Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Implementation of Internet of Things-based Water Monitoring System in Vertical System based Crab Farming Kusuma, Purba Daru; Widyantara, Helmy; Hariyanto, Muhammad Dwi; Putra, Seno Adi; Osmond, Andrew Brian
Jurnal Abdimas Vol. 29 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v29i1.26934

Abstract

Crab is one of protein resource with high economic value. The vertical system is a crab farming method that provides several advantages including increasing space utility, minimizing crab mortality that is affected by cannibalism, and improving precision farming. As a continuation of 2024 research under the strategic collaboration (Katalis) scheme, a community service project has been conducted by implementing the Internet of Things (IoT) based water monitoring system to support precision farming in vertical system-based crab farming. Surabaya crab supermarket has become the partner in this community service. The objective of this activity is to implement this prototype in the real crab farming environment to investigate its effectiveness. This activity also gives experience for students at Telkom University that are involved in this project of implementing the developed precision farming system in the real environment despite the laboratories scale environment. Moreover, this project is also important to give insight from the crab farmer regarding the real problems that occur in crab farming. In the future, the system can be expanded by adding more features including the machine learning method to give predictions regarding the water quality and the growth of the crabs.
Implementasi Ant Colony Optimization untuk Routing pada Optimasi Perutean in Network Processing pada Sistem Monitoring Kesehatan Struktur Jembatan Firmansyah Arrozi, M; Setyorini, Setyorini; Adi Putra, Seno
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Structral Health Monitoring System pada umumnya diterapkan pada jembatan untuk memperpanjang usia bangunan tersebut dengan mengidentifikasi kerusakan yang terjadi pada bangunan lebih awal. Structural Health Monitoring System berbasis wireless sensor network pada jembatan lebih diunggulkan karena lebih murah dari segi biaya yang dikeluarkan. Akan tetapi karakteristik sumber daya yang dimiliki oleh wireless sensor network itu terbatas. Sehingga diperlukan efesiensi dalam konsumsi energi pada wireless sensor network. Salah satunya adalah dengan menggunakan perutean yang optimal untuk mengirimkan data dari sensor node menuju ke sink node. Hal tersebut dimaksudkan untuk memiminimalkan konsusi energi pada wireless sensor network. Dikarenakan banyaknya sensor node yang harus diproses dan pengolahan datanya dilakukan pada setiap sensor node. Algoritma ant colony optimization merupakan salah satu dari beberapa algoritma optimasi yang bisa dipilih untuk melakukan perutean secara optimal. Hasil dari implementasi algoritma ACO dilakukan pada beberapa skenario pengujian dan dibandingkan dengan algoritma genetika. Hasil pengujian yang diperoleh menunjukkan bahwa algoritm ACO dan GA memiliki hasil yang hampir sama. Dan didapatkan performa algoritma ACO yang telah diimplementasikan untuk WSN pada Structural Health Monitoring System.Kata Kunci— optimasi perutean, wireless sensor network, ant colony optimization, metaheuristik, structural health monitoring system.
Pengembangan Backend Sistem Dashboard Berbasis Internet Of Things Dan Manajemen Distribusi Vertical Crab House Imam Mukhlash; Putra, Seno Adi; Duddy Soegiarto
Journal of Production, Enterprise, and Industrial Applications Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jpeia.v3i2.10024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem backend untuk dashboard berbasis Internet of Things (IoT) yang mendukung operasional Vertical Crab House, sebuah konsep budidaya kepiting vertikal yang dirancang untuk memaksimalkan penggunaan ruang dan meningkatkan efisiensi produksi. Data sensor IoT yang digunakan, seperti Dissolved Oxygen (DO), pH, salinitas, suhu, Total Dissolved Solids (TDS), dan amonia, data yang dikirim kan berupa dummy data yang dihasilkan oleh perangkat ESP32 dan dikirim ke Firebase. Backend berperan sebagai pengelola utama data ini, serta menangani logika bisnis dan manajemen distribusi produk kepiting, memastikan distribusi yang efisien dan menjaga kualitas produk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Extreme Programming (XP), yang memungkinkan pengembangan perangkat lunak secara iteratif dan responsif terhadap perubahan kebutuhan. Dengan memisahkan pengembangan antara frontend dan backend, sistem dapat dioptimalkan untuk memberikan antarmuka pengguna yang intuitif sekaligus mengelola pengelolaan data dan distribusi secara efisien. Sistem ini juga dibagi menjadi dua bagian utama: manajemen logistik dan manajemen distribusi. Manajemen logistik berfokus pada penyediaan kebutuhan budidaya, seperti alat dan bahan, sedangkan manajemen distribusi mengatur proses penjualan kepiting ke pasar. Pemisahan ini memungkinkan solusi yang dikembangkan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dari masing-masing area, mendukung keberhasilan ekosistem budidaya kepiting secara keseluruhan.
Pengembangan Backend Sistem Dashboard Berbasis Internet Of Things Dan Manajemen Logistik Vertical Crab House Aquatic Zaky Zahrani Fauzi; Putra, Seno Adi; Duddy Soegiarto
Journal of Production, Enterprise, and Industrial Applications Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jpeia.v3i2.10044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan backend sistem dashboard berbasis Internet of things (IoT) dan manajemen logistik pada platform Vertical crab house Aquatic, sebuah inovasi dalam budidaya kepiting yang menggunakan pendekatan vertikal. Pendekatan ini berbeda dengan metode budidaya tradisional karena memungkinkan pemantauan individual terhadap kepiting dalam modul yang terpisah dan tertumpuk, sehingga penggunaan ruang menjadi lebih efisien. Dalam penelitian ini, teknologi IoT diintegrasikan untuk memberikan kemampuan pemantauan real-time terhadap kondisi lingkungan kepiting, termasuk parameter penting seperti suhu, kelembaban, dan kualitas air. Hal ini diharapkan dapat membantu peternak kepiting dalam menjaga kondisi optimal bagi pertumbuhan kepiting. Metodologi yang digunakan dalam pengembangan sistem ini adalah Extreme programming, yang dipilih karena sifatnya yang iteratif dan kolaboratif, sehingga memungkinkan penyesuaian cepat terhadap kebutuhan pengguna. Backend yang dikembangkan mendukung berbagai fitur seperti manajemen data kepiting, integrasi IoT untuk pemantauan kondisi lingkungan, serta pengelolaan logistik yang mencakup distribusi dan suplai kebutuhan budidaya. Fitur ini terhubung dengan berbagai faktor utama dalam sistem, seperti Super Admin dan Supply merchant, yang memiliki peran penting dalam operasional budidaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem backend yang dikembangkan mampu mendukung operasional Aquatic dengan baik, khususnya dalam hal pemantauan dan pengelolaan logistik. Penggunaan teknologi IoT dalam sistem ini memungkinkan peternak untuk melakukan pengawasan secara lebih detail dan terstruktur, serta mengoptimalkan proses distribusi dan suplai. Dengan demikian, platform ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan produktivitas dan perluasan pasar industri budidaya kepiting, terutama dalam konteks budidaya vertikal yang inovatif.
Implementasi Sistem E-PKP untuk Evaluasi Kinerja Puskesmas di Provinsi Jawa Barat Sinung Suakanto; Seno Adi Putra; Setyorini; Ani Kartini; Sayyid Taufiq Abdulhafizh; Mima Artamevia
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 2 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v4i2.8511

Abstract

Unit Layanan kesehatan perlu dinilai dan dievaluasi agar terus dapat ditingkatkan pelayanannya. Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) merupakan instrumen penting dalam mengukur efektivitas dan efisiensi layanan kesehatan di tingkat pertama, sesuai dengan Permenkes No. 75 Tahun 2014. Seiring perkembangan teknologi, proses evaluasi ini dapat ditingkatkan dengan implementasi Aplikasi E-PKP, yang dirancang untuk memfasilitasi penilaian kinerja secara elektronik, akurat, dan terintegrasi. Aplikasi E-PKP memungkinkan pengumpulan data yang lebih cepat, visualisasi kinerja real-time, serta analisis mendalam untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. Kegiatam abdimas ini mengembangkan sebuah aplikasi E-PKP didasarkan pada pendekatan Software Engineering, yang melibatkan tahapan penelitian, perencanaan, desain, pengembangan, pengujian, instalasi. Dengan adanya E-PKP di Puskesmas Provinsi Jawa Barat bertujuan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas evaluasi kinerja, sekaligus mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang valid. Proses evaluasi kinerja di Puskesmas menjadi lebih efisien sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan, serta berkontribusi pada pembangunan kesehatan yang berkelanjutan di Jawa Barat.
Implementasi Website untuk Monitoring Penggunaan Alat dan Mesin Pertanian pada UPTD Mekanisasi Pertanian Jawa Barat Muhammad Panggieta Wastu; Seno Adi Putra
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 01 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) di UPTD Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian Provinsi Jawa Barat menghadapi tantangan akibat proses manajemen data yang masih manual, terfragmentasi, dan tidak terintegrasi. Ketergantungan pada log book dan spreadsheet menyebabkan kesulitan dalam pelacakan aset, inefisiensi pelaporan, dan mengakibatkan pemeliharaan bersifat reaktif (menunggu kerusakan) daripada preventif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut melalui perancangan dan implementasi sistem informasi berbasis website sebagai bentuk intervensi. Metodologi yang digunakan adalah Action Research (AR) yang disesuaikan dengan siklus System Development Life Cycle (SDLC). Proses ini mencakup tiga fase utama: Preparation (diagnosis masalah melalui FGD), Action Research Cycle (desain, implementasi website, dan pelatihan), dan Post-Evaluation (pengukuran dampak) . Hasil dari kegiatan ini adalah sebuah website monitoring fungsional dengan fitur utama dashboard monitoring, manajemen aset (input data), dan penjadwalan pemeliharaan otomatis. Hasil pengujian Black Box menunjukkan bahwa seluruh fungsionalitas sistem berjalan Valid. Selain itu, hasil Survei Kepuasan Mitra (SKM) pada tahap Post-Evaluation menunjukkan tingkat penerimaan (usability) dan kebermanfaatan (utility) yang sangat tinggi dari UPTD Mektan, dengan skor rata-rata 4.6 dari 5. Intervensi ini berhasil mentransformasi proses tata kelola Alsintan dari manual dan reaktif menjadi terpusat, digital, dan preventif. Kombinasi metodologi AR dan SDLC terbukti efektif dalam menciptakan solusi teknis yang diadopsi dan bermanfaat secara praktis bagi organisasi.
Implementasi Self-Journey Art Therapy untuk Mengurangi Stres pada Karyawan di PT. Bhakti Unggul Teknovasi Muhammad Fathi Rabbani; Seno Adi Putra
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 01 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i01.3836

Abstract

Kesehatan mental karyawan merupakan aspek penting yang mempengaruhi produktivitas dan kenyamanan dalam bekerja. Observasi internal di PT Bhakti Unggul Teknovasi menunjukkan adanya tekanan psikologis yang cukup tinggi pada sebagian karyawan, sehingga diperlukan upaya pendampingan dalam memberikan ruang ekspresi secara emosional. Kegiatan ini bertujuan mengetahui dampak art therapy berbasis mask painting terhadap tingkat stres karyawan. Pendampingan dilaksanakan dalam satu sesi selama kurang lebih empat jam dan diikuti oleh 37 karyawan, dengan 24 orang mengisi kuesioner pre-test dan post-test secara lengkap. Tingkat stres diukur menggunakan skala 1–10 sebelum dan sesudah intervensi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa rata-rata tingkat stres awal peserta berada pada angka 61,6% dan menurun menjadi 44,5% setelah kegiatan, sehingga terdapat penurunan sekitar 17,1 poin persentase. Selain penurunan secara kuantitatif, peserta juga melaporkan manfaat subjektif berupa perasaan lebih tenang dan rileks, memiliki waktu untuk diri sendiri, serta mampu mengekspresikan emosi yang sebelumnya tertahan. Proses melukis, Forum Group Discussion, dan pendampingan psikolog turut berkontribusi pada terciptanya pengalaman yang aman dan bermakna bagi peserta. Temuan ini menunjukkan bahwa art therapy berpotensi menjadi salah satu bentuk intervensi singkat yang efektif untuk mendukung kesehatan mental karyawan, meskipun intervensi yang baru dilakukan satu kali dan konteks yang terbatas pada satu perusahaan menjadi keterbatasan yang perlu diperhatikan dalam pengembangan program dan penelitian lanjutan.
IMPLEMENTASI SMART CLASSROOM BERBASIS IOE: STUDI EVALUATIF DENGAN PENDEKATAN PDCA (Plan-Do-Check-Act) DAN MODEL TAM (Technology Acceptance Model): IMPLEMENTATION OF SMART CLASSROOM BASED ON IOE: EVALUATIVE STUDY WITH PDSA APPROACH AND TAM MODEL Bismar Fadli; Seno Adi Putra; Hanif Fakhrurroja
Rabit : Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab Vol 10 No 2 (2025): Juli
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/rabit.v10i2.6410

Abstract

Modern universities are required to transform by embracing digital technologies to support the implementation of the Tri Dharma of Higher Education. This study explores how Indonesian higher education institutions adopt the Smart Classroom concept as part of digital transformation to improve the quality of learning. One of the key initiatives is the creation of interactive and connected learning environments through technology integration. This research proposes a standardized Smart Classroom model based on the Internet of Everything (IoE), utilizing devices such as Interactive Flat Panels, PTZ cameras, smart door locks, Wireless Presentation Displays, and audio systems. The methodology includes literature review, conceptual design, prototype development, and evaluation using the Plan-Do-Check-Act (PDCA) approach. Additionally, the Technology Acceptance Model (TAM) is employed to analyze students’ perceptions and intentions to adopt Smart Classroom technologies. The results show that the application of IoE in Smart Classrooms enhances interaction between lecturers and students, operational efficiency, and provides a more adaptive and comfortable learning experience. The main contribution of this study is the development of a comprehensive implementation guide for IoE-based Smart Classrooms, incorporating technical, managerial, and pedagogical aspects to support the advancement of higher education in the digital era.
Penyuluhan Pemanfaatan IoT untuk Budidaya Kepiting Soka Nina hendrarini; Seno Adi Putra; Ema
JITER-PM (Jurnal Inovasi Terapan - Pengabdian Masyarakat) Vol. 2 No. 4 (2024): JITER-PM
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35143/jiter-pm.v2i3.6395

Abstract

Sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), salah satu kelompok sasaran prioritas keuangan inklusif yakni sektor agrikultur yang menyasar petani, peternak, dan nelayan. Sektor agrikultur merupakan salah satu kontributor terbesar ekonomi nasional, sehingga tingkat kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan perlu untuk terus didorong. Abdimas ini diwujudkan sebagai salah satu respon dari perpres tersebut. Kepiting merupakan sumber protein yang sangat baik selain memiliki daya jual yang tinggi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Kendala yang terjadi adalah peternakan kepiting soka yang ada saat ini terutama di Crab Crab Aquatic masih bersifat tradisional, sehingga durasi waktu relatif lama untuk memperoleh kepiting siap dipanen. Solusi yang ditawarkan adalah peternakan kepiting yang menggunakan teknologi. Teknologi yang digunakan relatif mutakhir menggunakan perangkat cerdas untuk monitor dan kendali berupa sensor dan actuator dalam bentuk Internet of Things (IoT), sehingga memerlukan sosialisasi dan tutorial kepada masyaraka dalam bentuk penyuluhant. Abdimas ini menjadi ajang untuk mempersiapkan masyarakat agar memperoleh pengetahuan tersebut. Hal lain yang bisa diperoleh dari abdimas ini adalah adanya pertukaran informasi secara dupleks. Informasi tentang peternakan kepiting akan membantu dalam pengembangan sistem cerdas berikutnya
Lightweight Hybrid SVM-LSTM Edge AI for Real-Time Smart Greenhouse Anomaly Detection Irfan Fahmi Ahmadi; Seno Adi Putra; Atam Rifa'i Sujiwanto
Knowbase : International Journal of Knowledge in Database Vol. 6 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/knowbase.v6i1.11389

Abstract

Smart greenhouse systems require an artificial intelligence model that can transform sensor records into real-time abnormal-condition decisions while remaining practical for edge computing devices. This paper proposes a lightweight Hybrid SVM-LSTM Edge AI model for real-time smart greenhouse anomaly detection. The model integrates packet validation, deterministic feature fusion, SVM-based discriminative scoring, and LSTM temporal sequence learning to classify greenhouse states as normal or abnormal. The feature representation combines current sensor values, short-term sensor changes, sampling-gap information, and daily periodic patterns so that the model can capture both instantaneous conditions and recent environmental transitions. Using the IoT Agriculture 2024 smart greenhouse dataset, the evaluation compares several Hybrid SVM-LSTM and LSTM-only configurations under proxy labels for actuator-relevant abnormal states. The refined water-related proxy achieved 0.979 accuracy, 0.763 precision, 0.690 recall, and a 0.725 F1-score with 1.142 ms P95 inference time. The broader NPK-gap proxy achieved 0.983 accuracy, 0.886 precision, 0.549 recall, and a 0.678 F1-score with 1.448 ms P95 inference time. These results indicate that the proposed Hybrid SVM-LSTM model is sufficiently compact and accurate for real-time anomaly detection at the edge, especially when proxy-label design and threshold selection are aligned with the target greenhouse condition.