Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Portable-2WG: Water and Wind Portable Power Plant for Electricity Needs of River Flow Residents Yulia Yulia; João Victor Pequeno de Oliveira
Journal Electrical and Computer Experiences Vol. 3 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Tinta Emas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59535/jece.v3i1.439

Abstract

Indonesia is a country consisting of 70% of the territory of water. This causes Indonesia to have a potential energy of the wind of 9.29 GW. In addition, Indonesia also has high rainfall that is 2000-3000 mm / year provides water potential of 75.65 GW. In line with the increase in the electrical ratio target to 100% by 2025, the electricity is projected to increase more than 7 times to 1,611 Twh by 2050. As a solution of high electricity consumption, then created Portable-2WG (Portable Energy from Photovoltaic and Wind Water Generator). Portable-2WG is a combination of a turbine and solar panel, where this turbine is designed to be used to convert wind and water power. When the dry season, this turbine will be functioned as a vertical wind turbine with to utilize the potential of the abundant wind energy in the dry season. While the rainy season, turbine can be functioned as floating water turbine so that the utilization of potential water can be optimal.
Corporate governance attributes, banks characteristics and green banking disclosure in Indonesia Yulia Yulia; Muhammad Rafiuddin; Rokiah Paee
Journal of Islamic Accounting and Finance Research Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jiafr.2025.7.2.28681

Abstract

Purpose - The purpose of this study is to examine the influence of corporate governance attributes and banks characteristic on Green Banking Disclosure of Indonesian Islamic banks. Method - Using the panel data regression framework of multiple linier regression method, this study analyses a sample comprising nine Indonesian Islamic banks from 2018 to 2024.   Result - The results show that board size, independent ommissioner, profitability, and size have a significantly positive effect on Green Banking Disclosure Index (GBDI), while sharia supervisory board has significantly negative on GBDI but contradictive to board gender diversity, meeting frequency, and leverage do not have significantly affect on GBDI. Implication - The practical implications of this study emphasize the critical role of corporate governance attributes and banks characteristic in improving green banking disclosure index of Indonesian Islamic banks. Originality - This study comprises an in-depth examination of corporate governance attributes and banks' characteristics, as there is limited literature in Indonesia concerning diversity on the board and banks' characteristics, despite the relevance of the topic.
PENGGUNAAN BAHASA IBU DALAM KETERAMPILAN BICARA SISWA Ananda Setiawan; Yulia Yulia; Aisyah Mutiarani; Silvi Dwi Novitasari; Della Dwike Agustin; Chika Sucita; Wulandari Wulandari; Rahmad Fadli; Dinni Ramalia
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa adalah sarana komunikasi yang disampaikan baik secara lisan maupun tulisan. Kemampuan berbahasa dapat dilihat dari keterampilan berbicara, seperti apakah bahasa yang digunakan baik atau kurang tepat. Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia adalah agar siswa dapat berbicara dengan bahasa yang baik dan benar, menggunakan bahasa yang sopan, serta tidak menyinggung pihak lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan bahasa ibu dalam keterampilan berbicara selama pembelajaran bahasa Indonesia di kelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi( Jurnal Pendidikan dan Bahasa Indonesia, 2021) dan penggunaan alat rekam. Observasi dilakukan untuk mengamati keterampilan berbicara siswa dalam menggunakan bahasa ibu selama pembelajaran. Fungsi observasi dalam penelitian ini adalah untuk mengamati keterampilan berbicara siswa dalam menggunakan bahasa ibu selama pembelajaran bahasa Indonesia, sementara alat rekam digunakan untuk merekam penggunaan bahasa ibu dalam proses pembelajaran. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, siswa cenderung lebih banyak menggunakan bahasa ibu (bahasa Sunda) karena mereka merasa lebih memahami dan menguasainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 99% siswa di kelas X menggunakan bahasa ibu. Beberapa faktor yang memengaruhi penggunaan bahasa ibu dalam pembelajaran antara lain lingkungan sekolah, lingkungan tempat tinggal, dan terbatasnya kosa kata yang dimiliki siswa, yang menyebabkan mereka lebih sering menggunakan bahasa ibu daripada bahasa Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan dalam penelitian ini adalah untuk membantu siswa memperkaya kosa kata mereka dan memfasilitasi penggunaan bahasa Indonesia dalam pembelajaran.
Pentingnya Studi Kelayakan Bisnis Syariah Dalam Menilai Potensi Pasar Dan Keberlanjutan Usaha Yulia Yulia; Mersy Aulia; Adelliah Adelliah; Zalika Maharani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas urgensi studi kelayakan bisnis syariah dalam menilai potensi pasar serta menjamin keberlanjutan suatu usaha. Studi kelayakan tidak hanya mencakup aspek teknis dan finansial, tetapi juga menekankan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah yang mencakup kejujuran, keadilan, dan keberkahan. Dengan pendekatan holistik, studi ini menganalisis berbagai aspek penting seperti aspek pasar, hukum, teknis, manajemen, dan keuangan dari sudut pandang Islam. Hasil studi kelayakan syariah menjadi pedoman dalam pengambilan keputusan strategis dan perencanaan bisnis yang beretika dan berorientasi jangka panjang. Oleh karena itu, penerapan studi kelayakan yang sesuai syariat Islam sangat penting untuk mewujudkan bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berkah dan berkelanjutan secara sosial dan spiritual.
PROFIL PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT INAP DI SATU RS X: STUDI DOKUMENTASI [PROFILE OF TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS HOSPITALIZED IN HOSPITAL X: A DOCUMENTATION STUDY] Angel T. I Saununu; Erland N Lenggu; Kacie R. G Ndaparoka; Juhdeliena Juhdeliena; Yulia Yulia
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol. 12 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v12i1.8457

Abstract

Complications in patients with type 2 diabetes mellitus can increase the number of hospitalizations and even worsen the patient's condition even to death if not handled properly. Based on data from type 2 DM patients who underwent hospitalization at Hospital X in October-November 2021, 145 patients increased to 192 patients the following year. The purpose of this study is to identify the profile of patients hospitalized with type 2 diabetes. This research employed a quantitative descriptive study with a retrospective approach. The instrument in this study used a fill-in sheet. A total of 141 medical record records were included in the sample. The data were analysed using univariate analysis. The findings indicated that the majority of hospitalized patients with type 2 DM presented with complaints of weakness, accounting for 42.55% of cases. Patients with hyperglycaemic conditions were predominantly in the pre-elderly age category, comprising 24.10% of cases, with a higher representation of females at 27.7%. Additionally, a significant proportion of patients had a normal body mass index (17%), while a considerable number did not have their HbA1c levels checked (26.20%). Furthermore, 22.7% of patients had uncontrolled HbA1c levels (>7%), and 35.50% had one to three comorbidities. Several factors require additional investigation, specifically the hormonal history and gestational diabetes in women. Furthermore, there is a need for further research on visceral fat in the body, stress levels in hospitalized Type 2 DM patients, and the types of comorbid diseases commonly found in Type 2 DM patients. Additionally, routine HbA1c checks are necessary.BAHASA INDONESIA Komplikasi pada pasien diabetes melitus (DM) tipe 2 dapat meningkatkan peningkatan angka rawat inap bahkan dapat memperburuk kondisi penderita bahkan sampai dengan kematian jika tidak ditangani dengan baik. Berdasarkan data rawat inap pasienDMtipe2di satu RS X pada bulan Oktober-November 2021 sebanyak 145 pasien  meningkat menjadi 192 pasien ditahun berikutnya. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasikarakteristik pasien DMtipe2 yang menjalani rawat inap. Metode penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar isian. Sampel yang digunakan berjumlah 141 dokumen rekam medis. Teknik analisis data yaitu analisis univariat. Hasil menunjukkan bahwakarakteristik pasien DM tipe 2 rawatinap mayoritas datang dengan keluhan lemas sebanyak 42,55%, pasien dengan kondisi hiperglikemi mayoritas dalam kategori usia pra lanjut usia sebanyak 24,10%, dengan jenis kelamin perempuansebanyak 27,7%,indeks massa tubuh normal sebanyak 17%,Kadar HbA1c tidak diperiksa sebanyak 26,20%, dan dengan kondisi kadar HbA1c tidak terkendali (>7%) sebanyak 22,7%, serta memiliki satu sampai tiga komorbid sebanyak 35,50%. Ada banyak faktor yang perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yaitu riwayat hormonal dan diabetes gestasional pada perempuan, selain itu diperlukan penelitian lebih lanjut terkait lemak viseral dalam tubuh, tingkat stres pada pasien rawat inap DM Tipe 2 dan jenis-jenis penyakit komorbid yang sering terjadi pasien DM Tipe 2, dilanjutkan dengan diperlukannya pemeriksaan rutin HbA1c.  
EFIKASI DIRI, TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI, DAN INTERAKSI PERAWAT-PASIEN DALAM MERAWAT PASIEN STROKE: ANALISA DESKRIPTIF [SELF-EFFICACY, CONFIDENCE LEVEL, AND NURSE-PATIENT INTERACTIONS IN STROKE CARE: A DESCRIPTIVE ANALYSIS] Merfis Taneo; Puspita Ajeng Widyantari; Yonita Cristianti Huwae; Juhdeliena Juhdeliena; Yulia Yulia
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol. 12 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v12i1.8468

Abstract

 Stroke patients require comprehensive nursing care, therefore, nurses must have strong self-efficacy. In providing nursing care, nurses also need high self-confidence and effective communication skills when interacting with patients and their families. This study aims to identify nurses' self-efficacy, self-confidence, and interaction patterns in providing care to stroke patients. The research method was descriptive-analytic with a cross-sectional approach involving a sample of 111 respondents selected through purposive sampling. The instruments used were the General Self-Efficacy (GSE), Self-Confidence Scale (SCS), and Caring Nurse-Patient Interaction Scale: 23 Item Version Nurse (CNPI-23N). Cronbach’s alpha results of 0,828 for GSE, 0,966 for SCS, and 0,974 for CNPI-23N. The results showed moderate self-efficacy, self-confidence, and nurse interaction levels, with percentages of 70.07%, 70.27%, and 55.85%, respectively. The findings could be used to develop strategies to enhance self-efficacy and self-confidence in nurses at the early stages of their careers, such as through additional training, mentoring, or simulation-based education. BAHASA INDONESIA Pasien stroke membutuhkan asuhan keperawatan yang komprehensif oleh karena itu perawat membutuhkan efikasi diri yang baik. Dalam pemberian asuhan keperawatan, perawat juga membutuhkan tingkat kepercayaan diri yang tinggi dan kemampuan komunikasi yang efektif ketika berinteraksi dengan pasien maupun keluarga. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi gambaran efikasi diri, kepercayaan diri, serta interaksi perawat-pasien ditinjau dari karakteristik perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien stroke. Metode penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan sampel berjumlah 111 responden dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu General Self-Efficacy (GSE), Self-Confidence Scale (SCS), dan Caring Nurse-Patient Interaction Scale: 23 Item Version Nurse (CNPI-23N) dengan hasil alpha Cronbach GSE 0,828, SCS 0,966 dan CNPI-23N 0,974. Hasil”¯ yang didapatkan gambaran efikasi diri, tingkat kepercayaan diri, dan interaksi perawat dalam kategori sedang secara berurutan yaitu 70,07%; 70,27%; dan 55,85%. Hasil penelitian dapat dipakai untuk mengembangkan strategi guna meningkatkan efikasi diri, kepercayaan diri perawat ditahap awal karir”¯dapat berupa pelatihan tambahan, bimbingan atau pendidikan berbasis simulasi.