Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Peningkatan Akses Pasar Usaha Mikro Siswo Bantarangin Gallery Melalui Penggunaan Shopee Sebagai Media Pemasaran Amin Fonda Astiti Rob Rahayu; Arief Rahmawan; Umi Isnatin; Khoirul Umam; Meitria Cahyani
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i1.1349

Abstract

Usaha Mikro Siswo Bantarangin Gallery merupakan usaha mikro yang bergerak dalam produksi alat seni Reog di Ponorogo. Tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan akses pasar, karena pemasaran masih dilakukan secara offline. Seiring dengan berkembangnya teknologi digital, e-commerce seperti Shopee menawarkan peluang bagi Usaha Mikro untuk memperluas jangkauan pasar mereka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan UM Siswo Bantarangin Gallery melalui pemanfaatan Shopee sebagai media pemasaran digital. Metode yang digunakan mencakup pelatihan, penyuluhan, serta pendampingan dalam pembuatan dan pengelolaan akun Shopee. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan Shopee secara efektif dapat meningkatkan visibilitas produk dan memperluas jangkauan pasar. Selain itu, terdapat peningkatan penjualan yang signifikan serta pemahaman lebih baik mengenai strategi pemasaran digital, seperti optimasi deskripsi produk, pemanfaatan fitur promosi, dan pengelolaan interaksi pelanggan. Digitalisasi pemasaran melalui Shopee menjadi solusi yang efektif dalam meningkatkan daya saing Usaha Mikro Siswo Bantarangin Gallery di era ekonomi digital.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) LIMBAH ORGANIK GAPOKTAN KECAMATAN JOGOROGO NGAWI Hidayati, Nurul; Ely Windarti Hastuti; Umi Isnatin; Asif Trisnani
Jurnal Abditani Vol. 8 No. 1 (2025): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v8i1.332

Abstract

Indonesia dikenal sebagai Negara Agraris, akan tetapi penggunaan pupuk kimia (anorganik) terus dilakukan oleh petani. Pupuk kimia dinilai lebih menyuburkan tanaman dan efektif dalam penggunaan yang sedikit dibandingkan pupuk organik. Upaya alternatif untuk menyelesaikan solusi tersebut ialah dengan peralihan penggunaan pupuk kimia ke pupuk organik. Pupuk organik Cair (POC) adalah pupuk organik yang berwujud cair yang dibuat bersumber dari bahan organik melalui proses fermentasi. Pelaksanaan kegiatan ini dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) acara kegiatan di Kecamatan Jogorogo yang dilaksanakan pada 08 Maret 2024 di Balai Penyuluhan Pertanian. Mitra sasaran pada kegiatan ini merupakan Gabungan Kelompok Tani Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. POC merupakan salah satu jenis pupuk yang dapat diaplikasikan ke tanaman yang berbentuk cairan. POC adalah pupuk yang dibuat secara alami melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan larutan yang berasal dari pembusukan sisa tanaman, maupun kotoran hewan atau manusia.
Pengaruh Media Tanam dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Akar Putri Malu terhadap Pertumbuhan Tanaman Pegagan (Centella asiatica) Juliana, Dara Puspita Panca; Trisnaningrum, Niken; Hamawi, Mahmudah; Isnatin, Umi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 9, No 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v9i1.118

Abstract

Tanaman pegagan (Centella asiatica) merupakan tanaman obat yang sudah banyak digunakan di Indonesia. Tanaman pegagan yang dibudidayakan di lahan terbuka akan menghadapi kendala berupa semakin berkurangnya ketersediaan pegagan di alam dan kurangnya ilmu dalam pembudidayaannya. Maka dari itu diperlukan pembudidayaan pegagan untuk meningkatkan produkstivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan yang disusun secara faktorial. Rancangan ini dilaksanakan dengan 8 taraf dan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Faktor pertama adalah media tanam yang terdiri atas dua taraf yaitu: Tanah (K0), Tanah + Sekam bakar 1:1 (K1), Tanah + Sekam bakar + Pupuk kandang sapi 1:1:1 (K2), Tanah + Sekam bakar + Pupuk kandang kambing 1:1:1 (K3). Faktor kedua adalah Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dari akar putri malu yang terdiri dari 4 taraf yaitu: Kontrol (P0), PGPR 10ml/L (P1), PGPR 15ml/L (P2), PGPR 20ml/L (P3). Perlakuan M2 memberikan hasil yang paling signifikan pada jumlah daun, jumlah stolon, analisis klorofil, dan berat kering daun. PGPR akar putri malu tidak memberikan hasil yang berbeda nyata antar perlakuan. Kombinasi PGPR akar putri malu dan media tanam tidak dapat meningkatkan produktivitas tanaman pegagan secara signifikan.
Tomato (Solanum Lycopersicum) Growth and Production Response On the Provision of Goat Manure and Trichoderma Umi Isnatin; Parwi, Parwi; Etica, Use; Bintaro, Rudi
Journal of Agriculture Vol. 4 No. 02 (2025): Research Articles July 2025
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/joa.v4i02.6156

Abstract

Chemical fertilizers are commonly used a lot in tomato (Solanum lycopersicum) farming to speed up development and make more fruit. This research looks at how goat dung and the biological agent Trichoderma affect the growth and productivity of tomato plants in an attempt to find more environmentally friendly options. The experiment used a fully randomized factorial design (CRD) with three replications. It tested three levels of goat dung (0, 10, and 20 tons/ha) and three levels of Trichoderma treatment (0, 5, and 10 g/g/ g/plant). The results showed that there was no substantial interaction between the manure and Trichoderma treatments, although each element had an effect on several plant metrics on its own. The 20 tons/ha dosage of goat dung had the most impact on the number of leaves, the weight of the fruit, and the amount of organic carbon in the soil. Trichoderma made a big difference in the number of branches and the weight of the fruit. The most significant changes were seen at 10 g/g/ g/plant. These results show that adding organic matter and living things to tomato plants may help make them healthier and more productive. Using 20 tonnes of goat manure per hectare or 10 grams of Trichoderma per plant is a potential eco-friendly way to minimize reliance on chemical fertilizers while maintaining or even increasing crop output and soil fertility. This study backs the idea of using environmentally friendly farming methods for growing tomatoes.
Pemanfaatan Urin Kambing sebagai Bahan Pupuk Organik Cair di Desa Mrayan Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo Parwi, Parwi; Isnatin, Umi; Reza Pradhana, Faisal; Kurniawan, Rahmad; Ahda Sabila, Muhammad
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20779

Abstract

Background: Desa Mrayan memiliki potensi besar dalam pengembangan pupuk organik cair berbahan dasar urin kambing, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, pemanfaatan urin kambing sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik cair menjadi solusi yang tepat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu memberikan peningkatan ketrampilan anggota BUMDes dalam pembuatan pupuk organik cair berbahan baku urin kambing. Metode: Program ini dilaksanakan dengan bermitra bersama BUMDes Lestari Desa Mrayan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, dengan jumlah anggota mitra sebanyak 20 orang. Terdapat tiga tahapan metode, yaitu: sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, monitoring dan Evaluasi. Efektivitas kegiatan diukur melalui indikator kuantitatif, yaitu jumlah anggota mitra yang mampu memproduksi pupuk organik cair secara mandiri. Hasil: Hasil kegiatan sosialisasi didapat peningkatan pengetahuan tentang potensi pupuk organik cair sebesar 76%. Hasil pelatihan diperoleh peningkatan ketrampilan petani sebesar 80%.  Kegiatan pendampingan dilakukan untuk mendampingi petani dalam membuat sarana pemisah kotoran kambing yang berbentuk padat dan cair, dan pengoperasian alat fermentasi anaerob. Kesimpulan: Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik cair, pendampingan pembuatan sarana pemisah kotaran kambing, pendampingan pengoperasian alat fermentasi anaerob dapat meningkatkan ketrampilan anggota mitra sebesar 80%.
Review: Teknologi Hidroponik Wick dan Nutrient Film Technique (NFT) untuk Pertanian Urban: Review: Wick Hydroponic Technology and Nutrient Film Technique (NFT) for Urban Farming Cahyanti, Lutfy Ditya Cahyanti; Isnatin, Umi; Etica, Use; Nugraha, Rasyid Ridla
Jurnal Agrivigor Vol. 16 No. 2 (2025): JURNAL AGRIVIGOR, VOL. 16 NO. 2, DESEMBER 2025
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v16i2.49711

Abstract

Hidroponik merupakan budidaya tanaman tanpa tanah yang banyak dimanfaatkan sebagai metode alternatif budidaya tanaman ditengah penurunan jumlah lahan pertanian, sehingga cocok untuk masyarakat urban. Hidroponik sangat banyak metode yang dapat dipilih, seperti sistem Wick dan NFT atau Nutrient Film Technique. Pemahaman akan teknik hidroponik ini sangat penting ditengah kebutuhan akan pangan yang semakin meningkat. Review ini dibuat untuk memahami perkembangan penelitian terkait dengan hidropnik wick dan NFT saat ini. Penulis melakukan review literatur menggunakan pendekatan review jurnal. Review jurnal adalah suatu kegiatan menulis untuk memberikan ulasan atau tinjauan pada sebuah artikel yang diterbitkan dalam jurnal dengan tujuan untuk menentukan kelebihan, kekurangan, dan kualitas artikel tersebut memberikan informasi, gambar, ide, atau gagasan tentang artikel jurnal yang telah ditulis untuk membantu orang memahami topik tertentu dengan lebih baik. Hasil review menunjukkan bahwa hidroponik baik sistem wick atau NFT ini dapat digunakan pada berbagai komoditas, seperti selada, sawi, pakcoy dan kailan. Nutrisi-nutrisi yang digunakan untuk hidroponik salah satunya adalah AB Mix yang membantu tanaman untuk memperoleh nutrisi yang diperlukan bagi tanaman. Berbagai media selain air untuk hidroponik adalah rockwoll, serabut kelapa dan sumbu. IoT atau Internet of Things juga sangat membantu dalam kemajuan budidaya sistem hidroponik ini, seperti membantu dalam pengukuran suhu dan pH secara otomatis.
IMPLEMENTASI EDUKASI AGROTEKNOLOGI BERBASIS PRODUK TANAMAN: SAINS DAN KREATIVITAS SANTRI DI PESANTREN Ardiningtyas, Siti Azizah; Ipaulle, Qaanitatul Hakim; Cahyanti, Lutfy Ditya; Trisnaningrum, Niken; Isnatin, Umi; Hamawi, Mahmudah
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 3 APRIL 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i3.48233

Abstract

Pesantren merupakan lembaga Pendidikan Islam di Indonesia yang memiliki peran dalam membentuk karakter dan keilmuan santri. Salah satu Pesantren Modern yang ada di Indonesia yaitu Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 3 merupakan pengembangan dari PMDG Putri Kampus 1 yang berdiri untuk menampung jumlah santri yang meningkat. Kampus ini memiliki sistem Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyyah (KMI) yang dibina dan dididik untuk menjadi wanita muslimah dan sholihah. Dalam upaya untuk mendukung pengembangan intelektual santri, PMDG Putri Kampus 3 menyediakan wadah kegiatan pengembangan seperti Exact Club dan praktek sains di kelas oleh pengajar. Namun, pemberdayaannya kurang optimal karena beberapa faktor, seperti keilmuan pengajar dan kegiatan yang kurang bervariasi. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat mengusung tema SDGs 4 yaitu pendidikan berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pengajar dan santri dalam bidang sains melalui praktik biologi, kimia, hidroponik, dan ecoprinting. Pengabdian dilaksanakan menggunakan  pendekatan sosialisasi, pelatihan, pembuatan modul, dan monitoring serta evaluasi.  Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam penggunaan alat laboratorium serta pelaksanaan praktik ilmiah sederhana di lingkungan pesantren. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mengintegrasikan sains dan nilai-nilai Islam guna mendukung pendidikan yang berkelanjutan di PMDG Putri Kampus 3.    Kata kunci: Agroteknologi, pendidikan, pertanian, pesantren. ABSTRACT Islamic boarding schools are Islamic educational institutions in Indonesia that play a role in shaping the character and knowledge of students. One of the modern Islamic boarding schools in Indonesia, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Campus 3, is a development of PMDG Putri Campus 1, which was established to accommodate the increasing number of students. This campus has a Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyyah (KMI) system that is fostered and educated to become Muslim women and pious. In an effort to support the intellectual development of students, PMDG Putri Campus 3 provides a forum for development activities such as Exact Club and science practices in class by teachers. However, the empowerment is less than optimal due to several factors, such as the knowledge of teachers, activities that are not varied enough. Therefore, this community service program carries the theme of SDGs 4, namely Sustainable Education, with an approach of socialization, training, module creation, and monitoring and evaluation. This activity aims to improve the abilities of teachers and students in the field of science through practices in biology, chemistry, hydroponics, and ecoprinting. The results of the activity show an increase in participants' knowledge and skills in the use of laboratory equipment and the implementation of simple scientific practices in the Islamic boarding school environment. This activity is expected to be the first step in integrating science and Islamic values to support sustainable education at PMDG Putri Campus 3. Keywords: Agriculture, agrotechnology, education, islamic boarding school.