Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Korelasi Efikasi Diri dengan Tingkat Intradialitic Weight Gain (IDWG) Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Purwandari, Nila Putri; Ahmad, Aldam Fajar; Faidah, Noor; Putri, Devi Setya
Journal Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58774/jourkep.v3i1.68

Abstract

Background: Kidney failure in carrying out its functions at the terminal stage requires treatment in the form of hemodialysis. In hemodialysis patients, adhering to fluid intake restrictions has a very vital role to prevent further complications. The success of fluid and diet management in therapy is measured by the level of Interdialytic Weight Gain (IDWG). One of the things that affects IDWG during the hemodialysis therapy period is self-efficacy. Purpose: To determine the relationship of self-efficacy with the level of Interdialytic Weight Gain (IDWG) of chronic kidney disease patients in the hemodialysis unit of RAA Soewondo Pati Hospital. Methods: This study is a correlational analytical study, with a cross-sectional research design, a sampling method using consecutive sampling, with a total sample of 68 respondents and data collection using questionnaires. Results: The results of this study found that respondents with high category self-efficacy and IDWG levels in the mild category were 38 respondents (50.5%), the results of the analysis with the spearman rank correlation test obtained p value = 0.000< α (0.05) which can be concluded to be a relationship between self- efficacy and the interdialytic weight gain (IDWG) level of chronic kidney disease patients in the hemodialysis unit of RAA Soewondo Pati Hospital. Conclusion: There was a significant relationship between self-efficacy and interdialytic weight gain (IDWG) levels of chronic kidney disease patients in the hemodialysis unit of RAA Soewondo Pati Hospital.
Social Support, Psychological Distress, and Quality of Life in Patients with Diabetes Mellitus Living in the Community Suharsono, Suharsono; sunarko, sunarko; Faidah, Noor; Nur Izzati, Aisyah; Rojabtiyah, Rojabtiyah; Sarwono, Bambang
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v7i2.356

Abstract

Background: Individuals living with diabetes mellitus (DM) often face psychological distress because of the disease's chronic progression and the complexity of its daily management. Distress has been linked to poor glycemic control and decreased quality of life. Therefore, these psychological distresses require social support. This study aimed to investigate the relationship between social support, psychological distress, and quality of life in patients with diabetes mellitus living in the community. Methods: A cross-sectional quantitative study was conducted with 250 diabetic patients recruited from five public health centers in Central Java, Indonesia using purposive sampling. Patients with severe cognitive impairment, psychiatric disorders, or comorbid conditions that could significantly affect psychological status were excluded. Data were collected through validated instruments: the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), the Diabetes Distress Scale (DDS-17), and the World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF). The data were analyzed using Spearman’s rank correlation, and statistical significance was determined at p < 0.05. Results: The findings revealed a significant negative correlation between social support and diabetes-related distress (r = -0.48, p < 0.001), and a significant positive correlation between social support and quality of life (r = 0.55, p < 0.001). Conclusion: There was a significant association between social support and reduced distress as well as enhanced quality of life in community-dwelling individuals with diabetes. Nursing interventions that enhance family involvement, peer support, and community engagement are essential in diabetes management. These findings highlight the importance of psychosocial components in chronic disease care.
GAMBARAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KELING I JEPARA Purwandari, Nila Putri; Winarsih, Biyanti Dwi; Faidah, Noor; Hidayat, Wahyu Tjahja
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v11i1.177

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Aktivitas fisik merupakan salah satu pilar dalam penatalaksanaan diabetes melitus. Aktivitas fisik yang mengacu pada semua Gerakan secara teratur terbukti dapat membantu mencegah dan menangani penyakit tidak menular seperti diabetes melitus dapat mengontrol kadar gula darah, menurunkan berat badan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dan total sampling dengan melakukan survei yaitu melakukan penelitian dengan cara membagikan kuesioner dan Sample dalam penelitian ini adalah semua pasien diabetes melitus sebanyak 43 pasien. Hasil: analisa dari total 43 pasien yang melakukan aktivitas fisik didapatkan hasil 11 pasien (26%) melakukan aktivitas fisik ringan, 17 pasien (39%) melakukan aktivitas fisik sedang dan 15 pasien (35%) melakukan aktivitas fisik berat. Simpulan: Aktivitas fisik pada pasien diabetes melitus di puskesmas Keling I menunjukan aktivitas fisik dengan kategori sedang. KataKunci : Aktivitas fisik, Diabetes Melitus
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN KRITIS YANG TERPASANG VENTILATOR DI INTENSIVE CARE UNIT DI RSUD dr. LOEKMONO HADI KUDUS Wulan, Emma Setiyo; Jamaludin, Jamaludin; Faidah, Noor
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v11i2.210

Abstract

ABSTRAKKecemasan yang terjadi pada keluarga pasien biasanya disebabkan karena kurangnya informasi yang disampaikan oleh perawat melalui komunikasi, terutama tentang kondisi dan proses perawatan pasien di ruangan, ketatnya aturan berkunjung di rumah sakit yang membuat keluarga merasa tidak dapat untuk mendampingi pasien secara maksimal, sehingga menimbulkan kecemasan pada keluarga. Tujuan: Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui “Gambaran tingkat kecemasan keluarga pasien kritis yang terpasang ventilator di Rumah Sakit.” Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan metode observasional, pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner kecemasan State-Trait Anxiety Inventory (STAI) merupakan salah satu bentuk kuesioner yang banyak digunakan pada penelitian mengenai kecemasan pada pasien yang umumnya dilakukan pada pasien dewasa. Kuesioner terdiri dari pernyataan positif dan pernyataan negatif. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan keluarga pasien kritis yang terpasang ventilator di intensive care unit sebagian besar kecemasan berat sebanyak 17 responden (56.7%) dari 30 responden. Kecemasan ringan sebanyak 1 responden (3.3%) dari 30 responden. Kecemasan sedang sebanyak 12 responden (40.0%) dari 30 responden Simpulan: Tingkat kecemasan keluarg pasien kritis yang terpasang ventilator yang mengalami tingkat kecemasan berat sebanyak 17 orang (56.7%).  Kata Kunci: Tingkat Kecemasan keluarga, Pasien Kritis, Ventilator, ICU.
Peningkatan Peran Orang Tua dalam Pengawasan Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini Winarsih, Biyanti Dwi; Widyaningsih, Heriyanti; Fatmawati, Yayuk; Hartini, Sri; Faidah, Noor; Yusianto, Wahyu; Nurdiana, Nova Fitri
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v1i1.4

Abstract

Gadget merupakan sebuah sebuah alat elektronik kecil dengan berbagai macam fungsi. Gadget sendiri dapat berupa komputer atau laptop, tablet PC, dan juga telepon seluler atau smartphone yang dirancang lebih canggih jika dibandingkan dengan perangkat teknologi yang telah diciptakan sebelumnya. Anak-anak sering menggunakan gadget dengan tujuan selain belajar, seperti menonton youtube, mencari informasi, menggunakan media sosial, bermain game online, menonton film online dengan durasi waktu yang lama. Penggunaan gadget bagi anak-anak perlu pengawasan dari orang tua. Orang tua harus sepenuhnya mengawasi dan membimbing anak-anak mereka saat menggunakan gadget apalikasi yang digunakan maupun pengawasan dalam waktu penggunaan.Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan peran orang tua dalam pengawasan penggunaan gadget pada anak-anak. Peningkatan peran orang tua dilakukan dengan pemberian edukasi kepada 31 ibu anak usia dini. Peran orang tua pada anak usia dini ini menunjukkan sebagian besar dari ibu masuk dalam kategori kurang membimbing anaknya menggunakan gadget. Setelah dilakukan edukasi terjadi peningkatan peran ibu membimbing penggunaan gadget pada anak
Pendidikan Kesehatan untuk Meningkatkan Pengetahuan tentang Pencegahan Penularan Tuberculosis (TB ) Paru di Puskesmas Randublatung Blora Faidah, Noor; Hartini, Sri; Winarsih, Biyanti Dwi; Widyaningsih, Heryanti; Narti, Narti; Yusianto, Wahyu; Wulan, Emma Setiyo
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v1i1.8

Abstract

Prevalensi Tuberculosis di Indonesia tahun 2020 tercatat sebanyak 285/100.000 dengan angka kematian 27/100.000 penduduk. Di Indonesia ada 1 juta kasus TB baru pertahun (399/100.000 penduduk) dengan 100.000 kematian pertahun (41/100.000 penduduk). Penyakit ini dapat menular dari orang ke orang melalui droplet orang terinfeksi. Penyakit TB terjadi karena perilaku dan sikap penderita yang kurang baik dalam mencegahan penularan. Upaya meningkatkan pengetahuan pencegahan TB paru melalui promosi kesehatan dengan pendidikan kesehatan. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan  pengetahuan tentang pencegahan penularan pada pasien TB paru di Puskesmas Randublatung Blora. Metode dalam pengabdian masyarakat ini metode ceramah dan tanya jawab secara langsung kepada peserta dengan evaluasi diberikan Pre-and Post Test tentang pencegahan penularan pada pasien TB paru. Sasaran dalam program ini sejumlah 33 orang. Hasil pengabdian ini mendapatkan peningkatan pengetahuan tentang pencegahan penularan TB.  Sebelum diberikan pendidikan kesehatan paling banyak kategori cukup 24 (72,7%), dan pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan paling banyak kategori baik 24 (72,7%). Terdapat  peningkatan pengetahuan tentang pencegahan penularan pada pasien TB paru di Puskesmas Randublatung Blora. Disarankan agar petugas kesehatan menerapkan program edukasi secara berkala kepada penderita TB untuk mengurangi resiko penularan pada orang lain
Controlling Menstrual Pain Using Dysmenorrhea Physical Exercise in Young Women: In Young Women Widyaningsih, Heriyanti Widya; Putri, Deshinta Laila; Wulan, Emma Setyo; Faidah, Noor
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 8 No 4 (2023): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v8i4.20433

Abstract

Background: Adolescents in the age range 12 – 17 years are characterized by physical and psychological maturity. one of the physical maturity of adolescent girls since menstruation occurs and the growth of secondary sexual signs. Menstrual periods in teenagers can cause pain due to uterine contractions. The incidence of menstrual pain in Central Java is 56% which is quite high when compared to the incidence of primary menstrual pain in Indonesia. For young women, menstrual pain is at risk of causing learning disorders in the form of lack of enthusiasm, decreased concentration and even not going to school and can reduce the quality of life for teenagers. This research was conducted on young women at SMA N 1 Gebog Kudus to apply Evidence Based Practice (EBP) physical exercise for dysmenorrhea to reduce the incidence of menstrual pain. The research method uses a Quasi Experiment with a One Group Pre Test – Post Test research design. Three (3) methods were used to collect data with total sample, statifield random sampling and purposive sampling.Results: Based on the dysmenorrhea physical exercise treatment of 32 respondents, it was found that the average level of pain before being given dysmenorrhea physical exercise treatment was 6.88 and the average after treatment was 3.23. The average difference before and after is 3.63 with a p value of 0.000. These data show that there is a statistically significant difference in the average level of pain before and after dysmenorrhea physical exercise treatment.Conclusion: Menstrual pain in adolescent girls can be controlled with dysmenorrhea physical exercise activities.
PENGARUH PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) TERHADAP SKALA NYERI PASIEN KANKER PAYUDARA DI RS MARDI RAHAYU KUDUS Faidah, Noor; Handayani, Lutfi; Purwandari, Nila Putri; Widyaningsih, Heriyanti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v14i2.2912

Abstract

Penyakit kanker menjadi tren dan isu masalah kesehatan dengan tingkat kematian paling tinggi. Kanker payudara mempunyai manifestasi yang kompleks tergantung jaringan dan organ yang dipengaruhi serta jenis sel kankernya. Kanker payuara menyebabkan pengaruh secara fisik seperti nyeri dan masalah mental seperti kecemasan yang semakin meningkatkan nyeri. Tindakan keperawatan untuk menurunkan nyeri adalah dengan terapi Progresive Muscle Relaxation (PMR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik Progressive Muscle Relaxation (PMR) terhadap skala nyeri pasien kanker payudara di RS Mardi Rahayu Kudus. Jenis penelitian Quasy eksperimen dengan desain One Group Pre test dan post test. Populasi penelitian ini adalah penderita kanker payudara di RS Mardi Rahayu Kudus. Teknik sampling dengan total sampling sehingga besar sampel sebanyak 34 responden. Analisa data secara statistik dengan uji Wilcoxon. Nyeri sebelum tindakan mendapatkan mean 5,65, setelah tindakan mendapatkan nilai mean 2,56. Analisa uji Wilcoxon mendapatkan nilai p 0,000 < 0,05. Terdapat pengaruh teknik Progressive Muscle Relaxation (PMR) terhadap nyeri pasien kanker payudara di RS Mardi Rahayu Kudus karena nilai p (0,000) < 0,05 pada taraf signifikansi 5%.