Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

OPTIMALISASI ITEM MANAGEMENT ERP ACCURATE UNTUK EFEKTIVITAS PENGELOLAAN PERSEDIAAN PADA PERUSAHAAN DISTRIBUTOR BAHAN BANGUNAN Rosyid Bana Arrohman; Seno Adi Putra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40219

Abstract

Abstrak: Perusahaan distributor bahan bangunan memiliki aktivitas transaksi barang yang tinggi sehingga membutuhkan pengelolaan item dan inventory yang akurat. Permasalahan yang ditemukan pada perusahaan mitra meliputi belum optimalnya standardisasi pengelolaan master item pada ERP Accurate, potensi ketidaksesuaian antara dokumen fisik dan catatan sistem, serta perlunya peningkatan integrasi proses pembelian hingga penyimpanan barang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan melakukan evaluasi serta meningkatkan keterampilan standardisasi data master item dan validasi penerimaan barang berbasis sistem staf melalui rekomendasi perbaikan pada item management ERP Accurate. Metode yang digunakan mencakup observasi lapangan, wawancara pengguna (6 butir pertanyaan), analisis dokumen transaksi, dan evaluasi penggunaan sistem Accurate. Mitra yang terlibat adalah staf administrasi, staf gudang, dan manajemen operasional perusahaan. Hasil kegiatan berupa rancangan standardisasi master item dengan format kode barang terstruktur, rekomendasi perbaikan alur penerimaan barang berbasis validasi tiga arah antara Purchase Order, fisik barang, dan input ERP, peningkatan keteraturan pencatatan inventory sebesar 30%, serta rekomendasi pengelolaan gudang menggunakan sistem kode lokasi dan metode FIFO.Abstract: Building materials distribution companies handle high-volume goods transactions, requiring accurate item and inventory management. Problems identified at the partner company include suboptimal standardization of master item management in Accurate ERP, potential discrepancies between physical documents and system records, and the need for improved integration from purchasing to warehouse storage. This activity aims to evaluate and improve master item data standardization and system-based goods receipt validation through improvement recommendations for item management in Accurate ERP. Methods include field observation, user interviews (12 questions), transaction document analysis, and system evaluation. Key results include a structured master item standardization framework with coded item formats, a three-way validation improvement recommendation for the goods receipt process (Purchase Order vs. physical goods vs. ERP input), enhanced inventory recording practices by 30%, and warehouse management recommendations using a location code system and FIFO method.
TRANSFORMASI DIGITAL MANAJEMEN ASET DAN PENDAMPINGAN PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI DENGAN PENDEKATAN EVALUASI EMPIRIS Fadhil Muhammad Akbar; Seno Adi Putra; Muhammad Amin Failasuf
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40363

Abstract

Abstrak: Tata kelola aset yang bergantung pada pencatatan manual pada divisi Layanan Komputer dan Alat (LKA) PT Kwarsa Hexagon, sebuah perusahaan jasa konsultan yang berlokasi di Bandung, memicu tingginya risiko galat data (human error) serta hilangnya visibilitas inventaris. Mitra sasaran kegiatan ini adalah empat orang staf pengelola divisi LKA selaku pengguna akhir sistem. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan hard skill staf mitra dalam mengoperasikan Sistem Informasi Manajemen Aset berbasis web, sekaligus menumbuhkan soft skill berupa kemandirian dan budaya kerja digital dalam mengelola administrasi aset. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu pra-kegiatan berupa penggalian dan validasi kebutuhan, pelaksanaan berupa pembangunan sistem dengan pendekatan hybrid (prototyping dan waterfall) yang dilanjutkan sosialisasi serta pendampingan simulasi langsung, dan evaluasi. Keberhasilan program sengaja tidak mengandalkan kuesioner atau uji statistik, melainkan diukur secara empiris melalui pemantauan rekam jejak (log) aktivitas basis data pasca-pelatihan selama tiga bulan operasional harian. Hasil pemantauan membuktikan tingkat adopsi sistem yang tinggi: tanpa intervensi teknis lanjutan, staf LKA berhasil mendigitalisasi 145 entri aset baru ke dalam sistem, dan keberlanjutan operasional divalidasi oleh 657 log pembaruan status inventaris. Peningkatan aktivitas digital ini mengonfirmasi lompatan keterampilan staf LKA dalam beralih dari budaya kerja manual menuju ekosistem pengarsipan yang efisien, transparan, dan real-time.Abstract: Asset management relying on manual recording at the Computer and Equipment Services (LKA) division of PT Kwarsa Hexagon, a consulting firm located in Bandung, triggers data entry errors and obscures inventory visibility. The target partners of this activity are four management staff of the LKA division as end-users of the system. This community service program aims to enhance the partner staff's hard skills in operating a web-based Asset Management Information System, while cultivating soft skills in the form of independence and a digital work culture in managing asset administration. The program was carried out in three stages: pre-activity requirement elicitation and validation, implementation involving system development with a hybrid approach (prototyping and waterfall) followed by socialization and hands-on simulation mentoring, and evaluation. Rather than relying on questionnaires or statistical tests, program success was evaluated empirically by analyzing database activity logs over three months of post-training daily operations. The results revealed a high system adoption rate: without continuous technical intervention, the LKA staff successfully digitized 145 new asset entries, while operational sustainability was validated by 657 status update logs. These empirical metrics confirm a significant leap in the staff's technical proficiency, shifting from paper-dependent routines toward an efficient, transparent, and real-time archiving ecosystem.
PENDAMPINGAN TRANSFORMASI DIGITAL MELALUI PEMETAAN PROSES BISNIS BERBASIS ERP ODOO PADA PERUSAHAAN E-COMMERCE DI JAKARTA Abdul Mu'min; Seno Adi Putra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40480

Abstract

Abstrak: Di era industri modern, korporasi sering menghadapi tantangan fragmentasi arus informasi antara operasional front-end dan back-end, di mana proses manual menyebabkan ketidakakuratan data stok dan risiko overselling lintas saluran omnichannel. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah asimetri informasi dan inefisiensi operasional pada anak perusahaan korporasi di Jakarta melalui transformasi digital, sekaligus meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) mitra secara komprehensif, baik pada aspek hardskill (kemampuan teknis navigasi perangkat lunak) maupun softskill (adaptabilitas dan mitigasi gegar budaya). Metode pelaksanaan yang diterapkan adalah metode campuran (mixed method), yang mengombinasikan pelatihan interaktif berbasis lokakarya dan pendampingan teknis secara langsung. Implementasi metode ini dijalankan melalui tiga tahapan: observasi awal (gap analysis), perancangan Business Process Reengineering (BPR) dan integrasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) Odoo, serta tahap pemantauan. Pendampingan difokuskan pada 15 staf kunci di divisi Point of Sale (POS), Inventory, dan Sales. Sistem evaluasi dalam kegiatan ini diukur melalui dua instrumen, yakni pengujian User Acceptance Testing (UAT) untuk sistem dan observasi pre-test/post-test untuk kapasitas pengguna. Indikator keberhasilan program ini adalah tercapainya akurasi pemotongan stok otomatis yang sempurna dan peningkatan kemahiran staf secara terukur. Hasil evaluasi membuktikan tingkat keberhasilan 100% dalam sinkronisasi data secara real-time tanpa malafungsi. Selain itu, tercatat peningkatan kapasitas hardskill staf sebesar 90% dalam mengelola pembukuan digital secara mandiri, dengan adaptasi softskill pada staf senior yang berhasil diatasi melalui panduan operasional visual.Abstract: In the modern industrial era, corporations often face the challenge of fragmented information flow between front-end and back-end operations, where manual processes lead to inaccurate stock data and the risk of overselling across omnichannel channels. This community service activity aims to address information asymmetry and operational inefficiencies in a corporate subsidiary in Jakarta through digital transformation, while comprehensively improving the capacity of partner human resources, both in terms of hard skills (technical software navigation) and soft skills (adaptability and mitigating culture shock). The implementation method used is a mixed method, combining interactive workshop-based training and direct technical assistance. The implementation of this method is carried out through three stages: initial observation (gap analysis), Business Process Reengineering (BPR) design and integration of the Odoo Enterprise Resource Planning (ERP) system, and monitoring. The assistance focused on 15 key staff in the Point of Sale (POS), Inventory, and Sales divisions. The evaluation system for this activity was measured using two instruments: User Acceptance Testing (UAT) for the system and pre-test/post-test observations for user capacity. The program's success was measured by achieving perfect automatic stock-cutting accuracy and measurable staff skill improvements. The evaluation results demonstrated a 100% success rate in real-time data synchronization without any malfunctions. Furthermore, a 90% increase in staff hard skills in managing digital bookkeeping independently was recorded, with soft skills adaptations among senior staff successfully addressed through visual operational guidance.
IMPLEMENTASI MODUL HR APPRAISAL BERBASIS ERP UNTUK PENGUATAN TATA KELOLA PENILAIAN KINERJA SDM RUMAH SAKIT Ilman Manarul Qori; Seno Adi Putra; Fadil Alviqih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40437

Abstract

Abstrak: Edelweiss Hospital Cianjur sebelumnya masih menggunakan sistem penilaian kinerja karyawan secara manual, sehingga proses penilaian memakan waktu lebih lama, membuka ruang subjektivitas, dan menyulitkan audit hasil penilaian. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan Modul HR Appraisal berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) agar alur penilaian, sistem pembobotan, dan dokumentasi hasil berjalan lebih terstandar. Metode pelaksanaan mencakup analisis kebutuhan, konfigurasi modul, sosialisasi dan pendampingan awal bagi 34 peserta (karyawan, manajer, staf HR) di Edelweiss Hospital Cianjur, serta evaluasi berbasis log basis data periode Januari 2025-Maret 2026. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai tata kelola operasional: seluruh 467 penilaian (100%) kini tercatat dan dapat ditelusuri dalam basis data terpusat, dibandingkan proses manual sebelumnya yang tersebar dan tidak terdokumentasi. Modul digunakan oleh 227 dari 262 karyawan target (adoption rate 86,6%), dengan penggunaan berulang pada 182 karyawan yang menunjukkan keberlanjutan pemakaian pada periode penilaian berikutnya. Temuan ini menunjukkan bahwa digitalisasi penilaian kinerja meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi tata kelola SDM di lingkungan mitra.Abstract: Edelweiss Hospital Cianjur previously relied on a manual employee performance appraisal process, making assessment slower, more vulnerable to subjectivity, and difficult to audit. This community service program aimed to implement an Enterprise Resource Planning (ERP)-based HR Appraisal Module to standardize the appraisal workflow, weighting mechanism, and documentation of results. The implementation method included needs analysis, module configuration, initial socialization and mentoring for 34 participants (employees, managers, HR staff) at Edelweiss Hospital Cianjur, and evaluation based on database logs from January 2025 to March 2026. Evaluation results show an increase in operational governance value: all 467 appraisal records (100%) are now logged and traceable in a centralized database, compared to the previously scattered and undocumented manual process. The module was used by 227 of 262 targeted employees (86.6% adoption rate), with repeat usage recorded among 182 employees, indicating sustained use in subsequent appraisal cycles. These findings indicate that digitizing performance appraisal improves accountability and the operational efficiency of HR governance at the partner institution.