Claim Missing Document
Check
Articles

Increasing the Knowledge of Women Farmer Through Household Counseling on Food Safety in Sumberejo Village, Magelang Regency Maria Marina Herawati; Yoga Aji Handoko; Alfred Jansen Sutrisno; Maria Maria; Liska Simamora; Yuliawati Yuliawati; Bayu Nuswantara; Bistok Hasiholan Simanjuntak
Unram Journal of Community Service Vol. 5 No. 2 (2024): June
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v5i2.655

Abstract

Food safety is the condition and effort needed to prevent food from three possible contaminations, namely: biological, chemical and other contamination that can disturb, harm and endanger human health. Sumberejo Village is a Partner of Faculty of Agriculture and Business, Universitas Kristen Satya Wacana. Sumberejo Village has potential resources in the form of vegetables. It is supported by climate and temperature conditions that are suitable for vegetable production. One of the superior commodities produced in Sumberejo Village is beetroot fruit. Processing agricultural products into processed food products is an effort to increase economic value when prices fall or during harvest time. Processing beet tubers into processed products such as cookies, beetroot tea bags, cakes are one way to reduce losses due to falling prices and increase the selling value of beet tubers. Knowledge and safe food processing practices are very necessary in food processing activities. Through food safety education activities, it is hoped that the women farming community in Sumberejo village will be able to process beet tubers in accordance with the concept of food safety. The aim of this Community Service activity is to provide knowledge and understanding of female farmers in Sumberejo Village regarding food safety and efforts to prevent contamination during food processing and producing food that is safe for consumption by the community. Based on the results of implementing safety education activities in Sumberejo Village, it can be concluded that there has been an increase in knowledge about food safety. It can be seen in the results of the questionnaire that knowledge about food safety is important because it concerns health
Perbandingan Perlakuan Berbagai Jenis Pisang dan Jenis Coating terhadap Kualitas dan Sensori Dried Banana Putri, Anindya N; Herawati, Maria M
AGRITEKNO: Jurnal Teknologi Pertanian Vol 13 No 2 (2024): AGRITEKNO: Jurnal Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jagritekno.2024.13.1.127

Abstract

Dried banana is processed banana fruit with its moisture content removed by drying, either naturally or using a special tool (food dehydrator), without removing the original flavor and aroma of the banana fruit. Three banana varieties were used in this study: “tanduk” banana, “kepok” banana, and “susu” banana. Coatings were also added to determine the best coating between artificial and natural sweeteners. The artificial sweetener was saccharin, while the natural sweetener was longan honey. This study aimed to find suitable varieties for dried bananas and appropriate coatings based on chemical and consumer preferences through sensory analysis (organoleptic). The analysis utilized a factorial randomized block design with two factors: banana variety and coating type, resulting in nine treatments and three replications. The nine treatments consisted of P1C0 (‘tanduk’ banana without coating), P2C0 (‘kepok’ banana without coating), P3C0 (‘susu’ banana without coating) as control, P1C1 (‘tanduk’ banana with saccharin coating), P2C1 (‘kepok’ banana with saccharin coating), P3C1 (‘susu’ banana with saccharin coating), P1C2 (‘tanduk’ banana with honey coating), P2C2 (‘kepok’ banana with honey coating), and P3C2 ( ‘susu’ banana with honey coating). Based on the research results, the best-dried banana product was the P2C2 treatment, the honey-coated kepok banana variety.
PROYEK PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI PERTANIAN PERKOTAAN DAN PENGANEKARAGAMAN PANGAN PADA TINGKAT RUMAH TANGGA Andree Wijaya Setiawan; Yohanes Hendro Agus; Nugraheni Widyawati; Endang Pudjihartati; Maria Marina Herawati; Suprihati Suprihati; Djoko Murdono; Kezia Natalia; Jonathan Galih Raka Kusuma; Sabrina Ayu; Exvaricha Exvaricha; Yuliana Pratiwi Asti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20414

Abstract

Abstrak: Pertanian perkotaan merupakan tema lintas sektoral yang mencakup dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan dari pembangunan berkelanjutan. Perubahan lanskap yang cepat diiringi masyarakat yang kehilangan apresiasi terhadap jasa ekosistem, menyebabkan rendahnya ketahanan dalam hal mitigasi masalah yang timbul akibat urbanisasi seperti stunting. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan hardskill berupa pengetahuan dan kemampuan penyelesaian masalah terkait dengan stunting yang ada di masyarakat terutama pada skala rumah tangga. Metode yang diterapakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah berdasarkan metode pembelajaran orang dewasa (Andragogi) melalui ceramah dan praktek langsung beberapa teknologi tepat guna (TTG) berbasis pertanian perkotaan untuk pencegahan stunting. Target kegiatan ini adalah kelompok masyarakat sejumlah 50 orang meliputi siswa siswi SMA – SMK, guru SMA – SMK, anggota PKK dan perangkat desa di Kabupaten Semarang. Hasil evaluasi kegiatan berdasarkan angket menunjukan 84% peserta kegiatan mendapatkan pengetahuan berkaitan dengan materi yang telah diberikan dan 86% peserta kegiatan juga menjadi terampil dan ingin mengaplikasikan ilmu yang telah didapat.Abstract: Urban agriculture is a cross-cutting theme encompassing sustainable development's social, economic, and environmental dimensions. Rapid landscape changes accompanied by people who lose appreciation for ecosystem services lead to low resilience in mitigating problems arising from urbanization, such as stunting. This activity is expected to increase hard skills in the form of knowledge and the ability to solve community stunting problems, especially at the household scale. The method applied in this community service is based on adult learning methods (Andragogy) through lectures and direct practice of several appropriate technologies (TTG) based on urban agriculture for stunting prevention. The target of this activity is a community group of 50 people, including high school students, high school teachers, PKK members, and village officials in Semarang Regency. The activity evaluation results based on the questionnaire showed that 84% of the participants gained knowledge related to the material given, and 86% of the participants also became skilled and wanted to apply the knowledge they had gained.
Pengaruh Penambahan Nanas Madu (Ananas comosus) Terhadap Karakteristik Fisik dan Kimia Velva Buah Naga Super Merah (Hylocereus costaricensis) Zebrina Alfacesara Dewayanti; Maria Marina Herawati
Agroteknika Vol 7 No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v7i2.258

Abstract

Velva merupakan produk olahan pangan yang terbuat dari bubur buah dan kemudian dibekukan sehingga berbentuk seperti es krim. Penggunaan buah naga super merah dan nanas madu dikarenakan dua buah tersebut mengandung air yang tinggi dan mudah busuk lalu salah satu cara menanganinya adalah diolah menjadi suatu produk makanan. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh pengaruh dan perlakuan terbaik berdasarkan karakteristik fisik dan kimia yang meliputi overrun, daya leleh, total padatan terlarut, total betasianin, dan vitamin c. Metode menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 4 perlakuan penambahan nanas madu dan satu kontrol buah naga super merah (K0:0 gr, K1:25 gr, K2:50 gr, K3:75 gr, K4:100 gr), yang diulang 5 kali dan memperoleh 25 unit percobaan. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan apabila beda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Perlakuan terbaik pada karakteristik kimia adalah K1 (Buah naga super merah 175gr:nanas madu 25gr) dikarenakan menghasilkan kadar betasianin tertinggi yaitu 22,9540μg/g dan vitamin C tertinggi yaitu 0,718000%. Perlakuan terbaik pada karakteristik fisik adalah K4 (Buah naga super merah 100gr:nanas madu 100gr) dikarenakan menghasilkan overrun tertinggi yaitu 53,432%, total padatan terlarut tertinggi yaitu 25,4 brix, dan daya leleh terendah yaitu 10 menit/5gr sehingga velva tidak cepat mencair.
Analisis Karakteristik Fisik dan Kimia Es Krim Beras Merah (Oryza nivara) dengan Substitusi Sari Kedelai (Glycine max) Natallie Whihel Mita; Maria Marina Herawati
Agroteknika Vol 7 No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v7i2.260

Abstract

Es krim merupakan macam olahan susu hewani yang banyak digemari oleh masyrakatat. Susu hewani mengandung laktosa yang sulit dicerna bagi orang intoleran laktosa. Sari kedelai memiliki kandungan gizi yang hampir sama dengan susu sapi, sehingga dapat menjadi pengganti susu hewani dipenelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jumlah sari kedelai yang tepat berdasarkan karakteristik fisik (overrun, kecepatan leleh, total padatan, stabilitas emulsi) dan karakteristik kimia (kadar lemak, kadar protein, sukrosa), serta untuk mengetahui kuantitas gizi utama yaitu lemak dan protein pada es krim beras merah substitusi sari kedelai. Rancangan percobaan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang menggunakan 4 perlakuan sari kedelai dan 1 kontrol susu sapi. Taraf perlakuan sari kedelai tersebut meliputi K0:250 ml, K1:125 ml, K2:250 ml, K3:375 ml, dan K4:500 ml, yang diulang sebanyak 5 kali dan memperoleh 25 unit sampel. Metode untuk analisis data menggunakan SAS dan DMRT apabila hasilnya menunjukan beda nyata. Hasil riset menunjukan bahwa perlakuan K1 (sari kedelai 125 ml) merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan nilai overrun, kecepatan leleh, total padatan, stabilitas emulsi, dan sukrosa. Hasil riset juga menunjukan kuantitas kadar lemak pada perlakuan K1=1,68%, K2=2,37%, K3=2,48%, K4=3,11%, dan kadar protein perlakuan K1=4,86%, K2=4,75%, K3=4,66%, K4=4,33%.
Perbandingan Komposisi Tepung Ubi Jalar Cilembu (Ipomoea batatas L.) dengan Tepung Terigu Terhadap Kualitas Krekers Harefa, Thessalonika Elberta; Herawati, Maria Marina
Pro Food Vol. 10 No. 2 (2024): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v10i2.388

Abstract

Crackers are a type of biscuit whose manufacture requires a fermentation process or not, as well as going through a lamination process to produce a flat shape and when broken the cross-section appears layered. The main ingredient in making crackers is wheat flour. With increasing prices and limitations in importing, local flour is needed which can help reduce the use of wheat flour and one of them is Cilembu sweet potato flour. This study aimed to determine the effect of the composition of Cilembu sweet potato flour (Ipomoea batatas L.) and wheat flour on the quality of crackers produced. The research method used was Randomized Block Design with 5 treatments, namely 100%T (use of 100% wheat flour), 25%U (use of 25% Cilembu sweet potato flour: 75% wheat flour), 50%U (use of 50 % Cilembu sweet potato flour: 50% wheat flour), 75%U (use of 75% Cilembu sweet potato flour: 25% wheat flour) and 100%U (use of 100% Cilembu sweet potato flour). The results showed that the substitution of wheat flour with Cilembu sweet potato flour had no significant effect on ash content, moisture content, carbohydrate content, and fat content. However, it had a significant effect on carotenoid content and protein content. The cracker produced also did not contain E. coli. The benefit of this research is that it can be an innovation and increase the use of local flour.
RISET PASAR TEH BIT CELUP “BIETEN THEE” Dwi Septian, Bagas; Maria; Herawati, Maria Marina; Handoko, Yoga Aji; Nuswantara, Bayu; Simanjuntak, istok Hasiholan; Sutrisno, Alfred Jansen; Simamora, Liska; Yuliawati
Journal of Agribusiness, Social and Economic Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jase.v4i2.5413

Abstract

Produk teh bit “Bieten Thee” dibuat untuk membantu menaikkan nilai tambah dari komoditas bit yang kurang diserap pasar. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan riset pasar produk baru yaitu minuman teh dari bit “Bieten Thee” dengan mengetahui karakteristik dan perilaku konsumen terhadap atribut produk yang diberikan apakah dapat diterima serta memuaskan konsumen. Data penelitian didapatkan melalui kuesioner yang diisi oleh 30 calon konsumen bieten thee dengan syarat sudah mencoba dan tertarik untuk membeli produk kedepannya. Metode analisis yang digunakan yaitu IPA (Importance Performance Analysis) dan CSI (Customer Satisfaction Index). Hasil pengukuran karakteristik konsumen dari data menunjukkan minat terbesar berasal dari rentan usia 20-30 yang memiliki keterbukaan besar terhadap inovasi baru dan mulai sadar tentang kesehatan tubuh. Mayoritas calon konsumen berjenis kelamin laki-laki (60%), dimana mayoritas-nya memiliki latar belakang pendidikan layak yang tergolong SMA ke atas. Penghasilan dari calon konsumen bieten thee mayoritas berada pada Rp.1.000.000-Rp.2.500.000 dimana pada tingkat pendapatan ini konsumen akan cenderung lebih selektif terhadap pembelian produk yang dibutuhkan. Perilaku dari konsumen terhadap atribut produk terlihat dari hasil olah data dari metode IPA pada kuadran I (manfaat produk membuat konsumen tertarik dan rasa produk dapat diterima dan dinikmati) dan III (aroma produk mernarik, aroma dapat diterima, rasa produk memuaskan, dan harga produk terjangkau) perlu diperbaiki dan kuadran II (warna produk menarik, warna dapat menjadi ciri khas, manfaat dari produk menjadi kelebihan, model kemasan mendukung keawetan produk, dan tampilan kemasan menarik) dan IV (harga produk sesuai dengan kelebihan yang ditawarkan) perlu dipertahankan.
Pengaruh Penambahan Stroberi (Fragaria Sp.) terhadap Karakteristik Fisik dan Kimia Velva Pisang Susu (Musa acuminata var. silk) Lim, Intan Junita; Maria Marina Herawati
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v10i3.12903

Abstract

Pisang adalah komoditi yang menarik untuk dikembangkan dan ditingkatkan produksinya. Tingginya tingkat produksi pisang di Indonesia tidak sebanding dengan tingkat konsumsi masyarakat hal ini mengakibatkan banyaknya pisang yang kurang dimanfaatkan dengan baik. Namun perlu adanya diversifikasi pangan, yaitu dengan cara membuat olahan pangan berupa velva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan nanas madu terhadap karakteristik fisik yaitu overrun, daya leleh, total padatan terlarut dan karakteristik kimia yaitu total antosianin dan vitamin C serta memperoleh perlakuan yang terbaik. Penelitian ini, menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 1 kontrol, setiap perlakuan dilakukan 5 kali pengulangan sehingga diperoleh 25 sampel. Adapun perlakuannya terdiri dari K0 Kontrol buah pisang susu 200 g tanpa penambahan stroberi, K1 (Buah pisang susu 175 g + buah stroberi 25 g), K2 (Buah pisang susu 150 g + dengan stroberi 50 g), K3 (Buah pisang susu 125 g + dengan stroberi 75 g), K4 (Buah pisang susu 100 g + dengan stroberi 100 g). Hasil dari penelitian ini semakin banyak penambahan buah stroberi berpengaruh terhadap hasil velva pisang susu dan stroberi pada overrun yang semakin rendah dan daya leleh semakin tinggi, dengan total padatan terlarut , total antosianin dan vitamin C menurun.
The Impact of Yellow Leaf Curl Disease Stage During Vegetative and Generative Phases on The Growth and Yield of Curly Red Chili Pepper OR Twist 42 Suprayogi, Syahtian; Widyawati, Nugraheni; Herawati, Maria Marina
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 14, No 2 (2025): April 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v14i2.483-493

Abstract

Curly chili (Capsicum annum L.) is one of the vegetable commodities widely cultivated in Indonesia which has a high selling value. Although it has a high selling value, chili cultivation has many obstacles, one of which is the attack of pathogens that reduce the yield of curly chili, especially yellow curly leaf disease on agricultural land. Yellow curly leaf disease is always found in chili cultivation and is the main production obstacle in Indonesia that reduces the harvest. This study aims to see the impact of yellow curly disease attacks in the vegetative and generative phases on the growth and yield of curly red chili cultivation. The study was conducted from August 2023 to March 2024 using the field observation method from the beginning of growth to harvest. Observations were made by measuring the parameters of plant height, stem diameter, number of branches, number of productive branches, fallen flowers, fruit weight, fruit length and observation of yellow curly disease pathogens. The results of the study showed that attacks of yellow curly disease in the vegetative and generative phases had a significant effect on the growth parameters and yield of curly red chili plants. From the results of the analysis of yellow curly disease attacks in the vegetative phase, the number of fruits and fruit weight were lower, namely 10.90 and 32.04 grams/tree, compared to attacks in the generative phase which produced 24.27 and 77.67 grams/tree. Keywords: Begomovirus, Generative, Vegetative, Whitefly, Yellow curl.
Karakteristik Kimia dan Sensori Crispy Cookies Kacang Hijau (Vigna radiata) dengan Penambahan Tepung Pisang Susu (Musa acuminata var. Silk) Anggrayni, Puteri; Herawati, Maria Marina
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v11i1.14041

Abstract

Crispy cookies are processed pastries that are usually made from wheat flour. Flour in making crispy cookies can use other alternatives, namely local food-based flour such as mung bean flour and milk banana flour. The researcher aims to determine the chemical and sensory characteristics and obtain the best treatments according to chemical analysis (analysis of water, carbohydrate, protein, ash, and fat content, E.coli contamination,) and organoleptic tests. This research used a Randomized Block Design (RAK) including 5 treatments and 5 replications. The five treatments had the following ratio of green bean flour to milk banana flour, P0 (100% : 0%), P1 (90%: 10%), P2 (80%: 20%), P3 (70%: 30%), and P4 (60%: 40%). Addition of milk banana flour has a significant effect on increasing water content, but does not have a substantial effect on protein, ash, fat, and carbohydrat content. The best treatment according to chemical analysis and organoleptic tests is P2 treatment.
Co-Authors Adella Natasha Alfred Jansen Sutrisno Andre Agusta Andreas Binar Aji Sukmana Andree Wijaya Setiawan Anggrayni, Puteri Armando Beresman Pangaribuan Ayu Valentina Ayu Valentina Aziz Purwantoro Aziz Purwantoro Bangkit Lutfiaji Syaefullah Bayu Nuswantara Bayu Setyaji Bistok Hasiholan Simanjuntak Catur Setiyani Chrismita B. Lusihanne Clement Panji Dinda Sukma Wibowo Djoko Murdono Dwi Haryono Dwi Septian, Bagas Dyan Yulianti Ebit Eko Bachtiar Elizabeth B.E Kristiani Elizabeth Betty Elok Kristiani Endang Pudjihartati Endang Sulistyaningsih Etimanta Pratama Sembiring Exvaricha Exvaricha Farid Maulana Fransisca Mareta Kurnia Sari Harefa, Thessalonika Elberta Hendrik Johannes Nadapdap Herry Susanto Ivan Tjahja Pranata Jayanti, Ruth Meike Jennifer Larisa Liem Jonathan Galih Raka Kusuma Kezia Natalia Kirani, Devi Kusuma, Jonathan Galih Raka Lestari, Dyah Aring Hepiana Lim, Intan Junita Liska Simamora Maria Maria Maria Maria Maria Melycorianda H. Ndapamuri Natalia, Kezia Natallie Whihel Mita Ndruru, Celvia Carlinawati Ni Putu Vidia Tiara Timur Ni Putu Vidia Tiara Timur Novinanto, Antonius Nugraheni Widyawati Purwoko, Agus Putri, Anindya N Rastosari A Sabrina Ayu Sari Setiyowati Septiandhani, Anugraheni Simanjuntak, istok Hasiholan Simarmata, Elvi Fitriani Sri Kasmiyati Suprayogi, Syahtian Suprihati Suprihati Suwijiyo Pramono Suwijiyo Pramono Theresa Dwi Kurnia Tinjung Mary Prihtanti Titaley, Naning Restiani Vincentia Irene Meitiniarti Yayi Suryo Prabandari Yoga Aji Handoko Yohanes Hendro Agus Yohanes Hendro Agus Yohanes Hendro Agus yulaekhah, siti Yuliana Pratiwi Asti Yuliawati Yuliawati Zebrina Alfacesara Dewayanti