Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN MAGNESIUM DAN STRONTIUM TERHADAP KEKERASAN KOMPOSIT A356/nano-Al2O3 DENGAN METODE STIR CASTING Rahmatullah Tites Wicaksono; Salahuddin Junus; M. Fahrur Rozy
STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin Vol 1 No 1 (2018): JURNAL STATOR
Publisher : STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit logam atau biasa dikenal MMC adalah material yang terdiri dari matrik berupa logam dan paduanya yang diperkuat oleh bahan penguat dalam bentuk continous fibre, whiskers, atau particulate. Komposit aluminium dapat dihasilkan menggunakan metode Stir Casting. Al2O3 sebagai reinforce dengan ukuran nano dapat meningkatkan kekuatan tarik dan kekerasan dari komposit aluminium. Strontium sebagai modifier mengubah morfologi fase Mg2Si pada komposit aluminium menjadi lebih halus serta meningkatkan kepadatan jumlah partikel fasa eutektik Mg2Si. Komposit aluminium dikombinasikan dengan variasi persentase Strontium 0.02% hingga 0.03%, Mg 3% hingga 7%, dan nano Al2O3 sebesar1%, 2%, dan 3%. Pengujian menunjukkan hasil yang optimal untuk kekerasan dengan persentase strontium sebesar 0.03%, Mg 7%, dan Al2O3 3% dengan nilai kekerasan 68,6 HRB. Keywords : Aluminium A356, Metal Matrix Composite, Mechanical Properties, Hardness
PENGARUH VOLUME FRAKSI PEREKAT TERHADAP KEKUATAN BENDING KOMPOSIT PARTIKEL KAYU SENGON DENGAN METODE HOT PRESS Muhammad Kurniawan; Salahuddin Junus; Robertus Sidhartawan
STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin Vol 1 No 1 (2018): JURNAL STATOR
Publisher : STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia terdapat banyak industri kayu disebabkan Indonesia meruapakan Negara agrasis dengan sumber daya alam berapa hutan yang melimpah. Limbah dari industri kayu yaitu berupa limbah hasil gergajian yang dapat dijadikan produk baru berupa komposit partikel kayu. Serbuk kayu sengon dapat dijadikan sebagai filler. Filler pada komposit berfungsi untuk meningkatkan sifat-sifat mekanik melalui penyebaran tekanan yang efektif pada suatu komposit. Limbah gergajian kayu kemudian diayak dengan ukuran 80 mess. Resin yang digunakan yaitu jenis perekat urea formaldehida tipe UA-125 yang banyak digunakan perekat kayu pada industri meubel kayu. Pada penelitian ini variasi yang digunakan yaitu variasi volume fraksi pada perekat urea formaldehida dengan variasi 30%, 40% dan 50%. Pada penelitian ini fokus utama untuk mengetahui pengaruh variasi perekat urea formaldehida terhadap kekuatan bending dari komposit partikel kayu sengon. Pada penelitian ini terbukti bahwa pengaruh volume fraksi semakin besar maka kekuatan bending dari komposit akan semakin tinggi. Pembuatan spesimen komposit yaitu dengan metode hot press dan ukuran dimensi spesimen mengacu pada ASTM D 790 untuk pengujian bending. Data yang diperoleh setelah dilakukan uji tarik yaitu untuk variasi volume fraksi 30 % dengan nilai 7,9 MPa, untuk variasi volume fraksi 40% dengan nilai 11,9 MPa, untuk variasi volume fraksi 50% dengan nilai 12,9 MPa. Kata Kunci: komposit partikel kayu sengon, metode hot press, kekuatan bending.
PENGENDALIAN LAJU ALIRAN SERBUK ALUMINIUM TERHADAP FABRIKASI ALUMINA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DC THERMAL PLASMA Agung Budi C; Imam Sholahuddin; Salahuddin Junus; m. Fahrur Rozy R; Novi Nur H
STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin Vol 1 No 1 (2018): JURNAL STATOR
Publisher : STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alumina (Al2O3) merupakan bahan rekayasa struktural paling hemat biaya dan banyak digunakan sebagai material keramik. Alumina dapat digunakan sebagai media pelapisan dan anoda korban karena alumina mempunyai sifat tahan korosi serta tahan terhadap asam dan basa. Metode penelitian ini menggunakan metode DC thermal plasma arus 20A dengan waktu 10 detik. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat mengetahui warna alumina dari setiap variasi laju aliran serbuk aluminium dan mengetahui hasil rata-rata dari laju aliran serbuk aluminium. Dari hasil penelitian ini dengan pengendalian laju aliran serbuk yang meningkat dapat berpengaruh terhadap warna serbuk alumina dan laju aliran serbuk dari aluminium. Kata Kunci: DC thermal plasma, Laju Aliran Serbuk Aluminium, Alumina.
PENGARUH JUMLAH LAMINA FIBERGLASS TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT SPENT COFFEE GROUND DENGAN METODE VACUUM MOLDING Masfeya Eka Hermiansyah; Salahuddin Junus; Dedi Dwi Laksana; Imam Sholahuddin; Sumarji Sumarji; Yanuar Alditya Nugraha
STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin Vol 1 No 1 (2018): JURNAL STATOR
Publisher : STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit ampas kopi dengan berpenguat serat E-Glass Chopped Strand Mat (CSM) merupakan material baru yang menarik untuk diteliti. Keunggulan menggunakan ampas kopi (SCG) ini adalah harga yang murah, ramah lingkungan, dan mempunyai karakteristik dapat menetralkan bau yang tidak sedap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kekuatan tarik komposit berpenguat serat E-Glass dan menggunakan partikel ampas kopi (filler). Dalam penelitian ini terdapat 5 varian lapisan lamina, kemudian dengan menggunakan partikel ampas kopi dan tanpa partikel ampas kopi, variasi 1 lamina serat E-glass tanpa SCG dan 1 lamina serat E-glass menggunakan SCG sampai 4 lapisan serat E-Glass. Pembuatan spesimen komposit menggunakan metode vacuum molding dengan tebal spesimen mengikuti ketebalan serat E-Glass. Pengujian kekuatan tarik menggunakan standart ASTM D 3039. Berdasarkan hasil penelitian kekuatan tarik terbesar pada 1 layer serat E-Glass tanpa ampas kopi dengan nilai 118,92 MPa. Sedangkan kekuatan tarik terendah pada 4 layer serat E-Glass tanpa ampas kopi dengan nilai 62,26 MPa, sedangkan kekuatan tarik terbesar menggunakan ampas kopi pada 1 layer serat E-Glass didapatkan nilai 94,1 MPa, sedangkan yang terkecil pada variasi 0 layer E-glass dengan ampas kopi 7 MPa. Dari hasil analisis yang telah dilakukan bahwa ampas kopi dapat menurunkan kekuatan Tarik, karena sifat dari ampas kopi sendiri yang mudah beraglomorasi mengakibatkan pembasahan yang kurang sempurna terhadap partikel ampas kopi. Kata Kunci:, Panel Komposit, Vacuum Molding, Sifat Mekanik , ampas kopi
PENGARUH ELEKTRODA TEMBAGA PADA DC THERMAL PLASMA DAN VARIASI WAKTU PROSES TERHADAP LAJU PRODUKSI ALUMINA Novi Nur Hamimah; Imam Sholahuddin; Salahuddin Junus; Santoso Mulyadi; Agung Budi Cahyono
STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin Vol 1 No 1 (2018): JURNAL STATOR
Publisher : STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alumina is a material that is currently being developed because it has many benefits in the field of industry. Alumina in powder form can be used as catalyst in casting process, coating or coating and composite material. The manufacture of alumina powder with DC Thermal Plasma method began to be developed by many industries. This method is more efficient and more production results. The principle of thermal plasma DC is to evaporate aluminum powder into aluminum oxide with plasma at plasma velocity in reactor tube with temperature which can reach 40000 K. Purpose of research to know the production rate of alumina powder produced. The processing time of the aluminum powder stream is used as a variation to support the achievement of an appropriate production rate. The use of copper electrodes in plasma torch can increase the purity of alumina powder with 96% content, in addition to the use of copper electrodes more durable, easy to obtain and economical. Time variations used were 10, 20, 30 and 40 second seconds oxygen rate rate 55 scfh and flow powder 10 scfh. The results showed that the average variation of 10 seconds was able to produce an average alumina powder of 0.446 gram with a production rate of 0.115 grams / second seconds. The time variation of 40 seconds was able to produce an average alumina powder of 1.776 grams with a production rate of 0.44 grams / sec . From the research results it can be concluded that the higher variation of process time can increase the production rate of alumina powder and the use of copper electrode can save the electrode usage significantly so that the production rate also increase. Keywords: DC Thermal Plasma, alumina, time process, production rate
PENGARUH HOMOGENIZING TERHADAP KEKERASAN KOMPOSIT A356/nano-Al2O3 M.Ginanjar Widodo Mukti; Salahuddin Junus; Mochammad Edoward R
STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin Vol 1 No 1 (2018): JURNAL STATOR
Publisher : STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit logam atau Metal Matrix Composite (MMC) merupakan material yang dibentuk dengan menggabungkan dua material atau lebih untuk memperoleh material baru yang mempunyai sifat mekanik yang lebih baik. MMC terdiri dari matriks dan reinforce, matriks dari MMC biasanya menggunakan logam lunak seperti aluminium, dan reinforce menggunakan material keramik berukuran mikro hingga nano seperti SiC, Al2O3, dsb. Semakin kecil ukuran partikel dari reinforce maka semakin kecil juga tingkat porositas dari MMC. Pemberian proses perlakuan panas terhadap Aluminium memiliki bermacam-macam tujuan, yang salah satunya adalah untuk menyeragamkan butiran, untuk memperhalus butiran, menaikkan kekerasan, menambah keuletan, meningkatkan machinability ataupun untuk tujuan lainnya. Maka untuk mendapatkan sifat-sifat tersebut diperlukan proses perlakuan. Metode heatreatment T6 dengan variasi homogezing homogenezing pada suhu 500 °C selama 24 jam, 340 °C selama 24 jam, 415 °C selama 24 jam, dan 400 °C selama 24 jam, setelah itu solution treatment dengan suhu 540 °C dengan waktu 6 jam, kemudian di artifial aging dengan suhu 115 °C selama 5 jam. Dengan hasil kekerasan terbaik 73,1 HRB untuk suhu homogenezing 430 °C selama 24 jam. Keywords: Homogenizing, Aluminium A356, MMC, Mechanical Properties, Hardness
PENGARUH ELEKTRODA TEMBAGA PADA DC THERMAL PLASMA DAN VARIASI WAKTU PROSES TERHADAP LAJU PRODUKSI ALUMINA Novi Nur Hamimah; Imam Sholahuddin; Salahuddin Junus; Santoso Mulyadi; Agung Budi Cahyono
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.499 KB) | DOI: 10.34128/je.v4i2.61

Abstract

Alumina merupakan material yang saat ini mulai dikembangkan karena memiliki banyak manfaat terutama dalam bidang industri. Alumina dalam bentuk serbuk dapat digunakan sebagai katalis dalam proses pengecoran, lapisan atau coating dan bahan komposit. Pembuatan serbu k alumina dengan metode DC Thermal Plasma mulai banyak dikembangkan oleh indusri. Metode ini diyakini lebih efisien dan hasil produksi yang lebih banyak. Prinsip DC thermal plasma adalah menguapkan serbuk aluminium menjadi aluminium oksida dengan melewatkannya pada api plasma dalam tabung reaktor dengan suhu yang dapat mencapai 40000 K. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui laju produksi serbuk alumina yang dihasilkan. Waktu proses aliran serbuk aluminium digunakan sebagai variasi untuk mendukung tercapainya laju produksi yang sesuai. Penggunaan elektroda tembaga pada torch plasma dapat meningkatkan kemurnian serbuk alumina dengan kadar 96%, disamping itu pemakaian elektroda tembaga lebih awet, mudah didapatkan dan ekonomis. Variasi waktu yang digunakan yaitu 10, 20, 30 dan 40 detik sedangkan laju aliran oksigen 55 scfh dan aliran serbuk 10 scfh. Hasil menunjukkan bahwa variasi terendah yaitu 10 detik mampu menghasilkan serbuk alumina rata-rata 0.446 gram dengan laju produksi 0.115 gram/detik sedangkan va riasi waktu 40 detik mampu menghasilkan serbuk alumina rata-rata 1.776 gram dengan laju produksi sebesar 0.44 gram/detik.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi variasi waktu proses dapat meningkatkan laju produksi serbuk alumina dan penggunaan elektroda tembaga dapat menghemat pemakaian elektroda secara signifikan sehingga laju produksi juga semakin meningkat.
PENGARUH VARIASI WAKTU GESEK FRICTION WELDING PADA BAJA AISI 1045 DENGAN SUDUT CHAMFER 15o TERHADAP SIFAT MEKANIKNYA Rahma Rei Sakura; Salahuddin Junus; Gaguk Jatisukamto; Riko Septian
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.235 KB) | DOI: 10.34128/je.v4i2.60

Abstract

Komponen mesin dapat diproduksi dengan variasi metode manufaktur seperti, penempaan, permesinan, pengecoran, atau metode pengelasan. Pemilihan metode manufaktur berdasarkan biaya produksi untuk setiap bagian pada komponen tertentu. Friction welding sebagai proses produksi masal merupakan metode manufaktur yang diminati untuk penggabungan dua material. Proses friction welding pada baja AISI 1045 dilakukan dengan menggesekkan kedua permukaan baja. Variasi waktu gesek yang digunakan yaitu 25, 35, 45, dan 55 detik kemudian dilakukan pengujian tarik, kekerasan, dan metalografi. Kekuatan tarik tertinggi yaitu 703,84 N/mm2 pada waktu gesek 45 detik. Kekerasan yang terbaik didapat pada waktu gesek 55 detik dengan nilai kekerasan 270 BHN. Struktur kristal dengan butiran halus akan menghambat dislokasi, sehingga mendapatkan sifat mekanik baja yang baik.
Aplikasi Serat Alam Muntingia calabura sebagai Pengisi dalam Biokomposit Bermatriks Polivinil Alkohol (PVA): Karakteristik Sifat Kuat Tarik dan Permukaan Patahan Melbi Mahardika; Mochamad Asrofi; Afril Priyanto; Yuni Hermawan; Salahuddin Junus; Santoso Mulyadi; Sujito Sujito; Devita Amelia
Agroteknika Vol 4 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/agroteknika.v4i1.103

Abstract

Pemanfaatan serat alam Muntingia calabura sebagai pengisi bahan biokomposit belum dimanfaatkan secara optimal. Penggunaan serat alam ini memiliki potensi yang baik sebagai bahan pengisi biokomposit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh volume fraksi serat terhadap kekuatan tarik dan permukaan patahan biokomposit Polivinil Alkohol (PVA) dan Muntingia calabura. Volume fraksi serat di dalam PVA divariasikan 0%, 2%, 4%, 6% dan 8% (dari berat kering PVA). Pembuatan biokomposit menggunakan metode penuangan larutan gelatin. Biokomposit dikeringkan dalam suhu 70 ᵒC selama 12 jam. Setelah itu, spesimen biokomposit dipotong sesuai standar American Society for Testing and Materials (ASTM) D882-18. Hasil pengujian tarik menunjukkan bahwa peningkatan volume fraksi serat di dalam PVA mengakibatkan penurunan kekuatan tarik. Nilai kuat tarik tertinggi terdapat pada spesimen film PVA murni adalah 6,8 MPa. Penambahan serat sebesar 2% menyebabkan penurunan sebesar 14,7% dari nilai kuat tarik film PVA. Fenomena tersebut juga terjadi pada penambahan serat 4 – 8% di dalam matriks PVA. Hal tersebut didukung oleh pengataman Scanning Electron Microscope (SEM) yang menunjukkan adanya penggumpalan serat di dalam matriks.
PENGARUH Mg DAN PENAMBAHAN FRAKSI VOLUME SiC TERHADAP SIFAT MEKANIK KOMPOSIT Al6061/SiC Dwi Djumhariyanto; Ahmad Wafi; Salahuddin Junus; Gaguk Jatisukamto; Robertus Sidartawan
STATOR: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 5 No 1 (2022): JURNAL STATOR
Publisher : Jurusan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metal Matrix Composites (MMC) merupakan jenis komposit diantara banyaknya jenis komposit. Komposit logam sendiri merupakan kombinasi dari dua material atau lebih yang dimana logam sebagai matrik dan keramik sebagai penguatnya. Kombinasi tersebut bertujuan untuk mendapatkan material baru yang mempunyai sifat mekanis yang lebih baik daripada bahan dasarnya.Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Mg dan penambahan fraksi volume SiC terhadap sifat mekanik komposit Al6061-SiC menggunakan metode stir casting. Partikel SiC digunakan sebagai penguat dikarenakan sifatnya yang mampu menaikkan sifat mekanik dari komposit itu sendiri, sedangkan serbuk Magnesium (Mg) ditambahkan sebagai wetting agent agar mampu membasahi daripada matrix serta memperkecil batas butir pada komposit Al6061/SiC. Pada pengujian kekerasan yang dilakukan didapatkan hasil terbaik pada penambahan 8% SiC yaitu senilai 62,5 HRB. Pengujian tarik menunjukkan nilai kekuatan tarik tertinggi pada spesimen penambahan 8% SiC senilai 151,3 MPa.
Co-Authors Achmad Murdiono Afril Priyanto Agung Budi C Agung Budi Cahyono Agus Pramono Agus Triono Ahmad Adib Rosyadi Ahmad Al Kautsar Ahmad Al Kautsar Ahmad Wafi Alahmadi, Mohammed Alfi Hasan Andi Sanata Andi Sanata Anne Zulfia Anuary Dwi Rosyid, Wafa Prasetia Aris Zainul Muttaqin Aris Zainul Muttaqin Bambang Sugiharto Danang Yudistiro Dedi Dwi Laksana Dedi Dwilaksana Deny tomy andrianto Devita Amelia Digdo Listyadi, Digdo Dwi Djumhariyanto Gaguk Jatisukamto Gindeka Bimara Aryantaka Haidzar Nurdiansyah Hary Sutjahjono Ilminafik, Nasrul Ilyas, Rushdan Ahmad Imam Rudi Sugara Imam Sholahuddin Imam Sholahudin Intan Hardiatama Jannah, Betriqil Koekoeh KW, Robertoes L Rajeshkumar Lilis Mariani Lilis Mariani, Lilis M Edoward Ramadhan M Trifiananto M. Fahrur Rozy M. Fahrur Rozy Hentihu m. Fahrur Rozy R M. R. M. Asyraf M.Ginanjar Widodo Mukti Mahros Darsin Masfeya Eka Hermiansyah Melbi Mahardika Melisa Melisa Mochamad Asrofi Mochammad Edoward R Mohammad Alfian Ilmy Muh Nurkoyim Kustanto Muh Nurkoyim Kustanto Muhammad Abduh Muhammad Kurniawan Nashrullah, M Dimyati Nasrul Ilminnafik Nasution, Annio Indah Lestari Novi Nur H Novi Nur Hamimah Pieter Muhammad Iko Marrendra Pradiza, Revvan Rifada Puranggo Ganjar Widityo Puranggo Ganjar Widityo R. A. Ilyas Rahma Rei Sakura Rahman, Purnama Auliya Rahmatullah Tites Wicaksono Ramadhan, M Edoward Reza Marinanda Fajar Rika Dwiqoryah Riko Septian Riko Septian Rizky Akhmad Prayogi Robertoes Koekoeh KW Robertus Sidartawan Robertus Sidhartawan Santoso Mulyadi Setyo Pambudi Setyo Pambudi Sujito Sujito Sumardi Sumardi Sumarji Syuhri, Skriptyan Noor Hidayatullah Taufik Taufik Wiradika, Yudha Wisnu Kuncoro Yanuar Alditya Nugraha Yayang Saif Izzudin Yudhistiro, Danang Yuni Hermawan