Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

IDENTIFIKASI MIKROPLASTIK PADA IKAN BANDENG (Chanos chanos) DAN IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DI PASAR TRADISIONAL KRANGGOT, CILEGON-BANTEN Desy Aryani; Hasanah, Afifah Nurazizatul; Haryati, Sakinah; Pratama, Rifki
Berita Biologi Vol 23 No 2 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2024.4964

Abstract

Mikroplastik merupakan partikel plastik yang berukuran kurang dari 5 mm. Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel ini tertelan oleh organisme perairan secara sengaja maupun tidak sengaja karena bentuknya yang menyerupai jenis makanan atau karena mangsanya yang telah terkontaminasi mikroplastik. ikan bandeng dan ikan tongkol merupakan ikan konsumsi yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan mikroplastik, bentuk, warna, dan jenis polimer plastik yang terkandung dalam ikan bandeng dan ikan tongkol di Pasar Tradisional Kranggot, Kota Cilegon-Banten.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dengan tahapan penelitian yang meliputi pengambilan sampel, pengukuran morfometrik, pembedahan ikan, ekstraksi, penyaringan partikel, identifikasi visual menggunakan mikroskop, dan uji FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat mikroplastik pada kedua jenis ikan yang diteliti. Kelimpahan mikroplastik ikan bandeng yaitu 149,4 partikel/individu, sedangkan pada ikan tongkol yaitu 178 partikel/individu. Bentuk mikroplastik yang ditemukan pada ikan bandeng yaitu fiber 28%, film 33%, dan fragmen 39%, selanjutnya ikan tongkol yaitu fiber 29%, film 31%, dan fragmen 40%. Karakteristik warna mikroplastik yang ditemukan warna yang beragam, yaitu biru, merah, kuning, hijau, hitam, putih, transparan, dan ungu. Hasil uji FTIR pada kedua ikan ditemukan jenis polimer Polimer Nylon dan Ethylene Vinyl Acetate (EVA), sedangkan Polimer Polyethylene (PE) hanya ditemukan pada ikan bandeng dan Polimer Polypropylene (PP) hanya ditemukan pada ikan tongkol. Mikroplastik yang terakumulasi secara terus menerus dapat menyebabkan gangguan pada sistem metabolisme ikan bandeng dan ikan tongkol, selanjutnya pada manusia juga dapat menyebabkan gangguan terhadap kesehatan akibat akumulasi mikroplastik melalui sistem pencernaan.
Application of Milkfish Skin Gelatin (Elops hawaiensis) as A Stabilizer in Panna cotta Dessert Products Ratna Sari, Dea; Haryati, Sakinah; Hasanah, Afifah Nurazizatul
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7 No 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/barakuda45.v7i2.725

Abstract

The skin of payus fish (Elops hawaiensis) is a by-product of the bontot processing industry in Pontang, Serang Regency, Banten, which has the potential to be utilized as an alternative source of halal gelatin serving as a stabilizer in panna cotta desserts. This study aimed to characterize gelatin extracted from payus fish skin and to determine the optimal concentration of payus fish skin gelatin on the characteristics of panna cotta dessert products. The method used was a Completely Randomized Design (CRD) with one treatment factor, namely the concentration of payus fish skin gelatin at 0.5%, 1%, and 1.5%, and a control using commercial bovine gelatin. Gelatin analysis included yield, proximate composition, pH, and viscosity, while panna cotta analysis included gel strength, proximate composition, and hedonic tests on appearance, aroma, taste, and texture. The results showed that payus fish skin gelatin contained 7.7% moisture, 1.04% ash, protein 74% (bk), fat 8.4%, pH 6.3, 0.15% carbohydrates, and viscosity of 3.8 cP, which met the Indonesian National Standard (SNI) 06-3735-1995. The application of payus fish skin gelatin in panna cotta at a concentration of 1% produced the best treatment, with gel strength of 639.3 g bloom, moisture content of 75.1%, ash 3.5%, protein 5.5%, fat 1.8%, and carbohydrates 14.1%. The hedonic test results for appearance (4.03), texture (3.9), aroma (4.13), and taste (3.50) indicated that the product was rated from neutral to liked by the panelists. Therefore, payus fish skin gelatin at an optimal concentration of 1% had potential as an alternative to commercial gelatin in panna cotta dessert products.