Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Register Petani Karet di Kecamatan Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung Putri, Cici Kurnia; Syafyahya, Leni; Darmawan, Alex
Puitika Vol. 18 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.2.1-14.2022

Abstract

Penelitian ini membahas tentang register petani karet di Kecamatan Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung. Tujuan penelitian mendeskripsikan register dan bentuk register yang digunakan petani karet di Kecamatan Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung, dan mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi terjadi register petani karet di Kecamatan Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung.Metode yang digunakan dalam tahap pengumpulan data adalah metode simak dengan teknik dasarnya menggunakan teknik sadap. Teknik lanjutan yang digunakan teknik Simak Libat Cakap (SLC), teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), teknik catat, dan teknik rekam. Pada tahap analisis data, digunakan metode padan translasional dan metode padan pragmatis. Teknik dasar yang digunakan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP). Teknik lanjutan yang digunakan teknik Hubung Banding Membedakan (HBB). Dalam tahap penyajian hasil analisis data, metode yang digunakan adalah metode informal.Berdasarkan hasil analisis data ditemukan register dan bentuk register yang digunakan petani karet di Kecamatan Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung. Bentuk register yang ditemukan, yaitu register terbuka dan register tertutup. Register terbuka, yakni nakiek, mangkik, toke, gota ban, sayak, bak, cuko, batang gota, tampang pora, bolah gota, nambang, tobek, bak tanah, gota boku, gota sampah, sudu gota, gota kawuang, gota embe, anak gota, encer gota, gota bondom, pisau motong, ago, gota koyiang, gota basah, dan maasam. Register tertutup, yakni mamasak, baalui, anak takiek, kalipak sayak, takiek licin, bola rotan, bukak polan, tuai, manobe, kalamban, garubang, cincu, dan gota A, B, dan C. Faktor yang mempengaruhi terjadinya register petani karet di Kecamatan Tanjung Gadang dipengaruhi oleh faktor situasional terdiri dari siapa dan kepada siapa berbicara, kapan dan dimana, bahasa yang digunakan, dan masalah apa. 
Prefiks {meN-} dalam Kumpulan Cerpen Kupu-Kupu Banda Mua Karya Elly Delfia: Tinjauan Morfologi Saputra, Yori Leo; Noviatri, Noviatri; Syafyahya, Leni
Puitika Vol. 18 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.2.34-51.2022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategori kata dasar yang dapat bergabung dengan prefiks {meN-} dalam kumpulan cerpen Kupu-Kupu Banda Mua dan fungsi prefiks {meN-} setelah bergabung dengan kata dasar tersebut serta mendeskripsikan makna gramatikal prefiks {meN-} setelah bergabung dengan kata dasar yang terdapat dalam kumpulan cerpen Kupu-Kupu Banda Mua karya Elly Delfia. Penelitian ini menggunakan metode dan teknik yang dikemukakan oleh Sudaryanto (2015). Pada tahap penyediaan data digunakan metode simak, dengan teknik dasarnya adalah teknik sadap, dan teknik lanjutannya adalah teknik Simak Bebas Libat Cakap dan teknik catat. Pada tahap analisis data digunakan metode agih. Teknik dasar yang digunakan adalah Bagi Unsur Langsung (BUL), dan teknik lanjutannya adalah teknik ganti dan teknik peluas. Pada tahap penyajian hasil analisis data digunakan metode formal dan informal. Simpulan dari penelitian ini adalah: Kategori kata dasar yang dapat bergabung dengan prefiks {meN-} dalam kumpulan cerpen Kupu-Kupu Banda Mua adalah kata kerja, kata sifat, kata benda, dan kata bilangan. Selain itu, ditemukan kata dasar berbahasa Inggris yang berkategori kata kerja dan kata sifat. Kemudian, juga ditemukan kata dasar berbahasa Minangkabau yang berkategori kata kerja. Ada dua Fungsi prefiks {meN-}, yaitu mengubah kategori kata (afiks derivasional) dan tidak mengubah kategori kata (afiks derivasional). Makna gramatikal prefiks {meN-} yang ditemukan dalam kumpulan cerpen Kupu-Kupu Banda Mua, yaitu: makna ‘suatu perbuatan yang aktif lagi transitif’, makna ‘menjadi atau proses’, makna ‘berlaku’, makna ‘menuju ke tempat’, makna ‘membuat’, makna ‘mengucapkan’, makna ‘mengeluarkan (suara), makna ‘memperingati’, makna ‘memberi’, makna ‘ada di/tinggal di’. Selain itu, ditemukan makna kontekstual, yaitu: makna ‘terpancar/bersinar’, makna ‘bertambah’, dan makna ‘menutup’.
Idiom Bahasa Indonesia Berupa Bagian Tubuh dalam Koran Padang Ekspres: Kajian Morfologi dan Semantik Ilahi, Atika Kurnia; Noviatri, Noviatri; Syafyahya, Leni
Puitika Vol. 16 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.16.2.58--73.2020

Abstract

Penelitian ini menggunakan tiga tahap, yaitu 1) tahap penyediaan data, 2) tahap analisis data, dan 3) tahap penyajian hasil analisis data. Pada tahap penyediaan data, digunakan metode simak dengan teknik dasar teknik sadap dan teknik lanjutannya teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Pada tahap analisis data, digunakan metode padan, yaitu padan referensial, dengan teknik dasar teknik pilah unsur penentu. Teknik lanjutannya adalah teknik hubung banding membedakan. Selain itu, digunakan metode agih dengan teknik dasar, yaitu teknik Bagi Unsur Langsung. Teknik lanjutannya teknik sisip dan teknik balik. Pada tahap penyajian hasil analisis data, digunakan metode penyajian informal. Berdasarkan analisis data, ditemukan idiom berupa bagian tubuh manusia yang terdapat dalam koran Padang Ekspres, di antaranya adalah: 1) putar otak terbentuk dari kategori KK+KB yang bermakna ‘berpikir keras’, 2) kepleset lidah terbentuk dari kategori KK+KB yang bermakna ‘salah bicara’, 3) aman di bibir terbentuk dari kategori KS+FP yang bermakna ‘hanya omongan; hanya sekadar diucapkan’, 4) urat nadi terbentuk dari kategori KB+KB yang bermakna ‘jalan raya atau alur lalu lintas (yang digunakan untuk menghubungkan satu tempat dengan tempat lain)’, 5) mata hati terbentuk dari kategori KB+KB yang bermakna ‘perasaan yang dalam’. Â