Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Representasi Gaya Kepemimpinan Piko Dalam Film Mencuri Raden Saleh Pamungkas Umagafi, Dimitri; Fikri, Muhammad; Amalia, Rizky; Dimisyqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.5510

Abstract

ABSTRAK Kepemimpinan merupakan aspek penting dalam dinamika kelompok karena menentukan arah, strategi, dan keberhasilan pencapaian tujuan. Film Mencuri Raden Saleh memberikan gambaran menarik tentang bagaimana gaya kepemimpinan muncul dalam situasi penuh tekanan dan risiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kepemimpinan yang diperankan tokoh Piko dalam film tersebut, serta mengidentifikasi dampaknya terhadap dinamika kelompok dan proses pengambilan keputusan. Metode penelitian yang digunakan merupakan analisis kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan dan telaah naratif terhadap adegan-adegan relevan dalam film. Data dianalisis melalui identifikasi karakteristik kepemimpinan berdasarkan teori kepemimpinan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Piko merepresentasikan gaya kepemimpinan demokratis yang menekankan musyawarah, keterlibatan anggota kelompok, dan keterbukaan dalam menyelesaikan masalah. Pada kondisi kritis, Piko terkadang harus mengombinasikan gaya demokratis dengan ketegasan situasional. Kesimpulannya, gaya kepemimpinan demokratis yang ditunjukkan Piko menegaskan bahwa kepemimpinan efektif memerlukan keseimbangan antara partisipasi, keterbukaan, dan kemampuan mengambil keputusan cepat sesuai dengan konteks. ABSTRACT Leadership is an important aspect of group dynamics as it determines direction, strategy, and the success of achieving goals. The film 'Stealing Raden Saleh' provides an interesting depiction of how leadership styles emerge in high-pressure and risky situations. This research aims to analyze the form of leadership portrayed by the character Piko in the film, as well as to identify its impact on group dynamics and decision-making processes. The research method used is descriptive qualitative analysis with a literature study approach and narrative examination of relevant scenes in the film. Data is analyzed through the identification of leadership characteristics based on existing leadership theories. The discussion reveals that the democratic leadership style is effective in creating a collaborative atmosphere, but it also has weaknesses such as slower decision-making and potential internal conflicts. In critical conditions, Piko sometimes has to combine the democratic style with situational assertiveness. In conclusion, the democratic leadership style demonstrated by Piko emphasizes that effective leadership requires a balance between participation, openness, and the ability to make quick decisions according to the context.
Representasi Krisis Integritas Kepemimpinan Politik dalam Film Dirty Vote Alfarisi, Salman; Assita, Rodhatul; Amaliyah, Amaliyah; Dimisyqiyani, Erindah; Gayuh Aji, Gagas; Amalia Sinulingga, Rizky
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.5513

Abstract

ABSTRAK Kepemimpinan berperan besar dalam menentukan arah bangsa, namun krisis integritas pemimpin kerap menjadi hambatan serius bagi legitimasi demokrasi. Fenomena tersebut tampak jelas dalam film dokumenter Dirty Vote karya Dandhy Laksono yang mengungkap praktik penyalahgunaan kekuasaan pada Pemilu 2024, termasuk sikap tidak netral Presiden Joko Widodo. Dengan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menelaah representasi Jokowi dalam film yang digambarkan berupaya mempertahankan kekuasaan melalui politik dinasti, intervensi kebijakan, distribusi bansos, serta pemanfaatan fasilitas negara untuk kepentingan politik. Hasil kajian menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan Jokowi sebagai pemimpin pragmatis yang lebih berorientasi pada warisan politik ketimbang etika kepemimpinan, sehingga memperlihatkan krisis integritas di level nasional. Temuan tersebut sejalan dengan fenomena global berupa menurunnya kepercayaan publik terhadap pemimpin yang tidak etis dan tidak bertanggung jawab. Dengan demikian, Dirty Vote dapat dipahami sebagai teks sosial yang menyoroti bagaimana ketidaknetralan kepemimpinan melemahkan demokrasi, memperkuat politik dinasti, serta memperparah krisis kepercayaan publik. ABSTRACT Leadership plays a crucial role in determining the direction of a nation, yet a crisis of integrity among leaders often becomes a serious obstacle to democratic legitimacy. This phenomenon is clearly reflected in the documentary Dirty Vote by Dandhy Laksono, which exposes the misuse of power in the 2024 Indonesian election, including President Joko Widodo’s lack of neutrality. Using a descriptive qualitative method, thisstudy examines Jokowi’s representation in the film, portraying him as a leader striving to preserve power through political dynasties, policy interventions, social assistance distribution, and the use of state facilities for political purposes. The findings reveal that the film depicts Jokowi as a pragmatic leader more focused on securing political legacy than upholding ethical leadership, thereby highlighting a national-level integrity crisis. This resonates with the global phenomenon of declining public trust in unethical and irresponsible leaders. Thus, Dirty Vote functions as a social text that demonstrates how non-neutral leadership undermines democracy, strengthens political dynasties, and exacerbates the crisis of public trust.
Representasi Kepemimpinan Tokoh Raja dalam Kajian Kualitatif dan Semiotik Visual (Film The King 2019) Rizqi Faradisa, Adinda; Arlinda Dwi Ariyani, Diva; Dimisyqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah; Gayuh Aji, Gagas; Amalia Sinulingga, Rizky
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.5530

Abstract

ABSTRAK Artikel ini membahas representasi kepemimpinan tokoh raja dalam film The King (2019) melaluipendekatan kualitatif dan analisis semiotik visual. Penelitian ini bertujuan untuk memahamibagaimana konstruksi visual, simbol, dan narasi membentuk citra Henry V sebagai pemimpin yangkompleks, menggabungkan legitimasi formal, kharisma personal, kemampuan militer, sertaintegritas moral. Metode penelitian menggunakan analisis kualitatif deskriptif yang mendalamimakna-makna yang muncul dari tanda-tanda visual dalam film, termasuk kostum, atribut kerajaan,ekspresi wajah, dialog, dan pencahayaan. Pendekatan semiotika Roland Barthes digunakan untukmenguraikan makna denotatif, konotatif, dan mitos dari setiap tanda, sehingga terlihat hubunganantara simbol, konteks budaya, dan ideologi yang membentuk citra kepemimpinan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa representasi Henry V menekankan keseimbangan antara kekuasaan formal,tanggung jawab moral, dan kharisma personal, sehingga kepemimpinan efektif dipahami bukanhanya dari kekuatan militer atau posisi resmi, tetapi juga dari kualitas etis dan humanis. Penelitianini memberikan kontribusi bagi kajian komunikasi visual, film, dan budaya dengan menunjukkanbahwa media audiovisual dapat membentuk persepsi publik tentang nilai-nilai kepemimpinan,legitimasi, dan moralitas. ABSTRACT This article discusses the representation of royal leadership in the film The King (2019) through aqualitative approach and visual semiotic analysis. This study aims to understand how visualconstructions, symbols, and narratives shape the image of Henry V as a complex leader, combiningformal legitimacy, personal charisma, military prowess, and moral integrity. The research methoduses descriptive qualitative analysis that explores the meanings that emerge from visual signs in thefilm, including costumes, royal attributes, facial expressions, dialogue, and lighting. RolandBarthes' semiotic approach is used to decipher the denotative, connotative, and mythical meaningsof each sign, revealing the relationship between symbols, cultural context, and ideology that shapethe image of leadership. The results show that the representation of Henry V emphasizes a balancebetween formal power, moral responsibility, and personal charisma, so that effective leadership isunderstood not only in terms of military strength or official position, but also in terms of ethical andhumanistic qualities. This study contributes to the study of visual communication, film, and cultureby showing that audiovisual media can shape public perceptions of leadership values, legitimacy,and morality.
Analisis Kepemimpinan Inklusif dan Strategi Komunikasi Bisnis: Studi Kualitatif pada Tokoh Seo Dal-Mi dalam Serial Start-Up Rintaati Putri, Allea; Assita, Rodhatul; Amaliyah, Amaliyah; Dimisyqiyani, Erindah; Gayuh Aji, Gagas; Amalia Sinulingga, Rizky
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.5542

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menganalisis kepemimpinan inklusif dan strategi komunikasi bisnis yang diterapkanoleh Seo Dal-Mi, tokoh utama sebagai wirausaha muda dalam drama Korea Start-Up, yang berupayamembangun startup berbasis teknologi melalui inspirasi tim, pembangunan kepercayaan investor,dan negosiasi efektif dengan mitra. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi pengaruh gayakepemimpinannya terhadap dinamika tim dan keberlanjutan bisnis di tengah persaingan ketat.Dengan pendekatan kualitatif berbasis analisis isi, studi ini mengungkap bahwa Dal-Mi menerapkankepemimpinan transformasional yang mendorong motivasi, partisipasi, dan kolaborasi melaluikomunikasi persuasif, termasuk storytelling dan visi yang jelas, untuk memperkuat keterlibatanstakeholder. Namun, pendekatan ini juga menimbulkan ketidakpastian dan konflik internal yangberpotensi menghambat inovasi serta mengancam kelangsungan usaha. Penelitian menyimpulkanbahwa integrasi kepemimpinan inklusif dengan strategi komunikasi bisnis yang efektif berperankrusial dalam memupuk ketahanan dan inovasi di sektor startup yang kompetitif. ABSTRACT This study analyzes the inclusive leadership and business communication strategies employedby Seo Dal-Mi, the central character as a young entrepreneur in the Korean drama Start-Up, whostrives to establish a technology-based startup by inspiring her team, building investor trust, andconducting effective negotiations with partners. The objective is to examine how her leadership styleimpacts team dynamics and business sustainability amid intense competition. Utilizing a qualitativecontent analysis approach, the research reveals that Dal-Mi adopts a transformational leadershipmodel that promotes motivation, participation, and collaboration through persuasivecommunication techniques, such as storytelling and clear vision, to enhance stakeholderengagement. However, this approach also generates internal uncertainty and conflicts that mayimpede innovation and threaten venture viability. The study concludes that integrating inclusiveleadership with effective business communication strategies is essential for fostering resilience andinnovation in the competitive startup sector.
THE EFFECT OF FINANCIAL LEVERAGE ON FIRM VALUE AND MARKET RISK (Research on Consumer Goods Industries Listed In Indonesian Stock Exchange In The Year of 2010-2012) Dimisyqiyani, Erindah; Suhadak, Suhadak; Kertahadi, Kertahadi
Profit: Jurnal Adminsitrasi Bisnis Vol. 9 No. 2 (2015): Profit : Jurnal Administrasi Bisnis
Publisher : FIA UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.102 KB) | DOI: 10.21776/ub.profit.2015.009.02.3

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh leverage keuangan terhadap nilai perusahaan dan risiko pasar, tempat penelitian di industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010-2012. peneliti menggunakan analisis jalur. Data dikumpulkan dari 13 perusahaan dengan laporan tahunan. Penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Gelar Financial Leverage (DFL) memiliki efek positif yang signifikan pada variabel Earning Per Share (EPS). Variabel Gelar Financial Leverage (DFL) memiliki pengaruh yang signifikan positif terhadap variabel Return On Equity (ROE). Variabel Debt Ratio (DR) memiliki negatif dan efek non-signifikan pada variabel Earning Per Share (EPS). Variabel Debt Ratio (DR) memiliki negatif dan efek non-signifikan terhadap variabel Return On Equity (ROE). Variabel Gelar Financial Leverage (DFL) memiliki pengaruh yang signifikan positif terhadap variabel risiko pasar (β). Variabel Debt Ratio (DR) memiliki pengaruh yang signifikan positif terhadap variabel risiko pasar (β). Variabel risiko pasar (β) memiliki pengaruh yang signifikan positif terhadap variabel Earning Per Share (EPS). Variabel risiko pasar (β) memiliki pengaruh yang signifikan positif terhadap variabel Return On Equity (ROE).  
Representasi Kepemimpinan Transformasional Karakter Joy dalam Film “Inside Out (2015)” Herlambang, Iqbal Septiyan Putra; Amaliyah, Amaliyah; Dimisyqiyani, Erindah; Sinungga, Rizki Amalia; Aji, Gagas Gayuh
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3497

Abstract

Kepemimpinan transformasional menjadi gaya kepemimpinan yang relevan dalam menciptakan perubahan positif dan memberdayakan individu melalui inspirasi, motivasi, perhatian individual, serta stimulasi intelektual. Film animasi Inside Out (2015) menawarkan peluang pembelajaran kontekstual tentang kepemimpinan kompleks melalui narasi visual yang mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis representasi kepemimpinan transformasional melalui karakter Joy dalam film tersebut serta mengeksplorasi bagaimana empat dimensi kepemimpinan transformasional ditampilkan dalam interaksi antar karakter. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan yang menganalisis konten visual. Populasi penelitian adalah film Inside Out (2015), sedangkan sampel adalah adegan-adegan spesifik menunjukkan interaksi kepemimpinan Joy dengan emosi-emosi lain seperti Fear, Anger, Disgust, dan Sadness. Instrumen penelitian adalah peneliti sebagai human instrument dengan pedoman observasi berdasarkan empat dimensi kepemimpinan transformasional Shalahuddin. Teknik analisis data menggunakan analisis konten dikombinasikan dengan analisis tematik model Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, didukung triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan keempat dimensi kepemimpinan transformasional yakni motivasi inspirasional, pertimbangan individual, stimulasi intelektual, dan pengaruh ideal terepresentasi integral dan saling melengkapi dalam perilaku Joy. Joy menampilkan motivasi inspirasional dengan mengubah perspektif negatif menjadi peluang positif, pertimbangan individual melalui pembagian tugas sesuai kapasitas unik setiap emosi, stimulasi intelektual dengan membuka ruang kreativitas kolektif, dan pengaruh ideal melalui konsistensi optimisme serta kepercayaan diri. Penelitian menyimpulkan film animasi mampu merepresentasikan kepemimpinan kompleks secara akurat dan multidimensional, kepemimpinan transformasional relevan dalam dinamika relasional intim dengan menekankan pembelajaran berkelanjutan, serta sejalan dengan SDG 16 tentang Peace, Justice, and Strong Institutions dalam membangun kepercayaan dan kolaborasi inklusif.
Smart archive management: The interplay of organizational culture and knowledge governance Amaliyah, Amaliyah; Sahlimar, Nadiya Sahwa; Dimisyqiyani, Erindah; Pertiwi, Ajeng Rachma; Putri, Eka Lestari Hafqi; Abdullah, Siti Intan Nurdiana Wong
Record and Library Journal Vol. 11 No. 2 (2025): December
Publisher : D3 Perpustakaan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/rlj.V11-I2.2025.424-440

Abstract

Background of the study: This study investigates the implementation of innovative archive management by examining the interaction between organizational culture and knowledge governance within the Surabaya City Library and Archives Office. As public institutions move toward data-driven and innovative information environments, understanding how cultural and governance structures support technological adaptation becomes essential. Purpose: This study investigates the implementation of innovative archive management by examining the interaction between organizational culture and knowledge governance within the Surabaya City Library and Archives Office. Method: Employing a quantitative survey method with purposive sampling, data were collected from 120 employees who had served for more than one year. The data were analyzed using SmartPLS to test both direct and mediating relationships. Findings: The results reveal that innovative archive management significantly enhances the quality, accessibility, and security of digital records. Moreover, organizational culture and knowledge governance play crucial roles in reinforcing innovation, collaboration, and compliance in archival processes. Conclusion: These findings emphasize that successful digital transformation in public-sector archiving requires not only technological readiness but also cultural adaptability and effective knowledge-governance mechanisms to ensure sustainable institutional learning and accountability.
Representasi Kepemimpinan Paternalistik dalam Film 1 Kakak 7 Ponakan Maysura, Suci Qaulan; Dimisyqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah; Aji, Gagas Gayuh; Sinulingga, Rizky Amalia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3112

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi kepemimpinan paternalistik dalam konteks keluarga yang digambarkan dalam film 1 Kakak 7 Ponakan. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi peran kepemimpinan tokoh utama sebagai figur sentral keluarga, menganalisis pengaruh kepemimpinan paternalistik terhadap perkembangan karakter para keponakan, serta menilai bagaimana dinamika kepemimpinan tersebut direpresentasikan melalui alur cerita dan visual film. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif, yang menekankan pada analisis mendalam terhadap fenomena sosial dan perilaku manusia dalam lingkungan keluarga. Populasi penelitian mencakup seluruh elemen naratif dan visual film yang berkaitan dengan praktik kepemimpinan paternalistik. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih adegan-adegan yang dianggap paling relevan dan representatif terhadap tema kepemimpinan. Instrumen pengumpulan data berupa dokumentasi dan observasi, dengan memanfaatkan tangkapan layar serta transkrip dialog dari adegan-adegan kunci yang dianalisis secara sistematis. Analisis data dilakukan melalui analisis naratif yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan paternalistik yang ditandai oleh nilai kebaikan, moralitas, dan otoritas memiliki pengaruh positif terhadap prestasi akademik, kemandirian, serta penguatan ikatan emosional dalam keluarga. Namun demikian, kontrol yang berlebihan berpotensi memunculkan resistensi dan konflik internal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keseimbangan antara otoritas dan kasih sayang menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan keluarga yang sehat, harmonis, dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.