Claim Missing Document
Check
Articles

Depresi dan Pendidikan Sebagai Determinan Utama Kualitas Hidup Pada Lansia Elsiandi, Caroline Alvina; Turana, Yuda; Handajani, Yvonne Suzy; Barus, Jimmy Fransisco Abadinta
Bahasa Indonesia Vol 23 No 3 (2024): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v23i3.4822

Abstract

Pendahuluan: Kualitas hidup mencerminkan status kesehatan dan kesejahteraan lansia, namun kualitas hidup cenderung menurun seiring dengan bertambahnya usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor (faktor sosiodemografi, depresi, dan fungsi kognitif)  yang paling berpengaruh terhadap kualitas hidup lansia.  Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan studi potong lintang yang dilakukan pada 205 responden berusia ≥60 tahun di Pusat Santunan Keluarga (PUSAKA) Jelambar dan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Kualitas hidup dinilai dengan kuesioner World Health Organization Quality of Life – BREF (WHOQOL-BREF); depresi dinilai dengan Geriatric Depression Scale-15; fungsi kognitif dinilai dengan Montreal Cognitive Assessment versi Indonesia; variabel lainnya menggunakan kuesioner. Regresi logistik multivariat digunakan untuk menganalisis hubungan antara kualitas hidup dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.  Hasil: Berdasarkan karakteristik sosiodemografi, sebagian besar responden adalah wanita (72,2%), dengan usia lebih dari sama dengan 70 tahun (57,1%), berpendidikan kurang dari sama dengan 12 tahun (56,1%), dan bertatus menikah (55,6%). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara depresi dengan kualitas hidup secara keseluruhan (p=0,014; OR=2,566), kepuasan terhadap kesehatan (p=0,007; OR=2,869), domain fisik (p=0,003; OR=3,049), domain psikologis (p=0,000; OR=4,458), domain hubungan sosial (p=0,000; OR=3,967), dan domain lingkungan (p=0,001; OR=3,407). Pendidikan memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup secara keseluruhan (p= 0,002), kepuasan terhadap kesehatan (p= 0,016), domain fisik (p= 0,004), domain psikologis (p= 0,012), dan domain lingkungan (p= 0,008). Selain itu, usia hanya memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup secara keseluruhan (p= 0,004). Simpulan: Pendidikan rendah berpengaruh terhadap kualitas hidup secara keseluruhan, kepuasan terhadap kesehatan, domain fisik, domain psikologis, dan domain lingkungan, sedangkan depresi menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas hidup dan keempat domainnya serta lansia yang mengalami depresi lebih berisiko memiliki kualitas hidup yang buruk.
EFEK PEKERJAAN RUMAH TANGGA DALAM PENCEGAHAN PENURUNAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA PEREMPUAN BERPENDIDIKAN RENDAH Shalim, Christina Permata; Rahadian, Julia; Turana, Yuda
Majalah Kedokteran Neurosains Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia Vol 35 No 1 (2018)
Publisher : PERDOSNI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52386/neurona.v35i1.39

Abstract

   EFFECTS OF HOUSEWORK IN PREVENTION OF COGNITIVE DECLINE IN ELDERLY WOMEN WITH LOW EDUCATIONABSTRACTIntroduction: Physical activities have a role in preventing or slowing down cognitive decline. In Indonesia, physical activity in the elderly women is dominated with house work chores.Aims: This study was aimed to determine the relationship between house chores with cognitive function in elderly women.Methods: A cross sectional analytic descriptive of 65 women aged 60 years and over with highest education level of junior high school that live in Kalianyar, West Jakarta, between October to November 2014. Physical activity was measured by questionnaire about nine housework activities that Indonesian women usually do and cognitive function was assessed by Mini-Mental State Examination (MMSE).Results: In this study of 65 subjects with a mean age of 64.31 years and low education level, there was a significant relationship between the higher amount of physical activity and better cognitive level. The types of physical activity that had a significant relationship with better cognitive function was cooking, grocery shopping, and washing dishes, with the frequency of cooking and grocery shopping had a significant relationship.Discussion: Cooking and grocery shopping activity have a relationship with better cognitive function.Keywords: Cognitive function, daily physical activity, elderly, house choresABSTRAKPendahuluan: Aktivitas fisik dianggap memiliki peran dalam pencegahan atau perlambatan penurunan fungsi kognitif. Di Indonesia, aktivitas fisik pada lansia perempuan didominasi dengan pekerjaan rumah tangga.Tujuan:  Mengetahui  hubungan  aktivitas  fisik pekerjaan  rumah  tangga  terhadap  fungsi  kognitif  pada  lansia perempuan.Metode: Penelitian deskriptif analitik potong lintang terhadap lansia (>60 tahun) perempuan yang mengenyam pendidikanakhir paling tinggi tamat SMP dan tinggal di Kelurahan Kalianyar, Jakarta Barat, pada bulan Oktober-November 2014. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner sembilan aktivitas pekerjaan rumah tangga yang dilakukan lansia perempuan Indonesia dan penilaian fungsi kognitif menggunakan Mini-Mental State Examination (MMSE).Hasil: Pada penelitian terhadap 65 subjek dengan rerata usia 64,31 tahun berpendidikan rendah, terdapat hubungan bermakna antara jumlah aktivitas fisik yang dilakukan dengan fungsi kognitif yang lebih baik. Adapun jenis aktivitas fisik yang memiliki hubungan bermakna dengan fungsi kognitif yang lebih baik adalah memasak, berbelanja, dan mencuci piring, terutama frekuensi memasak dan berbelanja yang lebih sering memiliki hubungan secara bermakna.Diskusi: Aktivitas memasak dan berbelanja berhubungan dengan fungsi kognitif yang lebih baik.Kata kunci: Aktivitas fisik sehari-hari, fungsi kognitif, lansia, pekerjaan rumah tangga
Gangguan Fungsi Kognitif Sebagai Faktor Risiko Utama Kejadian Depresi Pada Lansia Latasya, Chelsea Destania; Turana, Yuda; Handajani, Yvonne Suzy; Barus, Jimmy Fransisco Abadinta
Bahasa Indonesia Vol 23 No 2 (2024): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v23i2.4356

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan prevalensi depresi pada lansia dapat berdampak pada tingginya angka morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini secara spesifik dilakukan untuk mengetahui persentase depresi beserta hubungannya dengan usia, jenis kelamin, pendidikan, sarkopenia, dan gangguan fungsi kognitif pada lansia yang memiliki latar belakang homogen di lingkungan perkotaan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik yang menggunakan metode cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 s.d. Oktober 2022 di Pusat Santunan Keluarga (PUSAKA) Jelambar dan Kebon Jeruk, Jakarta Barat dengan subjek penelitian 203 lansia (≥60 tahun). Depresi dinilai dengan Geriatric Depression Scale-15; sarkopenia diukur menggunakan Bio-Impedance Analysis, handgrip dynamometer, dan stopwatch; fungsi kognitif dinilai menggunakan Montreal Cognitive Assessment versi Indonesia; variabel lainnya menggunakan kuisioner.  Hasil: Terdapat hubungan yang bermakna antara gangguan fungsi kognitif dengan kejadian depresi pada lansia (p≤0,05; OR=2,523). Responden yang mengalami gangguan fungsi kognitif memiliki persentase depresi yang lebih tinggi dibandingkan dengan responden yang tidak mengalami gangguan fungsi kognitif. Akan tetapi, tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara usia, jenis kelamin, lama pendidikan, dan sarkopenia dengan kejadian depresi pada lansia. Simpulan: Lansia dengan gangguan fungsi kognitif 2,5 kali lipat lebih berisiko mengalami depresi. Oleh karena itu, peningkatan layanan kesehatan penting untuk mendeteksi dini kejadian depresi, terutama pada lansia dengan gangguan fungsi kognitif. Terlepas dari kenyataan saat ini, bahwa gangguan fungsi kognitif tidak dapat diobati, masih banyak gaya hidup dan faktor lingkungan yang dapat dimodifikasi untuk menurunkan risiko.
THE ROLE OF OLFACTORY FUNCTION AND MULTIMORBIDITY IN COGNITIVE IMPAIRMENT: Peranan Fungsi Penghidu dan Multimorbiditas Terhadap Fungsi Kognitif Kristian, Kevin; Vebriana, Gennesia; Hardi, Nicholas; Turana, Yuda; Handajani, Yvonne Suzy
Jurnal Berkala Epidemiologi Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Berkala Epidemiologi (Periodic Epidemiology Journal)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbe.V13I22025.193-200

Abstract

Background: As the population ages, the issue of cognitive impairment is becoming increasingly worrisome, especially with the rise in conditions like multiple chronic diseases and loss of smell among the elderly. Purpose: The goal of this research is to explore how multiple chronic diseases, sense of smell, and cognitive impairment are linked among the senior population. Methods: This study involved 128 individuals at a senior community in Jakarta with an average age of 68.34 years. The presence of multiple chronic diseases was determined by looking for highest prevalence of disease pairs, and the sense of smell was tested with an 8-smell test. Cognitive function was measured with the CERAD questionnaire, with a score below 52 indicating cognitive impairment. The analysis included Chi-square tests at a 95% confidence level. Results: The findings suggest a clear link between lower levels of education and cognitive impairment (p=0.018; OR=3.214), as well as between loss of smell and cognitive deterioration (p=0.049; OR=2.565). However, having more than three chronic diseases was found to significantly increase the risk of cognitive impairment (p=0.018; OR=2.678), but there was no significance to support that certain disease pairs were more likely to lead to cognitive impairment. Conclusion: This research underscores the significance of sense of smell and the presence of multiple chronic diseases, especially in greater numbers, as major risk factors for cognitive impairment in the elderly.
Hubungan Gangguan Penglihatan dan Faktor Lain Dengan Fungsi Kognitif Pada Lansia di Indonesia Thiantoro, Benedicta Ann Clarabelle; Turana, Yuda; Handajani, Yvonne Suzy
Majalah Kedokteran Neurosains Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia Vol 39 No 4 (2023): Vol 39 No 4 (2023)
Publisher : PERDOSNI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52386/neurona.v39i4.370

Abstract

Introduction: Vision impairment is one of the most common problems experienced by the elderly.Vision impairment may disturb an elderly’s well-being. Various studies have found significant correlationbetween hearing loss and cognitive function. Data is now available from the Indonesian Family Life Survey(IFLS). However, there is limited research in the association between vision impairment and cognitive functionand no studies have used IFLS-5 data on this topic.Aim: To evaluate the association between vision impairment and other factors with cognitive dysfunctionin Indonesia’s geriatric population.Methods: This study is a descriptive analytic study utilizing data from 2375 seniors of 60 years old andover from the fifth wave of Indonesian Family Life Survey (IFLS-5). Analysis is done through univariate, bivariate,and multivariate analysis.Results: The majority of respondents are male (82,7%), married (76,5%), living in urban areas (52,3%),and has <9 years of education (57,1%). 9,4% respondents experienced vision impairment, 13,4% experiencedADL impairment, 34,3% experienced IADL impairment, and 49,3% experienced cognitive impairment. Inbivariate analysis, marital status (p=0,004), residence (p<0,001), education (p<0,001), IADL (p<0,001), andvision impairment (p=0,049) are significantly correlated with cognitive function. In subanalysis, the use ofreading glasses in elderly with vision impairment is significantly correlated with cognitive function. Inmultivariate analysis, residence (p=0,002), education (p<0,001) and IADL (p=0,023) are significantly correlatedwith cognitive function.Discussion: Residence, education, and IADL is significantly associated with cognitive function. Visionimpairment is not significantly associated with cognitive function.Keywords: Cognitive Function, Geriatric, IFLS-5, Vision Impairment
PEKERJAAN SEBAGAI FAKTOR PROTEKTIF MEMORI PADA LANSIA Suwito, Michelle Margaretha; Handajani, Yvonne Suzy; Turana, Yuda; Kristian, Kevin
Majalah Kedokteran Neurosains Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia Vol 40 No 2 (2024): Vol 40 No 2 (2024): Volume 40, No 2 - Maret 2024
Publisher : PERDOSNI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52386/neurona.v40i2.586

Abstract

Introduction: The risk of memory impairment increases with age, with a global prevalence of 20% of elderly experiencing difficulties in memory related activities.Aim: The aim of this study is to understand memory impairment and its associated factors in a community- dwelling setting in Kebon Jeruk, West Jakarta.Method: This cross-sectional study involved 98 participants aged over ≥60 years. Data was collected by interview using validated instruments. Statistical analysis was done using chi-square method for bivariate analysis and multiple logistic regression for multivariate analysis.Result: Majority of participants were women (71%), with ages of ≥65 years (81%), an education of >12 years (90%) and were unemployed (87%). Memory impairment was found in 82% of participants. Chi- square analysis showed that factors significant to memory impairment were age (p: 0.021; OR: 0.734; 95%CI: 0.515 – 1.046), occupation (p: 0.045; OR: 0.727; 95%CI: 0.486 – 1.127), and physical activity (p: 0.013; OR: 1.338; 95%CI: 0.998 – 1.794). Multiple logistic regression analysis showed that the most significant factor affecting memory impairment was age (OR: 3.766).Discussion: Memory impairment in the elderly is associated with age, occupation, and physical activity. Of these factors, age is the most significant factor, with a risk increase of 3.766 times in impairing memory of the elderly.Keywords: Age, elderly, memory impairment, occupation, physical activity.
The Association of Lipid Profile Especially Total Cholestrol With Hypertension of Urban Elderly in PUSAKA, Kalideres, West Jakarta David Reinaldo Sebastian Gunawan; Gunawan, David Reinaldo Sebastian; Handajani, Yvonne Suzy; Turana, Yuda
Bahasa Indonesia Vol 24 No 1 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i1.4749

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan harapan hidup manusia berkontribusi pada peningkatan jumlah lansia, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kejadian penyakit tidak menular termasuk penyakit kardivoaskular seperti hipertensi. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara mengetahui faktor-faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian cross-sectional yang melibatkan 97 lansia PUSAKA di Kalideres, Jakarta Barat. Variabel yang diukur adalah aktivitas fisik, status gizi, dan profil lipid. Responden dinyatakan mengalami hipertensi apabila memiliki tekanan darah ≥140/90 mmHg ketika dilakukan pengukuran, atau pada responden yang memang sudah terdiagnosis mengalami hipertensi sebelumnya. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden adalah perempuan (72,2%). Sebanyak 33% responden mengalami hipertensi. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia (p=0,045; OR=2,571), LDL (p=0,045; OR=2,571), dan kolesterol total (p= 0,018; OR=3,279) terhadap hipertensi pada lansia. Sedangkan jenis kelamin, pendidikan, status gizi, aktivitas fisik, HDL, dan trigliserida tidak memiliki hubungan terhadap hipertensi pada lansia Simpulan: Usia, LDL, dan kolesterol total ditemukan sebagai faktor risiko kejadian hipertensi pada lansia.
Gangguan Fungsi Bahasa Meningkatkan Risiko Kualitas Hidup Buruk pada Lansia Piustan, Mas Eaufrat; Turana, Yuda; Handajani, Yvonne Suzy; Kristian, Kevin
Majalah Kedokteran Neurosains Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia Vol 41 No 4 (2025): Volume 41 Nomor 4, September 2025
Publisher : PERDOSNI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52386/neurona.v41i4.673

Abstract

Introduction: The quality of life of the elderly requires attention. Language function is closely related to identifying individuals who are vulnerable to a decline in quality of life. Aim: This study aims to examine the relationship between sociodemographic factors, language function, social engagement, and frailty with elderly’s quality of life. Methods: This study employed a cross-sectional method with 100 respondents aged ≥60 years. Quality of life was measured using the WHOQOL-BREF, language function was assessed using the CERAD Verbal Fluency Test, social engagement was evaluated using the Social Disengagement Index, frailty was measured using the Fried Frailty Index, and sociodemographic factors were assessed through interviews using validated instruments. Results: Chi-square analysis showed a significant relationship between language function and the psychological, social, and environmental domains (p<0.05). Gender was only significantly associated with the environmental domain. Frailty was associated with psychological, social, overall quality of life, and health satisfaction. Multiple logistic regression analysis shows that impaired language function is a risk factor for impairments in the psychological (OR=3.335; 95%CI=1.376-8.082), social (OR=3.473; 95%CI=1.376-8.763), and environmental domain (OR=4.649; 95%CI=1.057-20.442). Frailty was identified as risk factor for impairments in psychological domain (OR=3.274; 95%CI=1.069-10.022) and health satisfaction (OR=3.378; 95%CI=1.105-10.328). Being female served as protective factor against impairments in the environmental domain (OR=0.159; 95%CI=0.036-0.694). Discussion: Impaired language function increase the risk of psychological, social, and environmental impairments. Being female serves as protective factor against environmental domain impairment. Frailty increases the risk of psychological impairments and poor health satisfaction. Keywords: Age, elderly, frailty, language, quality of life
Depression as a predominant factor for activities of daily living among elderly Giovanny, Audrey Carissa; Handajani, Yvonne Suzy; Turana, Yuda; Kristian, Kevin
BKM Public Health and Community Medicine Vol 41 No 04 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v41i04.19266

Abstract

Purpose: This study aims to provide an overview of the ability to perform activities of daily living (ADL) in the elderly population and to identify associated factors. Methods: A cross-sectional study was conducted with 100 community-dwelling participants aged 60 and older in West Jakarta. Sociodemographic data, the Barthel Index, the Berg Balance Scale, the Fried Frailty Index, and the Geriatric Depression Scale were collected by interview. Chi-Square and multiple logistic regression analyses were used for the bivariate and multivariate analyses. Results: The majority of participants were women (71%), aged 60-74 years (75%), with education levels of 12 years or more (90%). Fifteen percent of elderly participants experienced problems with ADL. Chi-square analysis showed significant associations between ADL impairment with age (p=0.006; OR=4.57; 95%CI: 1.454-14.368), balance (p=0.023; OR=10.38; 95%CI: 1.567-68.595), and depression (p=0.006; OR=5.00; 95%CI: 1.468-17.033). Multiple logistic regression analysis identified depression as the most dominant risk factor affecting ADL, increasing the risk by 4.02 times. Conclusion: This study highlights age, body balance, and depression as potential contributors to ADL impairment, with depression emerging as the predominant risk factor. Both physical and mental health should be considered essential for preserving ADL function in the elderly.
Faktor – Faktor yang Memengaruhi Kejadian Depresi pada Lansia Wanita dengan Pendidikan Rendah Berdasarkan Indonesian Family Life Survey 5 Nur Rizqiyah Muhandis; Turana, Yuda; Sasmita, Poppy K.; Budiyanti, Ecie
Bahasa Indonesia Vol 24 No 1 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i1.6022

Abstract

Pendahuluan: Depresi pada lansia menjadi kekhawatiran berbagai pihak karena berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan, dengan wanita lebih rentan mengalami depresi dan lebih banyaknya jumlah wanita yang berpendidikan rendah di Indonesia. Oleh karena itu, menyelidiki faktor-faktor yang berkontribusi terhadap depresi dapat membantu mencegah depresi pada generasi mendatang, serta penelitian di masa depan. Metode: Penelitian potong lintang ini menggunakan data Indonesian Family Life Survey 5 untuk mengukur depresi pada wanita lanjut usia dengan status pendidikan rendah. Hasil: Prevalensi depresi pada wanita lanjut usia dengan pendidikan rendah sebesar 21%. Pada regresi logistik multivariat, faktor-faktor yang berhubungan secara signifikan antara lain usia lansia muda (60-69 tahun) (p=0,012; OR=1,946; IK 95%=1,159-3,266), Instrumental Activity Daily Living (IADL) (p=0,003; OR=2,096; IK 95%=1,277-3,439), dan disabilitas fisik (p=0,037; OR=2,158; IK 95%=1,047-4,450). Simpulan: Kejadian depresi pada lansia wanita dengan pendidikan rendah berkaitan dengan usia, disabilitas fisik, dan status fungsional (IADL).
Co-Authors Abigail Madeline Aditya Putra, Aditya Arieska Ann Soenarta Bambang Widyantoro Barus, Jimmy Fransisco Abadinta Beatus Bibang Budiharsana, Meiwita Paulina Budiyanti, Ecie Carissa Marvella Budhy Chandra, Kenly Clara Meliyanti Kusharto D. Y. Suharya David Reinaldo Sebastian Gunawan Devina Audrey Dhanasari Vidiawati Dian Purnomo Ebtehal Salman Eka Harmeiwaty Elisabeth Schröder-Butterfill Elsiandi, Caroline Alvina Fabian Sejati Frederica Jovianti Giovanny, Audrey Carissa Gunawan, David Reinaldo Sebastian Halim, Magdalena Surjaningsih Hardi, Nicholas Ika Suswanti Jessica Alysia Jimmy Barus Jimmy Fransisko Abadinta Barus Julia Rahadian Kevin Kristian Konny, Lisye Kristian, Kevin Latasya, Chelsea Destania Linda Suryakusuma Linda Suryakusuma Linda Suryakusuma Linda Suryakusuma Linda Suryakusuma Magistra Cylvia Margaretha Maria Dara Novi Handayani, Maria Dara Novi Martin, Juvenius Martina Wiwie Setiawan Nasrun Nelly Tina Widjaja Nelly Tina Widjaja Nelly Tina Widjaja Nelly Tina Widjaja Nicholas Andrian Singgih Noriko Matsushita Nunung Cipta Dainy Nur Rizqiyah Muhandis Piustan, Mas Eaufrat Prasetya, Virginia Geraldine Hanny Pricilya H. Wangi Rahmadanty, Nadiya Kamila Rarsari Soerarso Rayner Abdiwijaya Hariyanto Rohanah, Rohanah Rr Josephine Retno Widayanti Sagita Pratiwi Sugiyono sandy Ayu Monica Silalahi Sani, Tara Puspitarini Sasmita, Poppy Sasmita, Poppy K. Shalim, Christina Permata Siti Madanijah Sudharta, Harvey Suryakusuma, Linda Suwito, Michelle Margaretha Tanuwijaya, Melyana Thania Vinsalia Thiantoro, Benedicta Ann Clarabelle Tonny Sundjaya Tunggul Diapari Situmorang Vebriana, Gennesia Vidya Gani Wijaya Widyadharma, I Putu Wijaya, Kenneth Noah William William Woro Riyadina Yuliana Yosephine Yvonne S Handayani Yvonne Suzy Handajani Yvonne Suzy Handajani Yvonne Suzy Handajani Yvonne Suzy Handajani Yvonne Suzy Handajani Yvonne Suzy Handajani Yvonne Suzy Handajani