Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

EDUKASI BUDAYA 5S (SENYUM, SAPA, SALAM, SOPAN, SANTUN) DALAM MENINGKATKAN KARAKTER ANAK USIA SEKOLAH Warsini Warsini; Budi Kristanto; Sri Aminingsih; Tunjung Sri Yulianti
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v3i1.319

Abstract

Persoalan karakter merupakan suatu persoalan yang mendasar dan penting. Secara eksplisit pendidikan karakter merupakan amanat UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Permasalahan yang ada adalah banyak pihak yang menuntut peningkatan intensitas dan kualitas pelaksanaan pendidikan karakter pada lembaga pendidikan formal berdasarkan fenomena sosial yang muncul yaitu kenakalan remaja dalam masyarakat. Tujuan program meningkatkan karakter anak sehingga lebih baik melalui pembudayaan 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun) sehingga diharapkan sejak kecil anak-anak sudah tertanam karakter yang baik. Solusi yang ditawarkan meliputi edukasi tentang 5S dan penerapan budaya 5S selama jam sekolah berlangsung. Hasil kegiatan yang didapatkan adalah peningkatan pemahaman para siswa tentang budaya 5S. Luaran yang diharapkan adalah publikasi pada jurnal pengabdian kepada masyarakat nasional ber-ISSN.   Kata kunci: anak sekolah, budaya, karakter, pendidikan, sikap   The issue of character is a fundamental and important issue. Character education is explicitly mandated by Law No. 20 of 2003 concerning the National Education System which emphasizes that national education functions to develop abilities and shape the character and civilization of a dignified nation in order to educate the life of the nation and to develop the potential of students to become human beings who believe and are devoted to God. God Almighty, noble, healthy, knowledgeable, capable, creative, independent and a democratic and responsible citizen. The problem that exists is that many parties are demanding an increase in the intensity and quality of the implementation of character education in formal education institutions based on emerging social phenomena, namely juvenile delinquency in society. The aim of the program is to improve children's character so that it is better through cultivating 5S (Smile, Greet, Greeting, Polite, Courteous) so that it is hoped that from childhood children will have good character instilled. The solutions offered include education about 5S and the implementation of 5S culture during school hours. The results of the activities obtained were an increase in students' understanding of 5S culture. The expected output is publication in an ISSN community service journal.   Keywords: attitude, character, culture, education, children
PERSEPSI IBU HAMIL TENTANG VAKSIN COVID-19 TERHADAP PELAKSANAAN VAKSINASI COVID-19 Warsini Warsini; Ditya Yankusuma Setiani; Ratna Indriati
KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2024): KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Kosala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/kjik.v12i1.333

Abstract

Latar Belakang: kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo tahun 2021 mencapai 12.350 dan terus mengalami penambahan jumlah. Dari jumlah tersebut terdapat 168 kasus positif Covid-19 pada ibu hamil. Tingginya angka kejadian tersebut menunjukkan bahwa ibu hamil perlu mendapatkan prioritas pemberian vaksin Covid-19. Kondisi fisiologis dan psikologis ibu hamil sering kali mengalami perubahan sehingga menimbulkan penurunan fungsi dari imunitas ibu dan dapat menyebabkan ibu hamil rentan untuk terinfeksi Covid-19. Kondisi ini dapat memunculkan kecemasan akan dampak dan efek samping yang timbul paska pemberian vaksinasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan persepsi ibu hamil tentang vaksinasi Covid-19 dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di masa pandemi Covid-19. Subjek dan Metode: jenis penelitian ini analitik korelasional dengan desain cross sectional untuk mengetahui hubungan persepsi ibu hamil dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.  Subyek pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan dengan usia kehamilan 13-33 minggu pada bulan Januari – Februari 2023 dengan sampel yang diambil adalah total sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisa bivariat yaitu uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas persepsi responden tentang vaksin Covid-19 adalah positif yaitu 25 responden (61%) dan 16 responden mempunyai persepsi negatif (39%). Mayoritas responden melaksanakan vaksinasi Covid-19 yaitu 39 responden (95%) dan hanya 2 responden yang tidak melaksanakan vaksinasi Covid-19 (5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat  hubungan yang secara statistik signifikan antara persepsi tentang vaksin Covid-19 dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 (OR = 1,6 CI 95% 0,93 - 27,547; p=0,744). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat  hubungan yang secara statistik signifikan antara persepsi tentang vaksin Covid-19 dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 (OR = 1,6 CI 95% 0,93 - 27,547; p=0,744).   Kata kunci: ibu hamil, kecemasan, persepsi, vaksin Covid-19   Background: positive cases of Covid-19 in Sukoharjo Regency in 2021 reached 12,350 and the number continues to increase. Of this number, there were 168 positive cases of Covid-19 in pregnant women. The high incidence rate shows that pregnant women need to receive priority for the Covid-19 vaccine. The physiological and psychological conditions of pregnant women often change, resulting in a decrease in the function of the mother's immunity and can make pregnant women vulnerable to Covid-19 infection. This condition can give rise to anxiety about the impacts and side effects that arise after vaccination. This research aims to determine the relationship between pregnant women's perceptions about Covid-19 vaccination and the implementation of Covid-19 vaccination during the Covid-19 pandemic. Subjects and Methods: This type of research is correlational analytical with a cross sectional design to determine the relationship between pregnant women's perceptions and the implementation of Covid-19 vaccination. The subjects in this study were all pregnant women who underwent pregnancy checks with a gestational age of 13-33 weeks in January – February 2023 with the total sampling taken. The collected data was analyzed using bivariate analysis, namely the Chi Square test. The results of this research show that the majority of respondents' perceptions about the Covid-19 vaccine are positive, namely 25 respondents (61%) and 16 respondents have negative perceptions (39%). The majority of respondents carried out the Covid-19 vaccination, namely 39 respondents (95%) and only 2 respondents did not carry out the Covid-19 vaccination (5%). The results of bivariate analysis showed that there was no statistically significant relationship between perceptions about the Covid-19 vaccine and the implementation of Covid-19 vaccination (OR = 1.6 CI 95% 0.93 - 27.547; p=0.744). The conclusion of this study is that there is no statistically significant relationship between perceptions about the Covid-19 vaccine and the implementation of Covid-19 vaccination (OR = 1.6 CI 95% 0.93 - 27.547; p=0.744).   Keywords: anxiety, Covid-19 vaccine, perception, pregnant women
Pengembangan Bahan Ajar Berdasarkan Pendekatan RME Ditinjau dari Gaya Belajar Peserta Didik Kelas VI SD Warsini, Warsini; Munadi, Munadi; Paridjo, Paridjo
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1549

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan media pembelajaran berupa bahan ajar materi operasi bilangan bulat berdasarkan pendekatan RME ditinjau dari gaya belajar peserta didik sekolah dasar kelas enam SDN di Gugus Bahari Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan  Research and Development. Metode penelitian Research and Development yang digunakan adalah model yang dikembangkan oleh Borg & Gall. Uji coba pertama adalah uji coba awal untuk mengetahui kelayakan produk sebelum uji coba lapangan utama, dan diperoleh hasil bahan ajar memenuhi kriteria kelayakan dengan kategori “Sangat Baik” yang didapat dari hasil angket respon guru memperoleh skor 324 dan masuk ke dalam kategori “Sangat Setuju” dan observasi respon peserta didik memperoleh skor 4689 dan masuk kategori “Sangat Setuju”.  Selanjutnya adalah uji coba lapangan operasional, hal ini dibuktikan dengan hasil uji t- test independen dengan hasil lebih kecil dari 0,05 yaitu nilai sig 0,001 yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap tersimulusnya hasil belajar peserta didik.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI BANGUN DATAR MELALUI STRATEGI CARDSORT Warsini, Warsini
Jurnal Dikdas Bantara Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/dikdasbantara.v5i1.2222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk:Meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi bangun datar  siswa kelas I SDN Sukoharjo 01 Semester II Tahun pelajaran 2018/2019 melalui strategi Cardsort. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan di kelas I SDN Sukoharjo 01 Semester II Tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian dilaksanakan selama 5 bulan yaitu pada bulan Februari sampai bulan Juni 2019. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus tindakan. Tehnik Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan tehnik observasi yang menggunakan beberapa cara yaitu: dokumentasi, tes dan observasi aktivitas siswa. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan sebagai berikut: Melalui pembelajaran strategi Cardsort dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada materi bangun datar  pada siswa kelas I SDN Sukoharjo 01 Semester II Tahun pelajaran 2018/2019. Peningkatan dari kondisi awal ke siklus II, nilai rata-rata hasil belajar siswa kondisi awal 66 menjadi  83 meningkat sebanyak 13.  Persentase tuntas belajar klasikal pada kondisi awal 60% menjadi 100% meningkat sebanyak 40%. Kata Kunci: Hasil Belajar, Bangun Datar,  Strategi Cardsort
Faktor – Faktor yang Berpengaruh terhadap Pengambilan Keputusan Vaksinasi HPV Warsini, Warsini; Septiawan, Catur
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 11 No 02 (2021): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Sek
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jiki.v11i02.918

Abstract

Masih kurangnya kesadaran Wanita Usia Subur (WUS) terkait pencegahan kanker serviks.Vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) merupakan bentuk pencegahan primer kanker serviks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besarannya peran tenaga kesehatan, peran keluarga, pengetahuan, persepsi, self efficacy dan self esteem tentang pengambilan keputusan melakukan vaksinasi HPV dalam mencegah ca serviks di wilayah kerja Puskesmas Cinere Kota Depok tahun 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang menggunakan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 80 WUS sebagai responden. Metode analisis yang digunakan adalah structural equation model (SEM) menggunakan SmartPLS dan SPPS. Hasil pengujian hipotesis temuan penelitian yaitu peran tenaga kesehatan (19,21%), peran keluarga (11,98%), pengetahuan (19,68%), persepsi (5,60%), self efficacy (22,14%) dan self esstem (5,52%). Pengaruh langsung pengambilan keputusan WUS melakukan vaksinasi HPV 84,13% sedangkan pengaruh tidak langsung sebesar 1,00% serta pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung sebesar 85,13%. Self efficacy faktor yang sangat dominan mempengaruhi pengambilan keputusan melakukan vaksinasi HPV. Semakin baik self efficacy yang disampaikan kepada WUS maka akan semakin baik pula pengambilan keputusuan wus dalam melakukan vaksinasi HPV. Saran penelitian ini bagi bidan wilayah kerja puskesmas cinere, terutama peran petugas kesehatan, agar meningkatkan komunikasi, informasi, edukasi secara lebih intensif terlebih terkait vaksinasi HPV.
EDUKASI BUDAYA 5S (SENYUM, SAPA, SALAM, SOPAN, SANTUN) DALAM MENINGKATKAN KARAKTER ANAK USIA SEKOLAH Warsini, Warsini; Kristanto, Budi; Aminingsih, Sri; Sri Yulianti, Tunjung
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v3i1.319

Abstract

Persoalan karakter merupakan suatu persoalan yang mendasar dan penting. Secara eksplisit pendidikan karakter merupakan amanat UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Permasalahan yang ada adalah banyak pihak yang menuntut peningkatan intensitas dan kualitas pelaksanaan pendidikan karakter pada lembaga pendidikan formal berdasarkan fenomena sosial yang muncul yaitu kenakalan remaja dalam masyarakat. Tujuan program meningkatkan karakter anak sehingga lebih baik melalui pembudayaan 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun) sehingga diharapkan sejak kecil anak-anak sudah tertanam karakter yang baik. Solusi yang ditawarkan meliputi edukasi tentang 5S dan penerapan budaya 5S selama jam sekolah berlangsung. Hasil kegiatan yang didapatkan adalah peningkatan pemahaman para siswa tentang budaya 5S. Luaran yang diharapkan adalah publikasi pada jurnal pengabdian kepada masyarakat nasional ber-ISSN.   Kata kunci: anak sekolah, budaya, karakter, pendidikan, sikap   The issue of character is a fundamental and important issue. Character education is explicitly mandated by Law No. 20 of 2003 concerning the National Education System which emphasizes that national education functions to develop abilities and shape the character and civilization of a dignified nation in order to educate the life of the nation and to develop the potential of students to become human beings who believe and are devoted to God. God Almighty, noble, healthy, knowledgeable, capable, creative, independent and a democratic and responsible citizen. The problem that exists is that many parties are demanding an increase in the intensity and quality of the implementation of character education in formal education institutions based on emerging social phenomena, namely juvenile delinquency in society. The aim of the program is to improve children's character so that it is better through cultivating 5S (Smile, Greet, Greeting, Polite, Courteous) so that it is hoped that from childhood children will have good character instilled. The solutions offered include education about 5S and the implementation of 5S culture during school hours. The results of the activities obtained were an increase in students' understanding of 5S culture. The expected output is publication in an ISSN community service journal.   Keywords: attitude, character, culture, education, children
EDUKASI PENTINGNYA PEMERIKSAAN KEHAMILAN PADA IBU HAMIL RESIKO TINGGI Ditya Yankusuma Setiani; Warsini, Warsini; Indriati, Ratna; Sri Yulianti, Tunjung
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v3i2.340

Abstract

Kehamilan risiko tinggi merupakan keadaan yang dapat mempengaruhi optimalisasi ibu maupun janin pada kehamilan yang dihadapi. Pengetahuan ibu hamil tentang pemeriksaan kehamilan sangat penting guna mencegah komplikasi selama kehamilan. Kehamilan risiko tinggi tidak terjadi secara mendadak karena kehamilan dan efeknya terhadap organ tubuh berlangsung secara bertahap dan berangsur-angsur. Deteksi dini gejala dan tanda bahaya selama kehamilan merupakan upaya terbaik untuk mencegah terjadinya gangguan yang serius terhadap kehamilan ataupun keselamatan ibu hamil. Pemeriksaan kehamilan atau yang disebut dengan antenatal care (ANC) adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu hamil selama masa kehamilan guna mendeteksi kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik atau tidak. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil risiko tinggi tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin di wilayah kerja Puskesmas Jayengan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah ceramah dan tanya jawab. Metode ceramah bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil risiko tinggi. Metode tanya jawab bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta edukasi jika masih terdapat hal-hal yang belum dimengerti tentang materi yang disampaikan. Hasil dari pengabdian masyarakat ini sangat efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil risiko tinggi dibuktikan dengan hasil paired t-test terdapat perbedaan tingkat pengetahuan awal peserta sebesar 53,33 dan tingkat pengetahuan akhir sebesar 70,83 setelah dilakukan penyuluhandan dampaknya serta meningkatnya pengetahuan peserta tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan yang rutin pada ibu hamil risiko tinggi.   Kata kunci: edukasi, kehamilan, komplikasi kehamilan, pemeriksaan kehamilan, risiko tinggi kehamilan   High risk pregnancy is a condition that can affect the optimization of the mother and fetus in the pregnancy at hand. Pregnant women's knowledge about pregnancy checks is very important to prevent complications during pregnancy. High risk pregnancies do not occur suddenly because the pregnancy and its effects on the body's organs occur gradually and gradually. Early detection of symptoms and danger signs during pregnancy is the best effort to prevent serious disruption to pregnancy or the safety of pregnant women. Pregnancy examination or what is called antenatal care (ANC) is a health service provided to pregnant women during pregnancy to detect whether the mother and fetus are in good condition or not. This community service aims to increase the knowledge of high-risk pregnant women about the importance of routine pregnancy checks in the Jayengan Community Health Center working area. The methods used in community service activities are lectures and questions and answers. The lecture method aims to provide knowledge about the importance of pregnancy checks for high-risk pregnant women. The question and answer method aims to provide opportunities for educational participants if there are still things they do not understand about the material presented. The results of this community service are very effective in increasing pregnant women's knowledge about the importance of pregnancy checks for high-risk pregnant women as evidenced by the results of the paired t-test, there is a difference in the initial level of knowledge of participants of 53.33 and the final level of knowledge of 70.83 after counseling and its impact and increasing participants' knowledge about the importance of routine pregnancy checks for high-risk pregnant women.   Keywords: education, high risk pregnancy, pregnancy checks, pregnancy complications, pregnancy
The Relationship of Spiritual Health with the Quality of Life of Cancer Patients Warsini, Warsini; Yulianti, Tunjung Sri; Kristanto, Budi; Qomariah, Siti Nur; Orizani, Chindy Maria; Iswati, Iswati
Adi Husada Nursing Journal Vol 10 No 2 (2024): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/ahnj.v10i2.597

Abstract

The number of cancer patients is increasing from year to year, the low cure rate of cancer patients increasingly shows many influencing factors. For patients diagnosed with cancer, initial health conditions will decline. In this situation, it is necessary to fulfill the spiritual health needs of cancer patients to reduce the negative impact on the patient's quality of life. To deal with cancer disease management such as: chemotherapy, surgery, radiotherapy requires a good quality of life so as not to slow down the healing process. The purpose of this study was to explain the relationship between the fulfillment of basic spiritual health needs and the quality of life of cancer patients. This type of research is an observational analytic with a crosssectional design to determine the relationship between fulfilling basic spiritual health needs and the quality of life of cancer patients. The study population was cancer patients at the Indonesian Cancer Foundation, Cancer Patient Shelter and Patients at Dr. Moewardi Surakarta Hospital. The study sample size was 100 respondents who were taken using non-probability sampling technique type purposive sampling. The instrument used was a questionnaire and data analysis using the Pearson Chi Square test. The results showed that the majority of respondents' gender was female (65%), the majority of respondents' last education was elementary school or equivalent (49%), the majority of respondents' spiritual health was in the moderate category (68%) and the majority of respondents' quality of life was in the good category (69%). The results of the Pearson Chi Square test analysis showed that there was a statistically significant relationship between the fulfillment of basic human needs for spiritual health and the quality of life of cancer patients (p=0.018). The entire health team caring for patients with cancer should be able to fulfill the spiritual needs of patients as much as possible by involving support from the family.
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini Warsini, Warsini; Wardani, Yunistya Kusuma
KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Kosala
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Kosala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/jik.v7i1.163

Abstract

Background: IMD means the start of breastfeeding in the first hour after the baby is born. The implementation of IMD helps reduce poverty, reduce hunger and reduce child mortality. Although the benefits are very large, the coverage is still not optimal, which is less than the target of Healthy Indonesia 2010 at 80%. Objective: To find out what factors can influence the success of IMD in Kedunglumbu Village, Surakarta City. Subjects and Methods: Type of observational analytic study with crossectional design. The population of this study is mothers who have children aged 0-6 months in the Kedunglumbu area of Surakarta City in December 2018 to January 2019 with 32 being taken using saturated sampling techniques. Research Results: Most mothers were 29 years old, 5 mothers (15.6%), most of the mother's education levels were graduating from high school, as many as 27 mothers (44%), most of the mother's answer scores showed a good level of knowledge as many as 31 mothers ( 96.9%), most of the mothers did not work (IRT) as many as 16 mothers (50%), most of the mothers did not succeed in implementing IMD as many as 17 mothers (53.1%). The results of the analysis by Chi Square test showed that there was no relationship between the support of health workers and the success of IMD (p = 0.190), there was no relationship between family support and the success of IMD (p = 0.190), and there was no educational relationship with success in IMD (p = 0.340). Conclusion: There is no relationship between health worker support and the success of IMD (p = 0.190), there is no relationship between family support and the success of IMD (p = 0.190), and there is no educational relationship with the success of IMD (p = 0.340). Keywords: IMD, support, health personnel, family, education
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN POLA TIDUR PADA LANSIA Warsini, Warsini; Aminingsih, Sri
KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 9 No 2 (2021): KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Kosala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/kjik.v9i2.214

Abstract

Latar belakang : Saat ini Negara Indonesia sedang dilanda pandemi Covid-19 yang mengakibatkan perubahan baik secara fisik maupun psikologi, baik pada usia muda maupun pada lanjut usia. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik namun juga mempengaruhi kondisi mentalitas individu, termasuk pada golongan Lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas Lansia mengalami kecemasan di masa pandemi dengan mayoritas termasuk dalam kategori sedang (48,1%). Kondisi ini bukanlah hal yang dapat dianggap sederhana karena kecemasan dikhawatirkan dapat menimbulkan ketakutan hebat dan menetap pada Lansia sehingga dapat menimbulkan gangguan baik secara fisik maupun psikologis.Tujuan : Mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan pola tidur pada Lansia di Panti Wredha Widhi Asih.Subyek dan Metode : Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain korelasional melalui pendekatan crossectional. Populasi penelitian adalah semua Lansia di Panti Wredha Widhi Asih. Teknik sampling yang digunakan adalah jenuh. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman.Hasil : Skor tingkat kecemasan lansia paling banyak 4 dengan kategori ringan yaitu 19%. Namun demikian ditemukan pula lansia yang mendapatkan skor tingkat kecemasan 20 yaitu 4,8%. Pola tidur responden bervariasi, dilihat dari kuantitas tidurnya yaitu antara 5-9 jam dengan mayoritas kuantitas tidur paling sedikit 5-5,5 jam (4,8%) dan paling banyak 8 jam (38,1%). Hasil analisis uji korelasi Spearman menunjukkan korelasi antara tingkat kecemasan dengan pola tidur adalah tidak bermakna. Nilai korelasi Spearman sebesar -0,313 menunjukkan arah korelasi negatif dengan kekuatan korelasi lemah.Kesimpulan : Hubungan antara tingkat kecemasan dengan pola tidur adalah tidak bermakna. Nilai korelasi Spearman sebesar -0,313 menunjukkan arah korelasi negatif dengan kekuatan korelasi lemah.   Kata Kunci : kecemasan, lansia, pola tidur   Background: Currently, the State of Indonesia is being hit by the Covid-19 pandemic which causes changes both physically and psychologically, both at a young age and in the elderly. This condition not only has an impact on physical health but also affects the mental condition of individuals, including the elderly. The results showed that the majority of the elderly experienced anxiety during the pandemic with the majority being in the moderate category (48.1%). This condition is not something that can be considered simple because it is feared that anxiety can cause severe and permanent fear in the elderly so that it can cause disturbances both physically and psychologically.Objective: To determine the relationship between anxiety levels and sleep patterns in the elderly at the Wredha Widhi Asih Home.Subjects and Methods: This type of research is analytic observational with a correlational design through a cross-sectional approach. The population of the study were all the elderly at the Wredha Widhi Asih Nursing Home. The sampling technique used is saturated. Data analysis using Spearman Correlation Test.Result: The highest score of anxiety level is 4 (19%) in the mild category. However, the elderly who got a level 20 score of 4.8% were found. The respondent's sleep pattern varies, seen from the quantity of sleep, which is between 5-9 hours, with a minimum sleep quantity of 5-5.5 hours (4.8%) and a maximum of 8 hours (38.1%). The results of the Spearman correlation test analysis showed that the correlation between anxiety levels and sleep patterns was not significant. Spearman correlation value of -0.313 indicates the direction of negative correlation with weak correlation strength.Conclusion: the correlation between anxiety levels and sleep patterns is not significant. Spearman correlation value of -0.313 indicates the direction of negative correlation with weak correlation strength.   Keywords: anxiety, elderly, sleep pattern