Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Optimalisasi Peran Guru dan Siswa MTS. Husnul Khotimah 2 Kuningan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah untuk Mendorong Inovasi dan Profesionalisme dalam Pendidikan Noto, Much. Subali; Sulistyowati, Wiwit Apit; Karimah, Nurul Ikhsan; Bilkis, Cahaya; Martini, Martini; Triana, Nenik
Jurnal Pintar Abdimas Vol 1 No 2 (2021): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi guru dan siswa MTs. Husnul Khotimah 2 Kuningan dalam karya ilmiah melalui pelatihan yang komprehensif dan berbasis teknologi. Pelatihan ini melibatkan identifikasi kebutuhan guru, penyediaan modul pelatihan, workshop interaktif, serta pendampingan intensif dalam menulis dan mempublikasikan karya ilmiah. Implementasi IPTEKS (Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni) dalam program ini mencakup penggunaan perangkat lunak penulisan dan analisis data, serta pengembangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang relevan dengan praktik pengajaran sehari-hari. Output dari program ini meliputi peningkatan keterampilan menulis karya ilmiah, publikasi di jurnal ilmiah, dan penerapan metode pembelajaran inovatif di kelas. Hasil kuantitatif menunjukkan: 30 judul penelitian dihasilkan siswa, 8 proposal terseleksi untuk pengembangan lomba KREASI, 3 proposal final disubmit dengan 1 meraih medali emas. Outcome yang diharapkan adalah peningkatan profesionalisme guru, inovasi dalam pembelajaran, penguatan jaringan akademik, dan peningkatan kualitas pendidikan di MTs. Husnul Khotimah 2 Kuningan. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan tenaga pendidik yang lebih kompeten dan berdaya saing, serta mendorong kemajuan pendidikan dasar di Indonesia.
THE EFFECTIVENESS OF USING GEOGEBRA MEDIA IN ENHANCING NUMERACY LITERACY OF GRADE VIII STUDENTS ON THE TOPIC OF SYSTEMS OF TWO-VARIABLE LINEAR EQUATIONS (SPLDV) Aulia, Gina Putri; Karimah, Kasyifatul; Syahdi, Fahmi; Rosita, Cita Dwi; Karimah, Nurul Ikhsan
Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol 17, No 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpmipa.v17i1.95071

Abstract

Numeracy literacy refers to the understanding and skills in applying various numbers and symbols related to basic mathematics to solve practical problems in everyday situations. Numeracy skills are essential as they are closely connected to daily life. The benefits of numeracy literacy, as directly experienced by students, include the ability and competence in handling symbols and calculations applicable in real-life contexts, such as effective task management and making decisions with ease. This study aims to analyze the effectiveness of GeoGebra as a learning medium in improving students’ numeracy literacy on the topic of Systems of Two-Variable Linear Equations (SPLDV), with attention to students’ abilities to understand concepts, use mathematical representations, and solve contextual problems. The study employed a quasi-experimental design involving 29 Grade VIII students, using a one-group pretest-posttest design. Research instruments consisted of a questionnaire to measure students’ responses to GeoGebra and six essay questions related to SPLDV. Following the administration of the pretest, posttest, and questionnaire, the data were analyzed to determine students’ test score improvements using the Paired Samples T-Test and N-Gain calculations. The Paired Samples T-Test results showed an average pretest-posttest difference of 22.74 with a calculated t-value of 5.523, yielding a significance level of
Mathematical Thinking Processes of Junior High School Students in Solving Contextual Problems Based on Learning Styles Setiyani, Setiyani; Bakar, Marwia Tamrin; Karimah, Nurul Ikhsan; Sumarwati, Sri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 1 (2026): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v15i1.3626

Abstract

Masalah kontekstual menuntut proses berpikir matematis yang runtut, logis, dan reflektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses berpikir matematis siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual berdasarkan kerangka Mason (tahap entry, attack, dan review) ditinjau dari gaya belajar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan siswa kelas VII SMP Negeri di Kota Cirebon. Tiga subjek dipilih secara purposif untuk mewakili gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Data dikumpulkan melalui tes, angket gaya belajar, dan wawancara mendalam. Hasil menunjukkan perbedaan karakteristik berpikir: siswa visual memenuhi seluruh indikator pada semua tahapan; siswa auditori mampu pada tahap entry dan attack namun terbatas dalam mengembangkan solusi pada tahap review; sedangkan siswa kinestetik hanya memenuhi sebagian indikator dan kesulitan dalam justifikasi serta refleksi. Temuan ini menegaskan pengaruh gaya belajar terhadap kualitas proses berpikir matematis. Implikasinya, pembelajaran matematika perlu dirancang secara adaptif untuk memperkuat penalaran dan refleksi siswa sesuai karakteristik belajarnya. Contextual problems in mathematics require a mathematical thinking process that is coherent, logical, and reflective. This study aims to analyze students' mathematical thinking processes in solving contextual problems based on Mason’s framework—comprising the entry, attack, and review phases—viewed through learning styles. Utilizing a descriptive qualitative approach, the study involved seventh-grade students at a state junior high school in Cirebon. Three subjects were purposively selected to represent visual, auditory, and kinesthetic learning styles. Data were gathered through mathematical thinking tests, learning style questionnaires, and in-depth interviews. The results reveal distinct characteristics: visual learners met all indicators across all phases; auditory learners succeeded in the entry and attack phases but struggled with developing alternative solutions during the review phase; while kinesthetic learners only met partial indicators and faced difficulties in providing justification and reflection. These findings underscore the influence of learning styles on the quality of mathematical thinking. Consequently, mathematics instruction should be adaptively designed to strengthen student reasoning and reflection according to their learning characteristics.
Pelatihan Penguatan Numerasi Bagi Guru SMK AS-SALAM Untuk Meningkatkan Kompetensi Pembelajaran Setiyani, Setiyani; Noto, Muchamad Subali; Nurul Ikhsan Karimah; Laelasari; Yusida Gloriani; Turini Erawati; Sri Sumarwati
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v2i1.13093

Abstract

Kemampuan numerasi merupakan keterampilan dasar yang penting untuk dimiliki oleh siswa guna menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan sehari-hari. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa guru di SMK As-Salam masih memiliki keterbatasan dalam memahami konsep numerasi secara mendalam dan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran lintas mata pelajaran. Untuk itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan penguatan numerasi kepada guru-guru di SMK As-Salam guna meningkatkan kompetensi mereka dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berbasis numerasi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap identifikasi kebutuhan, Pelaksanaan Pelatihan, evaluasi dan refleksi, serta tindak lanjut. Materi pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang numerasi, mulai dari konsep dasar hingga penerapannya dalam konteks pembelajaran SMK. Berdasarkan hasil pengabdian diperoleh temuan bahwa Sebagian besar guru menanggap numerasi adalah matematika, selalu HOTS, dan selalu berhubungan dengan angka. Setelah penyampaian materi, terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan numerasi ke dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi guru tetapi juga memberikan dampak positif pada kualitas pembelajaran di SMK As-Salam, sehingga siswa dapat lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin kompleks. Adapun keberlanjutan program ini akan difokuskan pada penguatan komunitas belajar antar guru untuk berbagi praktik terbaik dalam pembelajaran berbasis numerasi.
Kurikulum Matematika di New South Wales dan Implikasinya bagi Indonesia Karimah, Nurul Ikhsan
Polinomial : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Papanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jp.v5i2.3590

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan analisis komparatif terhadap kurikulum matematika jenjang SMP di New South Wales (NSW), Australia, dan Indonesia, dengan menelaah persamaan serta perbedaan pada aspek struktur kurikulum, pendekatan pedagogis, dinamika kebijakan pendidikan, dan standar asesmen yang diterapkan pada kedua sistem. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-komparatif. Metode yang diterapkan adalah studi kepustakaan (library research), yang bertujuan untuk mengkaji, membandingkan, dan mengevaluasi secara kritis dokumen kebijakan kurikulum serta hasil penelitian relevan terkait pendidikan matematika di New South Wales dan Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa kurikulum matematika di NSW memiliki keunggulan pada kesinambungan struktur antartingkat, kejelasan capaian pembelajaran (syllabus outcomes), serta pendekatan pedagogis berbasis inkuiri dan pemecahan masalah kontekstual yang berfokus pada pengembangan kemampuan Understanding, Fluency, Problem Solving, dan Reasoning. Pendekatan pembelajaran yang diterapkan di NSW menekankan pada konstruktivisme, pemecahan masalah, dan asesmen autentik yang menilai proses sekaligus hasil belajar. Sementara itu, kurikulum di Indonesia, khususnya Kurikulum Merdeka, memiliki fleksibilitas tinggi dan relevansi kontekstual, namun masih menghadapi kendala implementasi akibat keterbatasan sumber daya, pelatihan guru, dan inkonsistensi kebijakan. Rekomendasi penelitian ini menekankan penguatan kesinambungan kurikulum, optimalisasi asesmen formatif, peningkatan kompetensi guru berbasis eksplorasi dan teknologi, serta konsistensi kebijakan jangka panjang untuk mewujudkan kurikulum matematika yang adaptif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.