Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Rancang Bangun

Pengaruh Tingkat Karbonasi Terhadap Kuat Tekan Beton Pada Asesmen Struktur Gedung Eksisting Khoeri, Heri; Galuh Ade Putra; Naufal Rafif Rizqullah
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 10 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v10i1.3234

Abstract

Pada asesmen bangunan gedung dengan struktur utama beton bertulang, tentunya penentuan kuat tekan beton menjadi faktor utama dalam keakuratan hasil analisis. Uji kuat tekan pada beton inti adalah yang paling akurat, namun pada asesmen struktur gedung eksisting umumnya dibatasi karena faktor operasional gedung, sehingga harus dikombinasi dengan uji tidak merusak (non-destructive test, NDT). Pada gedung tua umumnya proses karbonasi sudah terjadi, dan ketika karbonasi sudah mencapai tulangan baja, akan menginisiasi korosi dan ini menjadi patologis utama pada beton bertulang. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kuat tekan beton pada gedung sekolah 3 lantai yang berusia lebih dari 30 tahun, dengan mengambil 10 sampel beton inti yang dibarengi dengan NDT yaitu uji karbonasi, pengukuran cepat rambat gelombang ultrasonik (UPVT) dan palu pantul beton. Dan 30 titik uji lainnya tanpa sampling beton inti. Hasil penelitian menunjukkan kedalaman karbonasi justru meningkatkan kuat tekan dan mengurangi tingkat kesalahan dalam estimasi, dengan:  dan =0,9241.
ANALISIS RESIKO GETARAN TANAH AKIBAT PENGEBORAN RENCANA PONDASI JEMBATAN YANG BERSIMPANGAN DENGAN JALUR PIPA GAS Khoeri, Heri; Isvara, Wisnu
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 10 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v10i2.3329

Abstract

Rencana pembangunan perumahan di Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang membutuhkan akses jalan yang melintasi jalur pipa milik PT. Pertamina Gas yang tertanam di bawah tanah. Pelaksanaan konstruksi di atas pipa gas tentunya berpotensi membahayakan keamanan pipa gas. Untuk mengetahui potensi resiko akibat getaran yang diakibatkan oleh pengeboran pondasi pada pipa gas yang tertanam dan mengetahui tindakan pencegahan dan atau perlindungan khusus apabila risiko pada pipa gas berada pada level yang tidak dapat diterima sesuai dengan klasifikasi resiko dilakukanlah penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunanaan mesin bor yang bertenaga 133kW dengan frekuensi putaran 36 rpm berpotensi menimbulkan getaran, PPV sebesar 33.15 mm/det saat mengenai pipa gas, hal ini melampaui kriteria maksimum yang diijinkan yaitu 30 mm/det, tentunya berpotensi merusak pipa. Sementara hasil analisis menunjukkan getaran akibat pengeboran tidak berpotensi menyebabkan likuifaksi dengan faktor keamanan sebesar 15. Untuk memitigasi hal tersebut alternatif yang dapat dilakukan adalah membatasi kecepatan putaran mesin bor sampai dengan 29.5 rpm atau menurunkan dasar pile cap sedalam 2.6 m, dan memasang accelerometer untuk memonitor besaran getaran dan menurunkan rpm atau menghentikan kegiatan konstruksi saat terindikasi ppv mendekati 30 mm/det.