Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : BIOPROSPEK

PERAN NUTRISI DALAM MODULASI GEN INFLAMASI PADA KERUSAKAN MUKOSA LAMBUNG AKIBAT NSAID: SEBUAH PENDEKATAN NUTRIGENOMIK Prayoga, Adhimas; Ilmi, Annisa Nurul
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 17 No 1 (2025): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/qtab7a55

Abstract

Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) merupakan terapi yang umum digunakan, khususnya pada kelompok lansia, namun penggunaannya dapat menyebabkan gangguan mukosa lambung yang dipicu oleh penghambatan enzim COX-1 dan peningkatan stres oksidatif. Artikel yang dianalisis merupakan penelitian primer dari tahun 2014 hingga 2024 dengan desain in vivo, in vitro, atau observasional yang relevan dengan topik yang dikaji berdasarkan hasil utama, ekspresi gen terkait, dan mekanisme molekuler. Hasil sintesis dari sembilan studi utama menunjukkan bahwa senyawa seperti omega-3 (EPA dan DHA), astaxanthin, polifenol, dan komponen aktif dari walnut dan Gardenia jasminoides mampu memberikan perlindungan mukosa melalui aktivasi jalur molekuler Nrf2/HO-1 dan AMPK/SIRT1, serta menekan jalur inflamasi NF-κB dan COX-2. Namun, konsumsi lemak jenuh tinggi dapat memperparah kondisi mukosa dengan meningkatkan IL-17A dan menurunkan gen pelindung seperti TLR4, Ocln, dan Nr1h4. Hasil studi ini menunjukkan bahwa pola makan dan komponen nutrisi tertentu mampu memengaruhi ekspresi gen dan jalur molekuler yang berperan dalam menjaga kesehatan mukosa lambung. Temuan ini mendukung potensi pendekatan nutrigenomik sebagai strategi preventif dan pendukung terapi yang lebih aman untuk mengurangi risiko gangguan saluran cerna akibat penggunaan NSAID dalam jangka panjang.
KEANEKARAGAMAN JENIS CAPUNG Odonata spp. DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM MANGOLO SEKITAR BUMI PERKEMAHAN KEA-KEA DESA ULUNGGOLAKA KECAMATAN LATAMBAGA KABUPATEN KOLAKA SULAWESI TENGGARA Amirullah, Amirullah; Suriana; Ariska, Isna; Ilmi, Annisa Nurul
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 17 No 2 (2025): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/vekp1s15

Abstract

Capung (Odonata spp.) merupakan kelompok serangga yang melimpah di Indonesia, berpotensi digunakan sebagai bioindikator keseimbangan ekosistem karena sensitivitasnya terhadap perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi jenis capung di kawasan Taman Wisata Alam Mangolo sekitar Bumi Perkemahan Kea-Kea. Penelitian dilakukan menggunakan teknik observasi lapangan melalui penjelajahan di sekitar aliran sungai dan area hutan. Analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H’), indeks kemerataan (E’), dan indeks dominansi (D’). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 15 jenis capung. Nilai indeks keanekaragaman (H’) di sekitar aliran sungai sebesar 1,14, sedangkan di area hutan sebesar 0,88; kedua nilai tersebut tergolong dalam kategori keanekaragaman rendah (H’ ≤ 2). Indeks kemerataan (E’) di sekitar aliran sungai sebesar 0,48 dan di area hutan sebesar 0,45,  menunjukkan bahwa komunitas capung pada kedua habitat tergolong komunitas tertekan (0 < E’ ≤ 0,5). Nilai indeks dominansi (D’) capung di sekitar aliran sungai sebesar 0,46 dan termasuk dalam kategori dominansi rendah (0 < D’ ≤ 0,5), sedangkan di area hutan nilai indeks dominansi sebesar 0,62 dan tergolong dalam kategori dominansi sedang (0,5 < D’ ≤ 0,75). Perbedaan nilai indeks tersebut menunjukkan bahwa kondisi habitat berpengaruh terhadap struktur komunitas capung, terutama terkait ketersediaan air dan karakteristik lingkungan perairan.
MINI REVIEW: PENGARUH VARIASI GULA DAN WAKTU FERMENTASI DALAM OPTIMALISASI PROSES FERMENTASI KOMBUCHA Florenika, Natasha; Natasha; Nurul Ilmi, Annisa; Sri Pujiyanti, Aloysia
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 17 No 2 (2025): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/5yez5565

Abstract

Fermentasi kombucha melibatkan aktivitas kultur simbiotik bakteri dan ragi (SCOBY) yang dipengaruhi oleh konsentrasi gula dan waktu fermentasi sebagai parameter utama penentu kualitas minuman. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi konsentrasi gula dan lama fermentasi terhadap aktivitas antioksidan kombucha berdasarkan studi literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah artikel penelitian dan review ilmiah yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir melalui basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan hasil-hasil penelitian terkait konsentrasi gula, waktu fermentasi, dan aktivitas antioksidan. Hasil kajian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan kombucha meningkat pada fase awal hingga pertengahan fermentasi dan mencapai nilai optimal pada hari ke-6 hingga ke-10, kemudian menurun pada fermentasi yang lebih lama. Konsentrasi gula optimal berada pada kisaran 7–10% (b/v) atau setara dengan 50–70 g/L, yang mendukung pertumbuhan mikroba dan pembentukan senyawa bioaktif secara maksimal. Konsentrasi gula yang terlalu rendah menghambat fermentasi, sedangkan konsentrasi yang terlalu tinggi dapat menyebabkan stres osmotik pada mikroba. Kesimpulannya, pengendalian konsentrasi gula dan waktu fermentasi yang tepat merupakan faktor kunci dalam optimalisasi produksi kombucha sebagai minuman fungsional dengan aktivitas antioksidan tinggi.