Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Deep Learning Pada Materi Sudut Kelas V SD Negeri Watukelir Dinda Latifatul Amiroh; Lia Mareza
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan deep learning pada materi sudut di kelas V SD Negeri Watukelir serta mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukungnya. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus. Subjek penelitian yaitu guru kelas V, kepala sekolah, dan 24 orang peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan, kondensasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi deep learning terlaksana secara komprehensif melalui integrasi elemen mindful learning pada pembiasaan fokus pagi, meaningful learning melalui transformasi eksplorasi fisik media konkret dan proyek navigasi, serta joyful learning memanfaatkan teknologi busur virtual Smart TV dan aktivitas kreatif. Faktor pendukung utama meliputi diseminasi intensif oleh kepala sekolah serta ketersediaan teknologi digital yang memadai. Namun, guru menghadapi hambatan berupa keterbatasan waktu perencanaan media variatif, peserta didik yang mengobrol, dan kondisi tidak kondusif saat eksplorasi luar kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi deep learning membutuhkan manajemen waktu yang baik untuk menjaga fokus belajar peserta didik agar pemahaman matematis konkret tercapai secara optimal.
Dinamika Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa dengan Latar Belakang Broken Home: Studi Kualitatif Deskriptif di Sekolah Dasar Agil Ary Sulistyo Nugroho; Lia Mareza
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74734

Abstract

Kondisi broken home sering kali memicu ketidakstabilan emosional anak yang berdampak pada penurunan motivasi dan prestasi belajar di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas V dari keluarga broken home. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini dilaksanakan di SDN 01 Sikapat, Banyumas, pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Subjek penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling, terdiri atas lima siswa kelas V sebagai informan utama, serta guru kelas dan kepala sekolah sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan prestasi belajar siswa broken home sangat beragam. Sebagian siswa mengalami penurunan fokus dan nilai akademik, sebagian relatif stabil, dan sebagian lainnya menunjukkan peningkatan. Variasi ini dipengaruhi oleh tingkat resiliensi akademik siswa dan dukungan lingkungan. Kesimpulannya, dampak broken home tidak seragam karena sekolah mampu menjadi zona penyangga emosional yang efektif. Direkomendasikan agar guru memberikan pendampingan yang lebih personal, serta bagi peneliti selanjutnya untuk memperluas lokus penelitian pada karakteristik sekolah yang lebih variatif.
Eksplorasi Kreativitas Peserta Didik Dalam Menggambar Bebas Uli Aulia rahma; Lia Mareza
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.707

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kreativitas peserta didik kelas V dalam kegiatan menggambar bebas di SD Negeri 1 Gunungwetan. Peserta didik masih mengalami kesulitan dalam menentukan ide gambar, kurang percaya diri, serta cenderung meniru gambar teman maupun contoh yang diberikan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab rendahnya kreativitas peserta didik dalam kegiatan menggambar bebas serta menganalisis dampak rendahnya kreativitas berdasarkan aspek originality dan fluency. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas V SD Negeri 1 Gunungwetan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas peserta didik dalam kegiatan menggambar bebas masih tergolong rendah. Rendahnya aspek originality terlihat dari hasil gambar peserta didik yang cenderung sama, monoton, dan kurang menunjukkan ciri khas masing-masing individu. Rendahnya aspek fluency terlihat dari kesulitan peserta didik dalam menemukan dan mengembangkan ide gambar secara spontan. Faktor penyebab rendahnya kreativitas peserta didik meliputi kurangnya rasa percaya diri, rasa takut salah, kebiasaan meniru gambar, ketergantungan terhadap contoh, serta kurangnya stimulus kreativitas dalam pembelajaran. Rendahnya kreativitas berdampak pada hasil gambar peserta didik yang kurang variatif dan kurang berkembang secara optimal.
Strategi Guru dalam Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kreatif pada Pembelajaran SBdP melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam Alfi Mukaromah; Lia Mareza
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 18 No. 1 (2026): September
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v18i1.5355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif pada pembelajaran SBdP melalui pendekatan pembelajaran mendalam serta mengidentifikasi faktor penghambat dan faktor pendukung strategi guru dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif pada pembelajaran SBdP melalui pendekatan pembelajaran mendalam di kelas V SD Negeri 2 Tambaksogra. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini adalah guru kelas V dan enam siswa kelas V. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa strategi guru dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif pada pembelajaran SBdP melalui pembelajaran mendalam yaitu: a. Diskusi melalui pendekatan Problem Based Learning (PBL), b. Penggunaan media pembelajaran, c. Penerapan metode praktik langsung, d. Presentasi karya. Adapun faktor pendukung yaitu peran orang tua dan kompetensi guru. Sedangkan faktor penghambat yaitu keterbatasan waktu pembelajaran serta perbedaan kemampuan dan karakteristik siswa. Penelitian ini dapat menjadi acuan bagi guru dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pembelajaran yang aktif, bermakna, dan berpusat pada siswa.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Pada Materi Bertukar dan Membayar di Kelas IV SDN Datar Nur Diana Miftahul Jannah; Lia Mareza
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.551

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya prestasi belajar siswa kelas IV SDN Datar pada materi bertukar dan membayar. Dari 27 siswa, terdapat 10 siswa masih dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebanyak 70. Selain itu, proses belajar tidak melibatkan siswa secara aktif, sehingga mengakibatkan pemahaman yang buruk dan hasil belajar yang rendah. Penelitian ini bertujuan menggambarkan cara menggunakan model pembelajaran kooperatif Make a Match serta meningkatkan hasil belajar siswa kelas empat di SDN Datar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart. Penelitian ini dilaksanakan secara siklus, dengan dua pertemuan dalam setiap siklus. Pengumpulan data melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif baik kuantitatif maupun kualitatif dengan menggunakan perhitungan persentase dan ketuntasan. Penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa meningkat pada setiap pertemuan. Pada pertemuan pertama di siklus I, tingkat ketuntasan mencapai 62,96%, lalu naik menjadi 66,67% pertemuan kedua. Selanjutnya siklus II pertemuan pertama presentase siswa 74,07% naik memperoleh 77,78%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SDN Datar pada materi bertukar dan membayar. Kata Kunci: Make A Match; Prestasi Belajar; Bahasa Indonesia
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS IV SD NEGERI 2 KEBANGGAN Astri Ramadhoniatun; Lia Mareza
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.554

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila menjadi salah satu permasalahan yang perlu mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 31 peserta didik kelas IV SD Negeri 2 Kebanggan yang terdiri atas 19 peserta didik laki-laki dan 12 peserta didik perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berupa lembar evaluasi keterampilan berpikir kritis dan nontes berupa lembar observasi aktivitas guru serta aktivitas peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada proses dan hasil pembelajaran. Persentase aktivitas guru dan peserta didik meningkat dari 87,5% pada siklus I, menjadi 98% pada siklus II. Peningkatan keterampilan berpikir kritis juga terlihat dari hasil evaluasi peserta didik, dengan nilai rata-rata yang meningkat dari 55,5 (kategori rendah) pada siklus I, menjadi 74 (kategori sedang) pada siklus II. Sehingga, Persentase ketercapaian keterampilan berpikir kritis meningkat dari 55,5% menjadi 74%. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas IV SD Negeri 2 Kebanggan. Kata Kunci: Keterampilan Berpikir Kritis; Model Pembelajaran; Kooperatif Tipe Jigsaw