Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN SERBUK JAHE DENGAN MENGGUNAAN MESIN PADA IBU-IBU PKK DESA PAKU ALAM Sri Wulandari, Dyah; Herlina, Firda; Adawiyah, Robiyatul; Maulana, Yassyir; Trianiza, Ice
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.30504

Abstract

Desa paku Alam merupakan salah satu daerah penghasil jahe di Kalimantan Selatan, ibu-ibu yang tergabung dalam PKK desa paku alam menjadikan jahe salah satu sumber usaha yaitu menjadikan nya serbuk jahe yang dijual ke sekitar daerah setempat, masalah yang dihadapi adalah proses pembutan serbuk jahe yang memerlukan waktu yang lama, maka pengabdian ini fokus membantu ibu-ibu PKK Desa Paku Alam dalam pembuatan serbuk jahe dengan menggunakan mesin, harapannya para ibu-ibu dalam menggunakan mesin pembuat serbuk menjadi lebih efektif efesien serta serbuk jahe yang dihasilkan mampu bersaing ditingkat lokal maupun nasional, dengan metode pelatihan dan pendampingan hasilnya rata-rata 85% peserta pelatihan yang dilaksanakan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam membuat serbuk jahe dengan menggunakan mesin.
OPTIMALISASI AVAILABILITY FORKLIFT KOMATSU FD25C-17 SN: FA15 MELALUI PENDEKATAN ANALISIS RELIABILITY Rahman, Faisal; Herlina, Firda; Trianiza, Ice; Arief, Saifullah
Jurnal Inovasi Teknik Industri Vol 4, No 2 (2025): JURNAL INOVASI TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jitin.v4i2.1910

Abstract

Forklifts are vital assets in industrial logistics systems, especially in material handling and loading and unloading activities in Warehouse and Jetty areas. High availability is an essential factor to ensure smooth operations and supply chain efficiency. This study aims to analyze the 2014 Komatsu FD25C-17 SN: FA15 forklift and determine the optimal preventive maintenance interval to maximize equipment availability. The research method employs an acoustic analysis approach, utilizing historical maintenance data from the period 1 January 2025 to 30 June 2025. The data is used to calculate the Mean Time Between Failures, Mean Time To Repair, and actual availability. A goodness-of-fit test is carried out to determine the best distribution probability, and the results show that the lognormal distribution best fits the smallest Anderson-Darling value (2.055 and 1.713). Based on the lognormal distribution parameters, a preventive maintenance interval simulation was conducted to find the optimal point (Topt), considering a minimum reliability of 49% and a maximum downtime of 18 hours. The simulation results show that the optimal maintenance interval was achieved at 224 hours of operation, with an availability value increasing from 89.71% to 92.32%. Although there was a slight decrease in the reliability value from 49.42% to 49.15%, this value was still within acceptable limits. This study concludes that implementing the Reliability-Centered Maintenance approach, based on lognormal distribution analysis, significantly increased forklift sales and availability. It can serve as a practical reference for making data-based maintenance policy decisions in the logistics industry.
Desiminasi Inovasi Teknologi Pemanfaatan Oli Bekas Pada Kompor Alternatif: Desiminasi Inovasi Teknologi Pemanfaatan Oli Bekas Pada Kompor Alternatif Arifin, Jainal; Herlina, Firda; Saukani, Muhammad; Sidiq, Abdurahim; Panca Asmara, Yuli; Sasmito, Agus; Arief, Saifullah
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 10 No 3 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bedasarkan pengamatan pada Kecamatan Alalak desa Semangat dalam dan kecamatan mandastana desa bangkit baru, harga gas LPJ 3 Kg pada bulan Februari 2025 mencapai Rp 40.000/ tabung, harga ini jauh lebih tinggi dari harga eceran yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 18.500/ tabung, tentunya sangat memberatkan bagi masyarakat yang membeli gas dengan selisih harga normalnya, disamping itu yang memicu mahalnya gas 3 Kg ialah, langkanya gas yang dijual pada warung dan agen-agen Lpj. Penggunaan minyak tanah sebagai bahan bakar kompor sudah ditinggalkan oleh masyarakat karena harganya ikut melabung tinggi berkisar Rp 15.000/ Liter, metode kegiatan ada terdiri dari pelaksanaan persiapan dan perencanaan, desain alat dan pembuatan, selanjutnya tim mengadakan sosialisasi dan pelatihan terhadap masyarakat, terakhir implementasi dan monitoring, dengan adanya kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tersebut masyarakat dapat belalih pemakaian Gas Lpj ke kompor alternatif berbahan bakar oli bekas, dalam kegiatan tersebut tim membuat pelatihan perakitan alat dan didemonstraasikan langsung kepada masyarakat, antusias masyarakat dalam kegiatan tersebut sangat bagus, terlihat dengan keseriusan mengikuti kegiatan yang kami laksanakan, adapun hasil kuesioner yang telah kami bagikan menunjukan 73% mereka menilai Sangat Puas, dan penilaian puas 23% sementara 0% kurang puas, penilaian ini dengan jumlah 30 orang masyarakat, harapan kepala desa bangkit baru.
Pelatihan Dan Pembuatan Pupur Babigi Gelinggang Kelor Bersama Ibu – Ibu Di Desa Kalahang Kabupaten Tabalong Firda Herlina; Robiatul Adawiah; Ice Trianiza; Yuli Panca; Agus Wiramsya Oscar; Faisal Rahman; Hazairin; Jainal Arifin; Mujiburahman
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 9 : Oktober (2025): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia has abundant biodiversity, yet its utilization is still limited to traditional consumption and has not been widely developed into economically valuable products. The leaves of galingale (Cassia alata) contain flavonoids, alkaloids, and tannins that are beneficial as antibacterials and antifungals, while the moringa leaves (Moringa oleifera) are rich in antioxidants, vitamins, and minerals beneficial for skin health. One local wisdom of the Kalimantan community is the pupur babigi, a traditional powder made from natural ingredients, which is now being abandoned due to the influx of modern cosmetic products. This community service activity aims to: (1) increase public knowledge about the contents and benefits of galingale and moringa leaves, (2) train the community in making pupur babigi, and (3) encourage the creation of micro-enterprises based on herbal products. The methods include preparation, socialization, practical training, mentoring, and evaluation, involving 25 participants (housewives and youth from the community). The results show an increase in participants' understanding from 20% (pre-training) to 85% (post-training). All participants were able to produce pupur babigi of good quality, and 80% expressed interest in developing the product as a business. In addition to skills transfer, this activity also raised collective awareness about the importance of utilizing local natural resources for economic empowerment.
ANALISIS PROFIL SUDUT PEMBENGKOK PIPA 900 DENGAN PROSES PENGECORAN LOGAM TERHADAP KEKUATAN TARIK Anhar Khalid; Firda Herlina
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v9i1.23599

Abstract

Perkembangan zaman dan teknologi saat ini menjadikan banyak perusahaan industri yang memanfaatkan logam sebagai bahan utama bahan baku produksinya, industri di bidang pengecoran logam sangat banyak memanfaatkannya sebagai sumber mata pencaharian masyarakat dengan kemampuan khusus. Pembuatan Profil Sudut Pembengkok Pipa 900 untuk melengkapi peralatan Praktikum di Politeknik Negeri Banjarmasin khususnya pada pembengkokan pipa. Proses pembuatan profil sudut pembengkok pipa dilakukan dengan proses pengecoran logam menggunakan cetakan pasir. Bahan profil terbuat dari batok aluminium bekas kaleng minuman dan bekas dudukan kampas rem sepeda motor. Kekuatan tarik bahan profil sudut pembengkok dilakukan dengan pengujian tarik. Dengan hasil dari pengujian tarik dengan rata-rata 77,440 MPa.Kata kunci: Pengecoran Logam, Aluminium, Cetakan Pasir, Profil Sudut, Pembengkok Pipa 
ANALISIS PROFIL SUDUT PEMBENGKOK PIPA 900 DENGAN PROSES PENGECORAN LOGAM TERHADAP KEKUATAN TARIK Anhar Khalid; Firda Herlina
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v9i1.23599

Abstract

Perkembangan zaman dan teknologi saat ini menjadikan banyak perusahaan industri yang memanfaatkan logam sebagai bahan utama bahan baku produksinya, industri di bidang pengecoran logam sangat banyak memanfaatkannya sebagai sumber mata pencaharian masyarakat dengan kemampuan khusus. Pembuatan Profil Sudut Pembengkok Pipa 900 untuk melengkapi peralatan Praktikum di Politeknik Negeri Banjarmasin khususnya pada pembengkokan pipa. Proses pembuatan profil sudut pembengkok pipa dilakukan dengan proses pengecoran logam menggunakan cetakan pasir. Bahan profil terbuat dari batok aluminium bekas kaleng minuman dan bekas dudukan kampas rem sepeda motor. Kekuatan tarik bahan profil sudut pembengkok dilakukan dengan pengujian tarik. Dengan hasil dari pengujian tarik dengan rata-rata 77,440 MPa.Kata kunci: Pengecoran Logam, Aluminium, Cetakan Pasir, Profil Sudut, Pembengkok Pipa 
Integrasi Analisis Reliability Dan Availability Dalam Penentuan Interval Perawatan Optimal Excavator Faisal Rahman; Firda Herlina; Ice Trianiza; Saifullah Arief
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 14 No 1 (2026): JTT (Jurnal Terpadu Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v14i1.3017

Abstract

Effective maintenance is an essential factor in ensuring the reliability and availability of equipment, especially for heavy equipment that operates intensively. This study aims to optimize the maintenance interval of excavator units by considering the value of reliability against time, to obtain a balance between reducing the risk of failure and maximizing operational availability. Historical data of time between failures (TBF) and time to repair (TTR) were collected from a PC 200 excavator unit operating in a coal mine in South Kalimantan from January 2024 to June 2025. Initial analysis was carried out using a Pareto diagram to identify critical systems, followed by failure mode and effect analysis (FMEA) to determine repair priorities. TBF and TTR modeling were tested with four probability distributions (Normal, Lognormal, Weibull, and Exponential) using the Anderson–Darling goodness-of-fit test, with the result that both data follow a Lognormal distribution. Distribution parameters were used to calculate mean time between failures (MTBF), mean time to repair (MTTR), the reliability function R(t), and availability. The results show an increase in availability from 96.15% to 96.59% after implementing the selected distribution, as well as a decrease in MTTR from 11.21 hours to 9.92 hours. Analysis of the relationship between reliability and availability resulted in an optimal maintenance interval in the range of 230–245 hours, when reliability remains above 90% and availability is around 96%.
Pembuatan Komposter Dan Pendampingan Masyarakat Dalam Pengolahan Sampah Rumah Tangga Di Kelurahan Kota Banjarmasin Firda Herlina; Mujiburrahman; Yuli Panca Asmara; Irawan Noor; Agus Wiramsya Oscar; Jainal Arifin; Idzani Muttaqin; Faisal Rahman; Rendi
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 7 : Agustus (2026): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga merupakan salah satu persoalan lingkungan yang terus mengalami peningkatan akibat pertumbuhan penduduk, perubahan pola konsumsi, serta rendahnya tingkat pengelolaan sampah dari sumbernya. Sampah organik yang berasal dari aktivitas rumah tangga seperti sisa makanan, limbah dapur, kulit buah, dan dedaunan memiliki proporsi yang besar, namun sebagian besar masih dibuang secara langsung sehingga menyebabkan peningkatan volume sampah di tempat pembuangan akhir serta berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga melalui penerapan teknologi tepat guna berupa komposter sederhana. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat secara partisipatif melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi permasalahan mitra, sosialisasi pengelolaan sampah berbasis konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pelatihan pembuatan komposter, praktik pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta pendampingan dan evaluasi keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik serta meningkatnya kemampuan masyarakat dalam melakukan pengolahan sampah organik menggunakan komposter. Masyarakat mampu memahami prinsip kerja komposter, melakukan proses pengisian bahan organik, melakukan pemeliharaan selama proses dekomposisi, serta memanfaatkan kompos yang dihasilkan untuk tanaman. Penerapan teknologi komposter sederhana memberikan alternatif solusi pengurangan sampah rumah tangga sekaligus mendukung terciptanya perilaku masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi, pelatihan, dan pendampingan berbasis masyarakat mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Pencegahan Korosi pada Permukaan Baja Menggunakan Bio-Inhibitor yang Diekstrak dari Kulit Nanas Yuli Panca Asmara; Mujiburrahman; Irawan Noor; Ihwan Ghazali; Agus Wiramsya Oscar; Firda Herlina; Muhammad Renaldy Syahputra
Science Tech: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 12 No 2 (2026): August
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/st.vol12.no2.a23548

Abstract

Corrosion is a major problem affecting the durability of steel materials, creating a need for effective and environmentally friendly corrosion-control methods. This study evaluated the effectiveness of pineapple peel extract as a corrosion inhibitor for ST 42 steel in rainwater at immersion durations of 7 and 20 days. The gravimetric weight-loss method was used to determine the corrosion rate based on the mass loss of the steel specimens. Six ST 42 steel specimens were used individually for the experimental conditions, with one specimen representing each condition. Uninhibited specimens were immersed in rainwater and seawater for comparison, while pineapple peel extract was evaluated as an inhibitor only in rainwater. The uninhibited ST 42 specimens immersed in rainwater showed corrosion rates of 0.0952 and 0.1000 g/(cm²·day) after 7 and 20 days, respectively. In contrast, the specimens treated with pineapple peel extract showed no measurable mass loss, resulting in a calculated corrosion rate of 0.0000 g/(cm²·day) at both immersion durations. The calculated inhibition efficiency of the pineapple peel extract was therefore 100% at both 7 and 20 days. The uninhibited specimens in seawater showed corrosion rates of 0.0952 and 0.1000 g/(cm²·day) after 7 and 20 days, respectively, which were identical to those observed in rainwater. These results indicate the potential of pineapple peel extract as a plant-based corrosion inhibitor for ST 42 steel in rainwater under the tested conditions. However, the results should be interpreted cautiously because each condition was represented by a single specimen and the resolution of the digital scale was not documented.