyo, Andi Nur; Pranata, Dina Eka; Wijaya, Andi
Warta Perkaretan Vol. 42 No. 2 (2023): Volume 42, Nomor 2, Tahun 2023
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v42i2.947

Abstract

Pengendalian laju transpirasi yang berlebihan pada tanaman karet dapat dilakukan dengan aplikasi bahan anti-transpiran untuk mengurangi konduktivitas stomata selama musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formula anti-transpiran lateks dengan berbagai konsentrasi terhadap laju transpirasi dan nilai Performance Index (PI) selama periode cekaman kekeringan. Bahan tanam dalam penelitian ini berupa bibit karet klon PB 260 satu payung daun yang ditanam pada polibeg berukuran 15 x 35 cm. Penelitian menggunakan rancangan split-plot dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah pemberian anti-transpiran tanpa anti-transpiran sebagai kontrol (A0), anti-transpiran lateks 7,5% (A7,5), anti-transpiran lateks 15% (A15), dan anti-transpiran lateks 22,5% (A22,5) pada daun. Faktor kedua adalah perlakuan stress kekeringan, yaitu kontrol (K) dan terminal stress (T). Parameter yang diamati meliputi luas daun, laju transpirasi, serta fluoresensi klorofil daun. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Penggunaan anti-transpiran berbahan dasar lateks pada tanaman karet dapat menurunkan laju transpirasi oleh daun dan mempertahankan ketersediaan air dalam jangka waktu yang lebih lama. Konsentrasi anti-transpiran yang paling ideal diaplikasikan pada daun tanaman karet adalah 7,5%. Aplikasi antitranspiran dengan konsentrasi 7,5% dapat mengurangi laju transpirasi sebesar 0,05 dan 0,065 g/cm2 luas daun/hari pada perlakuan kontrol dan cekaman kekeringan (terminal stress) berturut-turut. Selain itu, perlakuan aplikasi antitranspiran dengan konsentrasi 7,5%, 15%, dan 22,5% telah dapat mengurangi laju transpirasi sekitar 50%, 50%, dan 75% berturut-turut dibandingkan perlakuan kontrol (tanpa anti-transpiran). Konsentrasi yang lebih tinggi dari pada 7,5% dapat menyebabkan penutupan stomata yang berlebihan sehingga berpotensi menyebabkan terbentuknya ROS yang berlebihan. Anti-transpiran ini dapat diaplikasikan sekali sebelum terjadinya musim kemarau/kekurangan air.
HUBUNGAN ANTARA KADAR AIR TANAH DENGAN KADAR KARET KERING LATEKS TANAMAN KARET Cahyo, Andi Nur; Ardika, Risal; Wijaya, Andi
Warta Perkaretan Vol. 43 No. 1 (2024): Volume 43, Nomor 1, Tahun 2024
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v43i1.977

Abstract

 Kadar air tanah mempunyai korelasi dengan produksi lateks serta terdapat indikasi berpengaruh terhadap nilai K3 (kadar karet kering) lateks tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika perubahan nilai K3 lateks berdasarkan nilai kadar air tanah. Penelitian dilaksanakan di Kebun Produksi dan Percobaan Pusat Penelitian Karet pada bulan Maret 2024. Tanah pada lokasi penelitian tersebut adalah tanah ultisol dengan tekstur geluh lempungan (clay loam) yang ditanami pohon karet klon campuran (didominasi oleh klon PB 260) dengan jarak tanam 6 m x 3 m yang mayoritas ditanam pada tahun 2009. Data komponen iklim yang digunakan dalam penelitian ini adalah data hujan dan penguapan bulanan, yang diperlukan dalam perhitungan neraca air untuk menentukan kadar air tanah (KAT). Selain itu, data anasir iklim dan data K3 lateks yang digunakan adalah data pada tahun 2015 (tahun El-Nino) serta tahun 2020 hingga 2022 (tahun normal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa K3 lateks mempunyai korelasi yang negatif dengan kadar air tanah pada saat terjadinya fenomena El-Nino yang kuat pada tahun 2015 dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,7645. Sebaliknya, pada tahun-tahun normal, korelasi antara kadar air tanah dan K3 lateks sangat rendah dengan nilai koefisien determinasi 0,0581. Pada tahun 2015, terjadi penurunan kadar air tanah pada daerah perakaran tanaman karet hingga mancapai di bawah titik layu permanen pada bulan September, Oktober, dan November. Hal ini berarti bahwa pengaruh penurunan nilai kadar air tanah terhadap kenaikan nilai K3 lateks hanya terjadi ketika nilai kadar air tanah berada di bawah titik layu permanen menurut perhitungan neraca air.
The Effect of Stick Dance Exercise to VO2 Max on ANC Semarang Gymnastic Studio Member Cahyo, Andi Nur; Purnama, Yudhi
Indonesian Journal of Sport Management Vol. 4 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Sport Management
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/ijsm.v4i2.9763

Abstract

VO2 max is a critical indicator of cardiovascular fitness and aerobic capacity. Stick dance exercise is a low-impact, high-intensity activity that combines dance movements with resistance training. This study aimed to investigate the effect of stick dance exercise on VO2 max in ANC Semarang Gymnastic Studio members. Methods: This experimental study involved 30 randomly assigned participants to either a control group or an experimental group. The experimental group performed stick dance exercises for 12 times, while the control group did not participate in any exercise program. The results showed that the experimental group significantly increased VO2 max compared to the control group. The increase in VO2 max was 4,8% in the experimental group, indicating a substantial improvement in cardiovascular fitness. Stick dance exercises can effectively improve VO2 max in individuals new to exercise or with limited mobility.  Implications and The findings of this study have implications for the development of exercise programs that cater to diverse populations. Stick dance exercises can be valuable to existing exercise programs, particularly for individuals seeking low-impact, high-intensity activities.
PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH SOMRE DAN PERIODE PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN BATANG BAWAH TANAMAN KARET KLON PB 260 DI POLIBEG Ardika, Risal; CAHYO, Andi Nur
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 42, Nomor 2, Tahun 2024
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v42i2.960

Abstract

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui efek zat pengatur tumbuh dan periode irigasi terhadap pertumbuhan akar bibit batang bawah klon PB 260 di polibeg. Penelitian ini dilakukan di Rumah Kaca Sembawa, Pusat Penelitian Karet, Sumatera Selatan selama delapan bulan. Percobaan ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi zat pengatur tumbuh yang terdiri dari empat tingkat yaitu 0; 1; 0,1; 0,01 ppm. Faktor kedua adalah periode penyiraman yang terdiri dari tiga tingkat yaitu setiap hari; dua kali seminggu; dan sekali seminggu. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penggunaan konsentrat regulator pertumbuhan 0,1 ppm dan periode irigasi harian cenderung meningkatkan pertumbuhan tanaman.
PERKIRAAN BIOMASSA DAN SERAPAN KARBON BEBERAPA KLON KARET Cahyo, Andi Nur
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 42, Nomor 2, Tahun 2024
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v42i2.966

Abstract

Fenomena pemanasan global yang terjadi saat ini diprediksi meningkatkan peluang terjadinya musim kemarau di masa yang akan datang. Salah satu penyebab terjadinya fenomena pemanasan global adalah meningkatnya konsentrasi gas rumas kaca di atmosfer. Salah satu jenis gas rumah kaca adalah CO2. Salah satu cara untuk mengurangi konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer bumi adalah dengan menanam pohon, misalnya pohon karet. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi serapan CO2 dan pembentukan biomassa tanaman dari beberapa klon karet. Klon tanaman karet yang diamati dalam penelitian ini terdiri atas klon BPM 1 tahun tanam 1995 (perlakuan A), klon campuran tahun tanam 1996 (BPM 24, PB 260, dan GT1) (perlakuan B), dan klon IRR 39 tahun tanam 1997 (perlakuan C). Rumus allometri digunakan untuk penentuan biomassa tanaman berdasarkan lilit batang, sedangkan hasil lateksnya diketahui berdasarkan data yang tercatat pada kantor Kebun Produksi dan Percobaan Pusat Penelitian Karet selama satu siklus. Selain itu, kandungan karbon jaringan tanaman dan lateks didapatkan dengan cara merujuk pada penelitian terdahulu. Secara umum, jumlah CO2 yang dapat diserap oleh perkebunan karet tersebut adalah sekitar 21.945,93 kg/ha/tahun. Klon IRR 39 menyerap karbon dengan jumlah yang paling tinggi (24.195,46 kg/ha/tahun) dibandingkan dengan klon lain.
Mempersiapkan Usia Lanjut yang Bebas Nyeri Lutut di Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayam Sari Christiana, Metta; Muhaimin, Ahmad; Cahyo, Andi Nur; Maulana, Charis
Fokus ABDIMAS Vol 1, No 1: OKTOBER 2022
Publisher : STIE Pelita Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34152/abdimas.1.1.13-17

Abstract

Translator  The problem in Pandean Lamper Semarang Village is that as many as 30% of the elderly and elderly people experience knee pain that interferes with daily activities. Most of them (90%) do not know how to maintain knee health. The purpose of this activity is to provide knowledge and training for the elderly and elderly on how to maintain knee health. The method of implementing the activities is by giving lectures, questions and answers and training. The result of the activity is that participants' knowledge about how to maintain knee health increases, the post test results show an increase in knowledge, namely almost 100% of participants understand how to maintain knee health. Participants are also able to perform movements for the prevention of knee pain, although not yet perfect. The conclusion of this activity is that the knowledge and ability of pre-elderly and elderly citizens in maintaining knee health increases.Keywords: Elderly, knee pain free
MODEL ALOMETRIK UNTUK PENDUGAAN LUAS DAUN KARET Cahyo, Andi Nur
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 43, Nomor 1, Tahun 2025
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v43i1.940

Abstract

Metode yang praktis, cepat, dan tidak merusak sampel sangat diperlukan dalam mengukur luas daun karet. Luas daun karet merupakan salah satu parameter pertumbuhan tanaman yang diperlukan untuk melakukan analisis pertumbuhan dan proses fisiologis tanaman termasuk laju fotosintesis dan transpirasi. Salah satu metode non-destruktif yang banyak digunakan untuk memperkirakan luas daun adalah metode persamaan alometrik menggunakan perhitungan regresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai koefisien daun (k) untuk memprediksi luas daun karet klon IRR 112. Penelitian ini dilakukan dari Juli hingga Agustus 2021 di Pusat Penelitian Karet, Sembawa, Sumatera Selatan, Indonesia. Pengukuran luas daun dilakukan dengan metode gravimetri. Hasil penelitian kemudian digunakan untuk menentukan koefisien daun (k) menggunakan data panjang dan lebar daun. Kalibrasi dan validasi dilakukan dengan menggunakan parameter goodness of match (GOM), koefisien korelasi Pearson (R), koefisien determinasi (R2), dan root mean square error (RMSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai k untuk klon karet IRR 112 masing-masing adalah 0,622. Selanjutnya, validasi model menunjukkan bahwa nilai GOM, R, dan R2 berada di atas 0,98 serta RMSE sekitar 1,7 cm2. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa model ini cukup akurat untuk memprediksi luas daun dari data panjang dan lebar daun.
Soil Water Content Below 33.7% Progressively Reduces the Latex Yield of Rubber PB 60, A Study in Sembawa, South Sumatra, Indonesia Ardika, Risal; Cahyo, Andi Nur
Journal of Tropical Crop Science Vol. 7 No. 03 (2020): Journal of Tropical Crop Science
Publisher : Department of Agronomy and Horticulture, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jtcs.7.03.97-103

Abstract

Rubber is one of the economically important tropical trees that produces natural rubber, an essential industrial raw material in Indonesia. In general, rubber can grow well in areas with 1,500 - 3,000 mm rainfall per year that evenly distributed round the year. During the dry season, water availability is reduced so that water becomes a limiting factor for the growth and production of the rubber tree. This paper aimed to determine minimum soil water content that must be maintained to prevent the reduction of PB 260 rubber production based on field water balance. This research was carried out at the Indonesian Rubber Research Institute Experimental Field, South Sumatra, Indonesia, between 2014 to 2019. This experiment used PB 260 clone which was planted in 2001 using a 6 x 3 m plant spacing. Soil analysis showed that the Sembawa had a clay loam soil texture. The measured parameters were latex production (kg per ha per year), rainfall, and evapotranspiration (mm). The results from our six years of study showed that rubber production always decreased when soil water content started to decline below field capacity (33.7 %, or equal to 337 mm with 1m depth of root zone).
Water Requirement Estimation of One-Whorl Rubber (Hevea brasiliensis Müll. Arg.) Planting Materials Cahyo, Andi Nur
Journal of Tropical Crop Science Vol. 8 No. 03 (2021): Journal of Tropical Crop Science
Publisher : Department of Agronomy and Horticulture, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jtcs.8.03.161-167

Abstract

Fulfilling water requirement is one of the important factors for a successful production of rubber tree planting materials. Research on the irrigation requirement for young rubber trees is crucial to determine the amount of water required for an optimum plant growth. The aim of this study was to determine the amount of water needed by one whorl rubber planting material to compensate the amount of evapotranspiration, as well as to estimate the crop coefficient value (kc). The research was conducted at the Indonesian Rubber Research Institute on July 2021. Daily evapotranspiration (ETc) of rubber planting materials of clone “PB 260”, “RRIC 100”, and “IRR 112” planted in polybag size 13 cm x 35 cm were measured by weighing the planting materials daily. Evapotranspiration for the reference crop was collected from the Indonesian Rubber Research Institute climatological station. Our study showed that the amount of water required by each rubber planting material was 92.21 mL per day per polybag when the mean of daily reference evapotranspiration (ETo) was 3.67 mm per day. Therefore, the crop coefficient (kc) of one whorl rubber planting material arranged sparsely was ± 0.32. This kc value can be used as a base to calculate water requirement of one whorl rubber planting material based on the daily reference evapotranspiration (ETo).
Hubungan Kekuatan Otot Tungkai dan Kelentukan Togok dengan Ketepatan Tendangan pada Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola Cahyo, Andi Nur
Journal of Education and Sport Science Vol. 4 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh prestasi siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola yang masih kurang maksimal dalam shooting ke gawang saat latihan dan bertanding dalam hal kekuatan dan ketepatan tendangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot tungkai dan kelentukan togok terhadap tendangan pada peserta ekstrakurikuler sepakbola di SMP Ibu Kartini Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif atau inferensial. Populasi dalam hal ini adalah semua peserta ekstrakurikuler sepakbola sebanyak 28 orang dan tehnik  pengambilan sampel menggunakan total sampling. Berdasarkan  hasil  penelitian  dan  analisis  data  disimpulkan  bahwa. (1) Ada hubungan signifikan dan kuat antara variabel kekuatan otot tungkai dengan ketepatan tendangan sepak bola, dan (2) Ada hubungan signifikan dan kuat antara variabel kelentukan togok dengan ketepatan tendangan sepak bola.Kata Kunci: Kekuatan Otot Tungkat, Kelentukan Togok, Ketepatan Tendangan Sepakbola AbstractThis research was motivated by the achievements of students participating in extracurricular football who were still less than optimal in shooting at the goal during training and competing in terms of strength and kicking. This study aims to determine the relationship between shivering muscle strength and kicking stick flexibility in football extracurricular participants at Ibu Kartini Middle School, Semarang. This research uses a quantitative approach using descriptive or inferential statistics. The population in this case is all 28 football extracurricular participants and the sampling technique uses total sampling. Based on the results of research and data analysis, it is concluded that. (1) There is a significant and strong relationship between the variables of leg muscle strength and shooting accuration, and (2) There is a significant and strong relationship between the variables of spear flexibility and shooting accurationKeywords: Leg Muscle Strength, Togok Flexibility, Football Shooting Accuracy