Claim Missing Document
Check
Articles

Found 65 Documents
Search
Journal : KESMAS

HUBUNGAN ANTARA STATUS IMUNISASI DAN PENYAKIT INFEKSI DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA TATELI DUA KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Kumayas, Valentine; Malonda, Nancy S.H; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi masih menjadi masalah global diseluruh dunia terutama masalah gizi pada anak.Penyebab langsung terjadinya masalah gizi anak salah satunya penyakit infeksi.Infeksi yang terjadi dapat menghambat penyerapan asupan gizi sehingga meningkatkan risiko terjadinya gizi kurang dan gizi buruk pada anak. Rentannya anak menderita penyakit infeksi salah satunya akibat imunisasi dasar yang tidak lengkap. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara status imunisasi dan penyakit infeksi dengan status gizi balita usia 24-59 bulan di Desa Tateli Dua Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi yang diambil anak usia 24-59 bulan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2019. Sampel penelitian berjumlah 115 balita usia 24-59 bulan. Analisis data menggunakan SPSS dan uji statistik menggunakan chi-square. Hasil penelitian yaitu terdapat 28,7% gizi kurang dan 71,3% gizi baik. Status imunisasi lengkap 68,7%, tidak lengkap 31,3%. Balita yang menderita penyakit infeksi 29,6%, tidak menderita penyakit infeksi 70,4%. Hasil uji chi square didapati tidak ada hubungan antara status imunisasi dengan status gizi berdasarkan indeks antropometri BB/U (p=0,554), TB/U (p=0,374), BB/TB (p=0,146), terdapat hubungan antara penyakit infeksi dengan status gizi (BB/U dan BB/TB) dan tidak terdapat hubungan antara penyakit infeksi dengan status gizi (TB/U). Kesimpulan penelitian tidak terdapat hubungan antara Status Imunisasi dengan Status Gizi dan terdapat hubungan antara Penyakit Infeksi dengan Status Gizi Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Tateli Dua Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. Melalui penelitian ini diharapkan pusat kesehatansetempat dapat melakukan tindakan promosi dan edukasi agar masyarakat dapat mengetahui pentingnya pemberian imunisasi dasar lengkap serta pencegahan terhadap penyakit infeksi. Kata kunci: Balita, Imunisasi, Penyakit Infeksi, Status Gizi. ABSTRACTNutrition problem is still a global problem throughout the world, especially the problem of nutrition in children. The direct cause of the occurrence of children's nutritional problems is an infectious disease. Infection that occurs can inhibit the absorption of nutritional intake thereby increasing the risk of malnutrition and poor nutrition in children. Vulnerable to children suffering from infectious diseases one of which is due to incomplete basic immunization. The purpose of this study was to determine the relationship between immunization status and infectious disease with the nutritional status of children aged 24-59 months in Tateli Dua Village, Mandolang District, Minahasa Regency. This study uses a cross sectional design. Population taken by children aged 24-59 months. The study was conducted in May-August 2019. The research sample was 115 toddlers aged 24-59 months. Data analysis using SPSS and statistical tests using chi-square. The results of the study are that there are 28.7% malnutrition and 71.3% good nutrition. Immunization status is 68.7%, incomplete is 31.3%. Infants suffering from infectious diseases 29.6%, did not suffer from infectious diseases 70.4%. Chi square test results found no relationship between immunization status and nutritional status based on anthropometric index BB / U (p = 0.554), TB / U (p = 0.374), BW / TB (p = 0.146), there is a relationship between infectious diseases and nutritional status (BB / U and BB / TB) and there is no relationship between infectious diseases and nutritional status (TB / U). The conclusion of the study there is no relationship between Immunization Status and Nutritional Status and there is a relationship between Infection Disease and Nutritional Status of Children Age 24-59 Months in Tateli Dua Village, Mandolang District, Minahasa Regency. Through this research, it is hoped that the local health center can carry out promotional and educational actions so that the public can know the importance of providing complete basic immunization and prevention of infectious diseases. Keywords: Toddler, Immunization, Infectious Disease, Nutritional Status.
HUBUNGAN TINGGI BADAN ORANGTUA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI KECAMATAN RATAHAN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Ratu, Novelinda Ch.; Punuh, Maureen I.; Malonda, Nancy S. H.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi merupakan salah satu faktor tercapainya keberhasilan yang optimal bagi tumbuh kembang anak. Periode emas pertumbuhan memerlukan dukungan gizi yang cukup agar mendapatkan tumbuh kembang anak yang baik. Kekurangan gizi yang terjadi pada awal kehidupan dapat mengakibatkan terjadinya gagal tumbuh sehingga nantinya akan menjadi anak yang lebih pendek dari normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tinggi badan orangtua dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu anak usia 24-59 bulan dan orangtua di Kecamatan Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan simple random sampling. Jumlah sampel sebanyak 88 anak. Variabel stunting diukur menggunakan pengukuran antropometri serta microtoise untuk mengukur tinggi badan anak dan orang tua, kemudian menghitung z-score. Hasil Penelitian yaitu terdapat 38,6% anak stunting, 34,1% ayah yang masuk dalam kategori pendek dan 44,3% ibu yang masuk dalam kategori pendek. Berdasarkan hasil uji chi-square didapati bahwa terdapat hubungan antara tinggi badan ibu dengan kejadian stuntin dan tidak terdapat hubungan antara tinggi badan ayah dengan kejadian stunting, dan terdapat hubungan antara tinggi badan orang tua dengan stunting pada anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara.Kata kunci: Stunting, anak, tinggi badan orangtuaABSTRACTNutrition is one of the factors to achieve success that is optimal for child growth. The golden period of growth require appropriate nutritional support to optimize growth and development of the child. Malnutrition that happened at the beginning of life can led to growth faltering so that later it will become a child who is shorter that normal. This study aims to identify the relation between parent’s height and stunting genesis from ages 24-59 months in Ratahan District Minahasa Tenggara Regency. An analytical survey research design was uses with a cross sectional study approach. The population of this study were all of the toddlers from ages 24-59 months in Ratahan District Minahasa Tenggara Regency. Sampling was done using simple random sampling. Samples were 88 children. Stunting variable were measured by anthropometric measurements and microtoise to measure the child’s height and parents , and then calculate the z score. Result of this study was obtained by 38,6% incidence of stunting child, 34,1% of fathers who were in the short category and 44,3% of mothers in the short category . Based on chi square test it was found that there was a relation between mother’s height and stunting genesis (p=0,000) and there was no relation between father’s height and stunting genesis (p=0,378), and there was a relation between parents height and stunting genesis (p=0,000) in children aged 24-59 months in Ratahan District Minahasa Tenggara Regency.Keywords: Stunting, children, parent’s height
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN GIZI IBU DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 12-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TATELI KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Maramis, Marsita S. L.; Punuh, Maureen I.; Amisi, Marsella D.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan anak saat ini pada umumnya yaitu masalah kesulitan makan diantaranya kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi yang harus dipemuhi pada masa pertumbuhan anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan gizi ibu dengan status gizi anak usia 12- 24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tateli Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. Penelitian ini menggunakan Desain Penelitian Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional, dilaksanakan pada bulan Juli-September 2019 di Wilayah Kerja Puskesmas Tateli Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. Sampel yang digunakan sebesar 70 anak. Instrumen penelitian: Kuesioner, timbangan berat badan dan microtoise. Pengolahan data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil uji statistik dalam penelitian menunjukkan status gizi dengan indikator BB/U gizi baik 68,6%, gizi kurang 28,6% dan gizi lebih 2,9%. Indikator TB/U tinggi 4,3%, normal 62,9%, pendek 30,0% dan sangat pendek 2,9%. Indikator BB/TB normal 70,0%, gemuk 86%, kurus 15,7% dan sangat kurus 5,7%. Sedangkan, Pengetahuan gizi ibu yang baik berjumlah 62,9%, cukup berjumlah 24,3% dan kurang 12,9%. Berdasarkan hasil uji Spearman menujukkan terdapat hubungan antara pengetahuan gizi ibu dengan (BB/U) nilai p =  0,006 tetapi tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi ibu dengan (TB/U) nilai p = 0,244 dan (BB/TB) tidak terdapat hubungan dengan nilai p = 0,240  pada anak 12- 24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tateli Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. Kesimpulan diharapkan bagi ibu yang memiliki pengetahuan yang kurang baik untuk sering ke Posyandu saat kegiatan Posyandu berlangsung atau sudah dijadwalkan untuk mendapatkan penimbangan anak. Saran agar ibu juga mendapat penyuluhan dari petugas kesehatan agar dapat menambah pengetahuan agar dapat memenuhi kebutuhan nutrisisi anak. Kata Kunci: Pengetahuan Gizi Ibu dan Status Gizi ABSTRACTThe problem of children today in general is the problem of eating difficulties including lack of maternal knowledge about nutrition that must be met during the child's growing period. The purpose of this research was to determine whether there is a Relationship Between Mother's Nutrition Knowledge and The Nutritional Status of Children 12-24 Months In The Working Area of The Tateli Community Health Center, Mandolang District, Minahasa Regency. This research used an Analytical Survey research design with a Cross Sectional approach, carried out in July-September 2019 in the Tateli Community Health Center, Mandolang District, Minahasa Regency. The sample used was 70 children. Research instruments: Questionnaires, Weight Scales and Microtoise. Data processing using the Spearman Correlation test. The results of statistical tests in the research indicate that the nutritional status with an indicator of Body Weight/Age is 68.6% good nutrition, 28.6% malnutrition and 2.9% over nutrition. Indicator Height/Age, high 4.3%, normal 62.9%, short 30.0% and very short 2.9%. Indicator of Body Weight/Height is 70.0% normal, 86% fat, 15.7% thin and very thin 5.7%. Meanwhile, good knowledge of maternal nutrition is amount 62.9%, enough amounted to 24.3% and less 12.9%. Based on the results of the Spearman test shows there is a relationship between maternal nutrition knowledge with (BB/U) p value = 0,006 but there is no relationship between maternal nutritional knowledge with (TB/U) p value = 0,244 and (BB/TB) value of p = 0,240 in children 12-24 months in the working are of the Tateli Community Health Center, Mandolang District, Minahasa Regency. It is expected that mothers who have inadequate knowledge often go to integrated healthcare post when they doing activities take place or have been scheduled to get a child's weighing. So that mothers also receive counseling from health workers in order to increase knowledge in order to meet the nutritional needs of children. Keywords: Mother’s Nutritional Knowledge and Nutritional Status
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI PELAJAR KELAS VII DAN VIII DI SMP KRISTEN TATELI KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Mulalinda, Chendany W.; Kapantow, Nova H.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi merupakan suatu keadaan yang dapat menyebabkan terganggunya kesehatan serta kesejahteraan baik individu maupun kelompok. Remaja merupakan kelompok yang rentan gizi, remaja memerlukan makanan yang memadai baik dari segi kuantitas maupun segi kualitas. Penelitian ini di lakukan di SMP Kristen Tateli pada bulan Juni sampai bulan Agustus 2019. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Cross Sectional (Potong lintang) dengan menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan 95%. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 70 pelajar. Hasil penelitian ini menunjukkan pelajar dengan status gizi normal sebesar 54,3%, status gizi gemuk sebesar 27,1% dan status gizi obesitas sebesar 18,6%. Tingkat asupan karbohidrat yang paling banyak pada kategori cukup sebesar 64,3%, pada tingkat asupan protein paling banyak pada kategori cukup sebesar 52,9% dan pada tingkat asupan lemak paling banyak  pada kategori cukup yaitu sebesar 61,4%. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara asupan zat gizi makro (Karbohidrat, Protein dan Lemak) dengan status gizi pelajar kelas VII dan VIII di SMP Kristen Tateli Kecamatan Mandolang Kabupaten Misnahasa (p=0,000). Kata Kunci : Asupan Zat Gizi Makro (Karbohidrat, Protein dan Lemak), Status Gizi, Siswa SMP ABSTRACTNutrition problem was a condition that can cause disruption to the health and well-being of both individuals and groups. Adolescents are a group that was vulnerable to nutrition; adolescents need adequate food both in terms of quantity and quality. This research was conducted at Tateli?s Christian Junior High School from June to August 2019. This study used a Cross Sectional study by using the Spearman Rank test with a 95% confidence level. The numbers of respondents in this study were 70 students. The results of this study indicated that students with normal nutritional status by 54.3%, fat nutritional status by 27.1% and nutritional status for obesity by 18.6%. The highest level of carbohydrate intake in the sufficient category was 64.3%, the highest level of protein intake was in the moderate category of 52.9% and the highest level of fat intake in the sufficient category was 61.4%. Statistical test results show a correlation between the intake of macro nutrients (carbohydrates, protein and fat) with the students nutritional status of grade VII and VIII at Tateli?s Christian Junior High School, Mandolang District, Minahasa Regency (p = 0,000). Keywords: Intake of Macro Nutrition (Carbohydrate, Protein and Fat), Nutritional Status, Students
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOMBOS KOTA MANADO Angela, Indri I.; Punuh, Maureen I.; Malonda, Nancy S.H.
KESMAS Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Maret 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan pada bayi dan balita dapat dipengaruhi oleh gangguan gizi, baik pada masa balita maupun masa berikutnya. Asupan zat gizi merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi gangguan gizi. Data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2010 menunjukkan bahwa rata-rata asupan energi dan protein anak balita Indonesia masih di bawah Angka Kecukupan Gizi (AKG).  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara asupan energi dan protein dengan status gizi anak balita di wilayah kerja Puskesmas Kombos Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan Agustus-Oktober tahun 2016 di Wilayah Kerja Puskesmas Kombos Kota Manado. Populasi penelitian adalah seluruh anak balita 1-5 tahun dan jumlah sampel yaitu 107 anak. Teknik yang digunakan adalah Purposive Samplilng. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji korelasi Rank Spearman dengan tingkat kemaknaan 95% (ɑ=0,05). Asupan energi dengan status gizi BB/U (p=0,001), BB/TB (p=0,005), asupan protein dengan status gizi BB/U (p=0,123), BB/TB (p=0,009). Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi dengan status gizi anak balita berdasarkan BB/U dan BB/TB. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein dengan status gizi balita berdasarkan BB/U, terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein dengan status gizi anak balita berdasarkan BB/TB. Perlunya perhatian dari para ibu terhadap asupan zat gizi anak setiap harinya. Kata kunci : Status Gizi, Asupan Energi, Asupan Protein ABSTRACTThe growth of babies and toddlers can be affected by nutritional disorders, either in childhood or later. Nutrient intake is one of the factors that may affect nutritional disorders. Health research data (Riskesdas) in 2010 showed that the average intake of energy and protein of Indonesian toddlers was less than standard which based on Angka Kecukupan Gizi (AKG). The purpose of this study is to determine the relationship between the intake of protein and nutritional status of children under five years old in Puskesmas Kombos Manado. This research used analytic survey with cross sectional study conducted in August-October 2016 in Puskesmas Kombos Manado. The population of this reasearch is children from 1-5 years old and the sample size is 107 children. The technique used is Purposive Sampling. The statistical test used in this study is the Spearman rank correlation test with significance level of 95% (ɑ = 0.05). Result showed energy intake and nutritional status BB/U (p=0,001), BB/TB (p=0,005), protein intake with nutritional status BB/U (p=0,123), BB/TB (p=0,009). There is a significant relationship between energy intake and nutritional status of children under five by BB/U and BB/TB. No significant correlation between protein intake with nutritional status based on BB/U, there is a significant correlation between protein intake and nutritional status of children under five by BB/TB. It is required for the mothers to give more attention to their children nutrient intake everyday. Keywords : Nutritional Status, Energy Intake, Protein Intake
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN PESERTA DIDIK TENTANG GIZI SEIMBANG DI SMP MUHAMMADIYAH RATATOTOK KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Nurdin, Nurhalisa; Rattu, A .J.M.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi seimbang memegang peranan yang penting untuk mendukung terpenuhnya asupan gizi dikalangan anak sekolah. Gizi yang di dapat oleh seorang anak melalui konsumsi makanan setiap hari berperan besar untuk kehidupan anak tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan peserta didik tentang gizi seimbang di SMP Muhammadiyah Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara. Dalam penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest posstest. Penelitian ini dilaksanakan diSMP Muhammadiyah Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara pada bulan Maret-Juni 2019. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMP Muhammadiyah Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara melalui uji statistik dengan menggunakan uji Paired T-Test diperoleh nilai T hitung untuk pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan yaitu 7,580 dengan p value 0,000 atau p˂0,05 artinya dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah dilaksanakan penyuluhan tentang gizi seimbang. Kesimpulannya ialah terdapat pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan peserta didik tentang gizi seimbang di SMP Muhammdiyah Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara. Pihak sekolah diharapkan dapat memberikan pengetahuan gizi seimbang dengan cara bekerjasama dengan pihak Puskesmas atau Dinas Kesehatan. Kata Kunci: Pengetahuan, Promosi Kesehatan ABSTRACTBalanced nutrition plays an important role to support the full nutritional intake among school children. Nutrition obtained by a child through daily food consumption plays a major role for the child's life. The purpose of this study was to determine the effect of health promotion on students' knowledge about balanced nutrition in SMP Muhammadiyah Ratatotok, Southeast Minahasa Regency. In this study using a quasi-experimental method with one group pretest posstest approach. This research was conducted at Muhammadiyah Middle School in Ratatotok, Southeast Minahasa Regency in March-June 2019. Based on the results of research conducted at SMP Muhammadiyah Ratatotok Southeast Minahasa District through statistical tests using the Paired T-Test, the calculated T value for knowledge before and after counseling is 7,580 with a p value of 0,000 or p <0.05 meaning it can be concluded that there is an increase significant between knowledge before and after counseling about balanced nutrition. In conclusion there is an effect of health promotion on students' knowledge about balanced nutrition in SMP Muhamadiyah Ratatotok, Southeast Minahasa Regency. The school is expected to provide balanced nutrition knowledge by collaborating with the Puskesmas or the Health Office. Keywords: Knowledge, Health Promotion
Konsumsi Fast Food Sebagai Faktor Risiko Terjadinya Gizi Lebih pada Siswa SD Negeri 11 Manado Badjeber, Fauzul; Kapantouw, Nova H.; Punuh, Maureen
KESMAS Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Januari 2012
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Overweight means many or over nutriens that content into the food, in this case carbohydrate and fat. This cause the increasing of calory amount into the body that overweight and obesity. Food habit is significantly influenced by change of life style, included in life style to consume fast food. The research is done with case control design the purpose is to find out the fast food consumption as a factor that cause higher nutrient to the students of SD Negeri 11 Manado. Screening to the children is be done trouggh of weight scale and had been analized based on indicator that been use, which is BB/U index use the standaritation of WHO-NCHS 2007 with cut off point z-score > +2SD had been declare as a higher nutrient. the data analysed by SPSS 12.0 for Windows with Mann Whitney test and OR (odds ratio) was also done to know the relation of risk factors.The result shows the main different (P<0,05) between averange intake energy consumption to the case group and control group. Odds ratio test shows students that often consume fast food minimal 3 times a week had 3,28 times had overweight risk. ABSTRAKGizi lebih adalah kelebihan asupan gizi pada makanan yang berupa karbohidrat dan lemak. Ini mengakibatkan kenaikan jumlah kalori dalam tubuh sehingga menimbulkan kelebihan berat badan dan kegemukan. Kebiasaan makan dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan gaya hidup, termasuk gaya hidup untuk mengkonsumsi fast food. Penelitian yang dilakukan dengan rancangan case control yang bertujuan untuk mengetahui konsumsi fast food sebagai faktor terjadinya gizi lebih pada siswa-siswi SDN 11 Manado. Screening pada anak dilakukan melalui penimbangan berat badan dan dianalisis berdasarkan indikator yang digunakan yaitu indeks BB/U memakai baku rujukan WHO-NCHS 2007 dengan cut off point z-score > +2SD dinyatakan gizi lebih. Pengolahan data menggunakan program SPSS 12.0 dengan uji Mann Whitney dan OR (odds ratio) untuk mengetahui hubungan dan besarnya risiko dari suatu faktor risiko.Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang bermakna (P<0,05) antara asupan rata-rata konsumsi energi untuk kelompok kasus dan kelompok kontrol. Dengan uji odds ratio menunjukkan siswa-siswi yang sering mengkonsumsi fast food minimal 3 kali per minggu mempunyai risiko 3,28 kali menjadi gizi lebih
HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOYA KABUPATEN MINAHASA Pangalila, Yesenia Veronika; Punuh, Maureen I.; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara global, Indonesia adalah negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar, tahun 2013 prevalensi stunting (PB/U) pada anak balita di Indonesia sebesar 36,4%. Data hasil PSG tahun 2016 dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, presentase balita stunting di Sulawesi Utara sebesar 21,2%, nilai presentase ini masuk dalam kategori masalah ringan stunting. Untuk Kabupaten Minahasa presentase balita stunting (PB/U) sebesar 24%. Data tahun 2017 yang diperoleh dari Puskesmas Koya, cakupan ASI eksklusif di wilayah kerja puskesmas ini hanya 19,8%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan stunting pada balita usia 6 – 24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Koya Tondano. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Koya dengan jumlah sampel 90 anak. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan ρ = 0,05. Hasil analisis univariat jumlah anak yang berstatus gizi pendek sebesar 23,3% dan anak yang menerima ASI eksklusif sebesar 33,3%. Hasil analisis data hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dan stunting adalah ρ = 0,017. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, riwayat pemberian ASI eksklusif memiliki hubungan yang bermakna dengan stunting.Kata Kunci: ASI Eksklusif, StuntingABSTRACTGlobally, Indonesia is the country with the fifth largest stunting prevalence, in 2013 the prevalence of stunting (BL/A) in toddlers in Indonesia amounted to 36,4%. The result data of Determination of Nutritional Status from Provincial Health Office in North Sulawesi, the percentage of stunting in North Sulawesi toddler amounted to 21.2%, this percentage value entered in category light problem stunting. For the Regency of Minahasa the percentage of stunting toddler is 24%. While the data for 2017 obtained from PHC Koya, coverage of exclusive breast feeding in the clinics area is only 19.8%. The purpose of this research is to know the existence of the relationship between exclusive breast feeding history with stunting on toddlers ages 6 – 24 months in a work-area of PHC Koya Tondano. The design of this research is cross-sectional approach. The population in this research is all toddlers aged 6-24 months in working area Clinics Koya. Data analysis univariate is used and bivariate use chi-square test with ρ = 0.05. The results of the univariate analysis for the children with nutritional status short is 23.3% and children who receive exclusive breast feeding is 33.3%. The results of the data analysis relationship between exclusive breast feeding history and stunting is ρ = 0.017. Conclusion of this research is the history of exclusive breast feeding, have a meaningful relationship with stunting.Keywords: Exclusive Breast Feeding, Stunting.
HUBUNGAN ANTARA STATUS IMUNISASI DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA TATELI TIGA KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Sumilat, Milianike Fresye; Malonda, Nancy S. H.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tujuan indikator program Sustainable Develovement Goals (SDG’S) yaitu mengurangi angka kesakitan dan kematian balita. Imunisasi merupakan upaya mengurangi angka kematian balita dengan cara diberi vaksin untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak mudah terpapar penyakit. Pemberian ASI Eksklusif berpengaruh dalam mengurangi angka kematian balita dengan diberikan ASI saja sejak bayi lahir sampai usia 6 bulan tanpa diberikan makanan atau minuman tambahan selain ASI. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya hubungan antara status imunisasi dan pemberian ASI Eksklusif dengan status gizi balita usia 24-59 bulan di Desa Tateli Tiga Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional dilakukan pada bulan Mei sampai September 2019. Sampel penelitian ini adalah seluruh jumlah populasi sebanyak 93 anak. Status gizi berdasarkan indeks (BB/U) gizi kurang 38,7%, gizi baik 61,3%. Indeks status gizi berdasarkan indeks (TB/U) status gizi pendek  37,6%, normal 62,4%. Indeks status gizi berdasarkan indeks (BB/TB) status gizi kurus 35,5%, normal 64,5%. Status imunisasi, balita lengkap imunisasinya 73,1%, tidak lengkap 26,9%. Pemberian ASI Eksklusif, yang diberikan sebanyak 23,7%, yang tidak diberikan 76,3%. Kesimpulannya, tidak terdapat hubungan antara status imunisasi dengan status gizi berdasarkan indeks (BB/U), (TB/U), (BB/TB) dan terdapat hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan status gizi berdasarkan indeks (BB/U), (TB/U), (BB/TB). Disarankan kepada orang tua yang memiliki balita agar memperhatikan status gizi anaknya, dengan pemberian ASI Eksklusif serta imunisasi kepada anaknya dan membawa anak ke posyandu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Kata Kunci: Status Imunisasi, ASI Eksklusif, Status Gizi ABSTRACTOne of the goals of the Sustainable Development Goals (SDG'S) program indicator is to reduce the morbidity and mortality rate for children under five. Immunization is an effort to reduce infant mortality by giving a vaccine to increase immunity so that it is not easily exposed to disease. Exclusive breastfeeding has the effect of reducing infant mortality by giving only breast milk from birth to 6 months of age without additional food or drinks other than breast milk. The purpose of this study was to determine the relationship between immunization status and exclusive breastfeeding with the nutritional status of children aged 24-59 months in Tateli Tiga Village, Mandolang District, Minahasa Regency. This research uses analytic observational research with Cross Sectional approach conducted in May to September 2019. The sample of this research is the total population of 93 children. Based on nutritional status (BB/U) there are 38.7% of malnutrition, 61.3% of good nutrition. Nutrition status index (TB/U) short nutrition status was 37.6%, normal was 62.4%. Nutritional status index (BB/TB) 35.5% underweight nutritional status, 64.5% normal. Immunization status, children under five with full immunization were 73.1%, incomplete were 26.9%. Exclusive breastfeeding, which was given as much as 23.7%, which was not given as much as 76.3%. In conclusion, there is no relationship between immunization status with nutritional status based on index (BB/U), (TB/U), (BB/TB) and there is a relationship between exclusive breastfeeding with nutritional status based on index (BB/U), (TB/U), (BB/TB). It is recommended for parents who have toddlers to pay attention to the nutritional status of their children, by providing exclusive breastfeeding and immunization to their children and taking children to the posyandu to monitor children's growth and development. Keywords: Immunization Status, Exclusive Breastfeeding, Nutritional Status
HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA TATELI III KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Tuasuun, Diana; Amisi, Marsella; Punuh, Maureen
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status sosial ekonomi (pekerjaan, pendidikan dan pendapatan keluarga) berperan penting dalam mempengaruhi status gizi suatu keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status sosial ekonomi (pendidikan orang tua, pekerjaan ibu, pendapatan keluarga) dengan status gizi balita berdasarkan indeks IMT/Usia 24-59 bulan yang ada di Desa Tateli III Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi yang diambil yaitu  balita usia 24-59 bulan. Sampel pada penelitian ini adalah jumlah populasi balita 24-59 bulan di Desa Tateli III yang berjumlah 75 orang pada bulan Juli. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2019. Status gizi berdasarkan (BB/U) terdapat gizi kurang sebanyak 12% dan gizi baik sebanyak 88%. Indeks status gizi (TB/U) status gizi pendek sebanyak 17,3% dan normal sebanyak 82,7%. Indeks status gizi (BB/TB) dan (IMT/U) terdapat status gizi kurus sebanyak 17,3%, normal sebanyak 74,7% dan gemuk sebanyak 8,0%. Karakteristik sosial ekonomi, pendidikan ayah dan ibu yang mendominasi adalah tamat SMA dan termasuk dalam kategori tingkat pendidikan tinggi. sebanyak 81,3% ibu bekerja di dalam rumah sebagai ibu rumah tangga. Rata-rata pendapatan keluarga di Desa Tateli III adalah Rp.750.00,-bulan. Berdasarkan hasil uji Fisher Exact di dapatkan pendidikan ibu (IMT/U)nilai p = 1,000. Pendidikan ayah (IMT/U) nilai p = 1,000. Pekerjaan ibu (IMT/U) nilai p = 1000. Berdasarkan uji Korelasi Spearman di dapatkan pendapatan keluarga (IMT/U) nilai p = 0,929. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan antara pendidikan orang tua, pekerjaan ibu dan pendapatan keluarga dengan status gizi balita (IMT/U). Di sarankan bagi orang tua yang mempunyai anak dengan status gizi normal untuk menjaga status gizi anak dan untuk orang tua dengan balita yang berstatus gizi gemuk dan kurus agar dapat lebih diperhatikan yaitu dari segi pemberian makanan kepada balita. Kata Kunci: Sosial Ekonomi dan Status Gizi ABSTRACTSocioeconomic status (employment, education and family income) have an important role in influencing the nutritional status of a family. The purpose of this research was to determine the relationship between socioeconomic status (parental education, mother's occupation, family income) and  nutritional status of children under the age of 24-59 months BMI/Age index in Tateli III Village, Mandolang District, Minahasa Regency. This research uses a cross sectional approach. The sample in this research is the population of toddlers 24-59 months in the village of Tateli III, amounting to 75 people in July. This research was conducted in June to August 2019. Based on nutritional status (Body Weight/Age) there are malnutrition as much as 12% and good nutrition as much as 88%. Nutritional status index (Body Height/Age) short nutritional status as much as 17.3% and normal as much as 82.7%. Nutritional status index (Body Weight/Body Height) and (BMI/Age) contained thin nutritional status of as much 17.3%, normal as much 74.7% and fat as much 8.0%. The socioeconomic characteristics, the dominating education of fathers and mothers are high school graduates and included in the category of higher education level as much 81.3% of mothers work in the house as housewives. The average family income in Tateli III Village is Rp.750.00, -months. Based on the Fisher Exact test results obtained mother's education (BMI/Age) p = 1,000. Father's education (BMI/Age) p = 1,000. Maternal occupation (BMI/Age) p value = 1000. Based on the Spearman Correlation test,  family income (BMI/Age) p value = 0.929. The conclusion of this research is that there is no relationship between parental education, mother's occupation and family income with nutritional status of children (BMI/Age). So it is recommended for parents who have children with normal nutritional status to maintain the nutritional status of children and for parents with toddlers who are fat and thin nutritional status so that it can be more concerned, namely in terms offeeding totoddlers. Keywords : Socioeconomic and Nutritional status
Co-Authors ., Ernawaty Adha, Tri Y. Amisi, Marsella Amisi, Marsella D. Anastasya, Solideo Angela, Indri I. Aring, Enjelia S. Asrifudin, Afnal Astri Lyseria Losu Bidara, Christa Boseren, Agustinus Budi T. Ratag Cendy A.A. Oroh, Cendy A.A. Chreisye Kardinalia Fransisca Mandagi Christin, Angel Datu, Deva Monica Mayomi Eirene Maradesa, Eirene Ester C. Musa Fauzul Badjeber Febi Kornela Kolibu Gimon, Novela Keren Gobel, Lafita Abella Grace Debbie Kandou Haryanti, Clarista M. Hokky, Jessica Merlyn Hullah, Muhammad Rosyad Igir, Anggun Irot, Rodela A. Kahusadi, Olivia A. Kairupan, Calista A. Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kapantow, Nova Hellen Kaunang, Delalia Christy Kawatu, Paul A.T Koleangan, Fionita Kumayas, Valentine Kurusi, Fazni D. Lalo, Samuel Lamia, Filia Latta, Jasmiaty Lenette, Novranka Limbat, Rio Daniel Christovel Lucia C. Mande, Lucia C. Makikama, Caren V. Malonda, Nancy . S. H. Malonda, Nancy S H Malonda, Nancy S. H Malonda, Nancy S.H Malonda, Nancy Swanida Hanriette Malonda, Nancy Swanida Henriette Mantjoro, Eva M. Mantur, Riska P. Maramis, Marsita S. L. Maringka, Ferlina mawu, christine Mirip, Eda Muhaling, Jesica Christin Mulalinda, Chendany W. Musa, Ester C, Musa, Ester C. Musa, Ester Candrawati Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nathania Degista Tololiu Nikita F. Wattimena Nova H. Kapantouw Nova Hellen Kapantow Novita, Vidya Nurdin, Nurhalisa Oksfriani Jufri Sumampouw Oktavia, Anggriani Ondang, Ribka Paendong, Nikita Ester Paisa, Fria Maria Pangalila, Yesenia Veronika Paraso, Saskia Pasla, Angie Julieta Patimbano, Brenda Lavenia Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Payuk, Aprilyana Tandi Pesik, Leidy F. Pojoh, Alda R. Pondagitan, Alpinia Shinta Pusida, Jesika Natalia Rahayu Akili, Rahayu Rahayu H. Akili, Rahayu H. Ransun, Gita Natalia Rares, Belina Pingkan Sultika Rattu, A .J.M. Ratu, Novelinda Ch. Ratu, Veronika N. Ricky C. Sondakh Rudolf B. Purba, Rudolf B. Rumais, Mariani Rumende, Mada Sagune, Novanda Sri Regina Sahalessy, Christina C. Saisab, Jacklin B. Sandala, Thania C. Sari, Rinanda Laura Shirley E. S. Kawengian Shirley Kawengian, Shirley Sianjpar, Monika M. Simangunsong, Nella P Sindar, Cindy Cicilia Sitepu, Cracety M. Steve, David Sukoco, Olvi Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumilat, Milianike Fresye Sunkudon, Stephanie D. Suoth, Lery F. Tamba, Enjelina Virginia Paulina Tambuwun, Carmelia Y. Tangkilisan, Bella C. Taroreh, Putri Tuasuun, Diana Tumiwa, Militia Christy Rebcca Tumurang, Marjes N. Wenur, Senny Arshelia Winerungan, Richard Winowatan, Gabrielisa Wulanta, Ellena Yacob, Desriana M.L Yocom, Jonna F. Yohanis Tomastola Yulianty Sanggelorang