Articles
Media Digital Dalam Pembelajaran Untuk Mendukung Keterampilan Abad 21 di SMP Plus Miftahul Falah Kuningan
Handayani Handayani;
Ilah Nurlaelah;
Ina Setiawati;
Nanda Wildani;
Diana Rahmah F
Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61132/pandawa.v2i3.805
This activity aims to enhance the knowledge of teachers at SMP Plus Miftahul Falah in utilizing digital media and AI-based applications to aid the learning process, develop teaching materials, create assessment tools, and design learning resources. The rapid advancement of digital learning media and AI-based applications underscores the importance for teachers to acquire knowledge about their usage. The utilization of this technology serves as support for 21st-century skills. The target beneficiaries of this community service are the teachers of SMP Plus Miftahul Falah. To achieve this objective, the community service method includes counseling, demonstrations, and training on the use of digital media in education. This activity encourages teachers to harness technology according to their needs to improve the quality of education while also developing 21st-century skills.
Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah bagi Guru SD: Meningkatkan Kompetensi Menulis untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan
Arrofa Acesta;
Ina Setiawati;
Metti Triariani;
Julianah;
Farid Ridwan
Journal of Innovation and Sustainable Empowerment Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25134/jise.v3i2.111
Penulisan karya ilmiah merupakan keterampilan esensial bagi guru untuk mendukung pengembangan pengetahuan profesional dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya pelatihan penulisan karya ilmiah bagi guru Sekolah Dasar (SD), serta dampaknya terhadap peningkatan kompetensi menulis guru dalam konteks pendidikan dasar. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah kajian pustaka dengan analisis deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan penulisan karya ilmiah tidak hanya meningkatkan keterampilan guru dalam menulis secara akademis, tetapi juga meningkatkan kemampuan mereka dalam melakukan refleksi kritis terhadap praktik pembelajaran di kelas. Pelatihan yang terstruktur, didukung dengan bimbingan berkelanjutan, dapat menjadi kunci dalam menghasilkan guru yang mampu berkontribusi pada pengembangan ilmu pendidikan melalui karya tulis ilmiah.
Evaluasi Kemampuan Pedagogical Content Knowledge (PCK) Mahasiswa PPG Daljab Universitas Kuningan
Nurlaelah, Ilah;
Setiawati, ina;
Jejen Jaelani, Asep;
Apriliani, Alda;
Ayuning Tyas, Dwi
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 2 (2024): JGuruku: Jurnal Penelitian Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25134/jguruku.v2i2.357
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Pedagogical Content Knowledge (PCK) mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas Kuningan. PCK merupakan integrasi dari pengetahuan, konten dan pengetahuan pedagogis yang diperlukan bagi seorang guru untuk mengajarkan materi pelajaran secara efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui angket secara online. Subjek penelitian terdiri dari mahasiswa PPG sebanyak 63 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman PCK mahasiswa PPG Universitas Kuningan bervariasi. Pengetahuan mahasiswa PPG tentang PCK sudah menunjukkan penguasaan kategori baik dalam dimensi a) Pengetahuan tentang peserta didik dan karakteristiknya b) Pengetahuan tentang materi pelajaran dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. d) Pengetahuan tentang strategi pembelajaran. f) Pengetahuan tentang komunikasi dengan peserta didik. Sedangkan 3 dimensi PCK mahasiswa PPG dalam kategori sedang pada dimensi c) Pengetahuan tentang pengembangan kurikulum, e) Pengetahuan tentang pengembangan potensi peserta didik, f) Pengetahuan tentang penilaian dan evaluasi. Rata-rata nilai tertinggi ada pada dimensi a yaitu Pengetahuan tentang peserta didik dan karakteristiknya dan rata-rata nilai terendah adalah dimensi f yaitu Pengetahuan tentang penilaian dan evaluasi. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan dalam kurikulum PPG untuk meningkatkan kompetensi pedagogis mahasiswa khusunya peningkatan kemampuan penilaian/ evaluasi dalam kurikulum PPG berikutnya. Kata kunci: Pedagogical Content Knowledge; Evaluasi, Kemampuan Mahasiswa Profesi Guru Evaluation of Pedagogical Content Knowledge (PCK) Skills of PPG Daljab University of Kuningan Students ABSTRACT This study aims to evaluate the Pedagogical Content Knowledge (PCK) of students of the Teacher Professional Education Program (PPG) at the University of Kuningan. PCK is an integration of knowledge, content and pedagogical knowledge that is necessary for a teacher to teach subject matter effectively. The research method used is quantitative descriptive with data collection through online questionnaires. The research subjects consisted of PPG students as many as 63 respondents. The results of the study showed that the level of understanding of PCK by PPG students at Kuningan University varied. PPG students' knowledge of PCK has shown mastery of categories both in the dimensions of a) Knowledge of students and their characteristics b) Knowledge of subject matter and educational learning principles. d) Knowledge of learning strategies. f) Knowledge of communication with students. Meanwhile, the 3 dimensions of PCK for PPG students are in the medium category in the dimensions c) Knowledge of curriculum development, e) Knowledge of student potential development, f) Knowledge of assessment and evaluation. The highest average score is in dimension a, namely Knowledge about students and their characteristics, and the lowest average score is dimension f, namely Knowledge about assessment and evaluation. This finding indicates the need for strengthening the PPG curriculum to improve the pedagogical competence of students, especially the improvement of assessment/evaluation skills in the next PPG curriculum. Keywords: Pedagogical Content Knowledge; Evaluation, Ability of Teacher Professional Students
Pelatihan Keterampilan Membuat Produk Berorientasi STEM bagi Siswa SMA Luragung
Setiawati, Ina;
Widiantie, Rahma;
Nurlaelah, Ilah;
Hindriana, Anna Fitri
ARRUS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35877/454RI.abdiku2899
Tujuan utama dari pelaksanaan kegiatan Pengabdian ini yaitu meningkatkan pemahaman siswa SMA Luragung tentang konsep-konsep STEM melalui aktivitas project berbasis proyek, serta mengembangkan keterampilan praktis siswa dalam merancang dan membuat produk berorientasi STEM, seperti membuat sabun dari abahn alamai ataupun dari limbah rumah tangga, membuat produk ekoenzim dari sampah organik, Ada beberapa metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan PkM ini diantaranya; observasi, pelatihan terstruktur, penggunaan teknologi, monitoring dan evaluasi. Kegiatan project berbasis STEM yang dilaksanakan pada pengabdian Masyarakat ini memberikan hasil yang efektif dalam memfasilitasi siswa secara akademis maupun sofskill mereka. Sebanyak 75% siswa sudah mampu melakukan aktivitas project dan membuat produk berorientasi STEM dengan baik, namun 25% siswa masih terkendala dalam hal waktu mengerjakan project serta membuat produk tersebut. Aktivitas project berbasis STEM ini membantu siswa-siswa dalam melatih keterampilan merancang project, keterampilan berkomunikasi serta kreativitas siswa dalam membuat produk yang bermanfaat serta memiliki nilai jual dimasyarakat.
MARZANO'S INSTRUCTIONAL STRATEGIES: FOSTERING INFORMATION ANALYSIS AND PROCESSING SKILLS OF PLANT ANATOMY IN TEACHER EDUCATION
Hindriana, Anna Fitri;
Gello, Behailu Merdekios;
Setiawati, Ina;
Handayani, Handayani;
Pratami, Alin Rizki
EDUSAINS Vol 17, No 1 (2025): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/es.v17i1.45268
AbstractThis study proposes a design for a Plant Anatomy course by adapting Marzano's instructional framework to develop students’ information analysis and processing skills. The focus of the Plant Anatomy course is determined because it requires complex cognitive processing to integrate knowledge about plant tissue structure with changes in plant structure based on adaptation strategies in their habitat. This study employs a quantitative method, utilising information analysis ability tests and process skills tests as its instruments. The data were analysed descriptively using an assessment rubric. The design is then tested on 106 undergraduate students in Biology Education taking the Plant Anatomy course during data collection at a university in West Java, Indonesia. The results showed that the Marzano-based plant anatomy course design could facilitate students' information analysis and processing skills due to a conducive learning environment, the utilisation of prior knowledge, the development of thinking potential, the delivery of meaningful information, contextual learning, and cooperative learning. This study further proposes using this design when studying materials with a high concept interconnection.Abstrakkerangka pembelajaran Marzano guna mengembangkan keterampilan analisis dan pemrosesan informasi mahasiswa. Fokus pada mata kuliah Anatomi Tumbuhan dipilih karena materi ini memerlukan pemrosesan kognitif yang kompleks untuk mengintegrasikan pengetahuan tentang struktur jaringan tumbuhan dengan perubahan struktur tumbuhan berdasarkan strategi adaptasi di habitatnya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dan instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan analisis informasi dan tes keterampilan proses. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan rubrik penilaian. Desain ini kemudian diuji pada 106 mahasiswa program sarjana Pendidikan Biologi yang mengambil mata kuliah Anatomi Tumbuhan selama pengumpulan data di sebuah universitas di Jawa Barat, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain pembelajaran Anatomi Tumbuhan berbasis Marzano dapat memfasilitasi keterampilan analisis dan pemrosesan informasi mahasiswa melalui lingkungan belajar yang kondusif, pemanfaatan pengetahuan awal, pengembangan potensi berpikir, penyampaian informasi yang bermakna, pembelajaran kontekstual, dan pembelajaran kooperatif. Penelitian ini lebih lanjut mengusulkan agar desain ini digunakan dalam mempelajari materi yang memiliki keterkaitan konsep yang tinggi.
Pengembangan Kompetensi Guru dalam Menghadapi Program Merdeka Belajar
Hindriana, Anna Fitri;
Setiawati, Ina;
Solihin, Nana;
Sholikah, Maratus
Empowerment Vol. 4 No. 03 (2021): empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25134/empowerment.v4i03.4955
Teachers, as the primary educators, determine the effectiveness of the educational system in developing students' competencies in meeting the competitive demands of the twenty-first century. However, when conducting learning activities, teachers should be supported by the ability to develop learning tools that aid in the achievement of learning objectives. Teachers are required to develop lesson plans that are aligned with the assessment process in relation to the merdeka belajar (freedom of learning) program. Accordingly, this community service program aims to socialize the principles of merdeka belajar as well as the significance of aligning lesson plans with assessment instruments. In doing so, this program will train science teachers in the principle of merdeka belajar in classroom learning and assesment process and assist teacher in assisting teachers in designing lessson plan and assessment instrument in acordance with merdeka belajar. As a result, teachers will gain a better understanding of the merdeka belajar priciples as well as the ability to apply the merdeka belajar principle in the classroom by developing high-quality lesson plans and assessment tools. Guru merupakan pendidik utama dalam mengembangkan keterampilan siswa menghadapi abad 21, serta berperan dalam mengimplementasikan program merdeka belajar untuk mempersiapkan peserta didik memiliki keterampilan yang dibutuhkan di abad 21. Keberhasilan pendidikan di sekolah tergantung pada kesiapan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran agar tercapai tujuan pembelajaran. Dengan digulirkannya program “merdeka belajar” diperlukan penyesuaian perangkat pembelajaran terutama dalam mempersiapakn rencana pembelajaran dan instrumen penilaian yang selaras. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk memberikan pengetahuan tentang merdeka belajar dan prinsip-prinsip pelaksanaannya serta pemahaman pentingnya keselarasan antara rencana pembelajaran instrumen penilaian untuk mendukung program merdeka belajar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini; 1) pelatihan kepada guru IPA tentang prinsip-prinsip program merdeka belajar dalam proses pembelajaran dan asesmen di kelas, 2) pendampingan pembuatan rancangan pembelajaran dan alat instrumen penilaian sesuai dengan program merdeka belajar bagi guru-guru IPA. Hasil yang dicapai adalah peningkatan pemahaman guru-guru IPA tentang program merdeka belajar dan implementasi dalam proses pembelajaran serta peningkatan kualitas rancangan pembelajaran dan instrumen penilaian berbasis program merdeka belajar.
Pengembangan Kompetensi Guru dalam Mengimplementasikan Pengembangan Projek Profil Pelajar Pancasila
Hindriana, Anna Fitri;
Abidin, Zaenal;
Arif, Asep Ginanjar;
Setiawati, Ina;
Aziz, Abdul
Empowerment Vol. 6 No. 03 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25134/empowerment.v6i03.8887
The implementation of Kurikulum Merdeka is a policy to restore the learning process after the Covid-19 pandemic. The aim of the Kurikulum Merdeka is not only to develop student intelligence but also to develop student character in accordance with the values in Pancasila. The characters is developed through the project of Pancasila Student Profile (In Indonesian: Pengembangan Projek Profil Pelajar Pancasila - P5). The P5 requires a deep understanding of the notion of P5, the theme in P5 implementation, and the method to develop P5 modules. Building on the necessity for the project implementation, this community service aims to provide knowledge about the implementation of P5 and assistance in developing P5 modules. The activity in the community service includes 1) teacher training on the principles of Pancasila student profile development in the implementation of P5, and 2) further assistance in developing P5 module, especially in the relation between the themes, the flow of activities, reflection process and evaluation process. The results of the activities were observed in the increase in teachers' understanding of the implementation of P5 and the improvement in the quality of the P5 module designImplementasi kurikulum merdeka merupakan suatu kebijakan untuk melakukan pemulihan pembelajaran setelah masa pandemi covid-19. Implementasi kurikulum merdeka tidak hanya bertujuan mengembangkan kecerdasan siswa saja namun juga mengembangkan karakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, pengembangan karakter yang sesuai dengan nilai – nilai Pancasila dapat dilakukan melalui kegiatan Pengembangan Projek Profil Pelajar Pancasila (P5). Implementasi P5 memerlukan pemahaman yang mendalam terhadap pemahaman P5, penentuan tema dalam pelaksanaan P5, dan pengembangan modul P5. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang implementasi P5 dan pendampingan pengembangan modul P5. Metode dalam kegiatan ini adalah 1) pelatihan kepada guru-guru tentang prinsip-prinsip pengembangan profil pelajar pancasila pada implementasi P5, dan 2) pendampingan pengembangan modul P5 terutama keterkaitan antara tema, alur kegiatan, refleksi dan evaluasi. Hasil yang dicapai adalah peningkatan pemaham guru-guru terhadap implementasi P5 serta peningkatan kualitas rancangan modul P5.
Implementasi Asesmen Autentik Berbasis Literasi Numerasi dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Hindriana, Anna Fitri;
Abidin, Zaenal;
Setiawati, Ina;
Wibowo, Jayaman
Empowerment Vol. 7 No. 02 (2024): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25134/empowerment.v7i02.10172
Pelaksanaan asesmen autentik berbasis literasi dan numerasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengaplikasikan pengetahuannya dalam kehidupan nyata. Pengembangan instrumen asesmen autentik berbasis literasi numerasi memerlukan perubahan mindset baik dalam melaksanakan proses penilaian maupun dalam proses pembelajaran IPA. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pendampingan pengembangan asesmen autentik berbasis literasi dan numerasi. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakai ini adalah metode pelatihan dan pendampingan mengenai pemahaman konsep dasar asesmen autentik, konsep dasar literasi numerasi, indikator literasi numerasi serta cara mengintegrasikan pelaksanaan asesmen autentik menggunakan indikator litersi dan numerasi baik pada ranah pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman tentang konsep dasar asesmen autentik , pemahaman tentang konsep dasar literasi dan numerasi, implementasikan asesmen autentik berbasis literasi dan numerasi pada pembelajaran IPA dan self efficacy dalam merancang dan melaksanakan asesmen yang relevan dengan literasi dan numerasi.
Workshop of Assessment Development in Curriculum Merdeka : Pelatihan Pengembangan Asesmen pada Kurikulum Merdeka
Hindriana, Anna Fitri;
Abidin, Zaenal;
Setiawati, Ina
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35877/454RI.mattawang2678
Implementation of Curriculum Merdeka involves a shift in teachers’ mindset on assessment development which orientates to facilitating Students development of learning. For that reason, the development of assesment instrument requires abilities to determine assessment method in accordance with indicator of achievement standard in cognitive, psychomotor, and affective domains. Considering the demand of the Curriculum Merdeka, the aim of this social service program is to train and assist teachers to develop assessment following the needs of the curriculum. The aim of program will be realised as a workshop for determining assessment method in Curriculum Merdeka and creating assessment rubric for cognitive, psychomotor and affective aspects. The output of the program shows an increase in teachers’ understanding about choosing the proper assessment method as well as an increase in the quality of assessment rubric leading to proper assessment of students learning development. Abstrak Implementasi kurikulum merdeka memerlukan perubahan mindset guru dalam mengembangkan asesmen yang dapat memfasilitasi perkembangan belajar peserta didik. Pengembangan instrumen penilaian memerlukan pemahaman yang mendalam terutama dalam menentukan metode penilaian yang sesuai dengan indikator capaian pembelajaran baik pada aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikanpengetahuan dan pendampingan dalam mengembangkan asesmen pada kurikulum merdeka. Metode dalam kegiatan ini adalah pelatihan penentuan metode asesmen dalam kurikulum merdeka dan pendampingan pembuatan rubrik penilaian untuk aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap. Hasil pelatihan menunjukan adanya peningkatan pemahaman guru dalam memilih metode asesmen yang tepat sesuai dengan capaian pembelajaran dan proses pembelajaran, serta kualitas rubrik penilaian yang dapat menilai perkebangan belajar peserta didik.
Relevansi dan Respons Pendidikan Muhammadiyah terhadap Tantangan Era Disrupsi Digital: Sebuah Kajian Sistematis
Setiawati, Ina;
Abdul Hakim, Sudarnoto;
Sari, Zamah;
Dwi Fajri, Muhamad
Paedagogie: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 6 No. 02 (2025): Paedagogie: Journal of Education and Islamic Studies
Publisher : Muttaqien Publishing, Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAI DR. KH. EZ. Muttaqien Purwakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52593/pdg.06.2.03
The era of disruption presents significant challenges for the world of education, particularly in curriculum relevance, learning innovation, and technology integration. As Indonesia's largest Islamic educational institution, Muhammadiyah possesses distinctive characteristics that respond to these dynamics. This study aims to identify and synthesise findings from scholarly literature regarding the relevance of Muhammadiyah education in addressing educational challenges in the disruption era through a Systematic Literature Review (SLR) approach. Regarding the PRISMA guidelines, 38 articles meeting the inclusion criteria were thematically analysed. The results indicate that Muhammadiyah education has developed innovative strategies in strengthening Islamic values-based and technology-integrated curricula, transformational leadership, and social empowerment. However, several implementation challenges remain, such as digital gaps and the need for teachers' technology literacy training. This SLR concludes that Muhammadiyah education holds strong adaptive potential but requires systemic and collaborative reinforcement to address future challenges sustainably.