Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) TERHADAP SKALA NYERI PASIEN KANKER PAYUDARA DI RS MARDI RAHAYU KUDUS Faidah, Noor; Handayani, Lutfi; Purwandari, Nila Putri; Widyaningsih, Heriyanti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v14i2.2912

Abstract

Penyakit kanker menjadi tren dan isu masalah kesehatan dengan tingkat kematian paling tinggi. Kanker payudara mempunyai manifestasi yang kompleks tergantung jaringan dan organ yang dipengaruhi serta jenis sel kankernya. Kanker payuara menyebabkan pengaruh secara fisik seperti nyeri dan masalah mental seperti kecemasan yang semakin meningkatkan nyeri. Tindakan keperawatan untuk menurunkan nyeri adalah dengan terapi Progresive Muscle Relaxation (PMR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik Progressive Muscle Relaxation (PMR) terhadap skala nyeri pasien kanker payudara di RS Mardi Rahayu Kudus. Jenis penelitian Quasy eksperimen dengan desain One Group Pre test dan post test. Populasi penelitian ini adalah penderita kanker payudara di RS Mardi Rahayu Kudus. Teknik sampling dengan total sampling sehingga besar sampel sebanyak 34 responden. Analisa data secara statistik dengan uji Wilcoxon. Nyeri sebelum tindakan mendapatkan mean 5,65, setelah tindakan mendapatkan nilai mean 2,56. Analisa uji Wilcoxon mendapatkan nilai p 0,000 < 0,05. Terdapat pengaruh teknik Progressive Muscle Relaxation (PMR) terhadap nyeri pasien kanker payudara di RS Mardi Rahayu Kudus karena nilai p (0,000) < 0,05 pada taraf signifikansi 5%.
PENYULUHAN BAHAYA HIPERTENSI BAGI LANSIA Putri, Devi Setya; Listyarini, Anita Dyah; Arsy, Gardha Rias; Cahyanti, Luluk; Purwandari, Nila Putri
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i4.584

Abstract

Peningkatan usia penduduk menimbulkan tantangan besar di bidang kesehatan, terutama karena kelompok lansia (? 60 tahun) cenderung mengalami berbagai perubahan fisiologis yang mempengaruhi sistem kardiovaskular. Salah satu kondisi yang sangat umum dijumpai pada lansia adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi pada lansia memiliki karakteristik berbeda dibandingkan pada populasi muda karena didasari oleh perubahan struktural dan fungsional pembuluh darah, serta komorbiditas yang lebih banyak. Faktor?faktor seperti usia yang terus bertambah, riwayat keluarga, obesitas, riwayat merokok, konsumsi garam tinggi, kurang aktivitas fisik, dan penyakit penyerta (komorbiditas) ikut memperkuat risiko hipertensi pada lansia. Selain itu, penanganannya pun lebih kompleks karena lansia sering memiliki penurunan fungsi ginjal, gangguan vaskular dan frailty yang memerlukan pendekatan individual dalam pengobatan. Dengan demikian, upaya skrining, edukasi, modifikasi gaya hidup, dan terapi yang sesuai sangat penting dilakukan untuk kelompok lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan pendidikan kesehatan dan pemeriksaan tekanan darah pada kelompok lansia sebagai upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi. Sebelum kegiatan dimulai, peserta diberikan kuesioner pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal tentang hipertensi. Hasil pre- test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta (sekitar 68%) belum memahami secara mendalam mengenai faktor risiko, tanda dan gejala, serta cara pencegahan hipertensi. Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan tekanan darah, peserta diberikan post test sebagai bentuk evaluasi. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 30% dibandingkan sebelum kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang dilakukan mampu meningkatkan pemahaman lansia mengenai pentingnya deteksi dini dan pengendalian tekanan darah. Hasil ini sejalan dengan penelitian (Wijaya et al.,2025) yang menyatakan bahwa pemberian edukasi kesehatan secara langsung mampu meningkatkan perilaku pencegahan hipertensi pada kelompok lansia. Selain itu, kegiatan ini berpotensi menjadi model program berkelanjutan yang dapat dilakukan oleh kader Posyandu Lansia dan tenaga kesehatan des
Peningkatan Pengetahuan Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi pada Sekolah Lansia Di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus Purwandari, Nila Putri; Apriliyasari, Renny Wulan; Faidah, Noor; Wulan, Emma Setiyo
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i4.90

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi pada kelompok lanjut usia (lansia) dan menjadi faktor risiko utama penyakit jantung, stroke, serta gagal ginjal. Lansia di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, menunjukkan tingkat pengetahuan yang masih rendah terkait pencegahan dan pengendalian hipertensi, sehingga diperlukan intervensi edukatif yang terstruktur melalui program Sekolah Lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi melalui edukasi kesehatan, demonstrasi pengukuran tekanan darah, dan aktivitas fisik ringan. Metode kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi pengukuran tekanan darah, serta senam lansia, dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab langsung dan pengamatan kemampuan peserta dalam memahami materi yang diberikan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan lansia terkait faktor risiko, tanda dan gejala, serta strategi pencegahan hipertensi. Sebanyak 90% peserta mampu memahami cara pengukuran tekanan darah, dan 80% peserta menunjukkan motivasi meningkat untuk melakukan aktivitas fisik secara rutin. Kegiatan edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia tentang hipertensi dan mendorong perubahan perilaku sehat. Program serupa disarankan untuk dilakukan secara berkala sebagai upaya berkelanjutan dalam pengendalian penyakit tidak menular di Desa Kutuk.