Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HPK (Himpunan Penghayat Kepercayaan) di Desa Adiraja Kecamatan Adipala Maulidina, Meyta Dwi; Kosasih, Asep Daud; Jazimah, Ipong
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 24 (2025): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2025
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v24i.1630

Abstract

Penganut Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang tersebar luas di Indonesia, terutama di Jawa karena sebagai wilayah pertemuan berbagai agama besar serta kepercayaan lokal yang menghasilkan sinkretisme seperti islam kejawen. Serta dapat mengekspresikan keyakinannya melalui ajaran serta praktik sehari-hari, seperti pada himpunan penghayat kepercayaan Desa Adiraja, Kecamatan Adipala dengan menggabungkan filosofi Jawa, merawat petilasan leluhur,serta melaksanakan tradisi tahunan pada kehidupan sosial. Penelitian bertujuan memahami bagaimana Himpunan Penghayat Kepercayaan Adiraja beradaptasi serta berinteraksi pada konteks sosial yang akan tradisi maupun keberagaman agama. Metode penelitian menggunakan metode historis Metode yang digunakan menggunakan metode historis, terdiri dari Heuristik meliputi pengumpulan data dari sumber primer (wawancara dengan tokoh penghayat) serta sumber sekunder berupa studi lteratur. Metode Kritik atau Verifikasi merupakan penilaian keaslian serta keandalan sumber dengan dilakukan dengan menggunakan kritik eksternal serta internal sebagai bagian dari proses verifikasi. Metode Interpretasi, tahapan setelah heuristik dan kritik. Kemudian Metode Historiografi digunakan untuk menyusun serta menyajikan hasil penelitian, maka menggambarkan secara rinci seluruh tahapan penelitian mulai dari perencanaan hingga pengambilan kesimpulan. Penelitian tentang Himpunan Penghayat Kepercayaan untuk menggali dinamika sosial serta kearifan lokal yang tercermin pada praktik keagamaan mereka. Penelitian ini berpotensi mengungkap Sejarah serta perkembangan himpunan penghayat kepercayaan, sekaliguss memberikan pemahaman terkait konflik serta solidaritas yang terjadi pada interaksi antar kelompok kegamaan di wiliayah tersebut, maka dapat memperkaya wawasan tentang keragaman budaya dan agama di Indonesia.
THE POLITICAL IMPACT OF PRESIDENT SOEHARTO'S SPEECH AT THE ABRI LEADERSHIP MEETING ON 27 MARCH 1980: Dampak Politik Pidato Presiden Soeharto pada Rapat Pimpinan ABRI 27 Maret 1980 Jazimah, Ipong; Arifin Suryo Nugroho; Dhalia Soetopo; Intan Permana Sari
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 10 No 1 (2026): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA)
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v10i1.7014

Abstract

This research is entitled "The Political Impact of President Soeharto's Speech at the ABRI Leadership Meeting on 27 March 1980."The president's speech at the ABRI Leadership Meeting was used by Soeharto to carry out political control and civil repression against his political opponents.The objectives of this research are: 1) to describe the political situation in Indonesia in the 1980s, 2) to examine the content of President Soeharto's speech delivered on 27 March 1980, and 3) to analyze the political impacts arising from President Soeharto's speech on 27 March 1980. This research is a historical study and employs heuristics, source criticism (verification), external and internal criticism, interpretation, and presentation (historiography). The results of this research indicate that public trust in the government began to decline in 1980. President Soeharto's speech on 27 March 1980 represented an attempt to attack his political opponents. The address also signaled that the Indonesian Armed Forces (ABRI) and Pepabri (Indonesian National Armed Forces) should support Golkar in the election. The speech provoked strong opposition from various elements of society; the most vocal critics were the Petition 50 Group, which issued a Statetement of Concern criticizing President Soeharto.
Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Komik untuk Menunjang Keterampilan dan Pemahaman Sejarah pada Mahasiswa Nugroho, Arifin Suryo; Ipong Jazimah; Andriyanto; Faizal Jefri Pratama
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 7 No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v7i2.7762

Abstract

Penelitian ini berjudul Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Komik untukMenunjang Ketrampilan dan Pemahaman Sejarah pada Mahasiswa. Mediapembelajaran dalam bentuk komik dianggap menarik untuk menunjangpembelajaran sejarah karena karakteristik komik yang penuh dengan gambargambar. Media pembelajaran komik tetap mengutamakan cerita sejarah yangberpedoman pada fakta-fakta sejarah yang sudah ada. Penelitian ini bertujuanuntuk mengungkap (1) Bagaimana mengembangkan media pembelajaran sejarahberbasis komik (2) Bagaimana meningkatkan ketrampilan mahasiswa dalammenghasilkan media pembelajaran berbasis komik (3) Bagaimana meningkatkanpemahaman mahasiswa tentang materi sejarah melalui media pembelajaranberbasis komik. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif deskritif. Sumberdata terdiri atas sumber lisan berupa hasil wawancara, sumber tertulis berupabuku dan portofolio tugas mahasiswa. Pengambilan data dengan studi pustaka,observasi, dan wawancara. Validitas data menggunakan trianggulasi. Analisisdata dilakukan dengan cara analisis interaktif meliputi tiga tahapan, yakni reduksidata, penyajian data, dan penarikan simpulan. Penelitian ini menghasilkankesimpulan bahwa 1) Mahasiswa mampu mengembangkan media pembelajaransejarah dengan cara manual dan digital 2) Mahasiswa mampu meningkatkanketrampilan dalam pembuatan media belajar berbasis komik 3) Mahasiswamampu meningkatkan pemahamannya tentang kesejarahan melalui pembuatanmedia komik