Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

A Relationship Between Attitudes, Behaviors, and Knowledge of Preconception Nutrition Among Women Reproductive Age wati, Aria; Saimin, Juminten; Nasruddin, Nina Indriyani
Lombok Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Lombok Medical Journal Volume 4 Nomor 2
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/lmj.v4i2.6219

Abstract

Background. According to data from the Indonesian Ministry of Health in 2018, a significant proportion of women of reproductive age (15–24 years) in Indonesia experience nutritional deficiencies, particularly Chronic Energy Deficiency (CED), with prevalence rates of 36.3% among non-pregnant women and 33.5% among pregnant women. These findings highlight that non-pregnant women are at a higher risk of CED. This study aims to examine the relationship between attitudes and behaviors of women of reproductive age and their knowledge of preconception nutrition in Anduonohu Village. Method. This observational analytic study utilized a cross-sectional design and was conducted in Anduonohu Village. A total of 97 respondents were recruited using purposive sampling. The dependent variable in this study was knowledge of preconception nutrition, while the independent variables were attitudes and behaviors. Data were analyzed using chi-square tests and logistic regression, with a significance level set at p<0.05. Results.Bivariate analysis demonstrated a significant relationship between attitudes and knowledge of preconception nutrition (p=0.000) as well as between behaviors and knowledge of preconception nutrition (p=0.030). Multivariate analysis further confirmed a significant association between attitudes and behaviors of women of reproductive age and their knowledge of preconception nutrition (p=0.000). Conclusion. There is a significant relationship between the attitudes and behaviors of women of reproductive age and their knowledge of preconception nutrition in Anduonohu Village. Keywords: women of reproductive age, attitude, behavior, knowledge, preconception nutrition Latar Belakang. Berdasarkan data Kemenkes RI tahun 2018, di Indonesia masih banyak wanita usia subur usia 15-24 tahun yang mengalami masalah gizi seperti kekurangan energi kronis sebanyak 36,3% pada WUS tidak hamil dan 33,5% pada WUS hamil, dimana menurut data tersebut lebih banyak WUS yang tidak hamil mengalami kekurangan energi kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap dan perilaku wanita usia subur terhadap pengetahuan tentang gizi prakonsepsi di Wilayah Kelurahan Anduonohu. Metode. Penelitian ini dilakukan dengan metode analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Wilayah Kelurahan Anduonohu dengan jumlah sampel sebanyak 97 responden. Variabel terikat pada penelitian ini adalah pengetahuan dan variable bebasnya adalah sikap dan perilaku. Data dikumpulkan dengan teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistic ganda dengan nilai signifikan p<0,05. Hasil. Analisis bivariat penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel sikap terhadap pengetahuan dengan nilai p-Value sebesar 0,000 , hubungan yang signifikan antara perilaku terhadap dengan nilai p-Value sebesar 0,030. Pada analisis multivariat terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dan perilaku wanita usia subur terhadap gizi prakonsepsi dengan nilai p value sebesar 0,000. Simpulan. Terdapat hubungan antara sikap dan perilaku wanita usia subur terhadap pengetahuan tentang gizi prakonsepsi di Wilayah Kelurahan Anduonohu. Kata kunci: : Wanita Usia Subur, Sikap, Perilaku, Pengetahuan, Gizi Prakonsepsi
Peningkatan Derajat Kesehatan Civitas Akademika Melalui Vaksinasi Lanjutan (Booster) Dalam Upaya Pencegahan Penularan Covid-19 Sukurni, Sukurni; Saimin, Juminten; Parawansah, Parawansah; La Rangki, La Rangki; Arimaswati, Arimaswati
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v1i1.3

Abstract

Vaksinasi booster adalah vaksinasi COVID-19 setelah seseorang mendapat vaksinasi primer dosis lengkap yang ditujukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk peningkatan derajat kesehatan civitas akademika fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam (FMIPA) melalui vaksinasi lanjutan (booster) dalam upaya pencegahan penularan covid-19 dalam lingkup Universitas Halu Oleo Kendari. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada hari rabu, Tanggal 02 Maret 2022 Jam 08.00 Wita di Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo Kendari, yang dihadiri oleh Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitras Halu Oleo, Tim Vaksinasi Covid-19 yang terdiri dari dokter, perawat dan petugas IT, dan Civitas Akademika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) sebagai peserta vaksinasi. Sasaran kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah Civitas Akademika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) di lingkup Universitas Halu Oleo Kendari sebanyak 209 orang, yang dinyatakan sehat dan layak untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 setelah melewati proses registrasi dan screening dari dokter.  
Informed Consent Tindakan Seksio Sesarea: Studi Metode Campur Penerapan Prinsip Bioetika pada Obstetri dan Ginekologi Saimin, Juminten; Prabandari, Yayi Suryo; Dewanto, Agung; Padmawati, Retna Siwi; Hakimi, Mohammad
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.100529

Abstract

Latar belakang: Seksio sesarea dilakukan atas indikasi medis dan persetujuan pasien. Proses pengambilan keputusan terkadang menghadapi kendala dan dilemma.Tujuan: Menganalisis kelengkapan dan kepatuhan pengisian lembar informed consent dan aspek bioetika pemberian informed consent pada SC elektif.Metode: Menggunakan metode campur dengan pendekatan explanatory sequential design. Data kuantitatif untuk menilai kelengkapan dan kepatuhan pengisian lembar informed consent diperoleh dari rekam medik. Data kualitatif untuk menilai penerapan aspek bioetik diperoleh dari wawancara terstruktur dengan dokter Obgin, dokter umum jaga, bidan, dan pasien pasca SC.Hasil dan Pembahasan: Kelengkapan dan kepatuhan pengisian lembar informed consent adalah 72,5% dan 71,8%. Kedisiplinan dan perubahan rekam medik elektronik menjadi kendala pengisian formulir informed consent. Pemberian informed consent terkendala ketidakhadiran orang terpenting yang akan mengambil keputusan, kurangnya pemahaman dan pengetahuan pasien, dan pasien peserta asuransi kesehatan sehingga memunculkan dilema. Implementasi informed consent berdasarkan prinsip bioetika, otonomi, beneficence, non- maleficence, dan justice, digunakan untuk menyelesaikan dilema etik dalam pengambilan keputusan.Kesimpulan: Kelengkapan dan kepatuhan pengisian lembar informed consent belum mencapai 100%. Memilih prinsip bioetika yang lebih dominan nilai dan prioritasnya dengan analisis prima facie menjadi solusi untuk menyelesaikan dilema etik dalam pengambilan keputusan pada SC elektif.
Prevalence and Determinants of Fluor Albus Among Postmenopausal Women Without Symptoms: Implications for Public Health Screening Programs Purnamasari, Yenti; Hamid, Firdaus; Saimin, Juminten; Bukhari, Agussalim
Public Health of Indonesia Vol. 11 No. 4 (2025): October - December
Publisher : YCAB Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v11i4.1146

Abstract

Background: Postmenopausal women are susceptible to vaginal infections due to hormonal changes that alter the vaginal microbiota, potentially leading to fluor albus even in the absence of symptoms. Objective: This study aims to determine the prevalence of Fluor Albus and assess its relationship with age, age of menopause, and duration of menopause in postmenopausal women. Methods: A cross-sectional study was conducted from April to July 2024 at Kendari City, Southeast Sulawesi, Indonesia. A total of 35 postmenopausal women were selected through total sampling, excluding those with chronic illnesses, vaginal symptoms, recent antibiotic use, or vaginal cleansing. Data were collected through participant-completed forms and laboratory examinations using KOH smear and Gram staining to detect the presence of Candida and pathogen bacteria. Data were analyzed using descriptive statistics and Chi-square tests. Results: The prevalence of fluor albus in postmenopausal women in this study was 68.6%. There was no statistically significant relationship between age (0.628), age of menopause (0.150), or duration of menopause (0.269) with the incidence of fluor albus. Conclusion: The prevalence of fluor albus among postmenopausal women in this study was high and was not related with age, menopausal age and duration of menopause, underlining the importance of regular reproductive health screening in the postmenopausal group.
Overview of S-RBD Antibody Levels After Covid-19 Vaccination in Premenopausal and Menopausal Women Saimin, Juminten; Irawaty, Irawaty; Purnamasari, Nur Indah; Purnamasari, Yenti; Asri Mulyawati, Sufiah
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume 11 No. 1 January 2023
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32771/inajog.v11i1.1666

Abstract

Objective: To determine the levels of S-RBD antibodies in premenopausal and postmenopausal women who received the COVID-19 vaccine. Methods: This study involved 21 premenopausal and postmenopausal women who received two doses of CoronaVac at 28 days intervals. The duration of vaccination was 4-24 weeks. This study was conducted on May–October 2021 in Kendari City, Indonesia. Blood samples were taken at a health care facility and examined at the Prodia Clinical Laboratory. Participants were healthy women, willing to participate, and signed informed consent. Participants were excluded if they had a history of COVID-19, had taken antibiotics or immunomodulators in the last 24 hours, had a history of acute/chronic inflammatory disease and malignancy, were traumatized and received monoclonal antibody therapy. Results: Participants were 52.95±7.61 years old. The duration of the second vaccination was 13.67±5.26 weeks. The lowest level of S-RBD antibody was menopause with vaccination duration <=12 weeks (185.59±112.34 U/mL), and the highest was premenopause with vaccination duration >12 weeks (257.5±3.54 U/mL). The S-RBD antibody level in premenopausal women was higher than in menopausal women at the duration of vaccination <=12 weeks (223.37±63.45 vs 185.59±112.34 U/mL) and >12 weeks (257.5±3.54 vs. 225.55±91.14 U/mL). There was no significant difference in S-RBD antibody levels between two or more groups (p>0.05). Conclusion: S-RBD antibody levels in postmenopausal women after receiving two doses of COVID-19 vaccine were lower than in premenopausal women, but the difference was not significant. S-RBD antibody levels in postmenopausal women increased with increasing duration of vaccine administration. Keywords: menopause, immune response, COVID-19 vaccine, S-RBD antibody
Program ACROMION AMSA UHO: Integrasi Skrining Gizi dan Edukasi PHBS berbasis Komunitas untuk Peningkatan Kesehatan Anak di Wilayah Pesisir Nasruddin, Nina; Saimin, Juminten; Asmarani , Asmarani; Zerbarani , Waode; Agista, Aulia; Laksana, Olga Setya Eri; Onang, Andi Astrid Tenri
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i2.259

Abstract

Masalah gizi di masyarakat pesisir, khususnya stunting dan malnutrisi, memerlukan intervensi komprehensif yang mengintegrasikan skrining gizi dan edukasi kesehatan. Program ACROMION oleh AMSA Universitas Halu Oleo mengimplementasikan inisiatif HEART (Hygiene and Nutrition: The Foundation of Health and Active Children) yang menargetkan anak usia sekolah di wilayah pesisir Kelurahan Nambo. Pengabdian masyarakat ini bertujuan melakukan skrining status gizi dan meningkatkan pemahaman tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta gizi seimbang. Program dilaksanakan pada 11 Januari 2025 di Kantor Kelurahan Nambo menggunakan metode edukasi talk show, games edukatif, pemeriksaan antropometri (berat badan, tinggi badan, IMT), kuisioner pre-post test, serta praktik cuci tangan dan sikat gigi. Hasil menunjukkan 39 anak sekolah dasar berpartisipasi dengan peningkatan pengetahuan signifikan dari tingkat pre-test yang rendah. Skrining antropometri mengungkapkan distribusi IMT bervariasi antar kelompok usia, mengindikasikan status gizi beragam yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Praktik cuci tangan dan sikat gigi diikuti dengan antusias oleh peserta. Program skrining dan edukasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan anak-anak dan orang tua tentang PHBS dan gizi seimbang, menunjukkan bahwa deteksi dini melalui skrining antropometri sangat penting untuk mencegah malnutrisi pada anak di wilayah pesisir.