Dyah Subositi
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Badan Litbang Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI Jl. Raya Lawu, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Tel.: (0271) 697010, Fax.: (0271) 697451

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Medicinal Plants used for Antihypercholesterolemia in Ethnic Groups of Celebes Island, Indonesia: Pemanfaatan Tumbuhan Obat sebagai Antihiperkolesterolemia di Berbagai Etnis di Pulau Sulawesi, Indonesia Rahmawati, Nuning; Haryanti, Sari; Yanti Marfuatush Sholikhah, Ika; Subositi, Dyah; Widodo, Harto; Mujahid, Rohmat; Widiyastuti, Yuli
Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia Vol. 16 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jtoi.v16i2.1025

Abstract

This study aimed to identify the utilization of medicinal plants used by selected traditional healers who met inclusion criteria to treat high cholesterol levels in ethnic groups of Celebes Island, Indonesia. Data collection was carried out through interviews, observation, and sample collection. This study revealed 67 concoction information and identified the use of 48 plant species distributed in 32 families among 39 healers in 20 ethnic groups in Celebes Island. Peperomia pellucida (L.) Kunth (UV=0.21), lamiaceae (15.63%), and leaves (57.35%) were determined as the most prominent species, family, and plant part used. The most widely prescribed rule of use is internal administration (94.03%) with a frequency of 3x1 per day (44.78%) for a week to a month (56.72%). However, conservation efforts need to be initiated immediately since more than 50% of healers made no cultivation efforts
Keragaman Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) yang digunakan di 6 Etnis di Indonesia berdasarkan Penanda Molekular ISSR Subositi, Dyah; Kurnianingrum, Nina; Wahyono, Slamet
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.407 KB)

Abstract

Data pengetahuan etnofarmakologi, tumbuhan obat dan ramuan obat tradisional pada 209 etnis di Indonesia telah diperoleh dari penelitian Ristoja (Riset Tumbuhan Obat dan Jamu) pada tahun 2012. Penelitian lanjutan Ristoja dilakukan pada tumbuhan yang paling banyak digunakan diseluruh etnis sekaligus sebagai penyusun ramuan anti kanker dan anti malaria, termasuk diantaranya adalah sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.). Salah satu tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keragaman genetik sambung nyawa yang digunakan dalam ramuan obat tradisional pada 6 etnis di Indonesia berdasarkan penanda molekular Inter-simple Sequence Repeats (ISSR). Empat primer ISSR terpilih digunakan untuk amplifikasi masing- masing aksesi dan menghasilkan sebanyak 25 fragmen DNA dengan tingkat polimorfisme sebesar 92%. Indeks Similaritas Dice digunakan untuk perhitungan nilai similaritas antar aksesi sambung nyawa. Penyusunan dendrogram berdasarkan UPGMA. Enam aksesi sambung nyawa terbagi menjadi dua klaster dengan nilai indeks similaritas 39,68%. Aksesi sambung nyawa asal etnis Kaidipang (Sulawesi Utara) dan Togutil (Maluku Utara) mempunyai kemiripan tertinggi sebesar 96%.
Seleksi Primer RAPD untuk Autentikasi Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus (Blume) Miq.) Subositi, Dyah; Maruzy, Anshary; Wijaya, Nur Rahmawati
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.8 KB)

Abstract

Kumis kucing (Orthosiphon aristatus) merupakan tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional oleh masyarakat umum maupun industri. Tanaman ini berpotensi dipalsukan atau terjadi kekeliruan dengan tekelan (Eupatorium riparium) karena mempunyai morfologi daun yang mirip terutama dalam bentuk simplisia. Penggunaan karakter morfologidan fitokimia dalam autentikasi tanaman obat mempunyai keterbatasan karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan umur fisiologis tanaman. Penanda molekular RAPD merupakan salah satu metode autentikasi tumbuhan obat yang tidak dipengaruhi oleh kedua faktor tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk seleksi primer RAPD sebagai tahap awal dalam autentikasi kumis kucing. Isolasi DNA genom dilakukan pada kumis kucing, tekelan dan campuran keduanya, selanjutnya dilakukan amplifikasi menggunakan 20 primer RAPD. Tiga primer RAPD tidak dapat menghasilkan produk amplifikasi dan total fragmen yang dihasilkan sebanyak 97 fragmen DNA, serta polimorfisme sebesar 43,3%. Sebanyak 3 primer RAPD yaitu OPK2, OPL-1 dan OPM1menghasilkanmasingmasingsatufragmen spesifik pada kumis kucing dan tekelan. Primer RAPD tersebut dapat digunakan untuk autentikasi kumis kucing dengan tekelan.
Kandungan Logam Berat Kadmium (Cd) dan Timbal (Pb) dalam Tempuyung (Sonchus arvensis L.) Mujahid, Rohmat; Subositi, Dyah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.684 KB)

Abstract

Sonchus arvensis L. merupakan salah satu tanaman yang digunakan dalam beberapa ramuan, khasiat dan keamanannya telah terbukti dalam uji preklinis, observasi klinis maupun uji klinis yang dilakukan di Klinik Saintifikasi Djamoe “Hortus Medicus”. Pemenuhan kebutuhan Sonchus arvensis L. di Klinik Saintifikasi Djamoe Hortus Medicus dari hasil budidaya, namun pemakaian oleh masyarakat umumnya berasal dari tumbuhan liar, yang banyak tumbuh di pekarangan, lahan kosong maupun pingir jalan. Luasnya sebaran Sonchus arvensis L. menimbulkan potensi cemaran logam berat terutama yang tumbuh disekitar jalan/jalan raya. Telah dilakukan pengambilan 20 sampel Sonchus arvensis L. yang dibagi dalam 5 kelompok berdasar potensi cemaran logam berat. Kandungan logam berat ditetapkan secara Spektrofotometri Serapan Atom pada panjang gelombang 217,0 nm timbal (Pb) dan 228,8 nm kadmium (Cd). Kandungan kadmium tidak terdeteksi dalam semua sampel (LOD 0,04 ppm), sedangkan kandungan timbal sangat bervariasi mulai dari tidak terdeteksi (6 sampel) hingga 4,34 ppm (LOD 0,01 ppm), terdapat kecenderungan makin dekat tempuyung tumbuh dengan jalan/jalan raya makin besar kandungan timbalnya.
Genetic Diversity of Graptophyllum pictum (L.) Griff from Eastern Indonesia Ethnics Based on Sequence-Related Amplified Polymorphismr Azmi, Wihda Aisarul; Husnawati; Puspita, Puspa Julistia; Safira, Ukhradiya M; Subositi, Dyah; Maruzy, Anshary
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.903 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i2.40644

Abstract

Indonesia berada diposisi kedua dengan jumlah tanaman obat asli tertinggi di dunia setelah Hutan Hujan Amazon. G. pictum (L) Griff merupakan salah satu etnomedisin yang telah dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat Indonesia, tapi keragaman genetiknya belum dipetakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis keragaman genetik G. pictum (L) Griff dari Indonesia Bagian Timur berdasarkan marka molekuler SRAP melalui pencarian keberadaan polimorfisme. G. pictum (L) Griff yang digunakan berasal dari 11 etnis Indonesia Timur yang sudah dikeringkan sebelumnya, kemudian dilakukan isolasi DNA kromosom, amplifikasi PCR dengan menggunakan 8 kombinasi primer SRAP terpilih, kemudian dianalisis kekerabatan dari 7 etnis menggunakan software NTSYS (Numerical Taxonomy and Multivariative Analysis System) 2.0 dan PopGene (Population Genetic Analysis) 1.3. Dari hasil penelitian diperoleh nilai Persen Lokus Polimorfik (PLP) sebesar 88.55% dengan total lokus ditemukan 49 (44 lokus poliformik dan 5 lokus monomorfik), dan variasi Indonesia menduduki peringkat kedua dengan jumlah tanaman obat asli tertinggi di dunia setelah Hutan Hujan Amazon. Handeuleum (G. pictum (L) Griff) merupakan salah satu tanaman obat yang telah dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat Indonesia, namun informasi mengenai keragaman genetiknya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai keragaman genetik 52 aksesi G. pictum (L) Griff dari 11 etnis Indonesia Bagian Timur berdasarkan marka molekuler SRAP. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2018 hingga Januari 2019. Sebanyak 52 aksesi G. pictum (L) Griff dan 16 kombinasi primer SRAP digunakan dalam penelitian ini. Analisis kekerabatan dilakukan berdasarkan nilai indeks similaritas dan konstruksi dendogram dengan menggunakan program NTSYS 2.0 dan PopGene 1.3. Sebanyak 49 lokus (44 lokus polimorfik dan 5 lokus monomorfik) diperoleh dari delapan kombinasi primer terpilih dengan presentase polimorfik sebesar 88.55%. Keragaman genetik antar aksesi tergolong tinggi (86%) sedangkan antar etnis tergolong rendah (47.23%). Etnis dengan keragaman tertinggi adalah Demta (81.63%), sedangkan Auyu adalah Etnis dengan keragaman genetik yang paling rendah (2.04%). Berdasarkan nilai Indeks Dissimilarity (ID) atau nilai keragaman yang menunjukkan tingkat kekerabatan, Etnis Bajawa dan Auyu memiliki tingkat kekerabatan terjauh (ID = 1.0720). Informasi yang dihasilkan dalam penelitian ini bermanfaat untuk mendukung program pemuliaan dan konservasi daun wungu. Kata kunci: dendogram, handeuleum, SRAP, tanaman obat
Genetic Profiling of Sida rhombifolia Originated from Several Indonesian Ethnicities Based on Sequence-Related Amplified Polymorphism Markers Solihah, Jumailatus; Kurniatanty, Isma; Subositi, Dyah; Maruzy, Anshary; Martiwi, Ika Nugraheny Ari; Ainy, Erny Qurrotul; Anam, Khoirul; Dina, Aslikh Lana
Jurnal Biodjati Vol 6 No 2 (2021): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v6i2.14553

Abstract

Sida rhombifolia is one of wild flowering plants that grows easily in many habitats with moderate humidity, with some usefulness in traditional medicine. Genetic characterization of Sida rhombifolia accessions originated from 12 ethnicities of Indonesia was analyzed based on Sequence-Related Amplified Polymorphism (SRAP) Markers. The genomic DNA were extracted from leaf samples and then were characterized by using the SRAP marker system according to Li and Quiros (2001). Nine pairs of SRAP primer resulted high polymorphic bands and were used in the genetic profiling. The data analysis was performed using GenAlEx to calculate genetic distance, Principal coordinate analysis, and Analysis of Molecular Variance (AMOVA), also using POPGENE to assess genetic diversity (Hs and Ht) and Nm to predict gene flow among populations. The coordinate analysis showed that the accessions originated from ethnicities along Wallacean line tend to differ genetically from most other locations. However, the results of analysis of molecular variance suggested that there were only slight differences (0.1%) found between ethnicities, while most genetic variances (99.9%) were found mostly among accessions within populations. The results suggested that there was an extensive genetic flow and plant spreading among Sida rhombifolia plant populations, resulting more homogenous genetic characters among most populations, while high diversity within population. The calculation of the number of migration (Nm = 1.7341) confirmed that the high rate of gene flow had occurred between populations.