Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Register Petani Karet di Kecamatan Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung Putri, Cici Kurnia; Syafyahya, Leni; Darmawan, Alex
Puitika Vol. 18 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.2.1-14.2022

Abstract

Penelitian ini membahas tentang register petani karet di Kecamatan Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung. Tujuan penelitian mendeskripsikan register dan bentuk register yang digunakan petani karet di Kecamatan Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung, dan mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi terjadi register petani karet di Kecamatan Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung.Metode yang digunakan dalam tahap pengumpulan data adalah metode simak dengan teknik dasarnya menggunakan teknik sadap. Teknik lanjutan yang digunakan teknik Simak Libat Cakap (SLC), teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), teknik catat, dan teknik rekam. Pada tahap analisis data, digunakan metode padan translasional dan metode padan pragmatis. Teknik dasar yang digunakan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP). Teknik lanjutan yang digunakan teknik Hubung Banding Membedakan (HBB). Dalam tahap penyajian hasil analisis data, metode yang digunakan adalah metode informal.Berdasarkan hasil analisis data ditemukan register dan bentuk register yang digunakan petani karet di Kecamatan Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung. Bentuk register yang ditemukan, yaitu register terbuka dan register tertutup. Register terbuka, yakni nakiek, mangkik, toke, gota ban, sayak, bak, cuko, batang gota, tampang pora, bolah gota, nambang, tobek, bak tanah, gota boku, gota sampah, sudu gota, gota kawuang, gota embe, anak gota, encer gota, gota bondom, pisau motong, ago, gota koyiang, gota basah, dan maasam. Register tertutup, yakni mamasak, baalui, anak takiek, kalipak sayak, takiek licin, bola rotan, bukak polan, tuai, manobe, kalamban, garubang, cincu, dan gota A, B, dan C. Faktor yang mempengaruhi terjadinya register petani karet di Kecamatan Tanjung Gadang dipengaruhi oleh faktor situasional terdiri dari siapa dan kepada siapa berbicara, kapan dan dimana, bahasa yang digunakan, dan masalah apa. 
Prefiks {meN-} dalam Kumpulan Cerpen Kupu-Kupu Banda Mua Karya Elly Delfia: Tinjauan Morfologi Saputra, Yori Leo; Noviatri, Noviatri; Syafyahya, Leni
Puitika Vol. 18 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.2.34-51.2022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategori kata dasar yang dapat bergabung dengan prefiks {meN-} dalam kumpulan cerpen Kupu-Kupu Banda Mua dan fungsi prefiks {meN-} setelah bergabung dengan kata dasar tersebut serta mendeskripsikan makna gramatikal prefiks {meN-} setelah bergabung dengan kata dasar yang terdapat dalam kumpulan cerpen Kupu-Kupu Banda Mua karya Elly Delfia. Penelitian ini menggunakan metode dan teknik yang dikemukakan oleh Sudaryanto (2015). Pada tahap penyediaan data digunakan metode simak, dengan teknik dasarnya adalah teknik sadap, dan teknik lanjutannya adalah teknik Simak Bebas Libat Cakap dan teknik catat. Pada tahap analisis data digunakan metode agih. Teknik dasar yang digunakan adalah Bagi Unsur Langsung (BUL), dan teknik lanjutannya adalah teknik ganti dan teknik peluas. Pada tahap penyajian hasil analisis data digunakan metode formal dan informal. Simpulan dari penelitian ini adalah: Kategori kata dasar yang dapat bergabung dengan prefiks {meN-} dalam kumpulan cerpen Kupu-Kupu Banda Mua adalah kata kerja, kata sifat, kata benda, dan kata bilangan. Selain itu, ditemukan kata dasar berbahasa Inggris yang berkategori kata kerja dan kata sifat. Kemudian, juga ditemukan kata dasar berbahasa Minangkabau yang berkategori kata kerja. Ada dua Fungsi prefiks {meN-}, yaitu mengubah kategori kata (afiks derivasional) dan tidak mengubah kategori kata (afiks derivasional). Makna gramatikal prefiks {meN-} yang ditemukan dalam kumpulan cerpen Kupu-Kupu Banda Mua, yaitu: makna ‘suatu perbuatan yang aktif lagi transitif’, makna ‘menjadi atau proses’, makna ‘berlaku’, makna ‘menuju ke tempat’, makna ‘membuat’, makna ‘mengucapkan’, makna ‘mengeluarkan (suara), makna ‘memperingati’, makna ‘memberi’, makna ‘ada di/tinggal di’. Selain itu, ditemukan makna kontekstual, yaitu: makna ‘terpancar/bersinar’, makna ‘bertambah’, dan makna ‘menutup’.
Idiom Bahasa Indonesia Berupa Bagian Tubuh dalam Koran Padang Ekspres: Kajian Morfologi dan Semantik Ilahi, Atika Kurnia; Noviatri, Noviatri; Syafyahya, Leni
Puitika Vol. 16 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.16.2.58--73.2020

Abstract

Penelitian ini menggunakan tiga tahap, yaitu 1) tahap penyediaan data, 2) tahap analisis data, dan 3) tahap penyajian hasil analisis data. Pada tahap penyediaan data, digunakan metode simak dengan teknik dasar teknik sadap dan teknik lanjutannya teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Pada tahap analisis data, digunakan metode padan, yaitu padan referensial, dengan teknik dasar teknik pilah unsur penentu. Teknik lanjutannya adalah teknik hubung banding membedakan. Selain itu, digunakan metode agih dengan teknik dasar, yaitu teknik Bagi Unsur Langsung. Teknik lanjutannya teknik sisip dan teknik balik. Pada tahap penyajian hasil analisis data, digunakan metode penyajian informal. Berdasarkan analisis data, ditemukan idiom berupa bagian tubuh manusia yang terdapat dalam koran Padang Ekspres, di antaranya adalah: 1) putar otak terbentuk dari kategori KK+KB yang bermakna ‘berpikir keras’, 2) kepleset lidah terbentuk dari kategori KK+KB yang bermakna ‘salah bicara’, 3) aman di bibir terbentuk dari kategori KS+FP yang bermakna ‘hanya omongan; hanya sekadar diucapkan’, 4) urat nadi terbentuk dari kategori KB+KB yang bermakna ‘jalan raya atau alur lalu lintas (yang digunakan untuk menghubungkan satu tempat dengan tempat lain)’, 5) mata hati terbentuk dari kategori KB+KB yang bermakna ‘perasaan yang dalam’.  
Struktur-Luar (Surface Structure) dan Struktur-Dalam (Deep Structure) pada Bahasa Verbal Penderita Skizofrenia Syafyahya, Leni; Amelya Furqan, Rizky; Novita Sari, Reno
Puitika Vol. 22 No. 1 (2026):
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v22i1.865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan struktur-luar (surface structure) dan struktur-dalam (deep structure) pada bahasa verbal penderita skizofrenia. Struktur-luar merupakan bentuk lahiriah kalimat, sedangkan struktur-dalam berfungsi menentukan makna dasar dari tuturan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode simak dengan teknik sadap dan simak bebas libat cakap (SBLC) untuk mengumpulkan data dari media digital melalui triangulasi. Analisis data dilakukan dengan metode padan dan distribusional melalui tahap penyuntingan, pengodean, dan penafsiran, yang hasilnya disajikan secara formal melalui simbol linguistik dan secara informal melalui uraian deskriptif. Kalimat-kalimat yang diucapkan memiliki pola yang beragam, bahkan ada kalimat yang strukturnya tidak sesuai dengan aturan yang berlaku dalam struktur kalimat bahasa Indonesia. Di samping itu, kalimat yang diucapkan sering kali bermakna rancu. Oleh karena itu, untuk memahami makna sebuah kalimat penderita skizofrenia, dibutuhkan struktur-dalam dari kalimat itu. Dalam bahasa verbal penderita skizofrenia, struktur-dalam sangatlah membantu pemahaman terhadap makna bahasa mereka. Contohnya, makna kalimat “Aku punya rumah sendiri, di Amerika ini.” dan “Itu rumahnya Presiden Amerika, Papahnya aku.” dapat kita lihat melalui struktur-dalamnya. Berdasarkan struktur-dalamnya, kalimat tersebut bermakna (1) ‘aku punya rumah sendiri di Amerika’, (2) ‘itu rumahnya presiden Amerika’, dan (3) ‘presiden Amerika papahnya aku’. Berdasarkan temuan, dapat disimpulkan bahwa makna struktur-luar bahasa verbal penderita skizofrenia dapat ditentukan oleh struktur-dalamnya. Sekalipun begitu, kalimat yang diucapkan memiliki pola yang beragam.
Gangguan Berbahasa Afasia Motorik pada Ny. Nurhayati Huda, Muftiathul; Syafyahya, Leni; Darmawan, Alex
Puitika Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v19i2.209

Abstract

The purpose of this study was to describe and explain the verbal language disorders in patients with motor aphasia in cases of NH. The stages in the research, namely the first stage of providing data used observation and analysis methods, case study methods, and natural observation methods. Follow the see method. The listening method uses tapping techniques as a basic technique and advanced techniques, namely the Libat Cakap (SLC) technique, the Libat Cakap Free Listening technique (SBLC), recording techniques, and note taking techniques. At the data provision stage, the technique of providing an image to NH was also carried out. the second stage, namely the data analysis stage, used the articulatory equivalent method and the translational equivalent method with the determining element sorting technique (PUP) as the basic technique and the follow-up technique is the differential linking technique (HBB). In the methods and techniques of presenting the results of data analysis, informal presentation methods are used. The results of the study showed that NH experienced problems in terms of speaking, naming, and repeating. Interference in terms of speech such as short and spontaneous speech (sparse output), speech that is not fluent so that it requires duration (pauses), and speech that is wrong in its pronunciation. Disturbances in naming, such as NH's inability to name objects, names of days, names of prayers, and names of family members. Problems with repetition, such as the inability of NH to repeat words that have the letter "R" and to repeat complex sentences.
Temuan Ketidaktepatan Penggunaan Ejaan Huruf dalam Surat Dinas Kantor Camat Kuranji, Padang Putri, Shinta Amelia; Noviatri, Noviatri; Syafyahya, Leni
Puitika Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v19i2.224

Abstract

This research is motivated by the identification of the phenomenon of inaccuracies in spelling usage within official correspondence from the Kuranji Subdistrict Office in Padang. Consequently, the aim of this study is to describe these spelling inaccuracies. To address this issue, the research is structured into three distinct phases, namely data collection, data analysis, and presentation of the data analysis results. In the data collection phase, the employed methodology and techniques consist of the observational method using the basic technique of direct observation, complemented by the advanced technique of unobtrusive observation. In the data analysis phase, the utilized methodology and techniques involve referential and orthographic matching methods, utilizing the fundamental technique of Element Determination Sorting (EDS) along with the advanced techniques of Differentiating Comparative Analysis (DCA) and Equating Comparative Analysis (ECA). Subsequently, in the presentation of the data analysis results phase, both formal and informal methods are employed. Based on the analysis results, inaccuracies in letter spelling usage were identified, encompassing the misuse of capital letters, italics, and bold letters.