Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

The Expression of E6 HPV, P53 and P16ink4a at Well, Moderately, and Poorly Differentiated Cervical Adenocarcinoma Mastutik, Gondo; Rahniayu, Alphania; Kurniasari, Nila; Rahaju, Anny Setijo; Alia, Rahmi; Mustokoweni, Sjahjenny
Folia Medica Indonesiana Vol. 55 No. 4 (2019): December
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.724 KB) | DOI: 10.20473/fmi.v55i4.24468

Abstract

The objective of this study is to analyze the expression of E6 Humanpapilloma virus (HPV), p53, and p16INK4A in cervical adenocarcinoma grade well differentiated (WD), moderately differentiated (MD), and poorly differentiated (PD). A cross sectional study conducted at Department of Anatomic Pathology, Dr. Soetomo General Academic Hospital Surabaya Indonesia using formalin fix paraffin embedded (FFPE) from cervical normal and cervical adenocarcioma grade WD, MD, and PD. The expression of E6 HPV, p53, and p16INK4A was performed by immunohistochemistry (IHC) staining. Data were analyzed with Kruskal-Wallis and continued with Mann-Withney test. The expression of E6 HPV in the cervical adenocarcinoma showed 35.9% specimens represented negative and 64.1% specimens represented positive. There was no significant difference in the expression of E6 HPV and p53 in cervical adenocarcinoma between grade WD, MD, and PD. The p16INK4A was overexpressed, shown as diffuse appearance in 89.7% of the specimens. There was a significant difference in the expression of p16INK4A between grade WD and MD with PD. In conclusion, some of cervical adecarcinoma were not caused by infection of HPV type 16 or 18 and the expression of p16INK4A might take a role in the developing of malignancy that caused by infection of HPV.
Pengukuran Adekuasi Sediaan Papsmear dan Deteksi Dini Kanker Serviks di Ngoro Kabupaten Mojokerto Rahaju, Anny Setijo; Rahniayu, Alphania; Mastutik, Gondo; Kurniasari, Nila; Fauziah, Dyah; Kusumastuti, Etty Hary; Sandhika, Willy; Wiratama, Priangga Adi; Ariani, Grace; Heriyawati, Heriyawati; Sari, Aditya Sita; Ilmiah, Khafidhotul; Qonitatillah, Ana; Ridholia, Ridholia; Sudiana, I Ketut; Susilo, Imam
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i1.2127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang deteksi dini kanker serviks dan evaluasi Pap smear, serta meningkatkan keterampilan pengambilan sampel Pap smear pada penyedia layanan kesehatan di Kecamatan Mawaddah, Kabupaten Mojokerto. Studi deskriptif observasional dengan desain cross sectional dilakukan pada 100 wanita berusia 20-70 tahun dari Rumah Sakit Mawaddah. Penilaian dilakukan sebelum dan sesudah pemaparan materi. 100 sampel Pap smear yang dikumpulkan oleh bidan setempat dievaluasi untuk menilai kecukupan spesimen menggunakan sistem Papanicolaou dan Bethesda. Kegiatan ini secara signifikan meningkatkan pemahaman tentang kanker serviks (8,05% menjadi 82,26%), sementara kegiatan pelatihan tenaga medis meningkatkan pengetahuan mengenai pengambilan sampel Pap smear (51,62% menjadi 100%). 99% dari sampel Pap smear yang dikumpulkan oleh tenaga medis di Kecamatan Mawaddah dinilai memadai dan memuaskan. Program pengabdian masyarakat yang berfokus pada deteksi dini kanker serviks melalui Pap smear, secara efektif meningkatkan pemahaman masyarakat, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengambilan sampel oleh tenaga medis, yang dapat meningkatkan pula efektifitas layanan Pap smear di Rumah Sakit Mawaddah pada masyarakat.
Program Pengabdian Masyarakat: Edukasi dan Deteksi Dini Kanker Serviks melalui Pemeriksaan Pap Smear di Kecamatan Bangkalan Sari, Aditya Sita; Kurniasari, Nila; Rahaju, Anny Setijo; Rahniayu, Alphania; Mastutik, Gondo; Fauziah, Dyah; Kusumastuti, Etty Hary; Sandhika, Willy; Wiratama, Priangga Adi; Ariani, Grace; Ridholia, Ridholia; Heriyawati, Heriyawati; Sudiana, I Ketut; Ilmiah, Khafidhotul; Qonitatillah, Ana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 3 (2025): Mei
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i3.2310

Abstract

Kegiatan pengabdia masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan dan masyarakat mengenai deteksi dini serta pencegahan kanker serviks. Pelatihan tenaga kesehatan dilakukan agar mereka dapat melakukan prosedur Pap smear dengan benar dan sesuai standar, sementara penyuluhan masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan pencegahan kanker serviks. Studi ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional, mencakup dua kegiatan utama: pelatihan tenaga medis secara daring dan penyuluhan masyarakat secara langsung. Pelatihan Pap smear diikuti oleh 51 peserta yang terdiri dari perawat, bidan, dan dokter. Evaluasi sebelum dan sesudah pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, di mana peserta dengan skor 80-100 meningkat dari 58,82% menjadi 82,35%. Penyuluhan kanker serviks diikuti oleh 74 peserta. Sebelum penyuluhan, hanya 12,16% peserta yang memperoleh nilai 80-100, namun setelahnya meningkat menjadi 100%. Sebanyak 62,2% peserta telah menikah, 8,1% memiliki riwayat hubungan seksual sebelum usia 17 tahun, dan 9,5% memiliki lebih dari satu pasangan. Selain itu, 98,6% belum pernah menerima vaksin HPV, dan 78,4% jarang melakukan Pap smear, menunjukkan rendahnya kesadaran pencegahan kanker serviks. Setelah penyuluhan, 60 peserta menjalani skrining kanker serviks. Mayoritas (41,7%) berusia 31-40 tahun. Hasil skrining dengan sistem Bethesda menunjukkan 100% NILM. Berdasarkan klasifikasi Papanicolaou, 88,1% termasuk kelas II (96,2% inflamasi, 1,9% bacterial vaginosis, 1,9% atrofi), dan 11,1% kelas I. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan dan masyarakat, serta keterampilan tenaga kesehatan dalam prosedur Pap smear, yang berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan deteksi dini kanker serviks di RSIA Hikmah Sawi Bangkalan.
KESESUAIAN DIAGNOSIS FINE NEEDLE ASPIRATION BIOPSY DENGAN HISTOPATOLOGI POSTOPERATIF PAPILLARY THYROID CARCINOMA DI RUMAH SAKIT RUJUKAN DALAM 3 TAHUN Sari, Aditya Sita; Kurniasari, Nila; Rahaju, Anny Setijo
Majalah Patologi Indonesia Vol. 34 No. 1 (2025): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55816/mpi.v34i1.624

Abstract

Introduction Thyroid carcinoma is the most common malignancy of the endocrine organ, with papillary thyroid carcinoma being the most common variant. Fine needle aspiration biopsy is still one of cost-effective and less invasive preliminary tests for thyroid lesion. The Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology uses six categories for thyroid reporting. Methods This was an observational descriptive study with retrospective approach. Data of patients with postoperative histopathology diagnosis papillary thyroid carcinoma was obtained. We then retrieved and reviewed all the previous FNAB slides. All was classified based on Bethesda system for reporting thyroid cytopathology. We considered only patients with histopathology proven diagnosis who underwent FNAB in the same institution. Results 56 cases of FNAB with post-operative histopathology diagnosis papillary thyroid carcinoma were obtained, 34 (62%) of them were diagnosed as papillary thyroid carcinoma, 9 (14.8%) cases were non diagnostic, 10 (17.8%) cases were diagnosed as benign, and 3 (5.3%) cases fell into atypia category. Conclusion Pre-operative FNAB had 36% rate of misdiagnosis, with benign criteria being the most common category. Cases with non-diagnostic category should do repeated FNAB with USG guiding to decrease the possibility of misdiagnosis. Nodule with less than 1 cm size cause the most common misdiagnosis in this study. Most malignant FNAB result has more than 6 cm size.
Mengungkap Pentingnya Pengenalan Kesehatan Saluran Pernapasan dan Faktor Risiko Kanker Paru; Kegiatan Pengabdian Masyarakat pada Siswa SMAN 1 Gondang, Kabupaten Nganjuk Sari, Aditya Sita; Rahaju, Anny Setijo; Rahniayu, Alphania; Mastutik, Gondo; Kurniasari, Nila; Fauziah, Dyah; Kusumastuti , Etty Hary
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.562

Abstract

Latar belakang: Kanker paru merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di dunia. Pengetahuan dini mengenai kesehatan saluran pernapasan dan faktor risikonya, terutama di kalangan remaja, sangat penting untuk pencegahan. Tujuan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa-siswi SMAN 1 Gondang, Kabupaten Nganjuk, mengenai topik tersebut. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan secara offline dengan media presentasi (PPT), dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas intervensi. Sebanyak 316 siswa berpartisipasi. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata pre-test sebesar 57.29% menjadi 77.69% pada post-test, dengan peningkatan keseluruhan sebesar 20.40%. Peningkatan tertinggi terjadi pada soal tentang bahaya rokok elektrik atau vape (40.02%). Kesimpulan: Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan langsung efektif dalam meningkatkan kesadaran remaja akan kesehatan paru dan bahaya faktor risikonya, sehingga dapat menjadi modal untuk perilaku hidup sehat di masa depan.
Clinicopathological Profile of Cervical Tuberculous Lymphadenitis: Experience from Universitas Airlangga Hospital Ari Wanda, Dewi Sartika; rahaju, anny setijo; Sita Sari, Aditya
INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL PATHOLOGY AND MEDICAL LABORATORY Vol. 32 No. 1 (2025)
Publisher : Indonesian Association of Clinical Pathologist and Medical laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24293/ijcpml.v32i1.2436

Abstract

Tuberculous lymphadenitis is the most common form of extrapulmonary TB, and the most common location is in the neck. It is quite challenging to diagnose lymph TB. Clinical presentation, along with multiple modalities is usually used to diagnose it. This retrospective observational descriptive study collected data from medical recordsof Universitas Airlangga hospital of 147 patients suffering from tuberculous lymphadenitis during the period of 2022-2023. All patients in this study presented with lumps in the neck area (painless nodules [n = 90, 61.22%] and unilateral nodules [n = 133, 90.48%]), while other symptoms such as fever, cough, and weight loss were less common. FNAB revealed 60 patients (40.8%) confirmed with tuberculous lymphadenitis primary tuberculous lymphadenitis (n = 48, 32.6%) and tuberculous lymphadenitis with secondary infections (n = 12, 8.2%). The histopathological review mostly revealed tuberculous lymphadenitis (88%). Only 10 patients (34.48%) with tuberculous lymphadenitis were found from neck ultrasound examination. Eighty-five patients performed GeneXpert MTB/RIF assay and showed positive results in most cases (n = 43, 50.59%). Negative acid-fast bacilli (AFB) results in granulomatous lesions, do not exclude the possibility of tuberculosis. The combination of pathology examination, GeneXpert MTB/RIF assay, and neck ultrasonography makes the diagnosis of cervical tuberculous lymphadenitis accurate.
NEW BASELINE GLOMERULAR FILTRATION RATE ESTIMATION AS A GUIDANCE FOR NEPHRECTOMY STRATEGY IN LOCALIZED RENAL CELL CARCINOMA Salman Aziz, Muhamad Abi; Mas`udi, Achmad Fayyad; Rahaju, Anny Setijo; Dewanti, Linda
Indonesian Journal of Urology Vol 30 No 2 (2023)
Publisher : Indonesian Urological Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32421/juri.v30i2.843

Abstract

Objective: This literature review aims to explain the role of nephrectomy in the treatment of localized RCC and its effects on postoperative renal function, as well as the role of the new baseline glomerular filtration rate (NBGFR) estimation method in the determination of the RCC method. Material & Methods: Articles were obtained through online searches using Pubmed, ScienceDirect, Web of Science, and Wiley Online Library using keywords NBGFR, renal function, nephrectomy, or localized renal cell carcinoma. Results: The development of several diagnostic factors as well as operative factors has made partial nephrectomy (PN) replace radical nephrectomy (RN) which for decades has been the main therapy in localized RCC. Postoperative determination of renal function is a crucial factor in the selection of therapies and several methods of determining NBGFR have been proposed in several previous studies. Conclusion: The NBGFR measurement method can be an accurate guide in the determination of nephrectomy methods in the treatment of localized RCC while use of computer software can help improve accuracy in the implementation of radical nephrectomy in RCC.
Pengenalan Kesehatan dan Keganasan Saluran Reproduksi Wanita pada Siswa SMAN 1 Gondang Nganjuk Mastutik, Gondo; Fauziah, Dyah; Rahniayu, Alphania; Rahaju, Anny Setijo; Sari, Aditya Sita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.488

Abstract

Latar Belakang. Pengetahuan komprehensif tentang anatomi, fisiologi, dan kondisi patologis yang memengaruhi sistem reproduksi wanita sangat penting untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan reproduksi. Siswa SMA, sebagai bagian dari generasi muda, diharapkan memiliki pemahaman yang memadai di bidang ini. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang kesehatan dan keganasan reproduksi wanita pada siswa di SMAN 1 Gondang-Nganjuk. Metode. Program pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan metode presentasi dan diskusi. Materi yang disampaikan meliputi anatomi, fisiologi, faktor risiko penyakit reproduksi, keganasan saluran reproduksi, serta pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan rutin. Media pembelajaran terdiri dari presentasi LCD, foto, video, dan leaflet. Peningkatan pengetahuan dinilai menggunakan kuesioner pretes dan postes. Hasil.  Kegiatan dilaksanakan pada 16 Juli 2025 yang diikuti oleh lebih dari 300 orang. Sebanyak 326 siswa mengikuti pretes, sementara 331 siswa mengikuti postes. Proporsi jawaban benar meningkat dari 59,23% pada pretes menjadi 67,88% pada pos tes. Kesimpulan. Terdapat peningkatan pemahaman tentang kesehatan dan keganasan reproduksi wanita pada siswa SMAN 1 Gondang Nganjuk sebesar 8,65%. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara rutin di sekolah setahun sekali pada siswa baru sebagai upaya untuk mencegah penyakit menular seksual dan kanker.
Optimalisasi Deteksi Dini Kanker Serviks Melalui Peningkatan Kapasitas Tenaga Kesehatan dan Edukasi Komunitas di Puskesmas Ngariboyo, Kabupaten Magetan Sari, Aditya Sita; Rahniayu, Alphania; Kurniasari, Nila; Rahaju, Anny Setijo; Mastutik, Gondo; Fauziah, Dyah; Kusumastuti, Etty Hary; Susilo, Imam; Sandhika, Willy; Mustokoweni, Sjahjenny; Ilmiah, Khafidhotul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.549

Abstract

Latar belakang: Kanker serviks merupakan masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, termasuk di Indonesia. Deteksi dini melalui pemeriksaan Pap smear masih menjadi metode yang sering dipakai, namun akurasi hasilnya sangat bergantung pada teknik pengambilan sampel yang adekuat. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan di Puskesmas Ngariboyo dalam teknik pengambilan sediaan Pap smear yang memadai, dan Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang deteksi dini kanker serviks. Metode: Metode kegiatan terdiri dari dua bagian utama. Pertama, pelatihan bagi tenaga kesehatan yang meliputi webinar dan praktikum offline untuk mengukur adekuasi sediaan berdasarkan Sistem Bethesda. Kedua, penyuluhan dan skrining offline bagi 95 warga dan 101 peserta pemeriksaan Pap smear. Hasil Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan tenaga kesehatan (nilai 80-100 meningkat dari 58,82% menjadi 82,35%). Penyuluhan juga berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat (nilai 80-100 meningkat dari 80% menjadi 94,74%). Hasil skrining menunjukkan 100% sediaan adekuat dan 100% hasil Negative for Intraepithelial Lesion or Malignancy (NILM). Kesimpulan: Disimpulkan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan kesadaran masyarakat, sekaligus menghasilkan data dasar skrining kanker serviks yang berkualitas bagi wilayah Ngariboyo.