Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Fuse-teknik Elektro

Perancangan dan Analisis Antena Yagi-Uda pada Frekuensi 433 Mhz untuk Sistem Komunikasi Radiosonde dan Ground Control Station (GCS) Khoerunnisa, Ica; Ikhsan, Akhmad Fauzi; Hasyim, Ahmad
Fuse-teknik Elektro Vol 1 No 1 (2021): Fuse-teknik Elektro
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jft.v1i1.1152

Abstract

Antena Yagi-Uda adalah antena yang bersifat directional, artinya antena tersebut hanya dapat mengambil atau menerima sinyal pada satu arah. Tujuan dari pembuatan antena adalah menjamin hubungan komunikasi antara Ground Control Station (GCS) dan muatan balon atmosfer yang diterbangkan radiosonde. Perancangan dilakukan menggunakan perangkat lunak Computer Simulation Technology (CST) dan direalisasikan untuk dilakukan pengukuran dan pengujian. Dari hasil simulasi, antena Yagi-Uda memiliki nilai gain 11,09 dBi, VSWR bernilai 1,46 dan return loss bernilai 14,442 dB. Sedangkan dari hasil pengukuran antena Yagi-Uda pada frekuensi 433 MHz menggunakan Advantest R3770 Network Analyzer didapat nilai gain 13,63 dBi, VSWR bernilai 1,46 dan return loss bernilai 14,471 dB.
Penerapan Pama-Dama Dalam Sistem Telekomunikasi Vsat untuk Komunikasi Rural di Kabupaten Garut Nurfitriani, Nisa; Sugiarto, Bambang; Hasyim, Ahmad
Fuse-teknik Elektro Vol 1 No 1 (2021): Fuse-teknik Elektro
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jft.v1i1.1163

Abstract

Sistem komunikasi VSAT (Very Small Aperture Terminal), yaitu suatu sistem telekomunikasi satelit menggunakan antenna berdiameter kecil dan dilengkapi sistem pengontrol (Hub Station). VSAT mempunyai dua cara kerja, yaitu dengan menggunakan DAMA (Demand Assigment Multiple Access) mode dan PAMA (Pre Assigment Multiple Access). Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan PAMA- DAMA dalam jaringan VSAT yang menghubungkan semua titik lokasi untuk bisa dilakukan komunikasi terutama untuk darah rural di Kabupaten Garut,dengan cara dilakukan Remote Station dan pengontrolnya melalui Hub Station. Hasil analisis diperoleh untuk BER 10−7 dengan coding gain 2,75 dB modulasi QPSK kualitas sinyal (𝐶/𝑁)𝑇𝑂𝑇 𝑣𝑜𝑖𝑐𝑒 hampir sama dengan (𝐶/𝑁)𝑅𝑒𝑞 sehingga sistem satelit bisa beroperasi karena masih dalam batas toleransi, sistem satelit beroperasi dengan 𝐸𝐼𝑅𝑃𝑆𝐴𝑇 -9,4 dBw dan 𝐸𝐼𝑅𝑃𝑆𝑡𝑎𝑠𝑖𝑢𝑛 𝑏𝑢𝑚𝑖 25 dBw, power ke remote stasiun kecil harus besar dan dibutuhkan 0,15538% transponder secara power dan 0,141% transponder secara bandwidth.
Perancangan dan Realisasi Antena LPDA (Log Periodic Dipole Array) pada Frekuensi 180-450 MHz untuk CALLISTO Kusmiati, Mia; Hasyim, Ahmad; Nurichsan, Irman
Fuse-teknik Elektro Vol 4 No 1 (2024): Fuse-teknik Elektro
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jft.v4i1.2784

Abstract

Compound Astronomical Low frequency Low cost Instrument for Spectroscopy and Transportable Observatory (CALLISTO) merupakan spektrometer pintar berbasis frekuensi tinggi yang dikhususkan untuk astronomi radio matahari dan pengukuran Radio Frequency Interference (RFI). Pada penelitian ini dilakukan perancangan antena LPDA 9 elemen dengan range frekuensi 180-450 MHz untuk CALLISTO. Antena LPDA dipilih karena bisa beroperasi pada pita frekuensi yang lebar sehingga cocok untuk pemantauan aktivitas semburan radio matahari. Perancangan dilakukan dengan menghitung dimensi antena dan disimulasikan menggunakan software CST Studio Suite 2019. Modifikasi dimensi antena digunakan untuk mendapatkan hasil yang optimum untuk dilanjutkan ke tahap realisasi. Setelah direalisasikan dilakukan pengukuran dan pengujian dilapangan.. Hasil simulasi didapatkan nilai gain sebesar 8,454 dBi, VSWR sebesar 1,3159, serta return loss -17,305 dB. Sedangkan hasil pengukuran didapatkan nilai gain 8,134 dBi, VSWR sebesar 1,6667,dan return loss -12,011 dB. Pola radiasi hasil perancangan secara simulasi dan pengukuran menunjukkan pola radiasi unidirectional.
Perancangan Perancangan dan Realisasi Antena Mikrostrip Patch Rectangular Array Empat Elemen Pada Frekuensi 920-923 Mhz Untuk Komunikasi Long Range (LoRa) Wafiyatul Amanah, Khomsah; Hasyim, Ahmad; Nurpadillah, Sifa
Fuse-teknik Elektro Vol 5 No 1 (2025): Fuse-teknik Elektro
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jft.v5i1.41974

Abstract

LoRa merupakan teknologi komunikasi yang populer dalam aplikasi IoT karena jangkauan hingga 15 km dan konsumsi daya rendah. Teknologi ini telah digunakan di berbagai negara, termasuk Indonesia, karena efisiensi energi dan biaya. Namun, penggunaannya tidak selalu sesuai dengan regulasi frekuensi tiap negara. Sebagian besar perangkat LoRa yang beredar di pasaran bekerja pada frekuensi 433 MHz, 868 MHz, dan 915 MHz. Hal tersebut berbeda dengan regulasi frekuensi LoRa di Indonesia, yang mengharuskan perangkat LPWA (Low Power Wide Area) non seluler beroperasi pada rentang frekuensi 920–923 MHz sesuai dengan Peraturan Direktur Jendral Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika No 3 Tahun 2019. Untuk mendukung hal ini, diperlukan pengembangan antena yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mensimulasikan, dan merealisasikan antena mikrostrip patch rectangular array yang bekerja pada frekuensi 920-923 Mhz untuk komunikasi LoRa. Antena dirancang menggunakan metode konfigurasi array dengan empat elemen peradiasi guna meningkatkan gain dan performa antena. Simulasi dilakukan menggunakan CST Studio Suite 2019 untuk memprediksi performa antena. Hasil simulasi menunjukkan VSWR 1.3681, return loss -16.169 dB, gain 4.015 dBi, dan bandwidth 3 Mhz. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa VSWR 3.2521, return loss -5.5338 dB, gain 6.298 dBi, sedangkan bandwidth tidak dapat dihitung karena VSWR lebih dari 2. Pola radiasi di bidang elevasi menunjukkan bahwa hasil simulasi mendekati bentuk unidirectional, sedangkan hasil pengukuran menunjukkan bentuk omnidirectional. Pada bidang azimuth, simulasi menunjukkan pola bidirectional, sementara pengukuran memperlihatkan pola omnidirectional. Meskipun antena berhasil meningkatkan gain secara signifikan, terdapat perbedaan parameter antara hasil perhitungan, simulasi, dan pengukuran.