Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Faktor Risiko Wasting pada Balita di UPTD Puskesmas Luahagundre Maniamolo Kabupaten Nias Selatan Tahun 2019 Br Aritonang, Septi Oktavia; P, Thomson; Lestari, Wanda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2344

Abstract

Wasting gabungan dari istilah kurus (wasted) dan sangat kurus (severe wasted) yang didasarkan pada indeks Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB) atau Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) dengan ambang batas (Z- score) <-2 SD.Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor resiko wasting pada balita di UPTD Puskesmas Luahagrandre Miniamolo Kabupaten Nias Selatan. Desain dengan pendekatan case control. Populasi seluruh ibu yang memiliki balita umur 6-59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Luahagrandre Miniamolo Kabupaten Nias Selatan 795 orang. Sampel accidental sampling sebanyak 43 responden untuk kelompok case dan kelompok control. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariate. Hasil penelitian tidak ada hubungan pendidikan ibu terhadap wasting pada balita di UPTD Puskesmas Luahagrandre Miniamolo Kabupaten Nias Selatan. Masing-masing variabel yang memiliki nilai signifikan < 0,05 variable pekerjaan ibu, pendapatan, penyakit infeksi dan riwayat pemberian ASI dan nilai Exp(B) terbesar terdapat pada variabel penyakit infeksi. Pendidkan ibu bukan merupakan faktor risiko wasting dan pekerjaan ibu, pendapatan, penyakit infeksi dan riwayat pemberian ASI merupakan faktor risiko wasting pada balita. Variabel yang paling signifikan menjadi faktor risiko wasting adalah penyakit infeksi. Disarankan kepada UPTD Puskesmas Luahagrandre Miniamolo Kabupaten Nias Selatan agar melakukan kegiatan penyuluhan kepada para ibu yang memiliki balita baik dalam pelaksanaan posbindu ataupun kunjungan ke rumah mengenai faktor risiko wasting pada balita dan perlu ditingkatkan pengawasan penyakit infeksi. Kata Kunci    : Faktor Risiko, Wasting, BalitaWasting is a word that combines the phrases wasted and severely wasted and is based on a threshold (Z-score) <- 2 SD for Body Weight for Length (W/B) or Weight for Height (BB/TB). The goal of the study at the UPTD Puskesmas Luahagudre Maniamolo, South Nias Regency, was to investigate the risk factors for wasting in children under the age of five. Design with a case control approach. The population of all mothers with toddlers aged 6-59 months in the working area of the UPTD Puskesmas Luahagudre Maniamolo, South Nias Regency, was 795 people. Accidental sampling as many as 43 respondents for the case group and control group. Data analysis used univariate, bivariate and multivariate analysis. The results showed that there was no relationship between maternal education and wasting in children under five at Luahagudre Maniamolo Health Centre. Each variable that has a significant value <.05 on the variables of mother's occupation, income, infectious disease and history of breastfeeding and the largest Exp(B) value is found in the infectious disease variable. In children under the age of five, the mother's education is not a risk factor for wasting, but the occupation, income, infectious illness, and history of breastfeeding are. Infectious illness is the most significant variable as a risk factor for wasting. It is suggested to Luahagudre Maniamolo Health Center in South Nias Regency to conduct outreach activities to mothers with toddlers, including posbindu or home visits to discuss risk factors for wasting in toddlers and the need to strengthen infectious disease monitoring.Keywords: Risk Factors, Wasting, Toddlers
Analisis Karakteristik Organoleptik, pH, dan Total Bakteri pada Yoghurt Susu Sapi Rahmiati, Rahmiati; Situmorang, Toberni S; Simanjuntak, Helen Anjelina; Pasaribu, Sudana Fatahillah; Lestari, Wanda; Sianturi, Ayu Enjelina; Amanzino, Regina Asmara
Herbal Medicine Journal Vol 8 No 2 (2025): Herbal Medicine Journal
Publisher : Program Studi S1 Farmasi, STIKES Senior, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58996/hmj.v8i2.185

Abstract

Yogurt is made from fermented milk with the help of lactic acid bacteria starter. Yogurt is known to contain nutrients and metabolites that are beneficial for health, such as protein, calcium, phosphorus, vitamins, lactic acid and bacteriocins. The quality of yogurt is influenced by various factors, such as incubation period (storage), substrate and starter. This study aims to analyze the organoleptic characteristics, pH value, and total bacterial colonies in cow's milk yogurt incubated for 24 hours. The type of research is descriptive quantitative with a pour plate method carried out in vitro in the laboratory. The study was carried out in 4 stages including sample preparation, making cow's milk yogurt, organoleptic testing and counting total bacteria using the TPC (total plate count) method. The results showed that the pH of the cow's milk yogurt formed after 24 hours was 4. With a characteristic sour taste, semi-solid texture and a distinctive aroma of lactic acid fermentation that is light, fresh, and not pungent. The average number of total bacterial colonies was 3.66 x 102 CFU. The test was continued by determining the hedonism scale for 15 panelists. As many as 80% said they liked it.
Faktor yang Berhubungan dengan Obesitas Remaja di Kelurahan Bunut Barat Kecamatan Kisaran Barat Sopiah, Leli; Lestari, Wanda; Suraya, Rani; Yulita, Yulita; Nababan, Agnes Sry Vera
Journal of Nursing and Health Science Vol. 1 No. 1 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jnhs.v1i1.12

Abstract

Obesitas menjadi pandemik global di seluruh sebagai masalah kesehatan kronis terbesar. Kebiasaan remaja zaman sekarang karena adanya tekonologi canggih dan perkembangan zaman yang begitu pesat, peningkatan konsumsi makanan cepat saji (fast food), rendahnya aktivitas fisik, faktor genetik, pengaruh iklan, faktor psikologis, status sosial ekonomi, program diet, usia, dan jenis kelamin. Remaja yang obesitas, 80% berpeluang untuk mengalami obesitas saat dewasa, dan berisiko mengalami penyakit degeneratif seperti diabetes tipe 2, hipertensi, jantung, dan stroke. Tujuan untuk menentukan factor-faktor yang berhubungan dengan obesitas pada remaja. Bahan dan Metodepenelitian ini kuantitatif dengan survey. Desain penelitian adalah cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Bunut Barat Kecamatan Kisaran Barat Provinsi Sumatera Utara. Sampel dalam penelitian 101 remaja yang berusia 14 - 18 tahun yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling yang memenuhi kriterian sampel. Instrumen penelitian yang digunakan kuesioner dengan wawancara langsung. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian ditemukan asupan kalori dan protein sangat tinggi namunaktivitas fisik remaja sangat rendah, hal ini menunjukkan bahwa jumlah kalori, asupan protein dan aktivitas fisik berhubungan dengan obesitas remaja dengan nilai p masing-masing (0,000). Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah kalori, asupan protein dan aktivitas fisik dengan obesitas remaja. Kebiasan remaja mengkonsumsi makanan yang tinggi mengandung lemak gula salah satu penyebab terjanya obesitas pada remaja.
Daya terima nugget ikan depik dengan substitusi tepung mocaf Lestari, Wanda; Maisyarah, Maisyarah; Purba, Tuty Hertati; Angkat, Abdul Hairuddin
Journal of Pharmaceutical and Sciences Suppl. 1, No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i5-si.323

Abstract

Nuggets are processed meat product that can increase the use and storage values of the meat itself. Making nuggets from depik fish with the substitution of mocaf flour increases the selling values of the depik fish. The aim is to determine the acceptability and hedonic quality and nutritional content of the best formulas vor nugget products. Experimental research using a completely randomized design (CRD) approach to the formulation of the basic material for making nuggets with the addition of depik fish with mocaf flour substitution that is four treatments and two repilications to obtain 8 experimental units, the data were analyzed by One Way ANOVA with Duncan test. The results based on hedonic tests show that F3 (60% Mocaf Flour + 40% Wheat Flour) averaged 3,81 the best-selected formula. Whereas the hedonic quality test showed that F3 was the best formulation with a total value of 3.74 with a grayish-white color clarification, depik fish aroma, savory taste and chewy texture. Water content is 12.24%, ash content is 7.38% and protein content is 5.16%. Conclusion:  the best depik fish nuggets formula is F3 formula.
Faktor–Faktor yang Memengaruhi Wasting Pada Balita Di UPTD Puskesmas Siduaori Kecamatan Siduaori Kabupaten Nias Selatan Lestari, Wanda
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v1i1.43

Abstract

Wasting merupakan salah satu masalah gizi pada balita. Berdasarkan data laporan bulanan desember 2020 di UPTD Siduaori Prevalensi balita wasting/kurus sebanyak 37,5. Indeks antropometri dapat dilihat dari (BB/TB) atau (BB/PB) dengan nilai z-score -3 SD sampai <-2 SD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor–faktor yang memengaruhi wasting pada balita. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi cross sectional. Sampel diambil secara proposional, dengan menggunakan random sampling. Teknik analisa data menggunakan bivariat dengan menggunakan uji chi-square dan uji multivariat dengan menggunakan uji regresi logisitik. Berdasarkan hasil uji Chi Square ada lima faktor yang berhubungan dengan wasting pada balita yaitu: asupan makanan, kelengkapan imunisasi, pendidikan ibu, pekerjaan ibu dan pendapatan keluarga. Hasil penelitian ini berdasarkan hasil uji regresi logisitik faktor yang paling dominan memengaruhi wasting adalah pendidikan ibu. Berdasarkan nilai Exp (B) variabel pendidikan ibu memiliki nilai 7,239, artinya faktor pendidikan ibu yang baik memiliki dampak 7,239 kali terhadap wasting pada balita. Penelitian ini ibu yang memiliki tingkat pendidikan yang baik lebih memahami pengasuhan anak yang baik terutama bagaimana ibu memberikan makanan kepada anak yang memiliki nilai gizi yang baik. Sehingga makin tinggi pendidikan ibu maka pola asuh anak semakin baik yang membuat anak dapat terhindar dari wasting
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DAN ASUPAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI BADUTA Yulita, Yulita; Jairani, Eka Nenni; Lestari, Wanda; Nababan, Agnes Sry Vera
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v6i2.4058

Abstract

Nutritional deficiencies continue to be a public health issue in Indonesia, particularly in Posyandu Lasoni in Hilizoi Village. Inadequate dietary intake has a severe influence on children if it is not balanced; in the short term, it affects brain development and impairs physical growth, while in the long term, it reduces cognitive capacity and immunity. The study aimed to find out the associated mothers' knowledge of the first 1000 days of life and food intake with toddler nutritional status in Posyandu Lasoni, Hilizoi Village, Gido District, Nias Regency. This research was cross-sectional. Mothers with children aged 6 to 24 months were recruited from Posyandu. Chi-square analysis was used to analyze the data. The results showed that there was a relationship between the mother's knowledge about the first 1000 days of life and the nutritional status of children aged 6-24 months with a p-value = 0.010 (p <0.05), and there is a relationship between food intake for children under five and the nutritional status of children aged 6-24 months with a p-value = 0.013 (p <0.05). It was to expand the understanding of Posyandu cadres, health professionals should be provided training relating to the first 1000 days of life, and it is intended that mothers with under-five children would seek more health information and be more diligent in participating in Posyandu events every month.
Strategi penetapan harga yang berorientasi pada pelanggan dan perilaku konsumen: tinjauan bibliometrik atas tren dan arah penelitian Lestari, Wanda; Hairunnisah, Ade Isyana
Insight Management Journal Vol. 5 No. 1 (2024): September
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/imj.v5i1.336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perkembangan ilmu mengenai strategi penetapan harga yang berorientasi pada pelanggan serta keterkaitannya dengan perilaku konsumen dalam literatur ilmiah terkini. Fokus utama diarahkan pada pengungkapan tren publikasi, pemetaan tematik melalui kata kunci, serta identifikasi karya ilmiah berpengaruh yang menjadi landasan perkembangan riset pricing strategy secara global. Penelitian ini menggunakan pendekatan bibliometrik dengan memanfaatkan perangkat lunak Publish or Perish untuk mengekstraksi data publikasi dari Google Scholar dalam rentang tahun 2019 hingga 2023. Sebanyak 500 dokumen berhasil dikumpulkan dan dianalisis menggunakan VOSviewer untuk memvisualisasikan jaringan co-occurrence kata kunci, struktur klaster, serta performa sitasi artikel, terutama melalui metrik kutipan per penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi mengenai strategi harga terus mengalami peningkatan, dengan puncaknya pada tahun 2022. Peta bibliometrik mengungkapkan bahwa pricing strategy menjadi pusat kajian yang sangat terkait dengan tema seperti dynamic pricing, optimal pricing strategy, supply chain, serta consumer behavior, yang menandakan terjadinya pendekatan multidisipliner. Selain itu, analisis kutipan per penulis memperlihatkan bahwa artikel yang mengintegrasikan teknologi seperti kecerdasan buatan, manajemen operasional, dan perilaku konsumen memiliki dampak akademik yang lebih tinggi. Penelitian ini memberikan rekomendasi agar kajian bibliometrik selanjutnya melakukan triangulasi basis data (misalnya Scopus atau WoS), meningkatkan akurasi pemrosesan kata kunci, serta mengombinasikan bibliometrik dengan systematic literature review untuk memperkaya interpretasi
Pengaruh Flashcard Terhadap Kemampuan Regulasi Emosi AnaK Usia 5-6 Tahun Lestari, Wanda; Maghfirah, Febry
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1462

Abstract

Regulasi emosi anak usia dini penting untuk mendukung interaksi antar sosial, bagaimana cara suatu individu dapat mengendalikan emosi dan mengekspresikan di waktu tertentu. Oleh sebab itu, diperlukannya media pembelajaran yang tepat. Sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. Salah satunya adalah media Flashcard. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media Flashcard terhadap peningkatan kemampuan regulasi emosi anak. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan desain One Grup Pretest-Posttest, melibatkan 15 anak sebagai subjek. Teknik analisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank. Instrument berupa lembar observasi regulasi anak yang disusun berdasarkan indikator regulasi emosi yang telah diuji validitas serta reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata regulasi emosi dari 20,00 menjadi 30,93 serta nilai signifikansi p<0,05. Dengan demikian, media Flashcard berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi anak. Implementasi pada penelitian ini bahwasanya media Flashcard merupakan alternatif media pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan regulasi emosi khususnya pada anak usia dini.
Daya Terima dan Mutu Kimia Permen Jelly Daun Kelor dan Jambu Biji Merah sebagai Alternatif Makanan Camilan Tinggi Zat Besi dan Vitamin C Lestari, Wanda; Nababan, Agnes Sry Vera; Yulita, Yulita; Rokhmah, Umma Rotur; Angkat, Abdul Hairuddin
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2004

Abstract

Anemia defisiensi zat besi merupakan masalah gizi di Indonesia, terutama pada remaja putri dan wanita usia subur. Salah satu upaya mengatasi permasalahan ini dengan mengembangkan produk pangan fungsional berbahan dasar lokal yang kaya zat besi dan vitamin C.  Daun kelor memiliki kandungan zat besi yang tinggi, namun karena rasa daunnya yang pahit sehingga perlu ditambahkan bahan pangan lain untuk meningkatkan daya terimanya. Penambahan jambu biji merah akan memberikan rasa yang enak untuk permen jelly ini. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan permen jelly daun kelor dan jambu biji merah sebagai alternatif camilan sehat yang bergizi dan memiliki daya terima yang baik. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 formulasi dan 2 kali ulangan. Penelitian ini menggunakan uji organoleptik dan uji kimia. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji post-hoc Bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antar formulasi dalam atribut warna, aroma, rasa, dan tekstur. Formulasi terbaik yaitu F1 (50 gram bubuk daun kelor dan 50 gram jus jambu biji merah) dengan karakteristik warna pink dan hijau agak pekat, aroma kuat, tekstur kenyal, dan rasa netral. Uji kimia pada formulasi F1 menunjukkan kadar zat besi 12,65 mg/g dan vitamin C 18,09 mg/g. Permen jelly daun kelor dan jambu biji merah dapat dijadikan solusi untuk mencegah anemia karena kandungan zat besi dan vitamin C yang terdapat pada permen tersebut.