Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN Crotalaria juncea L. TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI MERAH (Oryza nivara) PADA TIGA SISTEM PERTANIAN YANG BERBEDA Siswati, Jiana Budi; Khumairoh, Uma; Islami, Titiek; Maghfoer, Mochammad Dawam
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beras merah dapat menjadi sumber antioksidan yang baik bagi kesehatan. Pemeliharaan itik dan ikan pada tanaman budidaya di sawah dianjurkan karena terdapat jasad renik hewani dan nabati yang meningkatkan kesuburan tanah serta sisa-sisa makanan tambahan yang diberikan berfungsi sebagai pupuk tanaman. Tujuan penelitian untuk membandingkan pertumbuhan dan hasil dari tiga sistem pertanian padi merah (konvensional, organik dan komplek ramah lingkungan) yang berbeda serta faktor apa saja yang mempengaruhi dengan adanya pemberian  Crotalaria juncea L. Penelitian dilaksanakan bulan April sampai Agustus 2015 di Dusun Bonagung, Desa Sukolilo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) dengan 3 ulangan, 2 petak utama (Crotalaria dan Non Crotalaria), 3 anak petak (Sistem Pertanian Konvensional, Organik dan Komplek Ramah Lingkungan). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat adanya interaksi antara perlakuan crotalaria dengan sistem pertanian terhadap per-tumbuhan dan hasil tanaman padi merah. Perlakuan pemberian crotalaria tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi merah pada tiga sistem pertanian yang berbeda. Perlakuan sistem pertanian komplek ramah lingkungan berpengaruh nyata dan memiliki hasil yang lebih tinggi pada total bobot gabah kering panen tanaman padi merah sebesar 8,76 ton/ha, apabila dibandingkan dengan perlakuan sistem pertanian konvensional sebesar 6,99 ton/ha dan sistem pertanian organik sebesar 7,05 ton/ha. Faktor yang mempengaruhi perlakuan sistem pertanian komplek ramah lingkungan yaitu adanya hubungan sumberdaya (azolla, itik dan ikan nila) yang dapat mengantikan input anorganik khususnya pada sistem pertanian konvensional.
Implementasi Refugia sebagai Border pada Complex Rice System untuk Meningkatkan Nilai Tambah dan Keberlajutan Lahan Setiawan, Adi; Khumairoh, Uma; Widaryanto, Eko; Sudiarso, Sudiarso; Udayana, Cicik; Tyasmoro, Setyono Yudo
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 4 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i4.16557

Abstract

Perkembangan pertanian konvensional memunculkan kekhawatiran akan keberlanjutan sistem pertanian akibat ketergantungan input luar yang mengganggu efisiensi dan efektivitas lahan. Konsep Complex Rice System (CRS) memberikan alternatif pilihan keberlanjutan dari aspek pengelolaan lahan yang lebih terpadu. Mengombinasikan tanaman padi dengan tanaman refugia sebagai tanaman pematang, azola sebagai penambat unsur N, ikan dan itik/bebek untuk pengendali organisme pengganggu tanaman di samping itu kami juga menghitung keuntungan finansial petani. Kami melakukan diseminasi melalui kegiatan pengabdian masyarakat kepada warga dusun Klitik desa wajik Kab. Lamongan di Gapoktan gemah ripah sejumlah 46 petani terlibat dengan luasan mencapai 30 ha dengan menerapkan sekolah lapangan yang dilangsungkan pada Juni-September 2022 di satu musim tanam padi. Kegiatan diawali Survei dan Diskusi Kelompok (FGD) dilakukan sebagai kegiatan awal untuk memahami konteks lokal sistem pertanian padi dan mempersiapkan implementasinya. Kemudian kegiatan CRS berlangsung di ladang petani, berukuran ±1000 m2 dan terdiri dari 2 pengulangan perawatan. Perawatan terdiri dari, monokultur padi dan CRS. Evaluasi terhadap kegiatan dilakukan dengan diskusi kelompok, dan evaluasi terdiri dari peningkatan antusiasme dan keuntungan dari CRS dengan menanam refugia dibanding monoculture. Hasil menunjukkan produktivitas petani yang menerapkan sistem CRS lebih tinggi dibanding produktivitas sebelumnya. Hasil FGD menunjukkan lebih dari 55% petani setuju mengembangkan CRS karena pendapatan yang diperoleh meningkat dan dapat memenuhi kebutuhan hidup petani.
Respon Padi (Oryza sativa L.) Varietas Ciherang Terhadap Albedo pada Mulsa Plastik Hitam Perak dan Hitam Putih Rahmadi, Farrabilla Ayu; Khumairoh, Uma; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 14 No. 01 (2026): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama masyarakat Indonesia. Mulsa plastik pada budidaya padi merupakan teknologi baru yang dapat meningkatkan intensitas cahaya matahari yang diterima tanaman dengan memanfaatkan Albedo mulsa. Albedo merupakan rasio cahaya matahari yang dipantulkan permukaan dengan cahaya matahari yang datang. Cahaya matahari yang dipantulkan mulsa plastik dapat diterima kembali oleh permukaan bawah daun tanaman dan digunakan dalam proses fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Albedo pada mulsa plastik hitam perak dan mulsa plastik hitam putih terhadap padi varietas Ciherang. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2024, Kebun Percobaan Jatimulyo, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Perlakuan yang digunakan adalah mulsa plastik hitam perak (MPHPr), dan mulsa plastik hitam putih (MPHP). Data pengamatan diuji dengan Uji-T berpasangan dengan taraf 5% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan mulsa plastik hitam putih memiliki nilai Albedo sebesar 44,58% sedangkan mulsa plastik hitam perak 21,34%. Mulsa plastik hitam putih menghasilkan berat GKG per hektar 24% lebih besar dibandingkan perlakuan mulsa plastik hitam perak.