Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Faktor – Faktor yang Memengaruhi Minat Nasabah Bank dalam Pemanfaatan Layanan Mobile Banking di PT Bank Syariah Indonesia KCP Medan Pulo Brayan Hidayah, Nurul; Hamdani, Muhammad Faisal
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v11i1.3101

Abstract

This research aims to analyze and test the influence of information technology, usefulness and trust on customer interest in using mobile banking services at Bank Syariah Indonesia KCP Medan Pulo Brayan. The methodology used is a quantitative approach. The research subjects were 100 mobile banking users of Bank Syariah Indonesia KCP Medan Pulo Brayan. This research uses primary data collected through surveys. Data analysis in this research uses the SPSS software program to calculate validity, reliability, multiple regression, classical theory, f-test, t-test, and coefficient of determination. This research found that information technology, usability, and trust all have partial and simultaneous effects on customer interest in using mobile banking services at Bank Syariah Indonesia KCP Medan Pulo Brayan.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Nasabah dalam Menggunakan BSI Mobile pada Bank Syariah Indonesia KC Lubuk Pakam Lubis, Sofiana Zahara; Hamdani, Muhammad Faisal
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v10i1.25392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat nasabah dalam menggunakan layanan BSI Mobile di Bank Syariah Indonesia (BSI) KC Lubuk Pakam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan dan wawancara untuk memahami persepsi nasabah terhadap BSI Mobile. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun BSI Mobile menawarkan kemudahan dan fleksibilitas transaksi, minat nasabah untuk menggunakannya masih rendah. Hal ini disebabkan oleh berbagai kendala, seperti kurangnya literasi digital, kesulitan teknis, keterbatasan infrastruktur, dan preferensi terhadap metode transaksi tradisional. Namun, nasabah yang telah menggunakan layanan ini merasa terbantu dan puas dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, seperti efisiensi waktu dan kemudahan akses. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan edukasi, pengembangan antarmuka aplikasi yang lebih ramah pengguna, serta peningkatan keamanan untuk mendorong adopsi layanan BSI Mobile di kalangan nasabah.
Sejarah dan Perkembangan Tradisi Mogang di Batu Bara Khoiruddin, Rudi; Harahap, Nursapia; Hamdani, Muhammad Faisal
Warisan: Journal of History and Cultural Heritage Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Mahesa Research Center (PT. Mahesa Global Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.096 KB) | DOI: 10.34007/warisan.v1i2.523

Abstract

This article discusses the history of the Mogang tradition in Batu Bara. This tradition has been carried out since the 1700s. In Batu Bara, this tradition has been a hereditary culture since the Kedatuan era until now. Batu Bara is an area located on the eastern coast of Sumatra and faces the Strait of Malacca, precisely at the mouth of the Batu Bara River. This study uses the historical method in four writing steps, namely; heuristics, verification or criticism, interpretation, and historiography, with a cultural approach. Based on the information the author got, in Batu Bara there are ancient tombs that are thought to be from the 18th century. This proves that, there were already human settlements in the area before the 18th century. Mogang itself means slaughtering or slaughtering. Usually, this tradition is carried out by Kedatuan in welcoming the Holy month of Ramadan and Eid al-Fitr. In this tradition, Kedatuan slaughtered livestock to be distributed to the community. Along with its development, this tradition also has economic, social, cultural and religious values.
The Prohibition of Monosodium Glutamate in Food From the Perspective of Contemporary Fiqh and Health Nasution, Muhammad Hasan; Irham, Muhammad Iqbal; Hamdani, Muhammad Faisal
Al-Fikru: Jurnal Ilmiah Vol. 19 No. 1 (2025): Juni (2025)
Publisher : STAI Serdang Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51672/alfikru.v19i11.650

Abstract

The issue of the halal status of food ingredients, particularly Monosodium Glutamate, has sparked debate among Muslims due to its potential health implications. This study aims to analyze the halal status of Monosodium Glutamate from the perspectives of contemporary Islamic jurisprudence and health. Using a qualitative interdisciplinary approach, this study combines contemporary Islamic jurisprudence and health science to describe the legal status of Monosodium Glutamate and its effects on the body. The results indicate that Monosodium Glutamate can be categorized as haram Lil ghoyrihi (haram due to external effects), specifically its negative impact on health, in accordance with Islamic principles that protect the body and mind. This approach opens a dialogue between scholars and medical authorities and provides a foundation for determining the halal status of food. The implications of this study are the need for a balanced approach between medical considerations and Islamic law in determining the halal status of food ingredients. Public education about the potential health risks of Monosodium Glutamate is important so that Muslims can make wiser decisions regarding food consumption.
KAIDAH HUKMU AL-HĀKIM YARFA’U AL-KHILĀF DALAM PENGELOLAAN IKHTILĀF: PERSPEKTIF FIKIH SIYASAH Muhibbussabry; Hamdani, Muhammad Faisal; Syahnan, Mhd.; Asmuni , Asmuni
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 3 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i3.1241

Abstract

Perbedaan pendapat (ikhtilāf) merupakan karakter inheren dalam tradisi ijtihad hukum Islam akibat keragaman metode penalaran para fuqaha. Meskipun memperkaya khazanah keilmuan, ikhtilāf dalam ranah hukum publik berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum dan fragmentasi sosial apabila tidak dikelola secara institusional. Penelitian ini mengkaji kaidah Hukmu al-Hākim Yarfa’u al-Khilāf sebagai kerangka normatif penyelesaian perbedaan pendapat dalam wilayah ijtihādiyyah melalui penelitian hukum normatif berbasis studi kepustakaan terhadap al-Qur’an, hadis, karya fuqaha klasik, dan literatur fikih siyasah kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaidah ini dibangun atas pemahaman al-hukm sebagai keputusan mengikat, al-hākim sebagai otoritas sah, serta raf’ al-khilāf sebagai mekanisme penyudahan konflik praktik hukum tanpa meniadakan perbedaan secara epistemologis. Keberlakuannya bersifat terbatas dan bersyarat, hanya pada perkara ijtihādiyyah, tidak bertentangan dengan nash qaṭ’ī, berorientasi pada kemaslahatan umum, dan selaras dengan maqāṣid al-syarī’ah. Secara konseptual, penelitian ini menegaskan bahwa kaidah Hukmu al-Hākim Yarfa’u al-Khilāf tidak lagi semata dipahami sebagai kaidah fikih klasik, melainkan sebagai prinsip tata kelola hukum (governance principle) dalam ruang kekuasaan negara. Secara aplikatif, kaidah ini diterapkan dalam ibadah publik dan kebijakan negara modern, khususnya dalam wilayah ta’zīr dan regulasi sosial, dengan catatan bahwa penerapannya menuntut pembatasan normatif dan mekanisme akuntabilitas agar tidak berujung pada legitimasi kekuasaan yang represif.