Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENGARUH KOMBINASI PEMBERIAN OLAHAN PROTEIN HEWANI PADA MP-ASI DAN VISUAL MEDIA EDUCATION TERHADAP BERAT BADAN ANAK DENGAN STUNTING Warsini, Warsini; Aminingsih, Sri; Budi Kristanto
KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 12 No 2 (2024): KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Kosala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/kjik.v12i2.352

Abstract

Angka kejadian stunting di Indonesia tahun 2021 sebesar 24,4%, menurun pada tahun 2022 menjadi 21,6%. Meskipun menurun namun masih tergolong tinggi dibandingkan standar yang ditetapkan WHO (World Health Organization). Provinsi dengan angka stunting tertinggi di Pulau Jawa tahun 2022 adalah Jawa Tengah (20,8%), lebih tinggi dari Jawa Barat (20,2%), Banten (20%), DKI Jakarta (14,8%), Daerah Istimewa Yogyakarta (16,4%) dan Jawa Timur (19,2%). Stunting mempunyai dampak yang sangat merugikan karena dalam jangka pendek bisa menyebabkan gagal tumbuh dan hambatan perkembangan, serta jangka panjang menyebabkan menurunnya kapasitas intelektual, gangguan struktur dan fungsi saraf serta sel-sel otak yang permanen, menyebabkan kemampuan menyerap pelajaran di usia sekolah menurun sehingga berpengaruh pada produktivitasnya saat dewasa. Stunting meningkatkan terjadinya penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, hipertensi, jantung koroner dan stroke. Mengingat dampak buruk yang ditimbulkan maka kejadian stunting harus diturunkan sesuai standar WHO yaitu di bawah 20%, sehingga negara mentargetkan penurunan angka kejadian stunting sebesar 14% pada tahun 2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh kombinasi pemberian olahan protein hewani pada MP-ASI dan visual media education terhadap berat badan anak dengan stunting. Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan pre-post test design. Populasi penelitian ini adalah anak dengan stunting di wilayah kerja Puskesmas Jayengan Kota Surakarta dengan kategori BB/U kurang yaitu 9 responden dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan umur terbanyak adalah 2 tahun 3 bulan (22,2) dan 2 tahun 7 bulan (22,2%), jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (55,6%), pendidikan orang tua mayoritas adalah SMP  (44,4%), jumlah anak dalam keluarga terbanyak adalah 2 anak (55,6%), pendapatan orang tua anak sebagian besar di bawah UMR (66,7%). Hasil analisis uji Paired t-test menunjukkan rata-rata berat badan sesudah intervensi (Mean= 10,61; SD= 1,08) lebih besar daripada sebelum intervensi (Mean= 10,06; SD= 1,08), dengan Effect Size (Cohens’d)= 0,50, dan p=0,003. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian terapi kombinasi olahan protein hewani pada MP-ASI dan visual media education efektif untuk menambah berat badan sebagai indikator status gizi anak dengan stunting. Kata kunci: berat badan, MP-ASI, protein hewani, stunting, visual media education The incidence of stunting in Indonesia in 2021 was 24.4%, decreasing in 2022 to 21.6%. Although decreasing, it is still relatively high compared to the standards set by WHO (World Health Organization). The province with the highest stunting rate in Java in 2022 was Central Java (20.8%), higher than West Java (20.2%), Banten (20%), DKI Jakarta (14.8%), Special Region of Yogyakarta (16.4%) and East Java (19.2%). Stunting has a very detrimental impact because in the short term it can cause growth failure and developmental disabilities, and in the long term it causes decreased intellectual capacity, permanent disorders of nerve structure and function and brain cells, causing the ability to absorb lessons at school age to decrease, thus affecting productivity as adults. Stunting increases the occurrence of non-communicable diseases such as diabetes mellitus, hypertension, coronary heart disease and stroke. Given the negative impacts caused, the incidence of stunting must be reduced according to WHO standards, which is below 20%, so that the country targets a reduction in the incidence of stunting by 14% by 2024. The purpose of this study was to determine the effect of a combination of providing processed animal protein in MP-ASI and visual media education on the weight of children with stunting. This study is a quasi-experimental study with a pre-post test design. The population of this study were children with stunting in the Jayengan Health Center work area of ??Surakarta City with the BB/A category of less than 9 respondents with a total sampling technique. The results showed that the largest age was 2 years 3 months (22.2) and 2 years 7 months (22.2%), the largest gender was female (55.6%), the majority of parents' education was junior high school (44.4%), the largest number of children in the family was 2 children (55.6%), the income of the children's parents was mostly below the minimum wage (66.7%). The results of the Paired t-test analysis showed that the average weight after the intervention (Mean = 10.61; SD = 1.08) was greater than before the intervention (Mean = 10.06; SD = 1.08), with Effect Size (Cohens'd) = 0.50, and p = 0.003. The conclusion of this study is that the provision of combination therapy of animal protein processing in MP-ASI and visual media education is effective in increasing body weight as an indicator of the nutritional status of children with stunting. Keyword: animal protein, MP-ASI, stunting, visual media education, weight
Penerapan Metode Pembelajaran Demonstrasi Untuk Meningkatkan Ketrampilan Mewarnai Gambar Alam Sekitar Pada Anak TK B 2 TK Negeri Pembina Rejoso Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018 Warsini, Warsini
Jurnal Ilmiah Pendidikan Visioner (JIPV) Vol 3 No 4 (2022): Volume 3 No.4 Tahun 2022
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan anak TKB 2 TK Negeri Pembina Rejoso Kabupaten Nganjukdalam ketrampilan mewarnai gambar alam sekitar: (1) siswa kurang latihan; (2) kemampuan guru yang kurang dalam penyampaian materi; (3) sistem kegiatan belajar mengajar yang monoton dan kurang menarik, sehingga siswa merasa bosan. Penggunaan metode pembelajaran demonstrasi merupakan sarana mempermudah siswa dalam memahami materi ajar agar tidak mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah melalui metode pembelajaran demonstrasi dapatmeningkatkan ketrampilan mewarnai gambar alam sekitar pada anak TK B 2 TK Negeri Pembina Rejoso Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018?; (2) Bagaimana ketrampilan mewarnai gambar alam sekitar pada anak TK B 2 TK Negeri Pembina Rejoso Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018 setelah diterapkannya metode pembelajaran demonstrasi? Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahuimetode pembelajaran demonstrasi dapatmeningkatkan ketrampilan mewarnai gambar alam sekitar pada anak TK B 2 TK Negeri Pembina Rejoso Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018; (2) untuk mendeskripsikan ketrampilan mewarnai gambar alam sekitar pada anak TK B 2 TK Negeri Pembina Rejoso Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018 setelah diterapkannya metode pembelajaran demonstrasi. Berdasarkan hasil observasi ketrampilan mewarnai gambar alam sekitar sebelum tindakan rata-rata persentase sebesar 44% dengan kriteria kurang, mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 65% pada siklus I berada pada kriteria cukup, pada siklus II mengalami peningkatan lagi dengan rata-rata sebesar 72% dengan kriteria cukup dan pada siklus III mengalami kenaikan lagi dengan rata-rata 94%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa ketrampilan mewarnai gambar alam sekitar anak mengalami peningkatan dan mencapai indikator keberhasilan lebih dari 75% dengan kriteria Sangat Baik. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penerapan metode pembelajaran demonstrasi dimana peneliti sebagai guru memberikan contoh kegiatan mewarnai yang akan dilakukan dan gambar yang diwarnai disesuaikan dengan tema yang sedang berlangsung pada anak TK B 2 TK Negeri Pembina Rejoso Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018.
PELATIHAN SENAM OTAK PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Budi Kristanto; Warsini, Warsini; Aminingsih, Sri; Diyono, Diyono; Sri Yulianti, Tunjung
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v4i1.384

Abstract

Hipertensi mencapai 30% dari seluruh populasi penduduk dewasa di Propinsi Jawa Tengah. Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama pada lansia yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular sehingga harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan komplikasi. Untuk mengelola hipertensi secara non-farmakologis, senam otak menjadi salah satu intervensi yang efektif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Kelurahan Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, oleh tim dari STIKES Panti Kosala. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pemahaman lansia mengenai tatalaksana hipertensi dan melatih pelaksanaan senam otak. Kegiatan diawali dengan pembukaan, penjelasan teori tentang hipertensi, pengukuran tekanan darah, dan praktik senam otak. Dari 25 peserta, seluruhnya mampu memahami materi dan melaksanakan senam otak dengan baik. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengelola hipertensi melalui aktivitas fisik. Faktor pendorong meliputi antusiasme peserta, dukungan tenaga kesehatan, dan fasilitas yang memadai. Faktor penghambat adalah keterbatasan fisik beberapa peserta dan waktu pelaksanaan yang terbatas. Kegiatan ini membawa perubahan positif, termasuk peningkatan kesadaran peserta terhadap pentingnya gaya hidup sehat, pengurangan kecemasan, dan peningkatan kemandirian dalam menjaga kesehatan. Kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Kata kunci: hipertensi; lansia; pengelolaan non-farmakologis; pengabdian masyarakat; senam otak Hypertension reaches 30% of the entire adult population in Central Java Province. Hypertension is a major health problem in the elderly which can increase the risk of cardiovascular complications so it must be managed well to avoid complications. To manage hypertension non-pharmacologically, brain exercises are an effective intervention. This community service activity was carried out in Jeruksawit Village, Gondangrejo District, Karanganyar Regency, by a team from STIKES Panti Kosala. The aim of the activity is to increase the elderly's understanding of hypertension management and train them in brain exercises. The activity began with an opening, explaining the theory of hypertension, measuring blood pressure, and practicing brain exercises. Of the 25 participants, all were able to understand the material and carry out brain exercises well. The results showed an increase in participants' knowledge and skills in managing hypertension through physical activity. Driving factors include participant enthusiasm, support from health workers, and adequate facilities. The inhibiting factors were the physical limitations of some participants and limited implementation time. This activity brings positive changes, including increasing participants' awareness of the importance of a healthy lifestyle, reducing anxiety, and increasing independence in maintaining health. It is hoped that similar activities can be carried out on an ongoing basis to improve the quality of life of the elderly. Keywords: brain exercise, community service, elderly, hypertension, non-pharmacological management
KONTRIBUSI GAYA KEPEMIMPINAN WALI KELAS DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KELAS DI SMP NEGERI KECAMATAN BATHIN SOLAPAN BENGKALIS Warsini, Warsini; Natuna, Daeng Ayub; Putra, M. Jaya Adi
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 7 No. 2 (2022): Juni
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to (1) find and analyze how big the contribution of the homeroom leadership style, organizational culture and homeroom leadership style to the effectiveness of classroom management at SMP Negeri Bathin Solapan District, Bengkalis.The population in this study amounted to 110 people at 9 State Junior High Schools, the sample/respondent of the study was 87 homeroom teachers in State Junior High Schools in Bathin Solapan District, Bengkalis Regency. Data collection techniques in this study using a questionnaire. The data analysis technique used in this research is descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis. Processing of data for descriptive statistical analysis in this study using Microsoft Excel and SPSS version 23 for Windows.The research results include; (1) Obtained a significant relationship and a positive contribution of the homeroom leadership style variable (X1) to the effectiveness of classroom management (Y) in public junior high schools in Bathin Solapan District, Bengkalis Regency, (2) Obtained a significant relationship and positive contribution to the variable Organizational Culture (X2) on the Effectiveness of Class Management (Y) in Public Junior High Schools in Bathin Solapan District, Bengkalis Regency, (3) There was a significant relationship and positive contribution of the homeroom leadership style variables (X1) and organizational culture (X2) together on Effectiveness of Class (Y) S Management in Public Junior High Schools in Bathin Solapan District, Bengkalis Regency
Determination of Telemedicine Use Based on Financial Factors, Organizational Rules, and Technological Infrastructure Lestari, Yuni; Warsini, Warsini; Kristanto, Budi; Kurniawan, Hendra Dwi
Journal of Economics and Social Sciences (JESS) Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Economics and Social Sciences (JESS)
Publisher : CV. Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/jess.v4i1.651

Abstract

Technological developments contribute significantly to advances in the field of health, including the emergence of e-health as a digital-based health information service. With the majority of the population owning smartphones, telemedicine is a solution to overcome limited health resources through audio, visual communication, and remote discussions. There are factors that influence the implementation of telemedicine, namely financial factors, organisational rules and regulations, and technological infrastructure. The purpose of this study was to determine the use of telemedicine and describe the factors that influence the use of telemedicine in the community. This study is a correlational analytic study with a cross sectional approach. The population in this study were all families (head of family) in Jatimulyo Village. The sample in this study used all families with total sampling technique. Bivariate analysis using chi-square test. The results showed statistically between financial factors on the use of telemedicine (p=0.026), regulatory factors and organisational rules on the use of telemedicine (p=0.000), technological infrastructure factors on the use of telemedicine (p=0.019). The results of this study indicate that there is an influence between financial factors on telemedicine, organisational rules and regulations factors on the use of telemedicine, technological infrastructure factors on telemedicine
HUBUNGAN ANTARA JENIS PERSALINAN DENGAN KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF DI KECAMATAN BAKI KABUPATEN SUKOHARJO Warsini, Warsini; Aminingsih, Sri; Fahrunnisa, Rizky Ayu
KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 3 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Kosala
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Kosala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/jik.v3i2.74

Abstract

Background Results of Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS) in 2012 showed coverage exclusive breastfeeding in Indonesia have not been optimal, that was 42 %. This study was conducted to analyze the correlation between the kinds of giving births with the success of exclusive breastfeeding 6 (six) months.The subject and Methods The study was a quantitative analytic observational cross-sectional design. Large samples are 100 mothers who had babies aged 6-12 months. Sampling random sampling. Collecting data using questionnaires.The results showed that the average maternal age 20-35 years (80%), birth weight children mostly above 2,500 g (97%), maternal gestational age infants mostly pretty months (99%) and all infants the respondent was not born with congenital abnormalities, meaning that 100% of infants born with a normal weight difference, kinds of giving birth the mean of paravaginal (70%), the success rate of exclusive breastfeeding by 56%. Statistical shows that there is a positive correlation and statistically significant between the kinds of giving births with the success of exclusive breastfeeding (OR = 2.53 ; CI 95% 1.05 until 6.10 ; p = 0.035).Conclusion There was a significant correlation between the kinds of giving births with the success of exclusive breastfeeding.Keywords: the kinds of giving births, exclusive breastfeeding
The Effect of Animal Protein MP-ASI & Visual Education on Stunted Children's Waist Circumference Warsini, Warsini; Aminingsih, Sri; Kristanto, Budi; Khairunisa, Fatimatuzzahra; Barros, Carmelita
Adi Husada Nursing Journal Vol 11 No 1 (2025): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/ahnj.v11i1.621

Abstract

Adequate nutrition is very important for the body, especially during the growth and development of children. Stunting is a condition of impaired growth in children under five years of age due to chronic malnutrition. This study aims to determine the effect of providing additional animal protein through complementary feeding (MP-ASI) and education based on visual media on the anthropometric parameter of waist circumference in children with stunting. This study used a quasi-experimental method with a pre-test and post-test design. The study involved a sample of 9 respondents who were children with stunting in the working area of the Jayengan Public Health Center, Surakarta City. The sample criteria included children with a waist circumference not appropriate for their age. Total sampling was used as the sampling technique, meaning all eligible individuals from the population were included in the study. The implications of this research indicate that the combination of providing additional animal protein through complementary feeding (MP-ASI) and visual media-based education is an effective strategy for improving the nutritional status of children with stunting. Specifically, this combined intervention significantly increased the children's waist circumference after the program. This demonstrates that the method successfully improved a crucial anthropometric parameter related to the nutritional status of stunted children. The practical implication is that this approach can be implemented by health workers in public health centers (puskesmas) or community health posts (posyandu) as a nutritional program model to accelerate stunting reduction, particularly in areas with high stunting prevalence and limited access to information.
Improving Young Women's Knowledge about Menstrual Pain Management through William's Flexion Exercise Education Ditya Yankusuma Setiani; Indriati, Ratna; Warsini, Warsini
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v4i2.419

Abstract

Dismenore adalah nyeri atau kram pada bagian perut bawah yang muncul menjelang atau saat menstruasi dan biasanya berlangsung selama 2 hingga 3 hari. Sejumlah studi epidemiologis di berbagai negara juga mengungkapkan tingginya angka dismenore, seperti di Mesir yang mencapai 71,6% dan di India sebesar 73,83%. Secara keseluruhan, lebih dari setengah populasi wanita mengalami kondisi ini. Di Indonesia, prevalensi dismenore tercatat sebesar 72,89%, dengan sekitar 54% kasus terjadi pada remaja perempuan. Wanita usia muda, khususnya kelompok umur 17–24 tahun, memiliki risiko lebih tinggi, dengan prevalensi mencapai 67–90%. Di Desa Sobayan Karanganyar, sejumlah 13 remaja putri ketika nyeri haid selalu minum obat pereda nyeri seperti ibuprofen, dan Paracetamol dan belum ada remaja putri yang menggunakan teknik nonfarmakologi seperti latihan fisik William Flexion untuk mengurangi nyeri haidnya. Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa edukasi terapi fisik William flexion sangatlah diperlukan karena remaja putri rentan sekali mengalami nyeri disminhorea Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan demonstrasi yang melibatkan 13 responden dari kalangan remaja putri. Sebelum dan sesudah memberikan ceramah, tim pengabdi dari STIKES Panti Kosala memberikan 15 pertanyaan untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan ini. Hasil analisis data menggunakan uji paired sample t-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan remaja setelah mengikuti kegiatan ini. Rata-rata skor pre-test responden adalah 68,31 meningkat menjadi 82,15. Peningkatan ini menunjukkan bahwa intervensi yang diberikan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang penatalaksanaan nyeri haid melalui edukasi William Flexion Exercise. Kata kunci: disminorhea, remaja putri, william flexion Dysmenorrhea is pain or cramps in the lower abdomen that occurs before or during menstruation and usually lasts for 2 to 3 days. Several epidemiological studies in various countries have also revealed high rates of dysmenorrhea, such as in Egypt, where it reached 71.6% and in India, at 73.83%. Overall, more than half of the female population experiences this condition. In Indonesia, the prevalence of dysmenorrhea is recorded at 72.89%, with approximately 54% of cases occurring in adolescent girls. Young women, particularly those aged 17–24, are at higher risk, with a prevalence of 67–90%. In Sobayan Village, Karanganyar, 13 adolescent girls consistently took painkillers such as ibuprofen and paracetamol when experiencing menstrual pain. None of the adolescent girls used non-pharmacological techniques such as William Flexion exercises to reduce their menstrual pain. Based on the data above, it can be seen that education about William Flexion physical therapy is crucial because adolescent girls are highly susceptible to dysmenorrhea. The method used in this activity was a lecture and demonstration involving 13 adolescent girls. Before and after the lecture, the community service team from Panti Kosala Health College (STIKES) administered 15 questions to determine the effectiveness of this activity. Data analysis using a paired sample t-test showed a significant increase in adolescents' knowledge after participating in this activity. The average pre-test score for respondents increased from 68.31 to 82.15. This improvement indicates that the intervention was effective in improving adolescents' knowledge about menstrual pain management through William Flexion Exercise education. Keywords: adolescent girls, dysmenorrhea, william flexion
Hubungan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Manusia Kesehatan Spiritual dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Warsini, Warsini; Yulianti, Tunjung Sri; Kristanto, Budi; Qomariah, Siti Nur; Orizani, Chindy Maria; Iswati, Iswati
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 2 No 1 (2024): Prosiding Konferensi Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v2i1.598

Abstract

Latar Belakang: Jumlah pasien kanker semakin bertambah dengan kenaikan 9% dari tahun ke tahun. Kondisi awal kesehatannya akan menurun sehingga membutuhkan kebutuhan dasar oksigenasi, sirkulasi, nutrisi, aman dan nyaman, cairan dan elektrolit, aktivitas dan latihan. Rendahnya angka kesembuhan pasien kanker maka dibutuhkan pemenuhan kebutuhan kesehatan spiritual pada pasien kanker untuk mengurangi dampak negatif bagi kualitas hidup pasien dalam menghadapi penatalaksanaan penyakit kanker seperti: kemoterapi, operasi, radioterapi membutuhkan kualitas hidup yang baik sehingga tidak memperlambat proses penyembuhannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan spiritual dengan kualitas hidup pasien kanker. Metode: jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain crosssectional untuk mengetahui hubungan pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan spiritual dengan kualitas hidup pasien kanker. Populasi penelitian adalah pasien kanker di Yayasan Kanker Indonesia, Rumah Singgah Pasien Kanker serta Pasien di RS Dr. Moewardi Surakarta. Besar sampel penelitian adalah 100 responden yang diambil menggunakan teknik non probability sampling tipe purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan analisa data menggunakan uji Pearson Chi Square. Hasil: hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin responden mayoritas adalah perempuan (65%), Pendidikan terakhir responden mayoritas SD atau sederajat (49%), Kesehatan spiritual responden mayoritas dalam kategori sedang (68%) dan kualitas hidup responden mayoritas dalam kategori baik (69%). Hasil analisis uji Pearson Chi Square diketahui terdapat hubungan yang secara statistic signifikan antara pemenuhan kebutuhan dasar manusia kesehatan spiritual dengan kualitas hidup pasien kanker (p=0,018). Saran: seluruh tim kesehatan yang merawat pasien dengan kanker agar semaksimal mungkin dapat memenuhi kebutuhan spiritual para pasien dengan melibatkan dukungan dari keluarga.
Peningkatkan Hasil Belajar IPA Materi Struktur dan Fungsi Tumbuhan melalui Pengamatan pada Siswa Kelas VIII dengan Model Pembelajaran Kooperatif Group Investigation warsini, warsini
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 2 No 3 (2022): Volume 2, Nomor 3, September 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v2i3.536

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan Peningkatkan Hasil Belajar IPA Materi Struktur dan Fungsi Tumbuhan Melalui Pengamatan. 2) mendiskripsikan pelaksanaan penggunaan model Group Investigation terhadap hasil belajar setelah menggunakan model pembelajaran Group Investigation. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Berdasarkan hasil tes evaluasi di setiap akhir dari siklus hasil belajar IPA menggunakan model Group Investigation mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan persentase siswa yang nilainya di atas KKM, pada siklus I sebesar 76,47% meningkat menjadi 100 % pada siklus II. Peningkatan hasil belajar tersebut membuktikan bahwa penggunaan metode Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa Kelas VIII UPTD SMP Negeri 2 Papar Kabupaten Kediri tahun pelajaran 2019/2020.