Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search
Journal : SCIENCE ELECTRO

PERANCANGAN PLATFORM EDUKASI DAN DIAGNOSA PENYAKIT TERNAK KERBAU METODE ADAPTIVE NEURO FUZZY INFERENCE SYSTEM (ANFIS) Dede Wahyudin; Sugiono Sugiono; Oktriza Melfazen
SCIENCE ELECTRO Vol 13, No 3 (2021): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.904 KB)

Abstract

Dengan berkembang dan meningkatnya pembangunan di semua sektor, berdampak pula terhadap terjadinya perubahan habitat kerbau di Nusa Tenggara Barat, khususnya di Pulau Sumbawa (Bima). Ditinjau dari jumlah populasi ternak kerbau tahun 2019 khususnya di Kabupaten Bima sebanyak 10491 Ekor (Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggra Barat), dikaitkan dengan kriteria pengaturan plasma nutfah dan pemanfaatnya maka ternak kerbau di NTB termasuk dalam katagori populasi aman namun apabila dilihat dari perkembangan populasi ternak kerbau yang ada, tampak bahwa terjadi penurunan populasi ratarata sebesar 2,01% dalam tiga tahun terakhir. Keadaan ini apabila dibiarkan terjadi terus menerus, maka akan mengancam kelestariannya. permasalahan yang di teliti oleh Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dengan penelitian ini menggunakan metode Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS) berbasis web aplikasi , sebagai hasil dari penelitian ini bahwa dari perhitungan manual dengan metode ANFIS menyimpulkan, diketahui nilai akhir Y dari hasil perhitungan layer 5 terhadap penjumlahan semua nilai X sebesar 7.5000 atau 75% dengan diagnosa penyakit nilai X yang terbesar yaitu Septicemia Epizootica. Sistem pakar yang dibangun berbasis web aplikasi ini dibuat untuk membantu pengguna (peternak) untuk mendiagnosa/mengetahui penyakit yang dialami ternak kerbau kemudian memperoleh informasi mengenai penyakit pada kerbau, karena dapat diakses melalui smartphone yang dapat diakses dimanapun pengguna berada, serta akan memberikan kemudahan.[
Perancangan dan Pembuatan Sistem Sortir Produksi Deodorant Berdasarkan Berat Berbasis Mikrokontroler Wahyudi Wahyudi; M Jasa Afroni; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 8, No 1 (2018): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1399.903 KB)

Abstract

Dalam tugas akhir ini penulis merancang dan membuat sistem sortir suatu barang atau produk berdasarkan berat. Dimana sistem tersebut bisa bekerja secara handal dan kontinyu sesuai dengan kondisi aktual. Penggunaan Arduino Uno dan Mikrokontroler ATMega328P sebagai sentral processor, sensor Loadcell sebagai pengukur berat produk dan Motor DC sebagai penggerak konveyor serta motor servo sebagai pendorong produk, diharapkan dapat bekerja dengan optimal sesuai dengan tuning yang dilakukan. Melalui tahapan proses dari perancangan alur, pemrograman sistem dengan menggunakan program dari arduino yang bersifat Open Source dan penambahan Library dari module yang dipergunakan, serta hasil dari pengujian dan analisa didapatkan sistem yang dibuat bersifat handal dan kontinyu. Sehingga meskipun sistem yang dirancang hanya merupakan prototype namun dengan menggunakan perangkat dengan standard industri bisa diaplikasikan dalam mendukung kerja dalam bidang industri yang otomatis dan efisien. Kata kunci: berat produk, Sensor Loadcell, Arduino Uno R3, ATMega328P, sistem sortir
PROTOTYPE INKUBATOR UNTUK ANAK BURUNG LOVEBIRD (AGAPORNIS) DENGAN KEMAMPUAN KENDALI JARAK JAUH BERBASIS SMS Adi Tyas Iswara; Sugiono Sugiono; Oktriza Melazen
SCIENCE ELECTRO Vol 11, No 1 (2019): SCIENCE ELEKTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.923 KB)

Abstract

Fase anak merupakan tahapan yang sangat penting karena pada fase ini anak burung lovebird mulai dipisahkan dengan induknya, di mana lingkungannya dijaga hingga usia 30 hari atau hingga bulu-bulunya terbentuk sempurna. Untuk usia 7 hari hingga 14 hari, dibutuhkan temperatur lingkungan 33°C hingga 35°C, sedangkan usia 15 hari hingga 30 hari dibutuhkan 31°C hingga 33°C. Jika temperatur tidak terjaga pada batas tersebut, maka bulu anak burung lovebird akan rontok dan tidak bisa menjadi dewasa dengan kualitas terbaik. Dalam penelitian ini akan dibangun sebuah prototype inkubator yang mampu menjaga temperatur dan kelembaban di dalamnya secara otomatis. Pengaturan yang bisa dilakukan oleh operator adalah temperatur dan kelembaban. Sesuai dengan temperatur yang dibutuhkan anak burung lovebird pada fase anak, maka temperatur interior inkubator harus bisa memiliki rentang minimal 31°C hingga 35°C. Perangkat inkubator ini akan menggunakan pemanas dan ventilasi kipas angin untuk menjaga temperatur, kelembaban, dan memberikan udara segar dalam ruangannya. Selain itu, proses pengaturan dan monitoring juga bisa dilakukan dari jarak jauh melalui media SMS. Estimasi konsumsi energi listrik untuk proses inkubasi anak burung lovebird usia 7 hari hingga 30 hari menggunakan perangkat inkubator yang telah dibangun adalah sebesar 28.938 kWh.Kata kunci: inkubator, lovebird, sistem kendali, temperatur, kelembaban, SMS
PERANCANGAN MARKETPLACE “PRODUK PERTANIAN” BERBASIS ANDROID (METODE WATERFALL)(STUDI KASUS : KABUPATEN BIMA) Muhammad Andhika Alfriansah; Sugiono Sugiono; M. Taqiyyuddin Alawiy
SCIENCE ELECTRO Vol 13, No 2 (2021): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.015 KB)

Abstract

Sektor pertanian memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangun ekonomi di Indo¬nesia. Hal ini disebabkan karena sebagian masyarakat Indonesia masih menggantungkan diri pada sektor tersebut, terutama sebagai penyedia bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat. Manusia me¬merlukan tenaga dari makanan yang dikonsumsi dalam aktivitas setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan gizi. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh  FAO (Food and Agriculture Organi¬zation of the United Nations) pada 2016, sebanyak 19,4 juta penduduk Indonesia masih mengalami kelaparan. Penyebab utamanya karena kemiskinan dan kelangkaan bahan makanan. Pada kasus penjualan hasil pertanian di Kabupaten Bima (NTB) yang sebagian besar adalah petani, penulis melihat sebuah permasalahan bahwa masyarakat masih merasakan kesulitan untuk menjual hasil pertanian, dimana para petani hanya bergantung pada distributor dan pedagang eceran untuk menjual hasil pertanian. Sehingga harga jual yang diperoleh oleh petani relative lebih murah. Selain itu kegiatan jual beli secara konvensional dinilai kurang efektif dipandang dari segi waktu, karena konsumen harus pergi ke pasar untuk berbelanja, sementara ketersediaan pasar tradisional di kabu¬paten Bima hanya tersedia di beberapa tempat saja sehingga untuk memenuhi kebutuhan dapur, terkadang para ibu-ibu rumah tangga merasa kesulitan untuk pergi kepasar demi berbelanja kebu¬tuhan dapur. Implementasi sistem program ini yang dimana dalam pembuatan aplikasi marketplace ini penulis menggunakan bahasa pemrograman terstruktur. program Aplikasi Maketplace ini untuk peningkatan kualitas serta memberikan kemudahan bagi petani. Dari sistem yang dibangun ini membantu serta memberikan kemudahan bagi petani untuk menjual hasil pertaniannya dengan efektif serta efisien. Hasil dari responden dari petani sayur memberikan nilai dengan tingkat SS (Sangat Setuju) cukup tinggi yakni 28% dibandingkan angka yang menunjukkan aplikasi marketplace ini tidak layak untuk digunakan dengan nilai sebanyak 3% kemudian nilai responden yang diberikan oleh pengguna ini menunjukkan bahwa tingkat SS (Sangat Setuju) cukup tinggi yakni 35% dan ini menunjukkan bahwa tingkat kepuasan atau kualitas dari aplikasi yang dibangun ini mendapatkan respon yang baik dari responden pengguna biasa dan pembeli.
PROTOTYPE SISTEM PENGONTROL TEMPERATURE SUHU DAN KELEMBABAN TANAH PADA BUDIDAYA SELEDRI DENGAN PANEL SURYA BERBASIS ARDUINO Sanhaji Sanhaji; M Jasa Afroni; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 10, No 1 (2019): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.309 KB)

Abstract

Pengontrol temperatur suhu dan kelembaban tanah pada budidaya seledri bertenaga surya ini bertujuan untuk menbantu pekerjaan manusia dalam melakukan penyiraman dan menjaga suhu secara otomatis yang dilengkapi dengan sensor kelembaban tanah dan sensor suhu serta menggunakan arduino sebagai pengendali. Manfaat yang didapat dari alat ini adalah dapat mempermudah dalam perawatan tanaman seledri. Alat ini menggunakan sensor LM35 dan sensor YL-69 yang berfungsi sebagai pendeteksi suhu dan kelembaban tanah dan mengirim perintah pada arduino untuk menghidupkan atau mematikan pompa dan kipas sesuai kebutuhan. Pembuatan tugas akhir ini dilakukan dengan merancang, membuat dan mengimplementasikan komponen-komponen yang meliputi arduino sebagai pengendali, relay untuk memnghidupkan atau mematikan kipas dan pompa, LCD (liquid Crystal Display) untuk nmenampilkan nilai dari kedua sensor, sensor kelembaban dan sensor suhu untuk membaca nilai kelembaban dan suhu, pompa dan kipas sebagai output serta panel surya sebagai sumber energi listrik yang digunakan untuk menghidupkan program. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa alat yang dibuat dapat berfungsi dengan baik, jika nilai kelembaban >75% pompa mati dan jika kelembaban <65% maka pompa akan hidup, jika sensor suhu > 42C maka kipas akan hidup dan jika suhu sudan mencapai <23C maka kipas secara otomatis akan mati.Kata Kunci: Kelembaban, Suhu, Sistem kontrol, Seledri, Arduino
Studi Analisa Evaluasi Beban Terhadap Arus Netral dan Losses Transformator Distribusi Area Crusher Di PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Mohamad Ali Dimyati; Muhammad Taqiyyuddin Alawiy; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 6, No 1 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.58 KB)

Abstract

Ketidakseimbangan beban pada suatu sistem distribusi tenaga listrik selalu terjadi, Dalam pembebanan transformator diharapkan nilai beban di masing-masing fasa adalah seimbang. Namun apabila terjadi ketidakseimbangan beban, maka ketidakseimbangan beban yang diijinkan adalah kurang dari 5% (menurut standard IEC). Akibat ketidakseimbangan beban tersebut timbullah arus di netral trafo. Arus yang mengalir di netral trafo ini menyebabkan terjadinya losses (rugi-rugi), yaitu losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral trafo dan losses akibat arus netral yang mengalir ke tanah.Setelah dianalisis dalam keadaan operasi maupun tidak operasi, persentase pembebanan yang paling besar terdapat pada ER 1 yaitu 34.4 %, dan diperoleh ketidakseimbangan beban yang terbesar pada ER 9A yaitu 4% (standard IEC dibawah 5%) , dan losses pada transformator rata-rata dibawah 3x10-4 Kwatt dan dapat di pastikan persentase nya juga nilainya pasti sangat kecil. Diharapkan losses yang timbul kecil pula yang berdampak terhadap efektifitas dan efisiensi transformator serta peralatan listrik yang ada di Area Crusher PT. Semen IndonesiaKata kunci : Ketidakseimbangan, Transformator, Losses
SISTEM ALIR LARUTAN NUTRISI DAN PENGATUR PH AIR OTOMATIS PADA TANAMAN HIDROPONIK MENGGUNAKAN SOLAR CELL BERBASIS IOT Iftitah Choiron Lana; M Jasa Afroni; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 10, No 1 (2019): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidroponik merupakan teknik bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah. Teknik hidroponik ini dianggap lebih efisien dan ramah lingkungan. Untuk itu peneliti membuat alat yang bertujuan untuk mengatur sistem alir larutan nutrisi dan pH air secara otomatis untuk memudahkan petani. Pengaliran nutrisi dirancang agar larutan nutrisi berada pada angka 1050-1400 ppm dengan mengendalikan pompa yang berisi nutrisi. Untuk pegaturan nutrisi dirancang agar nilai pH berada pada kisaran 5,5-6.5. Dalam pembuatan alat ini komponen yang digunakan meliputi raspberry sebagai pusat kontrol, relay untuk menghidupkan pompa yang menuju bak penampungan dan rangkaian hidroponik, sensor EC(Electrical conductivity) sebagai pendeteksi larutan nutrisi, sensor pH untuk mendeteksi kadar keasaman air, sensor ultrasonik untuk mengetahui level air dan solar cell sebagai sumber energi listrik dalam pengoperasian alat ini serta thingspeak sebagai monitoring jarak jauh dari hasil data yang dimiliki raspberry. Dari hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa alat bekerja dengan baik. Nutris kurang dari setpoint 1050 PPM maka pompa nutrisi menyala untuk memberi nutrisi. Penambahan nutrisi membuat nilai naik menjadi 1400 PPM. Untuk kadar keasaman sesuai dengan set point yang dibuat sehingga tidak perlu menambah pH.Kata Kunci: Hidroponik, Nutrisi, IoT, pH, Raspberry pi
PROTOTIPE SISTEM PORTABLE ROOM COOLER MENGGUNAKAN ELEMEN PELTIER BERBASIS ARDUINO UNO R3 Abdul Rozaq; M. Jasa Afroni; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 13, No 1 (2021): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.291 KB)

Abstract

Sistem pendingin memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat terutama pada wilayah iklim tropis. Pada konsidi saat ini penggunaan pendingin mayoritas digunakan pada setiap rumah dan kendaraan. Sebagian pendingin menggunakan zat Refrigeran jenis gas Freon yang berdampak buruknya iklim serta lingkungan (pemanasan global) atau rusaknya lapisan atmosfir terluar bumi yaitu ozon.Peneliti mengembangkan teknologi yang dihasilkan dari efek peltier untuk digunakan sebagai sistem pendingin portable ramah lingkungan menggunakan kontrol pengaturan berbasis mikrokontroler jenis Arduino UNO dengan input control berupa Keypad serta dapat dimonitoring melalui LCD. hasil pengujian alat terhadap pembacaan suhu ruangan, didapatkan bahwa pengaplikasian sensor DS18B20 terhadap deteksi suhu ruangan menghasilkan nilai suhu sebesar 21,31oC saat setpoint 20 oC, suhu sebesar 22,94 oC saat setpoint 23 oC, dan suhu sebesar 24,44 oC saat setpoint 25 oC.
PEMBUATAN PENGERING PAKAIAN MENGGUNAKAN ARDUINO MEGA 2560 Umrotin Hamidah; Sugiono Sugiono; Bambang Minto Basuki
SCIENCE ELECTRO Vol 11, No 1 (2019): SCIENCE ELEKTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.016 KB)

Abstract

Aktifitas mengeringkan pakaian merupakan kebutuhan sehari-hari setiap orang dan sangat bergantung kepada sinar matahari dalam prosesnya. Adanya iklim yang tidak menentu dikarenakan berbagai faktor menyebabkan tidak menentunya cuaca yang terjadi seriap hari mengakibatkan intensitas sinar matahari tidak terprediksi sehingga menghambat aktifitas pengeringan pakaian setiap orang. Seiring dengan kondisi tersebut maka diperlukan sebuah alat untuk mengeringkan pakaian tanpa melihat indikator sinar matahari dan juga lebih cepat dalam proses pengeringan. Penelitian ini membuat alat pengering pakaian dengan menggunakan Arduino Mega 2560 merupakan salah satu mikrokontroler yang dapat di beri logika program secara mudah. Dengan menggunakan Arduino Mega 2560 dan rangkaian alat pendukung lain sebagai komponen pembuat alat pengering memungkinkan untuk membuat alat yang lebih efisien dan juga lebih mudah digunakan.Kata kunci: Arduino mega 2560, pengering, internet of things
MODEL SISTEM PENDETEKSI KUALITAS DAN BERAT TELUR AYAM HORN BERBASIS NodeMCU ESP8266 TERINTREGASI IoT (Internet of ThingS) Moh Robit Fuadil Fathoni; Sugiono Sugiono; Oktriza Melfazen
SCIENCE ELECTRO Vol 13, No 3 (2021): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.026 KB)

Abstract

Pemilihan telur yang dilakukan oleh peternak saat ini masih menggunakan cara manual, yakni dengan menerawang telur menggunakan lampu senter dan sinar matahari. Dalam penelitian ini, kualitas telur diketahui dengan menggunakan sensor LDR. Untuk mengetahui berat dari telur menggunakan sensor Load cell yang terintergari dengan Internet of Things menggunakan aplikasi Blynk pada smartphone untuk menunjukkan hasil dari suatu telur. Hasil dari penelitian ini jika Indikator telur baik ditunjukkan pada aplikasi Blynk dengan nilai 0-999 bit dan telur buruk 1000-1023 bit. Tingkat keberhasilan pada pembacaan berat telur 95.74% dan pembacaan nilai ADC 98.39%.