Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH PERAN IBU TERHADAP PERILAKU PENANGANAN DISMENORHOE PADA REMAJA PUTRI (Studi di SMA N 8 Semarang Tahun 2012) Sri Sopiyah; Dewi Puspitaningrum; Fitriani Nur Damayanti
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.656 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.1.2013.%p

Abstract

Beberapa wanita mengalami nyeri haid selama menstruasi. Frekuensi dismenorhoe cukup tinggi dan penyakit ini sudah lama dikenal tapi penyebabnya belum diketahui secara pasti. Peran seorang ibu pada saat anak perempuan sedang mengalami dismenorhoe sangat dibutuhkan. Peran yang diberikan oleh ibu tidak hanya berupa pertolongan pertama tetapi juga sampai menemani remaja untuk melakukan berbagai pengobatan untuk kesembuhan remaja tersebut Menganalisa pengaruh peran ibu terhadap perilaku penanganan dismenorhoe pada remaja putri (Studi di SMA N 8 Semarang Tahun 2012). Jenis penelitian yang digunakan adalah studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putri SMA N 8 Semarang sebanyak 871 siswa, dengan sampel sebanyak 65 siswa, teknik samplingyang digunakan adalah proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden dengan peran ibu tidak mendukung sebagian besar memiliki perilaku penanganan dismenorhoe kurang yakni sebanyak 16 siswi (61,5%) dan baik sebanyak 10 siswi (38,5%), sedangkan responden dengan peran ibu yang mendukung sebagian besar memiliki perilaku penanganan dismenorhoe baik sebanyak 27 siswi (69,2%) dan kurang sebanyak 12 siswi (30,8%). Berdasarkan penelitian didapatkan nilai p=0,028, ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara pengaruh peran ibu terhadap perilaku penanganan dismenorhoe pada remaja putri (Studi di SMA N 8 Semarang). Kata kunci : Peran Ibu, Perilaku, Penanganan Dismenorhoe, Remaja Putri
GAMBARAN SIKAP TENAGA KESEHATAN DAN PELAKSANAAN METODE KANGGURU PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RUANG PERINATOLOGI RSUD dr. SOEPRAPTO CEPU TAHUN 2011 Nawang Puspitaningtyas; Rahayu Astuti; Dewi Puspitaningrum
Jurnal Kebidanan Vol 1, No 1 (2012): February 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.907 KB) | DOI: 10.26714/jk.1.1.2012.53-58

Abstract

Salah satu asuhan yang dapat diberikan pada bayi berat lahir rendah selain inkubator adalah metode kanguru. Metode kanguru merupakan perawatan dengan kontak kulit antara ibu dan bayi yang bermanfaat untuk menstabilkan suhu tubuh dan memperbaiki keadaan umum bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap tenagakesehatan dan pelaksanaan metode kanguru pada bayi berat lahir rendah di ruang perinatologi RSUD dr. Soeprapto Cepu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kesehatan di ruang perinatologi RSUD dr. SoepraptoCepu yang berjumlah 15 orang dengan sampel jenuh Data-data yang dikumpulkan dianalisis secara univariat. Dari penelitian ini diketahui bahwa sebagian besar tenaga kesehatan memiliki sikap positif terhadap metode kanguru (60%) dan sebagian besar tenaga kesehatanpernah melaksanakan metode kanguru yaitu sebanyak (73.3%). Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa sebagian besar tenaga kesehatan memiliki sikap positif dan pelaksanaan yang baik.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENCEGAHAN KANKER LEHER RAHIM PADA WANITA YANG SUDAH MENIKAH USIA < 20 TAHUN DI WILAYAH KECAMATAN GAYAMSARI KOTA SEMARANG Marfira Priyaswati; Dewi Puspitaningrum; Agustin Rahmawati
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 2 (2015): August 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.865 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.2.2015.17-19

Abstract

Latar Belakang : Penyakit kanker leher rahim menduduki peringkat pertama yaitu 2.259 kasus (19,2%) dari 11.341 kasus pada tahun 2012 di Provinsi Jawa Tengah dan paling tertinggi ditemukan pada Puskesmas Kedungmundu dan Gunungpati  9 jiwa (13,43%) di Kota Semarang. Wanita yang sudah menikah usia< 20 tahun berisiko terkena kanker leher rahim yang termasuk dalam faktor resiko perkawinan muda/ seks usia dini. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan di KUA SeKecamatan Kota Semarang pada bulan September 2013 - Februari 2014, dari 4.383 pasangan yang sudah menikah terdapat 606 wanita yang sudah menikah usia< 20 tahun. Data tertinggi terdapat di Wilayah Kecamatan Gayamsari yaitu sebesar 207 (63,9%) dari 324 jumlah pasangan yang sudah menikah.Tujuan : Mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap  tentang pencegahan kanker leher rahimpada wanita yang sudah menikah usia < 20 tahun Di Wilayah Kecamatan Gayamsari Kota Semarang. Jenis Penelitian : Deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 207 wanita yang sudah menikah usia< 20 tahun dengan sampel 67 responden yang diambil dengan teknik Simple Random Sampling. Kuesioner sebagai instrumennya.Hasil Penelitian : Sebagian besar wanita yang sudah menikah usia < 20 tahun mempunyai pengetahuan yang kurang tentang pencegahan kanker leher rahim sebanyak 40 ( 59,7%) dan sebagian besar mempunyai sikap yang mendukung sebanyak 44 (65,7%). Kesimpulan : Pengetahuan responden tentang pencegahan kanker leher rahim sebagian besar berpengetahuan kurang yaitu sebanyak 40 responden (59,7) sedangkan sikap responden mendukung yaitu sebanyak 44 responden (65,7%).
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ULANG NIFAS DI WILAYAH PUSKESMAS PURWOYOSO KOTA SEMARANG Uswatun Hasanah; Dewi Puspitaningrum; Agustin Rahmawati
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.25 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.2.2014.38-42

Abstract

Latar belakang : Pada masa nifas merupakan masa yang paling rawan bagi ibu. Hal ini dapat dilihat dari kejadian maternal paling banyak adalah pada waktu nifas sebesar (48,65%). kunjungan nifas merupakan kunjungan yang dilakukan oleh ibu setelah melahirkan dengan jumlah 4x kunjungan. Kunjungan nifas menurut data hasil jumlah grafik puskesmas di kota semarang, Puskesmas purwoyoso memiliki angka kunjungan nifas tertinggi pada tahun 2011 dengan jumlah kunjungan lengkap yaitu (104,8%). Dalam hal ini peran serta dukungan suami sangat berpengaruh terhadap frekuensi kunjungan ulang ibu nifas. Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dengan frekuensi kunjungan ulang nifas di Wilayah Puskesmas Purwoyoso Kota Semarang. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi sebanyak 79 ibu nifas dengan sampel 44 responden di Wilayah Puskesmas Purwoyoso Kota Semarang dengan menggunakan kuesioner wawancara. Teknik sampling yang di gunakan berupa Simple Random Sampling menggunakan metode teknik undian. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil : Berdasarkan hasil Uji Chi Square di dapatkan nilai fisher exact dengan p value sebesar (0,002) < α (0,05). Simpulan : Ada hubungan antara dukungan suami dengan frekuensi kunjungan ulang nifas di Wilayah Puskesmas Purwoyoso Kota Semarang.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SISWI SD TENTANG MENSTRUASI SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PENYULUHAN DI SDN SAMPANGAN 01 SEMARANG Ita Afriliana; Dewi Puspitaningrum; Agustin Rahmawati
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.327 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.2.2014.12-19

Abstract

Latar belakang: Menarche merupakan tanda awal masuknya seorang perempuan dalam masa reproduksi. Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada siswi kelas IV, V, VI SDN Sampangan 01Semarangdidapatkan hasil bahwa13dari15responden memilikitingkat pengetahuan yang kurang tentang menstruasi. Pendidikan kesehatan di sekolah penting dilakukan, terutama yang menyangkut kesehatan reproduksi, dan sebagainya. Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan siswi sekolah dasar tentang menstruasi melalui penyuluhan di SDN Sampangan 01 Semarang. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan "One Group Pre Test Post Test". Populasi pada penelitian adalah seluruh siswi kelas IV, V, dan VI di SDN Sampangan 01 Semarang sebanyak 87 siswi, besar sampel adalah 46 siswi. Teknik pengambilan sampel yang dipakai adalah proporsional random sampling. Hasil: Pengetahuan sebelum penyuluhan memiliki skor rata-rata 9,04, rata-rata pengetahuan setelah penyuluhan mengalami peningkatan menjadi 18,07. Pengetahuan tentang menstruasi sebelum penyuluhan mayoritas dalam kategori kurang yaitu sebanyak 89,1 %, setelah penyuluhan mayoritas dalam kategori baik 84,8%. Simpulan: pengetahuan siswi tentang menstruasi mengalami peningkatan setelah penyuluhan.Kata kunci: Pengetahuan, Menstruasi
HUBUNGAN PERAN KELUARGA DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 10-12 BULAN DI DESA BATURSARI RW 3, 4, 5 DAN 32 KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK TAHUN 2013 Giantiningsih Giantiningsih; Dewi Puspitaningrum; Novita Nining Anggraini
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.404 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.42-49

Abstract

Latar Belakang: Studi pendahuluan yang dilakukan pada hari minggu, 14 April tahun 2013 kepada 10 keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Orang tua yang mempunyai balita usia 10-12 bulan yang tidak melakukan imunisasi dasar lengkap dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang pentingnya imunisasi bagi bayi, faktor ekonomi dan segi pekerjaan. Dari 10 keluarga yang saya datangi, terdiri dari 6 keluarga yang mengatakan bahwa tidak setuju dan waktu untuk melakukan imunisasi pada bayinya tidak ada, dikarenakan kondisi bayi yang sehat dan dilakukan imunisasi menjadi sakit, 1 keluarga mengatakan karena ekonomi, 3 keluarga mengatakan karena waktu untuk melakukan imunisasai tidak ada. Sehingga imunisasi yang diberikan pada bayi menjadi tidak lengkap.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan peran keluarga dengan kelengkapan imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 10-12 bulan di Desa BatursariRW 3, 4, 5 dan 32 Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak Tahun 2013.Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah Analitik korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Rancangan cross sectional merupakan rancangan penelitian yang pengukurannya atau pengamatannya dilakukan secara simultan pada satu saat/sekali.Hasil : Berdasarkan hasil Uji Chi Square di dapatkan nilai fisher exact dengan p value sebesar (0,204) < α (0,05). Hal ini menunjukkan adanya hubungan peran keluarga dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 10-12 bulan didesa batursari RW 3, 4, 5, an 32 Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak tahun 2013. Simpulan : Ada hubungan peran keluarga dengan kelengkapan imunisasidasar lengkap pada bayi usia 10-12 bulan di desa batursari RW 3, 4, 5, dan 32 Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.
Korelasi Antara Pengetahuan dan Tindakan Pencarian Perawatan Gangguan Menstruasi pada Remaja Putri di Kabupaten Semarang: Correlation between Knowledge and Actions to Seek Treatment for Menstrual Disorders among Adolescent Girls in Semarang Regency Dewi Elliana; Dewi Puspitaningrum
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 8 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v8i1.3846

Abstract

Menstruation is a physiological process experienced by adolescent girls, but common menstrual disorders often occur in adolescence, menstrual disorders such as dysmenorrhea and irregular cycles are common. These disorders can interfere with daily activities and quality of life. In Semarang Regency, the average age of menarche was reported to be 11.4 years. These menstrual disorders are often ignored, resulting in negative impacts on health. This study aimed to analyze the relationship between knowledge level and treatment-seeking actions for menstrual disorders among adolescent girls in Semarang Regency. This study used a cross-sectional design with an analytic observational approach. This study used a cross-sectional design with an analytic observational approach. A sample of 30 adolescent girls in Semarang Regency was selected using a total sampling technique, which met the criteria of already having menstruation and experiencing menstrual disorders. Data collection used a closed questionnaire that measured the level of knowledge (good/lack) and the type of care-seeking action (independent non-medical/medical self). Data were analyzed univariately for frequency distribution and bivariately using the Chi-Square test with a significance level of α=0.05. The results showed 77% of respondents had good knowledge and 67% performed non-medical self-care. There was a significant relationship between knowledge level and care-seeking behavior (p=0.011). Conclusion: Adolescents with good knowledge tend to choose more appropriate treatment actions.Reproductive health education, especially in better care-seeking behavior among adolescent girls, needs to be improved through school and family approaches.     Abstrak Menstruasi merupakan proses fisiologis yang dialami remaja putri, namun gangguan menstruasi yang umum terjadi seringkali pada usia remaja, gangguan menstruasi seperti dismenore dan siklus tidak teratur banyak terjadi. Gangguan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup. Di Kabupaten Semarang, usia rata-rata menarche dilaporkan 11,4 tahun. Gangguan menstruasi ini seringkali diabaikan sehingga berdampak negatif pada kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan tindakan pencarian perawatan gangguan menstruasi pada remaja putri di Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan observasional analitik. Sampel sebanyak 30 remaja putri di Kabupaten Semarang dipilih dengan teknik total sampling, yang memenuhi kriteria sudah mengalami menstruasi dan mengalami gangguan menstruasi.Pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup yang mengukur tingkat pengetahuan (baik/kurang) dan jenis tindakan pencarian perawatan (mandiri nonmedis/mandiri medis). Data dianalisis secara univariat untuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan 77% responden memiliki pengetahuan baik dan 67% melakukan perawatan mandiri nonmedis. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan tindakan pencarian perawatan (p=0,011). Kesimpulan: Remaja dengan pengetahuan baik cenderung memilih tindakan perawatan yang lebih tepat. Edukasi kesehatan reproduksi khususnya dalam perilaku pencarian perawatan yang lebih baik di kalangan remaja putri perlu terus ditingkatkan melalui pendekatan sekolah maupun keluarga.
PENURUNAN TINGKAT KESUBURAN AKIBAT ALAT KONTRASEPSI Nuke Devi Indrawati; Dewi Puspitaningrum; Indri Astuti Purwanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 1 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v9i1.393

Abstract

Servicitis Cronica is an early stage of cervical cancer, which is a cancer that is developing organ in Indonesia. If Servicitis Cronica can be prevented earlier, the likelihood of cervical cancer incidence can be reduced significantly (long term).The type of analytic study with a total sample of 116 women of childbearing age.Parity variables, family planning and education are the only two variables, namely parity (0,012) and KB (0,035) because its significance is less than 0,05. The most influential variable is the parity variable because the smallest signification is 0.012.Keywords: servicitis cronica, IVA test, Female Age Fertile
Kesehatan adalah Hak Semua Orang: Aksi PHBS dan Pencegahan Infeksi Menular Seksual bagi Tunawisma di Pertubuhan Kebajikan Ar-Riqab Kuala Lumpur Malaysia Dian Nintyasari Mustika; Dewi Puspitaningrum; Ali Rosidi; Mohammad Fatkhul Mubin; Carlin Souhaly; Happy Rossa Pangestu; Muslimah
Jurnal Pengabdian Sosial Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Sosial
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pbs.v6i1.57104

Abstract

Kelompok tunawisma memiliki kerentanan tinggi terhadap infeksi menular seksual (IMS) akibat perilaku berisiko, lingkungan hidup tidak sehat, dan akses layanan kesehatan yang terbatas; intervensi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) diperlukan guna memperkuat praktik kebersihan diri dan seks aman. Program pengabdian ini bermitra dengan Pertubuhan Kebajikan Ar-Riqab (PKAR), Kuala Lumpur, untuk: (1) meningkatkan pengetahuan PHBS dan IMS; (2) mendorong perubahan perilaku nyata (cuci tangan, kebersihan diri, penggunaan kondom); (3) memfasilitasi akses konseling/skrining IMS; dan (4) memperkuat dukungan sosial. Metode meliputi penyuluhan interaktif (diskusi dan simulasi PHBS serta seks aman), layanan mobile untuk konseling, distribusi sarana kebersihan/edukasi, serta kolaborasi multisektor; evaluasi dilakukan melalui pre–post test pengetahuan, observasi perilaku (pemanfaatan fasilitas cuci tangan dan penggunaan kondom), serta umpan balik peserta. Program diharapkan menghasilkan peningkatan skor pengetahuan, praktik kebersihan personal yang lebih konsisten, perluasan rujukan ke layanan IMS, dan pembentukan peer educator sebagai strategi keberlanjutan.