Syukur Makmur Sitompul, Syukur Makmur
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 51 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pertumbuhan Tanaman Bit Merah (Beta vulgaris L.) pada Kondisi Cekaman Air Iriantika, Ervina Riedo; Roviq, Mochammad; Sitompul, Syukur Makmur
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/947

Abstract

Tanaman Bit Merah (Beta vulgaris L.) adalah salah satu salah satu bahan pangan (sayur) yang sangat bermanfaat bagi kesehatan salah satu manfaatnya adalah untuk mencegah penyakit kanker karena mengandung antioksidan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kandungan betasianin dan pertumbuhan tanaman bit merah pada kondisi cekaman air. Penelitian dilaksanakan di Agro Technopark Universitas Brawijaya Cangar pada tanggal 3 Maret (tanam) hingga 1 Juni (panen) 2017.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima (5) ulangan digunakan pada penelitian ini dalam penempatan perlakuan yang terdiri dari lima (5) tingkat pengairan: 1 X 3 hari (W3), 1 x 4 hari (W4), 1 x 5 hari (W5), 1 x 6 hari (W6), 1 x 7 hari (W7). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval pengairan 1 x 3 hari, 1 x 4 hari, 1 x 5 hari, 1 x 6 hari, 1 x 7 hari dapat mempengaruhi pertumbuhan berupa tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun. Interval pengairan 1 x 3 hari, 1 x 4 hari, 1 x 5 hari, 1 x 6 hari, 1 x 7 hari dapat mempengaruhi hasil umbi tanaman bit merah yaitu berat segar umbi, berat kering umbi dan indeks panen. Dari keseluruhan pertumbuhan dan hasil yang didapat menunjukkan hasil yang menurun seiring dengan peningkatan interval pemberian air. Semakin meningkat interval pengairan nilai pertumbuhan dan hasil semakin berkurang.
Pengaruh Lama Penyinaran (Fotoperiode) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil pada Tiga Varietas Kedelai (Glycine max L. Merr) Afidah, Ika Khurotul; Karyawati, Anna Satyana; Sitompul, Syukur Makmur
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/981

Abstract

Kebutuhan kedelai terus meningkat tiap tahunnya seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan kebutuhan bahan baku industri olahan pangan. Data BPS 2015 menunjukkan produksi kedelai di Indonesia sebesar 1 juta ton dan pada tahun 2014 sebesar 1,3 juta ton. Hal ini menunjukkan bahwa produktivitas kedelai di Indonesia mengalami penurunan di tahun 2015. Kedelai merupakan tanaman asli subtropis yang membutuhkan panjang hari 14-16 jam sedangkan Indonesia dengan iklim tropis memiliki panjang hari hampir konstan yaitu 12 jam. Kurangnya kebutuhan panjang hari tersebut menyebabkan produktivitas kedelai di Indonesia masih rendah.  Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah panjang hari yaitu dengan memanipulasi cahaya matahari menggunakan lampu LED (Light Emitting Diode). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dari tiga varietas kedelai terhadap lama penyinaran menggunakan lampu LED. Bahan yang digunakan dalam penelitIan ini adalah kedelai varietas UB 1, UB 2, dan Anjasmoro, lampu LED dan kabel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan Rancangan Petak Terbagi (RPT). Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2017 di Agro Techno Park, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kabupaten Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tanaman kedelai dengan lama penyinaran 14 jam mengalami pertumbuhan yang lebih baik di banding dengan tanaman kedelai dengan panjang hari yang normal. Pembentukan polong tanaman kedelai mengalami peningkatan pada umur 65 hst dan jumlah polong berbeda pada tiap varietas. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah penyinaran dengan menggunakan lampu LED selama 2 jam dapat meningkatkan pembentukan polong kedelai pada umur 65 hst dengan jumlah polong yang berbeda pada tiap varietas.
Respon Tanaman Bit Merah (Beta vulgaris L.) terhadap Pemberian Pupuk Nitrogen dan Fosfor pada Elevasi Suboptimal di Kota Batu Khesia, Stepani Astrid; Roviq, Mochammad; Sitompul, Syukur Makmur
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 8 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1448

Abstract

Tanaman bit merah (Beta vulgaris L.) merupakan tanaman tahunan dan termasuk tanaman sub-tropis yang dimanfaatkan dalam bidang perindustrian dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemupukan nitrogen dan fosfor terhadap cekaman suhu pada tanaman bit merah serta kandungan betasianin yang dihasilkan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli – September 2019 di Kampung Tani, Kelurahan Temas, Kota Batu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dengan empat (4) ulangan. Faktor I merupakan konsentrasi nitrogen dengan empat (4) tingkat penyediaan unsur hara nitrogen: 0 kg N ha-1 (N0), 100 kg N ha-1 (N1), 200 kg N ha-1 (N2) dan 300 kg N ha-1 dan faktor II merupakan konsentrasi unsur hara fosfor dengan 2 taraf perlakuan : 0 kg P2O5 ha-1 (P0) dan 150 kg P2O5 ha-1 (P1). Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk nitrogen dan pupuk fosfor pada tanaman bit merah dapat meningkatkan adaptasi tanaman dalam pertumbuhan dan hasil pada elevasi suboptimal di Kota Batu. Pupuk nitrogen dan fosfor berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat segar total, berat kering total dan hasil umbi. Namun, pupuk nitrogen dan pupuk fosfor tidak meningkatkan adaptasi tanaman bit merah dalam pigmen daun dan umbi.
Respon Tanaman Bit Merah (Beta vulgaris L.) Terhadap Pemberian Unsur Hara Nitrogen dan Pupuk Kandang Ayam di Dataran Rendah Yolanda, Yolanda; Roviq, Mochammad; Sitompul, Syukur Makmur
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 7 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1436

Abstract

Bit merah (Beta vulgaris L.) adalah tanaman umbi-umbian yang termasuk dalam famili Chenopodiaceae yang kaya akan gizi. Bit merah memiliki pigmen betalain yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu betasianin dan betasantin, yang diketahui memiliki efek anti radikal bebas dan aktivitas antioksidan yang tinggi. Bit merah yang dibudidayakan pada ketinggian tempat lebih rendah dapat mengalami cekaman suhu yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman. Upaya dalam mengatasi pengaruh negatif dari cekaman suhu dapat dilakukan dengan pemberian pupuk nitrogen dan pupuk kandang. Penelitian ini ditujukan untuk mempelajari tingkat adaptasi tanaman bit merah dalam pertumbuhan, hasil umbi dan pigmen tanaman pada dataran rendah dengan pemberian pupuk nitrogen dan pupuk kandang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga September 2019 di lahan Agro Techno Park Universitas Brawijaya Jatikerto. Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok secara faktorial. Faktor pertama adalah pupuk kandang ayam dengan dua taraf, yaitu 0 dan 20 ton ha-1. Faktor kedua adalah pupuk nitrogen dengan empat taraf, yaitu 0, 100, 200 dan 300 kg N ha-1. Ulangan dilakukan sebanyak empat kali dan diuji lanjut menggunakan BNT 5%. Parameter pertumbuhan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot basah tanaman dan bobot kering tanaman. Parameter hasil umbi meliput bobot basah umbi dan bobot kering umbi. Parameter pigmen tanaman meliputi kandungan klorofil daun dan betalain. Adaptasi tanaman bit merah di dataran rendah hanya dapat ditingkatkan dalam pertumbuhan pada jumlah daun, luas daun dan bobot kering tanaman dengan pemberian pupuk nitrogen dan pupuk kandang ayam.
Pertumbuhan, Hasil dan Pigmen Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) dengan Pemberian Pupuk Nitrogen dan Pupuk Kandang Ayam Afida, Yuniar Nur; Sitompul, Syukur Makmur
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 7 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1427

Abstract

Tanaman Bayam (Amaranthus tricolor L.) adalah salah satu sayuran daun yang dibudidayakan di Indonesia baik yang hijau maupun yang merah. Peningkatan kualitas dan kuantitas bayam merah melalui pupuk nitrogen sebaiknya diimbangi dengan pemupukan organik seperti pupuk kandang ayam. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh pemberian pupuk nitrogen dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan, hasil dan pigmen (klorofil, karotenoid dan antosianin) tanaman bayam merah (A. tricolor L.). Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Jatimulyo, Malang. Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan digunakan pada penelitian ini yang terdiri dari perlakuan dengan dua faktor. Faktor pertama adalah pupuk nitrogen (N) dengan empat taraf yaitu: 0 (N0), 60 (N1), 120 (N2), dan 180 (N3) kg N ha-1. Faktor kedua adalah pupuk kandang ayam dengan tiga taraf yaitu: 0 (A0), 5 (A1), dan 10 (A2) ton ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter pertumbuhan tinggi tanaman paling tinggi dihasilkan dengan pemberian pupuk nitrogen sebesar 180 kg N ha-1 dan pupuk kandang ayam sebesar 10 ton ha-1.  Parameter pertumbuhan dan hasil yaitu bobot segar, bobot kering, bobot segar total dan bobot konsumsi tanaman dapat meningkat dengan pemberian pupuk nitrogen sebesar 180 kg N ha-1. Parameter pertumbuhan dan hasil yaitu bobot segar, luas daun, bobot kering, bobot segar total, bobot akar, bobot konsumsi tanaman dan kandungan nitrogen dapat meningkat dengan pemberian pupuk kandang ayam sebesar 10 ton ha-1. Pigmen tanaman (klorofil, karotenoid dan antosianin) tidak meningkat dengan pemberian pupuk nitrogen dan pupuk kandang ayam.
Respon Tanaman Bit Merah (Beta Vulgaris L.) Terhadap Pemberian Unsur Hara Nitrogen Dan Kalium Pada Dataran Sedang Avyneysa, Nathania Julia; Armita, Deffi; Sitompul, Syukur Makmur
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 10 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1468

Abstract

Tanaman bit merah (Beta vulgaris L.) adalah tanaman biennal yang secara morfologis memiliki batang pendek dan akar tunggang yang akan tumbuh menjadi umbi akar. Tanaman bit merah merupakan tanaman cuaca sejuk, oleh karena itu tanaman bit merah yang dibudidayakan pada dataran sedang ataupun rendah dapat mengalami cekaman panas sebagai akibat dari peningkatan suhu. Namun, pengaruh negatif dari cekaman panas lingkungan pada tanaman dapat dikurangi dengan pemberian unsur hara nitrogen dan kalium. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari tingkat adaptasi tanaman bit merah dalam pertumbuhan, hasil umbi, pigmen daun dan pigmen umbi pada dataran sedang dengan pemberian pupuk nitrogen dan kalium. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai September 2019 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dan terdiri dari empat kali ulangan. Faktor pertama adalah pemberian pupuk urea dengan 4 taraf, yaitu N0 (0 kg N ha-1), N1 (100 kg N ha-1), N2 (200 kg N ha-1), dan N3 (300 kg N ha-1). Faktor kedua adalah pemberian pupuk KCl yang terdiri dari 2 taraf, yaitu K0 (0 kg K2O ha-1) dan K1 (200 kg K2O ha-1). Dari dua faktor diperoleh delapan kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk nitrogen dengan dosis 300 kg N ha-1 dan pupuk kalium dosis 200 kg K2O ha-1 dapat meningkatkan tingkat adaptasi tanaman bit merah dalam pertumbuhan pada dataran sedang.
KERAGAMAN HASIL, HERITABILITAS DAN KORELASI F3 HASIL PERSILANGAN KEDELAI (Glycine max L. Merril) VARIETAS ANJASMORO DENGAN VARIETAS TANGGAMUS, GROBOGAN, GALUR AP DAN UB Wardana, Candra Kusuma; Karyawati, Anna Satyana; Sitompul, Syukur Makmur
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai (Glycine max L. Merril) merupakan tanaman pangan penting di Indonesi. Usaha untuk memperoleh varietas unggul kedelai ialah dengan melakukan kegiatan pemuliaan tanaman yang dilanjutkan dengan seleksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari keragaman hasil, pewarisan sifat dan korelasi antara hasil dan komponen hasil tanaman kedelai generasi F3 tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juli 2013, di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Kabupaten Malang. Rancangan percobaan  yang digunakan  adalah single plant. Data yang diperoleh dilakukan pengujian menggunakan analisis sidik ragam (uji F) dengan taraf nyata 5%, dilanjutkan dengan uji BNT 5% bila ada pengaruh nyata, uji Chi-Square, Heritabilitas arti luas dan koefisien korelasi untuk setiap variabel pengamatan. Hasil pengamatan menunjukkan berat kering biji dan bobot 100 biji per tanaman pada F3 persilangan Anjasmoro x Grobogan lebih tinggi secara nyata dibandingkan dengan ketiga persilangan lainnya. Semua variabel pada seluruh persilangan F3 tidak berdistribusi normal, kecuali pada variabel jumlah polong persilangan Anjasmoro x AP. Nilai heritabilitas seluruh variabel pengamatan pada semua persilangan memiliki kriteria tinggi, kecuali pada variabel jumlah buku subur per tanaman persilangan Anjasmoro x AP. Hubungan antar sifat antara jumlah buku subur, jumlah polong isi dan berat kering per tanaman pada semua persilangan tergolong kuat, kecuali pada persilangan Anjasmoro x Grobogan. Kata kunci : Kedelai, Generasi F3, Keragaman, Heritabilitas, Koefisien Korelasi.
KERAGAMAN HASIL, PADA UJI 3 GALUR TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.Merril) GENERASI F3 HASIL PERSILANGAN TANGGAMUS X ANJASMORO, TANGGAMUS X ARGOPURO, TANGGAMUS X UB Sartika Sihotang, Riama Dewi; Nawawi, Mochammad; Sitompul, Syukur Makmur
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 5 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk meningkatkan produktivitas tanaman kedelai salah satunya dapat dilakukan dengan cara perbaikan teknologi produksi dan pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keragaman hasil, pewarisan sifat dan korelasi antara hasil dan komponen hasil tanaman kedelai generasi F3 hasil kombinasi tiga persilangan. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kabupaten Malang pada bulan Maret 2013 sampai dengan Juli 2013. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan percobaan tanpa ulangan atau single plant. Data yang diperoleh dilakukan pengujian menggunakan analisis sidik ragam (uji F) dengan taraf nyata 5%, dilanjutkan dengan uji BNT 5% bila ada pengaruh nyata, uji Chi-Square, Heritabilitas arti luas dan koefisien korelasi untuk setiap variabel pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata nilai tertinggi pada jumlah polong isi/tan, bobot kering biji g/tan, bobot 100 biji g/tan terjadi pada persilangan Tanggamus x Argopuro. Nilai heritabilitas arti luas tergolong tinggi pada uji tiga galur generasi F3 tanaman kedelai terhadap karakter tinggi tanaman (cm) dan bobot kering biji (g/tan). Korelasi pada uji tiga galur generasi F3 tanaman kedelai terjadi pada hubungan bobot kering biji (g/tan) dengan jumlah polong isi/tan memiliki korelasi yang sangat erat. Kata kunci : Kedelai, Generasi F3, Heritabilitas, Koefisien Korelasi
STUDI DAYA HASIL GALUR F4 KEDELAI (Glycine max L.) HASIL PERSILANGAN VARIETAS GROBOGAN DENGAN ANJAMORO, UB, AP DAN ARGOPURO Daksa A., Felix Putra; Satyana, Anna; Sitompul, Syukur Makmur
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan kedelai di Indonesia setiap tahun mencapai 8,12 kg/ kapita. Data BPS tahun 2013 menunjukkan produksi kedelai nasional sebesar 810 ribu ton. Hal ini menunjukkan jika produksi kedelai nasional masih cukup jauh dibandingkan angka kebutuhan kedelai. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri, salah satu caranya adalah dengan persilangan untuk mendapatkan varietas unggul yang berproduksi tinggi (> 3 ton ha-1). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keragaman bobot biji, jumlah cabang, buku subur dan polong; mempelajari pewarisan sifat; mempelajari sifat utama yang mendukung komponen hasil pada galur F4. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih galur F4 persilangan Grobogan x Anjasmoro, Grobogan x UB, Grobogan x AP dan Grobogan x Argopuro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah single plant (pengamatan pada setiap individu). Penelitian dilaksanakan pada Februari – Mei 2014 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan jika terdapat korelasi yang erat  pada hubungan jumlah cabang, buku subur dan polong isi terhadap bobot kering biji. Koefisien determinasi menunjukkan pengaruh langsung yang dominan pada jumlah buku subur dan jumlah polong isi terhadap bobot kering biji. Galur F4 memiliki nilai koefisien keragaman fenotipe dan genotipe yang tinggi. Nilai heritabilitas berkisar sedang hingga tinggi. Nilai kemajuan genetik galur F4 bernilai tinggi pada setiap variabel. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah karakter komponen hasil memiliki keragaman yang tinggi, pewarisan sifat lebih dipengaruhi oleh faktor genetik dan korelasi antara jumlah buku subur dan jumlah polong isi terhadap daya hasil berkorelasi kuat. Kata kunci: Kedelai, Galur, Persilangan, Daya Hasil, Komponen Hasil.
STUDI DAYA HASIL PADA GALUR HARAPAN F4 HASIL PERSILANGAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) VARIETAS ANJASMORO DENGAN TANGGAMUAS, GROBOGAN, AP, DAN UB Ainiyah, Qurrotul; Roviq, Mochammad; Sitompul, Syukur Makmur
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) merupakan tanaman kacang-kacangan yang menjadi sumber protein sebagian besar penduduk Indonesia. Penelitian bertujuan: (1) mempelajari keragaman daya hasil bobot biji dan jumlah polong isi pada galur kedelai F4 hasil persilangan varietas Anjasmoro dengan Tanggamus, Grobogan, AP, dan UB  (2) mempelajari sifat yang mendukung daya hasil pada galur F4 hasil persilangan varietas Anjasmoro dengan Tanggamur, Grobogan, AP, dan UB. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Februari 2014 hingga bulan Mei 2014 di Kebun percobaan Universitas Brawijaya, yang terletak di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Bahan yang digunakan meliputi kedelai varietas Anjasmoro, Tanggamus, Grobogan, AP, UB sebagai tetua, F4 hasil persilangan ♀Anjasmoro x ♂Tanggamus, ♀Anjasmoro x ♂Grobogan, ♀Anjasmoro x ♂AP, dan ♀Anjasmoro x ♂UB . Rancangan yang digunakan adalah single plant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Galur Anjasmoro x Tanggamus, Anjamoro x Grobogan, dan Anjamoro x UB memiliki keragaman daya hasil tinggi, jumlah buku subur adalah sifat utama yang mendukung daya hasil pada semua galur persilangan, galur Anjasmoro x UB memiliki daya hasil lebih tinggi dibandingkan dengan galur Anjamoro x Grobogan, Anjasmoro x  Grobogan  memiliki daya hasil lebih tinggi dibandingkan dengan Anjasmoro x Tanggamus, Anjasmoro x Tanggamus lebih tinggi dibandingkan Anjasmoro x AP. Nilai KKF, KKG, heritabilitas dan KGH tinggi pada galur F4 kedelai pada semua kombinasi persilangan sehingga berpeluang untuk dilakukan seleksi. Kata kunci: Varietas Anjasmoro, Varietas Grobogan, Galur AP, Galur UB, Single Plant, Daya Hasil, KKF, KKG, Heritabilitas, KGH, Seleksi.