Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Empiricism Journal

Kajian Strategi Bisnis pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Rinjani Barat Muhsyaf, Saiful Arni; Cahyaningtyas, Susi Retna; Atikah, Siti; Ramadhani, Rahmi Sri
Empiricism Journal Vol. 3 No. 2: December 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v3i2.1003

Abstract

Hutan memiliki potensi nilai ekonomi dan nilai produktifitas. Dalam prinsip pengelolaan tatakelola pemerintahan yang baru, setiap unit layanan yang memiliki potensi untuk dikelola dengan pendekatan bisnis. Melihat potensi dan peluang perkembangan bisnis di sektor kehutanan merupakan lahan investasi yang mempunyai prospek yang sangat baik dan potensial untuk dikembangkan. Kondisi tersebut, memberikan peluang bisnis kepada Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Rinjani Barat mengembangkan investasi di wilayah kelolanya. Program strategi yang dilakukan KPHL Rinjani Barat akan sangat dipandang perlu dilakukan untuk percepatan implementasi rencana bisnis yang akan dikembangkan untuk kemandirian KPHL Rinjani Barat. Penelitian ini menggunakan metode kajian dokumen. Hasil analisis ditampilkan dalam bentuk uraian dan tabel. Hasil analisis berupa dokumen rencana strategi bisnis. Rencana strategi bisnis ini disusun  berdasarkan analisis kondisi internal maupun eksternal KPHL Rinjani Barat, serta mengacu pada visi dan misi organisasi. Langkah selanjutnya menyusun program dan kegiatan sebagai implementasi dari strategi bisnis. Pada akhirnya, dokumen rencana strategi bisnis beserta rincian program dan kegiatan dapat memberi arah terhadap pengelolaan hutan yang melibatkan semua pihak terkait dan terjalinnya kolaborasi dalam implementasi bisnis di KPHL Rinjani Barat. Study of Business Strategy in the West Rinjani Protected Forest Management Unit Abstract Forests have potential economic value and production value. In the new governance management principles, every service unit has the potential to be managed with a business approach. Seeing the potential and opportunity for business development in the forestry sector, it is an investment area with good prospects and potential to develop. This condition provides a business opportunity for the West Rinjani Protection Forest Management Unit (KPHL) to develop investment in its managed area. The strategic program carried out by the West Rinjani KPHL will be deemed necessary to accelerate the implementation of the business plan that will be developed for the independence of the West Rinjani KPHL. This study uses a documentation review. The results are displayed in the form of descriptions and tables. The result is in the form of a business strategy plan document. This business strategy plan is prepared based on an analysis of the internal and external conditions of the West Rinjani KPHL and refers to the organization's vision and mission. The next step is to develop programs and activities. In the end, the business strategy plan document with details of programs and activities can provide direction for forest management involving all relevant parties and collaboration in business implementation in the West Rinjani KPHL.
Studi Akuntabilitas Yayasan di Nusa Tenggara Barat Fikri, M. Ali; BS, Sapto Hendri; Atikah, Siti; Sasanti, Elin Erlina
Empiricism Journal Vol. 4 No. 1: June 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i1.1288

Abstract

Organisasi tidak dapat dipisahkan dari keberadaan individu dan kelompok di sekitarnya seperti konsumen, kreditur, dan pemerintah. Semua pihak baik secara langsung atau tidak langsung menentukan kelangsungan hidup organisasi, termasuk organisasi sosial seperti yayasan. Permasalahan yang sering dijumpai dilapangan terkait kritik akuntabilitas yayasan yang sering kali kurang, terutama dalam hal akuntabilitas keuangan. Metode yang digunakan yakni berupa analisis survey penelusuran dokumen secara online yang terdapat di Nusa Tenggara Barat. Ditemukan bahwa yayasan cenderung menyajikan akuntabilitas mengenai kegiatan yang akan dan telah mereka lakukan serta lingkup organisasi secara umum. Sebanyak 375 NGO yang terdaftar sejak tahun 2014 sampai 2020 sedangkan pada tahun 2022 terdapat sejumlah 362 yayasan yang memperoleh bantuan namun tidak menyajikan akuntabilitas keuangan organisasi secara terbuka ke publik. Foundation Accountability Study in West Nusa Tenggara Abstract Organizations cannot be separated from the existence of individuals and groups around them such as consumers, creditors and the government. All parties either directly or indirectly determine the survival of the organization, including social organizations such as foundations. The problems that are often encountered in the field are related to criticism of foundation accountability which is often lacking, especially in terms of financial accountability. The method used is in the form of an online document search survey analysis in West Nusa Tenggara. It was found that foundations tend to present accountability regarding the activities they will and have undertaken and the scope of the organization in general. A total of 375 NGOs have been registered from 2014 to 2020, while in 2022 there were a total of 362 foundations that received assistance but did not present their organizational financial accountability openly to the public.
Analisis Rasio Kinerja Perusahaan Manufaktur dan Perusahaan Dagang di Bursa Efek Indonesia Fikri, M. Ali; Atikah, Siti; Sasanti, Elin Erlina; Yanti , Yusifa Pasca
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.2401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kinerja perusahaan manufaktur dan dagang di Bursa Efek Indonesia tahun 2021 berdasarkan rasio keuangan ROA, CR, DER, dan return saham dengan pendekatan teori sinyal. Sampel penelitian mencakup 245 perusahaan, terdiri atas 177 perusahaan manufaktur dan 68 perusahaan dagang. Hasil analisis menggunakan uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada rasio ROA, CR, dan DER antara kedua jenis perusahaan. Namun, terdapat perbedaan signifikan pada return saham, dengan perusahaan dagang mencatatkan return lebih tinggi dibandingkan perusahaan manufaktur. Temuan ini menyoroti fokus investor yang cenderung lebih tertarik pada pergerakan harga saham dibandingkan indikator kinerja keuangan lainnya. Hal ini mengindikasikan pentingnya informasi berbasis saham dalam pengambilan keputusan investasi. Performance Ratio Analysis of Manufacturing Companies and Trading Companies on the Indonesia Stock ExchangeAbstracthis study aims to analyze the performance differences between manufacturing and trading companies on the Indonesia Stock Exchange in 2021 based on financial ratios such as ROA, CR, DER, and stock return, employing signal theory. The research sample comprises 245 companies, including 177 manufacturing and 68 trading firms. Analysis using the Mann-Whitney test indicates no significant differences in ROA, CR, and DER ratios between the two company types. However, a significant difference was observed in stock returns, with trading companies recording higher returns than manufacturing firms. These findings highlight investors' focus on stock price movements over other financial performance indicators, emphasizing the importance of stock-based information in investment decisions.
Analisis Manfaat Sistem Pembayaran dengan QRIS pada UMKM di Provinsi Nusa Tenggara Barat Karim, Nina Karina; Atikah, Siti; Lenap, Indria Puspitasari
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/4c774e82

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam menggunakan sistem pembayaran QRIS. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan kuesioner yang disebarkan kepada 89 pelaku UMKM yang terdaftar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah pemilik usaha (90,9%), dengan 83,3% usaha sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Sebagian besar responden menggunakan QRIS yang diterbitkan oleh bank (88,6%), dan 67,6% telah menggunakan QRIS kurang dari dua tahun. Minat untuk terus menggunakan QRIS di masa depan cukup tinggi, dengan 92,6% responden berencana untuk melanjutkan penggunaannya. Faktor utama yang memengaruhi penggunaan QRIS adalah kemudahan pemrosesan, keamanan, dan kenyamanan transaksi. Namun, kendala seperti ketergantungan pada jaringan internet dan gangguan sistem juga dilaporkan oleh sebagian besar responden. QRIS dianggap mempermudah pembayaran dan mengurangi risiko uang palsu. Meskipun begitu, beberapa masalah terkait biaya tambahan dan ketidakyakinan atas transaksi masih ada. Penelitian ini menyarankan peningkatan infrastruktur teknologi dan edukasi lebih lanjut untuk meningkatkan adopsi QRIS di kalangan UMKM di NTB. Evaluating the Benefits of QRIS Payment System for Micro, Small, and Medium Enterprises in West Nusa Tenggara Abstract This study aims to analyze the factors influencing the interest of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in West Nusa Tenggara Province (NTB) in using the QRIS payment system. The research method used is descriptive quantitative, with a questionnaire distributed to 89 registered MSME owners. The results show that the majority of respondents are business owners (90.9%), with 83.3% of businesses already having a Business Identification Number (NIB). Most respondents use QRIS issued by banks (88.6%), and 67.6% have been using QRIS for less than two years. The interest in continuing to use QRIS in the future is quite high, with 92.6% of respondents planning to continue using it. The main factors influencing the use of QRIS are the ease of processing, security, and convenience of transactions. However, challenges such as dependence on internet connectivity and system disruptions were also reported by a majority of respondents. QRIS is considered to simplify payments and reduce the risk of counterfeit money. However, some issues related to additional costs and uncertainty regarding transactions still remain. This study suggests improving technology infrastructure and further education to enhance the adoption of QRIS among MSMEs in NTB.
Evolusi Penelitan Akuntansi Manajemen di Sektor UMKM: Analisis Bibliometrik Ramadhani, Rahmi Sri; Cahyaningtyas, Susi Retna; Atikah, Siti
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/awh2v372

Abstract

Tren publikasi pada topik riset kinerja Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengalami peningkatan jumlah setiap tahunnya dan puncak publikasi terbanyak sejak 18 tahun  terakhir terjadi pada tahun 2020. Bisnis, Manajemen, dan Akuntansi merupakan bidang kajian penelitian yang paling produktif. Perkembangan publikasi inovasi teknologi pada UMKM berfluktuasi, namun cenderung meningkat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis trend penelitian Akuntansi Manajemen pada UMKM dengan pendekatan bibiliometrik berdasarkan basis data scopus pada periode 1974-2025. Praktik Akuntansi Manajemen (PAM) menawarkan banyak manfaat bagi UMKM, tetapi saat ini jumlah penelitian mengenai efektifitas penerapan akuntansi manajemen bagi UMKM masih terbilang sangat sedikit. Sejumlah besar penelitian yang telah ada saat ini banyak dilakukan di negara maju. Penelitian yang dilakukan di negara berkembang termasuk Indonesia tentang pengimplemetasian PAM pada UKM relative sedikit. Metode yang digunakan Analisis Bibliometrik dangan menggunakan R-Studio. Hasil penelitian Penerapan Akuntansi Manajemen pada UMKM Selama 49 tahun di metadata scopus, tema tema yang density tinggi dan centrality kuat adalah tema terkait Firm Performance, Organization Performance, Intellectual Capital, Innovation Dan Small Medium Enterprise penelitian ini. The Evolution of Management Accounting Research in the MSME Sector: a Bibliometric Analysis Abstract The trend of publications on the topic of research on the performance of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) has increased annually and the highest number of publications in the last 18 years occurred in 2020. Business, Management, and Accounting are the most productive research fields. The development of technological innovation publications in MSMEs fluctuates, but tends to increase. The purpose of this study is to analyze the trend of Management Accounting research in MSMEs using a bibliometric approach based on the Scopus database for the period 1974-2025. Management Accounting Practices (PAM) offer many benefits for MSMEs, but currently the number of studies on the effectiveness of implementing management accounting for MSMEs is still very small. A large number of existing studies have been conducted in developed countries. Research conducted in developing countries, including Indonesia, on the implementation of PAM in MSMEs is relatively small. The method used is Bibliometric Analysis using R-Studio. The results of the research on the Application of Management Accounting in MSMEs for 49 years in Scopus metadata, the themes with high density and strong centrality are themes related to Firm Performance, Organization Performance, Intellectual Capital, Innovation and Small Medium Enterprises in this research.