Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Premarital Sexual Behaviour Among Urban-rural School Teenagers in Southeast Sulawesi, Indonesia: Comparative Study Yusran, Sartiah; Astina, Astina; Sabilu, Yusuf; Sety, La Ode Muhammad; Akifah, Akifah; Rezal, Farit
Unnes Journal of Public Health Vol 11 No 1 (2022): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujph.v11i1.50666

Abstract

Premarital sex among teenagers keeps soaring by the day across the globe. Indonesia is faced with high levels of sexual promiscuity among adolescents. This research aimed to examine the differences in premarital sexual curiosity between teenagers in rural and urban settings. The population for the research involved 266 senior high school students drawn from Kendari city and the rural area of Ladongi, Southeast Sulawesi, using the Proportional Stratified Random Sampling technique. The research method used a cross-sectional study with a comparative design using the Mann-Whitney Test. The results revealed differences in premarital sexual behavior (p = 0.026), media information (p = 0,000), school’s roles (p = 0,000), and first age of dating (p = 0.038) between teenagers in rural and urban setting. However, there was no difference in knowledge regarding premarital sexual behavior (p = 0.159) and peer pressure (p = 0.219) between rural and urban teenagers.
Innovation level of onion commodity management in Galung Lombok Village, West Sulawesi, Indonesia Akhsan, Akhsan; Nurlaela, Nurlaela; Astina, Astina
Anjoro: International Journal of Agriculture and Business Vol 4 No 1 (2023): Anjoro
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture and Forestry Faculty, Universitas Sulawesi Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/anjoro.v4i1.2487

Abstract

Beetroot is a food source that is rich in nutrient value, including carbohydrates, minerals, vitamin C and betalains as a source of, to secure the supply of shallots (bamer) is to encourage the use of True Seed Shallots (TSS) seeds for higher productivity. This research was conducted in Galung Village, Lombok, Tinambung District, Polewali Mandar Regency, using 38 respondents or farmers selected by simple random sampling, considering that the characteristics of shallot farming are homogeneous. Data processing was done using Descriptive Quantitative Analysis using the IBM Statistics SPSS Version 25 application to obtain correlation test results and Scatter Plots. This study aims (1) to determine the distribution of innovation adoption rates and (2) to determine the relationship between innovation adoption rates on the dependent and independent variables of the shallot commodity. The results of this study show the results of the distribution of innovation adoption rates, namely there are 16 farmers with high and low categories, respectively, and as many as six farmers in the medium category, and the results on the Spearman's rank correlation test obtained a value of 0.319, and it is stated that there is a relationship between the level variables of adoption of innovation and productivity. The Scatter Plot graph shows that in quadrant III, it is noted that the value of the level of innovation adoption and productivity has a tendency together to obtain a high value of the distribution.
The Relationship Between Peer Groups and the Learning Independence of Biology Education Students Astina, Astina; Johnson, Wendy Renae
Indonesian Journal of Education Research (IJoER) Vol. 5 No. 5 (2024): October
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/ijoer.v5i5.1055

Abstract

Purpose of the study: This research aims to determine the relationship between peer groups and the learning independence of biology education students. Methodology: This type of research is quantitative with a correlation method. The population of this study was Biology Education Students, totaling 263 people with a sample size of 132 people. Sampling was carried out using Simple Random Sampling. The data collection techniques used are the learning independence scale and the peer group scale. The data analysis technique is descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis with product moment correlation techniques. Main Findings: The research results based on descriptive statistical analysis show that independence in learning is in the low category with an average value of 88.56 and the peer group is in the medium category with an average value of 87. Meanwhile, the results of inferential statistical analysis show that rcount is greater than rtable or 0.27 ≥ 0.24, H0 is rejected and H1 is accepted, meaning that there is a relationship between the peer group and the learning independence of students. Where is the sig value. 2-tailed is 0.00 ≤ 0.05. Novelty/Originality of this study: This research contributes to explaining the social aspects of independent learning that are often overlooked in previous literature. While much research has explored internal factors that influence learning independence, the emphasis on the role of peer groups as external agents influencing students' motivation, mindset, and learning styles, is an innovative focus point. This enriches our insight into how social interaction with fellow students can have a significant influence on the level of learning independence of Biology Education students.
TINGKAT PENGETAHUAN, KETERAMPILAN DENGAN MOTIVASI PETANI DALAM PENERAPAN USAHATANI TOMAT DI DESA DAWI-DAWI KECAMATAN WONGGEDUKU KABUPATEN KONAWE Saleh, Leni; Hasniati, Hasniati; Syarbiah, Sarty; Astina, Astina; Ramadani, Novita; Rianti, Desi
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 7, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v7i2.1068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, keterampilan dan motivasi petani pada usahatani tomat di Desa Dawi-Dawi Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe. Sampel ditarik acak sejumlah 10% dari populasi, yaitu 21 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan pengukuran melalui skala likert dengan membagi kelas (rendah, sedang, dan tinggi). Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian tingkat pengetahuan petani dalam penerapan usahatani tomat di Desa Dawi-Dawi rata-rata nilai skor 2,46, kategori Tinggi. Keterampilan petani dalam usahatani tomat di Desa Dawi-Dawi rata-rata nilai skor 2,12, kategori Tinggi, Motivasi petani dalam usahatani tomat di Desa Dawi-Dawi termasuk kategori Tinggi, dimana motivasi intrinsik dengan nilai 2,64 dan motivasi Esktrinsik petani dengan nilai 2,05.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KRATOM TERHADAP JENIS TANAH YANG BERBEDA Rossalinda, Berliana; Astina, Astina; Palupi, Tantri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77021

Abstract

Kratom merupakan tanaman lokal yang ada di Kapuas Hulu yang digunakan sebagai obat herbal yang dapat dimakan mentah, diseduh seperti teh atau diubah menjadi bubuk, kapsul, tablet maupun cairan. Kratom merupakan tanaman endemik yang tumbuh subur di daerah dekat aliran sungai pada jenis tanah aluvial yang kaya bahan organik, pertumbuhan bibit kratom di habitat yang berbeda dengan asalnya merupakan hal yang sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan bibit kratom yang terbaik pada media tanah yang berbeda yaitu, pada tanah aluvial, gambut, dan podsolik merah kuning (PMK). Penelitian ini dilaksanakan di Kota Pontianak sejak Februari sampai dengan Mei 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga taraf perlakuan uji. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut : t1 = tanah aluvial, t2 = tanah gambut, dan t3 = tanah PMK. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 9 kali. Setiap unit percobaan ada 5 sampel tanaman yang berarti ada 135 tanaman. Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan media tanam, persiapan benih kratom, penanaman, dan pemeliharaan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kratom dapat tumbuh dengan baik di mana jenis tanah sangat mempengaruhi pertumbuhan bibit kratom yaitu pada tinggi tanaman dan jumlah daun 2, 5, 8, 11 dan 14 minggu setelah tanam, volume akar dan berat kering tanaman. Media tanam tanah gambut dengan penambahan pupuk kandang ayam dan kapur dolomit memberikan pertumbuhan bibit kratom yang lebih baik dibandingkan dengan media tanam tanah aluvial dan PMK.
Pengaruh Pemberian Kascing Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kedelai Pada Tanah Alluvial Yokhanan, Bayu; Rahmidiyani, Rahmidiyani; Astina, Astina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.4775

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kascing terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai pada tanah alluvial. Penelitian ini dilaksanakan dirumah penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak dimulai sejak tanam 26 Mei 2013 hingga panen 12 Agustus 2013 dengan menggunakan metoda eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor yaitu kascing (K), 6 taraf yaitu k1 (kascing 62,5 g/polybag), k2 (kascing 87,5 g/polybag), k3 (kascing 112,5 g/polybag), k4 (kascing 137,5 g/polybag), k5 (kascing 162,5 g/polybag), dan k6 (kascing 187,5 g/polybag). Setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 4 sampel, sehingga terdapat 24 satuan perlakuan dan 96 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu bobot kering tanaman (g), jumlah bintil akar, berat biji pertanaman (g), jumlah polong pertanaman, dan volume akar (cm3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kascing berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan. Perlakuan 162,5 g/polybag memberikan rerata tertinggi pada variabel bobot kering tanaman yaitu 8,2 g. Perlakuan 137,5 g/polybag memberi rerata tertinggi pada variabel jumlah bintil akar yaitu 8. Perlakuan 187,5 g/polybag memberi rerata tertinggi pada variabel jumlah polong pertanaman yaitu 67,87. Perlakuan 187,5 g/polybag memberi rerata tertinggi pada variabel berat biji pertanaman yaitu 22,73 g. Dan perlakuan 187,5 g/polybag memberi rerata tertinggi pada variabel volume akar yaitu 6,75 cm3.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI AKIBAT PEMBERIAN KOMPOS ECENG GONDOK PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING GHOFUR, ABDUL; ASTINA, ASTINA; HADIJAH, SITI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.17943

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik kompos eceng gondok untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai di tanah podsolik merah kuning (PMK). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor yaitu perlakuan pemberian kompos eceng gondok terdiri dari 5 perlakuan yaitu: a1 (3 % bahan organik setara dengan 195 gram/polybag kompos eceng gondok), a2 (6 % bahan organik setara dengan 628 gram/polybag kompos eceng gondok), a3 (9 % bahan organik setara dengan 1061 gram/polybagkompos eceng gondok) a4 (12 % bahan organik setara dengan 1494 gram/polybag kompos eceng gondok), a5 (15 % bahan organik setara dengan 1927 gram/polybag kompos eceng gondok). Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos eceng gondok meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai di tanah PMK. Pemberian kompos eceng gondok 1927 gram/polybag atau setara dengan 15 % bahan organik efektif meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai di tanah PMK yang menghasilkan rata-rata tertinggi untuk variabel pengamatan tinggi tanaman minggu ke 3,4,5, volume akar, berat kering tanaman, dan berat biji pertanaman. Kata kunci : tanah PMK , kedelai, kompos eceng gondok.RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI AKIBAT PEMBERIAN KOMPOS ECENG GONDOK PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING
Respon Tanaman Kedelai Akibat Pemberian Abu Sabut Kelapa pada Tanah Gambut Sukri, Sukri; Astina, Astina; Rahmidiyani, Rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.19232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis abu sabut kelapa yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sarang Burung Danau Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas yang berlangsung sejak bulan Juli hingga September 2016. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan, 5 ulangan dan setiap ulangan terdapat 4 polibag tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah pemberian abu kayu 337 g/polibag, pemberian abu sabut kelapa 195 g/polibag, 373 g/polibag, 550 g/polibag, dan 725 g/polibag. Variabel yang diamati adalah volume akar (cm3), jumlah bintil akar (bintil), berat kering tanaman (g), berat biji pertanaman (g), dan berat 100 biji tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu sabut kelapa berpengaruh nyata terhadap variabel volume akar, jumlah bintil, berat kering, berat biji pertanaman, dan berat 100 biji tanaman kedelai.
KARAKTERISASI PADI BERAS MERAH ASAL KABUPATEN SEKADAU PADA FASE VEGETATIF DI TANAH ALUVIAL Muharrahman, Iqbal; Astina, Astina; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23449

Abstract

Kegiatan karakterisasi sangat penting dilakukan, karena kegiatan ini merupakan tahap untuk mendapatkan sebuah informasi awal tentang karakter-karakter tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter atau ciri morfologi fase vegetatif padi beras merah asal Sekadau di tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di belakang Laboratarium Agronomi Universitas Tanjungpura Pontianak selama 105 hari, mulai dari tanggal 10 april hingga 24 juli 2017. Penelitian menggunakan pola rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari 2 perlakuan padi beras merah Ensalang dan Nanga Taman. Setiap perlakuan diulang 8 kali, dan setiap ulangan terdiri dari 5 sampel tanaman. Variabel pengamatan ini adalah panjang daun, lebar daun, permukaan daun, sudut daun bendera, warna leher daun, warna helai daun, warna pelepah, bentuk lidah, tinggi tanaman dan jumlah anakan total. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa karakter morfologi dari padi beras merah Ensalang dan Nanga Taman memiliki perbedaan karakter meliputi panjang daun, lebar daun, sudut daun bendera, warna helai daun, warna pelepah, tinggi tanaman dan jumlah anakan total. Selain itu ada karakter morfologi yang memiliki kesamaan seperti pada karakter warna leher daun dan bentuk lidah. Kata kunci : karakterisasi, fase vegetatif, padi beras merah, ensalang dan nanga taman
STRUKTUR KOMUNITAS GULMA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TANAMAN BELUM MENGHASILKAN (TBM) PADA LAHAN BERPASIR YASINTA, YASINTA; SARBINO, SARBINO; ASTINA, ASTINA
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.433 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.24336

Abstract

ABSTRAK Perbedaan pengelolaan di perkebunan kelapa sawit mengakibatkan perbedaan struktur komunitas gulma. Struktur komunitas gulma perlu diketahui sebelum dilaksanakannya pengendalian gulma sebab tidak semua jenis gulma merugikan bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari struktur komunitas gulma di perkebunan kelapa sawit tanaman belum menghasilkan (TBM) milik perusahaan dan perkebunan kelapa sawit TBM milik rakyat di lahan berpasir di Desa Goa Boma, Kec. Monterado. Penelitian dilakukan dengan analisis vegetasi dengan menggunakan metode kuadrat berukuran 1m x 1m. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ditemukan 29 jenis gulma yang mencakup 19 family. Pada areal kebun perusahaan ditemukan 19 jenis gulma dan pada areal kebun rakyat ditemukan 17 jenis gulma. Gulma yang memiliki Summed Dominance Ratio (SDR ) tertinggi pada kebun perusahaan adalah Gleichenia linearis sebesar 25,29 %, Melastoma affine sebesar 13,77 %, Micania micranta 15,89, dan Nephrolepis bisserata 15,68 %. Sedangkan pada perkebunan rakyat gulma dominan yang ditemukan yaitu Scoparia dulcis 35,45 %, Paspallum comersenii 17,50 %, Imperata cylindrica 23,57 % dan Pteridium esculentum 11,38%. Kata kunci :gulma, lahan berpasir, struktur komunitas, TBM kelapa sawit