Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Partisipasi Masyarakat dalam Penggunaan Aplikasi Monggo Lapor Kota Magelang Hudaya, Putri; Kurniasih, Yuni; Winata, Rizza Agre
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep “e-participation merupakan bentuk partisipasi warga serta pihak lainnya dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Pemanfaatan TIK dilakukan oleh Pemerintah Kota Magelang dengan terciptanya salah satu aplikasi kanal aduan yakni Monggo Lapor. Fitur Monggo Lapor ialah forum untuk menampung pengaduan masyarakat Kota Magelang sehingga partisipasi masyarakat bisa disampaikan melalui layanan berupa website dan sosial media Monggo Lapor. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana partisipasi masyarakat dalam penggunaan layanan Monggo Lapor Kota Magelang dengan teori Macintosh (2004) yang membagi level e-participation menjadi tiga: e-enabling, e-enganging, dan e-empowering. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data melalui dokumentasi dan wawancara. Data yang diperoleh diolah dengan analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman yakni kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level e-participation Kota Magelang dalam memanfaatkan Monggo Lapor tercipta pada level e-enabling dan e-enganging. Sedangkan pada level e-empowering, aduan dan aspirasi yang berasal dari Monggo Lapor masih dikaji dan diidentifikasi oleh pemerintah sehingga sifatnya masih top down. Masyarakat belum seluruhnya ikut berpartisipasi secara aktif dalam perumusan kebijakan.
KETERAMPILAN INTERPERSONAL : UPAYA MENCIPTAKAN KOMUNIKASI EFEKTIF Kurniasih, Yuni
JHeS (Journal of Health Studies) Vol. 1 No. 1: Maret 2017
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.64 KB) | DOI: 10.31101/jhes.187

Abstract

Abstract: A good communication will create a good impression of nurses. Thus, the nursing care objectives will be achieved. The articles were gathered through Sciendirect, PubMed and Ebscho. The search through Sciendirect, PubMed, and Ebscho were conducted using advanced search with keyword interpersonal skills, nursing and effective communication. The method used in the article was mixed methods (qualitative and quantitative methods). The results obtained 3 articles which were relevant with the inclusion criteria in which every article produced some themes. The nurses’ interpersonal skills would have an impact on the ability to communicate. The ability to communicate is a core value which must be mastered by a nurse to meet the needs of patients and keep the patient safety.Keywords: nurses, interpersonal skills, communication
Self efficacy perawat terhadap tingkat kepatuhan hand hygiene di ruang keperawatan kritis Sawitri Abiad, Malaika; Imallah, Rosiana Nur; Kurniasih, Yuni
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2306

Abstract

Background: Hand hygiene compliance is a key step in preventing nosocomial infections, particularly in critical care units, which have a high risk of infection transmission. Nurses' compliance with the Five Moments of Hand Hygiene is influenced by several factors, one of which is self-efficacy, which is an individual's belief in their ability to consistently perform the action. Purpose: To determine the relationship between nurses' self-efficacy and hand hygiene compliance levels in critical care units. Method: This was a quantitative cross-sectional study using a descriptive correlational approach. A sample of 51 nurses was selected through purposive sampling. Data were collected using a self-efficacy and hand hygiene compliance questionnaire. The relationship was analyzed using the Spearman Rank correlation test. Results: The majority of nurses had high self-efficacy (96.1%) and 92.2% of their hand hygiene compliance was compliant. A significant relationship was found between self-efficacy and hand hygiene compliance (p = 0.024) with a correlation coefficient of 0.317, indicating a positive relationship ranging from weak to moderate. Conclusion: Nurses' self-efficacy was significantly associated with hand hygiene compliance. Nurses with higher self-efficacy tend to be more compliant in implementing the Five Moments of Hand Hygiene. Keywords: Compliance; Five Moments; Hand Hygiene; Nurses; Self-Efficacy. Pendahuluan: Kepatuhan Hand hygiene merupakan langkah utama dalam pencegahan infeksi nosokomial, terutama di ruang perawatan kritis yang memiliki risiko tinggi penularan infeksi. Kepatuhan perawat dalam menerapkan Five Moments Hand Hygiene dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah self efficacy, yakni keyakinan individu terhadap kemampuan diri dalam melaksanakan tindakan secara konsisten. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara self efficacy perawat dengan tingkat kepatuhan hand hygiene di ruang keperawatan kritis. Metode: Penelitian kuantitatif cross-sectional dengan pendekatan deskriptif korelasional. Sampel berjumlah 51 perawat yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner self efficacy dan kepatuhan hand hygiene. Analisis hubungan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Mayoritas perawat memiliki self efficacy tinggi (96.1%) dan kepatuhan hand hygiene kategori patuh (92.2%). Hubungan signifikan antara self efficacy dan kepatuhan hand hygiene sebesar (p = 0.024) dengan koefisien korelasi 0.317 yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan lemah menuju sedang. Simpulan: Self efficacy perawat berhubungan signifikan dengan kepatuhan hand hygiene. Perawat dengan self efficacy lebih tinggi cenderung lebih patuh dalam melaksanakan Five Moments Hand Hygiene. Keywords: Five Moments; Hand Hygiene; Kepatuhan; Perawat; Self Efficacy      
Quality of nursing work life dengan penerapan patient safety pada perawat ruang rawat inap Ningsih, Harin Oktia; Imallah, Rosiana Nur; Kurniasih, Yuni
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2311

Abstract

Background: The implementation of patient safety is influenced by the quality of nursing work life. When nurses have a good quality of nursing work life, encompassing the dimensions of work life-home life, work design, work context, and work word, they will be more compliant with patient safety procedures, thereby maintaining the quality of healthcare services. Purpose: To determine the relationship between Quality of Nursing Work Life and the Implementation of Patient Safety among Nurses. Method: This quantitative, descriptive correlation study with a cross-sectional approach was conducted in the Inpatient Ward of PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. The sampling technique used purposive sampling, with a sample size of 61 respondents. The research instrument used a questionnaire. Data analysis used the Kendall Tau test. Results: This study shows that the Quality of Nursing Work Life is mostly in the good category (58 respondents (95.1%), and the implementation of Patient Safety is mostly in the good category (59 respondents (96.5%). The data analysis obtained a p-value (p=0.003), with a value of <0.05, indicating a relationship between Quality of Nursing Work Life and the implementation of patient safety among inpatient nurses. Conclusion: Quality of nursing work life influences the implementation of patient safety in inpatient nurses.   Keywords: Nurses; Patient Safety; Quality of Nursing Work Life.   Pendahuluan: Penerapan patient safety dipengaruhi oleh quality of nursing work life. Ketika perawat memiliki quality of nursing work life yang baik, yaitu mencakup dimensi work life-home life, work design, work context, dan work word, maka perawat akan lebih patuh terhadap prosedur keselamatan pasien sehingga mutu pelayanan kesehatan terjaga. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan Quality of Nursing Work Life dengan Penerapan Patient Safety pada Perawat. Metode: Penelitian kuantitatif jenis deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Ruang Rawat Inap RS PKU Muhammadiyah Gamping. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, jumlah sampel 61 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji Kendall Tau. Hasil: Penelitian ini menunjukan Quality of Nursing Work life sebagian besar dalam kategori baik sebanyak 58 responden (95.1%) dan penerapan Patient Safety sebagian besar responden dalam kategori baik sebanyak 59 responden (96.5%). Hasil analisa data diperoleh nilai (p=0.003) nilai tersebut (<0.05) artinya ada hubungan Quality of Nursing Work Life dengan penerapan patient safety pada perawat ruang rawat inap. Simpulan: Quality of nursing work life mempengaruhi penerapan patient safety pada perawat ruang rawat inap.   Kata Kunci: Patient Safety; Perawat; Quality Of Nursing Work Life.
Quality of nursing work life dengan kejadian burnout perawat di instalasi rawat intensif Praditha, Mersya Rikhsan; Masitoh, Rohayati; Kurniasih, Yuni
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2334

Abstract

Background: Nurses are healthcare workers who provide direct care and play a significant role in the quality of hospital services. High work demands, especially for nurses in intensive care units (ICU, HCU, NICU, and PICU), make them more susceptible to work stress and burnout. One important factor influencing burnout is the quality of nursing work life (QNWL), which encompasses work-home balance, work design, work context, and the work environment. Purpose: To determine the relationship between quality of nursing work life and nurse burnout. Method: This study used a quantitative descriptive correlation design and a cross-sectional approach. The population was nurses in the Intensive Care Unit of Panembahan Senopati Bantul Regional Hospital. A total sampling technique was used to select 47 nurses. Data were collected using a quality of nursing work life and burnout questionnaire. Analysis used the Spearman rank test. Results: The correlation coefficient was 0.105 (very weak) with a significance level of 0.481 >0.05 for the quality of nursing work life and burnout variables. Conclusion: Quality of nursing work life does not affect nurse burnout.   Keywords: Burnout; Nurse; Quality Of Nursing Work Life.   Pendahuluan: Perawat merupakan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan langsung dan berperan besar dalam kualitas layanan rumah sakit. Tuntutan kerja yang tinggi, terutama pada perawat ruang intensif seperti ICU, HCU, NICU, dan PICU, membuat mereka lebih rentan mengalami stres kerja dan burnout. Salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap burnout adalah quality of nursing work life (QNWL) yang mencakup keseimbangan kerja dan rumah, desain kerja, konteks kerja, dan lingkungan dunia kerja. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan quality of nursing work life dengan kejadian burnout perawat. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan pendekatan waktu yang digunakan adalah cross-sectional. Populasi penelitian ini merupakan perawat di Instalasi Rawat Intensif RSUD Panembahan Senopati Bantul, sampel diambil dengan Teknik Total Sampling sebanyak 47 perawat. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner quality of nursing work life dan burnout. Uji analisis menggunakan spearman rank test Hasil: Nilai koefisien korelasi 0.105 (sangat lemah) dengan signifikansi sebesar 0.481 >0.05 pada variabel quality of nursing work life dan burnout. Simpulan: Quality of nursing work life tidak mempengaruhi burnout perawat.   Kata Kunci: Burnout; Perawat; Quality Of Nursing Work Life.
Hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien rawat inap Suryanto, Syafauzi; Rokhmah, Noor Ariyani; Kurniasih, Yuni
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2340

Abstract

  Background:  Therapeutic communication is communication carried out during nursing care or service delivery in a hospital setting. In this context, therapeutic communication plays a crucial role in fostering the therapeutic relationship between nurses and clients, thereby enabling clients to feel satisfied with the services provided by nurses. Patient satisfaction is a crucial indicator for improving hospital services. Purpose: The purpose of this study was to determine the relationship between nurses’ therapeutic communication and inpatient satisfaction. Results: This study employed a quantitative research design using an analytic correlation method with a cross-sectional approach. The sampling technique employed was random sampling, involving a total of 85 respondents from the inpatient wards. Data analysis was performed using the Spearman Rank test. The results showed a significant relationship between nurses’ therapeutic communication and inpatient satisfaction at Yogyakarta Hospital, with a p-value of 0.000, which is smaller than the significance level (α = 0.05), and a correlation coefficient of 0.520, indicating a strong and positive relationship. Conclusion: There is a relationship between nurses’ therapeutic communication and inpatient satisfaction at Yogyakarta Hospital.   Keywords: Inpatient Car; Nurses’ Therapeutic Communication; Patient Satisfaction.   Pendahuluan: Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang dilakukan selama pemberian perawatan atau pelayanan di lingkungan rumah sakit. Berdasarkan hal ini, komunikasi terapeutik memainkan peran penting dalam membangun hubungan terapeutik antara perawat dan pasien, sehingga memungkinkan pasien merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh perawat. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien rawat inap. Metode: Penelitian ini  menggunakan desain penelitian kuantitatif  dengan metode deskriptif korelasi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dan sampel pada penelitian ini sebanyak 85 responden di ruang rawat inap Rumah Sakit Yogyakarta. Teknik analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien rawat inap, p-value = 0.000 yang lebih kecil dari batas signifikansi (α = 0.05) dengan tingkat signifikan 0,520 mengindikasikan bahwa kekuatan hubungan berada pada kategori kuat dan memiliki arah positif. Simpulan: Terdapat hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Yogyakarta.   Kata Kunci : Kepuasan Pasien; Komunikasi Terapeutik Perawat; Rawat Inap.
Laporan kasus pasien nyeri akut pada apendisitis akut Nafi'ah, Aisha; Kurniasih, Yuni; Puspitawati, Dian Maulina
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2351

Abstract

Background: Acute appendicitis is an inflammation of the appendix, which is caused by various things such as obstruction of the lumen due to fecalith, lymphoid tissue hyperplasia, foreign objects and other factors due to secondary infections caused by intestinal bacteria due to lumen stasis, low fiber diet, chronic constipation. Purpose: To determine the nursing care provided to Mrs. R with Appendicitis. Results: : After being given early mobilization training, the patient's deep breathing relaxation experienced significant changes. Method: This study used an observational study method with a nursing care approach design consisting of assessment, diagnosis, nursing planning, implementation, and evaluation. The instruments used in this study were collaboration with medical personnel and independent nursing care. Conclusion: The nursing care applied for three days was proven to help relieve complaints in Mrs. R and made pain, pain frequency, patient pain scale decrease, and patient vital signs showed improvement. Keywords: Acute Appendicitis; Acute Pain; Early Mobilization; Deep Breathing Relaxation; Pain Management. Pendahuluan: Appendicitis akut merupakan inflamasi pada umbai cacing, disebabkan berbagai hal seperti obstruksi lumen akibat fekalit, hyperplasia jaringan limfoid, benda asing dan faktor lainnya karena infeksi sekunder disebabkan bakteri usus akibat stasis lumen, diet rendah serat, konstipasi kronis. Tujuan: Untuk mengetahui asuhan keperawatan yang diberikan pada Nona. R dengan Apendisitis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi observasional dengan desain pendekatan asuhan keperawatan dari pengkajian, penegakan diagnosa, perencanaan keperawatan, pelaksanaan, dan evaluasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berkolaborasi dengan tenaga medis dan asuhan keperawatan mandiri. Hasil: Setelah diberikan Latihan mobilisasi dini, relaksasi nafas dalam pasien mengalami perubahan yang signifikan. Simpulan: Asuhan keperawatan yang diterapkan selama tiga hari terbukti membantu meringankan keluhan pada Nona. R dan membuat nyeri, frekuensi nyeri, skala nyeri pasien menurun, dan tanda-tanda vital pasien menunjukkan perbaikan. Kata Kunci : Appendicitis Akut (APP), Manajemen Nyeri, Nyeri Akut, Mobilisasi Dini, Relaksasi Nafas Dalam            
Hubungan supervisi kepala ruang dengan implementasi sasaran keselamatan pasien di ruang rawat inap Salsabila, Aninda Putri; Kurniasih, Yuni; Rokhmah, Noor Ariyani
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2453

Abstract

Background: Patient safety has been a major concern in the healthcare world for the past two decades. Patient falls in Indonesia are reported as one of the three most common hospital incidents. The Special Region of Yogyakarta ranks third in the country for the number of incidents. If this situation is not addressed, the number of patient safety incidents will increase, service quality will decline, and public trust in hospitals will decline. Purpose: To determine the relationship between ward head supervision and the implementation of patient safety goals in inpatient wards. Method: This study used a quantitative cross-sectional design with a correlational approach. A sample of 60 nurses was selected through purposive sampling. Data were collected using a questionnaire regarding ward head supervision and the implementation of patient safety goals. The relationship was analyzed using Kendall's tau correlation test. Results: The majority of respondents (51.7%) reported adequate supervision of ward heads, and 48.3% reported good supervision of ward heads. Implementation of patient safety goals was categorized as good (100%). There is a significant relationship between ward head supervision and the implementation of patient safety goals (p-value = 0.001 <0.05) with a correlation coefficient of 0.320, indicating a positive relationship with low-moderate strength. Conclusion: There is a significant relationship between ward head supervision and the implementation of patient safety goals in inpatient wards.   Keywords: Head Nurse Supervision; Nurses; Patient Safety.   Pendahuluan: Keselamatan pasien telah menjadi perhatian utama di dunia kesehatan selama dua dekade terakhir. kejadian pasien jatuh di Indonesia dilaporkan sebagai salah satu dari tiga insiden terbesar yang terjadi di rumah sakit. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menempati urutan ketiga dalam jumlah kasus insiden di seluruh Indonesia. Apabila kondisi ini tidak ditangani, maka angka terjadinya insiden keselamatan pasien semakin tinggi, menurunnya mutu pelayanan, dan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara supervisi kepala ruang dengan implementasi sasaran keselamatan pasien di ruang rawat inap. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan pendekatan korelasional. Sampel berjumlah 60 perawat yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner supervisi kepala ruang dan implementasi sasaran keselamatan pasien. Analisis hubungan menggunakan uji korelasi kendall’s tau. Hasil: Mayoritas supervisi kepala ruang cukup sebanyak (51.7%) responden dan supervisi kepala ruang baik sebanyak (48.3%) responden. Implementasi sasaran keselamatan pasien dalam kategori baik (100%). Terdapat hubungan signifikan antara supervisi kepala ruang dengan implementasi sasaran keselamatan pasien (p-value = 0.001<0.05) dengan koefisien korelasi 0.320 yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan rendah-sedang. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara supervisi kepala ruang dengan implementasi sasaran keselamatan pasien di ruang rawat inap.   Kata Kunci: Keselamatan Pasien; Perawat; Supervisi Kepala Ruang.