Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Hubungan Pemberian Reward dengan Motivasi Kerja Perawat di Ruang Inap Rumah Sakit Kuswantoro, Edy; Kustriyani, Menik; Arifianto, Arifianto
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 3 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jini.v3i2.21366

Abstract

Nurses are the main key in a service. As a form of professional service, nursing is expected to improve the quality of the hospital in providing nursing care, be it promotive, preventive, curative and rehabilitative. By giving rewards aims to maintain the motivation of these employees so that they are always in good condition, so that the quality of hospital services increases. This research uses quantitative research, which is a non-experimental research with cross sectional design. The sample technique used in this study is Proportionate Random Sampling with a sample size of 102 respondents. Bivariate analysis was performed using the Rank Spearman Correlation test. The results of research and data analysis obtained Rho = 0,462 and ρ value of 0,000. The Rho value indicates that reward giving with work motivation is in moderate correlation strength with unidirectional correlation. The results of P value indicate that the hypothesis is accepted that there is a significant relationship between the provision of rewards and the work motivation of the nurses who work in the Inpatient Room of dr. Ario Wirawan Salatiga Hospital. Conclusion of this study indicate that there is a significant relationship between giving rewards and the work motivation of the nurses who work in the hospital room of dr. Ario Wirawan Salatiga. Abstrak Perawat menjadi kunci utama dalam sebuah pelayanan Sebagai bentuk pelayanan profesional, keperawatan diharapkan dapat meningkatkan mutu Rumah Sakit dalam memberikan asuhan keperawatan, baik itu bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative. Dengan pemberian reward bertujuan untuk menjaga motivasi pegawai tersebut supaya selalu dalam kondisi yang baik, sehingga mutu pelayanan Rumah Sakit meningkat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Proportionate Random Sampling dengan jumlah sampel 102 responden. Penelitian ini menggunakan alat ukur kuesioner pemberian reward dan motivasi kerja. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian dan analisis data diperoleh Rho = 0,462 dan p value sebesar 0,000 < 0. Nilai Rho tersebut menunjukkan bahwa pemberian reward dengan motivasi kerja berada dalam kekuatan korelasi sedang dengan arah korelasi yang searah. Hasil p value menunjukkan hipotesis diterima bahwa ada hubungan yang signifikan antara pemberian reward dengan motivasi kerja perawat pelaksana di Ruang Inap RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga. Simpulan hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan signifikan pemberian reward dengan motivasi kerja perawat pelaksana di Ruang Inap RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga. Dengan adanya reward yang jelas dapat mempengaruhi motivasi kerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan. Kata kunci : Perawat, reward, motivasi kerja
Pemberdayaan Masyarakat tentang Cara Perawatan Hipertensi dengan Menggunakan Manajemen Stres di Kalipancur Aini, Dwi Nur; Wirawati, Maulidta Karunianingtyas; Kustriyani, Menik; Arifianto, Arifianto; Mariyati, Mariyati; Noor, Mohammad Arifin
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i1.2677

Abstract

Fokus dari pelaksanaan PKM ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya kader kesehatan dalam melakukan deteksi dini stres dan meningkatkan kemampuan penderita hipertensi dalam melakukan pencegahan hipertensi dengan manajemen stres. Kader kesehatan dan perangkat RT merupakan orang yang berperan aktif dalam peningkatan derajat kesehatan di wilayah kelurahan Kalipancur khususnya di wilayah RT 05 RW X. Sesuai permasalahan yang dihadapi mitra tersebut, upaya yang dilakukan antara lain: pelatihan kader dalam melakukan deteksi dini stres, edukasi tentang perawatan hipertensi dengan menggunakan manajemen stres serta demonstrasi cara melakukan manajemen stres. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah mengajarkan kader tentang deteksi dini stres untuk meningkatkan kesehatan, khususnya kesehatan jiwa di masyarakat, khususnya di Kelurahan Kalipancur. Mengajarkan Kader, masyarakat dan penderita hipertensi cara melakukan pencegahan hipertensi dengan menggunakan manajemen stres. Selain itu terjadi sinergi antara kader, pelayanan kesehatan dan masyarakat dalam upaya pencegahan hipertensi dengan menggunakan manajemen stres. Peserta dalam kegiatan pengabdian ini berjumlah 25 orang yang terdiri dari kader kesehatan dan penderita hipertensi. Kegiatan evaluasi ini meliputi apakah peserta sudah paham tentang materi yang diberikan dengan menanyakan kembali materi yang telah disampaikan dan meminta peserta untuk melakukan demonstrasi cara melakukan relaksasi nafas dalam dan hypnosis 5 jari untuk menurunkan stress sebagai upaya perawatan hipertensi.
Hubungan tingkat morning sickness pada ibu primigravida trimester I dengan tingkat kecemasan suami di kelurahan Wonolopo kecamatan Mijen Semarang Kustriyani, Menik; Wulandari, Priharyanti; Chandra, Ade
MEDISAINS Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i1.1623

Abstract

Latar Belakang: Studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Mijen Semarang, didapatkan 17 pasangan suami istri dari ibu primigravida trimester I, diperoleh dari ibu primigravida trimester I semua pernah mengalami morning sickness, sedangkan pada suami rata-rata mengatakan cemas, kadang gelisah, dan waspada saat istri mengalami morning sickness. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan tingkat morning sickness pada ibu primigravida trimester I dengan tingkat kecemasan suami di Kelurahan Wonolopo kecamatan Mijen Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan survey analitik, dengan pendekatan waktu cross sectional, sampel diambil dengan teknik accidental sampling yang berjumlah 47 responden, data dikumpulkan melalui lembar kuesioner, dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan batas signifikan nilai alpha 0,05. Hasil: Hasil uji statistik diperoleh p = 0,002 Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara tingkat morning sickness pada ibu primigravida trimester I dengan tingkat kecemasan suami di Kelurahan Wonolopo Kecamatan Mijen Semarang.
Evaluation of sleep quality among chemotherapy-treated cancer patients Kustriyani, Menik; Prasetyorini, Heny
South East Asia Nursing Research Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/seanr.6.2.2024.50-55

Abstract

Cancer arises from a variety of diseases, injuries, benign tumors, lifestyle factors, and other issues. Approximately 50% of cancer patients experience sleep disturbances, such as insomnia and abnormal sleep cycles. This study aims to describe the sleep quality of cancer patients undergoing chemotherapy. Methodology: This quantitative research employs a descriptive approach, with consecutive sampling used to select participants. The sample consisted of 41 cooperative cancer patients undergoing chemotherapy who were capable of performing daily activities. Informed consent was obtained from respondents, and data were collected using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire. The results indicated that of the seven PSQI indicators, 54.4% of patients subjectively reported good sleep quality, 46.3% had a sleep duration of 5-6 hours, and 43.9% experienced a sleep latency of 30-60 minutes. Sleep efficiency of 75%-84% was identified, measuring the time spent in bed before falling asleep and the total sleep duration. Sleep disturbances were reported with scores of 10-18 by 51.2% of participants, and 43.9% consumed sleep medication once a week. Daytime dysfunction was scored at 1-2 by 41.5% of patients, who reported feeling drowsy 1-2 times during daytime activities and exhibited low to moderate enthusiasm while engaging in activities. In conclusion, poor sleep quality was observed among cancer patients undergoing chemotherapy.
PKM Komunikasi Efektif Orang Tua dan Anak dalam Pencegahan Perilaku Bullying pada Anak Arifianto, Arifianto; Mariyati, Mariyati; Aini, Dwi Nur; Kustriyani, Menik
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v7i1.158

Abstract

Setiap lingkungan memiliki masalah dengan perilaku Bullying pada anak. Peran Orang tua dalam melakukan komunikasi efektif pada anak dapat mencegah terjadinya perilaku Bullying pada anak. Tujuan kegiatan PKM adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan komunikasi efektif orang tua dan anak untuk mencegah terjadinya Bullying pada anak melalui pola asuh yang tepat. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan komunikasi efektif orang tua dan anak untuk mencegah terjadinya Bullying pada anak dengan diskusi, tanya jawab, dan simulasi. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan pada orang tua sebanyak 18 orang. Orang tua mempunyai peran yang sangat dibutuhkan dalam proses pembentukan karakter pada anak, sosok orang tualah yang akan dijadikan sebagai suri tauladan oleh anak dalam membentuk karakter anak dengan memberikan contoh kebiasaan hal yang baik dan berinteraksi dengan lingkunganya. Dengan  demikian  karakter yang ditanamkan orang tua sejak dini akan membentuk karakter anak yang baik, kuat, lebih berani, tidak takut dan lebih percaya diri. Kesimpulan dari kegaiatan PKM yaitu meningkatnya pengetahuan dan keterampilan komunikasi efektif orang tua dapat  mencegah  bullying  pada  anak melalui pola asuh yang tepat.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Penatalaksanaan Hipertensi Supriyanti, Endang; Kustriyani, Menik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i6.2849

Abstract

Prevalensi hipertensi di Indonesia tahun 2023 sebesar 30,8% mengalami penurunan dari tahun 2018 yaitu 34,1% akan tetapi masih terdapat kesenjangan antara penderita yang terdiagnosis hipertensi dan yang menjalani pengobatan atau kunjungan ulang ke fasilitas kesehatan. Meskipun ada penurunan prevalensi hipertensi, upaya lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan bahwa penderita hipertensi mendapatkan pengobatan dan perawatan yang tepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Hipertensi menjadi faktor disabilitas yang dialami oleh 22,2% penderita usia di atas 15 tahun. Kondisi tersebut membutuhkan peran kader kesehatan dalam penatalaksanaan hipertensi karena kader kesehatan sebagai perantara masyarakat dengan tenaga kesehatan. Kader kesehatan perlu diberikan pelatihan tentang penatalaksanaan hipertensi. Penatalaksanaan hipertensi mencakup berbagai upaya, baik non-farmakologis (terapi gaya hidup) maupun farmakologis (penggunaan obat). Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologi hipertensi meliputi senam hipertensi dan relaksasi autogenik. Tujuan dan sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan penatalaksanaan hipertensi pada kader kesehatan di RW 09 Kelurahan Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Metode yang digunakan pelatihan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang hipertensi dan pelatihan tentang senam hipertensi serta relaksasi autogenik. Hasil pengabdian masyarakat didapatkan 75% peserta pengetahuan tentang hipertensi baik, mampu melakukan senam hipertensi dan relaksasi autogenik dengan benar, menerapkan dalam kehidupan srehari-hari dan menginformasikan pada masyarakat saat kegiatan posbindu.
Impact of Pelvic Muscle Exercises on Productive Women’s Health: A Systematic Review Duong, Linh Thuy; Kustriyani, Menik
South East Asia Nursing Research Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/seanr.5.4.2023.15-18

Abstract

Pelvic muscle exercises (PMEs), often referred to as Kegel exercises, are a non-invasive intervention aimed at strengthening the pelvic floor muscles, which play a crucial role in various aspects of women’s reproductive and sexual health. This systematic review evaluates the impact of PMEs on the health of productive women, specifically focusing on the prevention and treatment of urinary incontinence, improvement of sexual function, and overall quality of life. A comprehensive literature search identified 20 studies that met the inclusion criteria. The review suggests that PMEs are effective in improving pelvic floor muscle strength, reducing the incidence and severity of urinary incontinence, enhancing sexual satisfaction, and improving quality of life in productive women. However, further research is needed to standardize PME protocols and assess their long-term benefits
Efek Terapi Menulis Ekspresif Terhadap Kecemasan Pasien Yang Menjalani Hemodialisa Restuning Prihati, Dyah; Juanmita, Monica; Kustriyani, Menik
Jurnal Keperawatan Duta Medika Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan Duta Medika
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/dutamedika.v5i1.4266

Abstract

Introduction: Psychological impact is the most felt impact by patients undergoing long-term hemodialysis. Anxiety about their incurable illness, fear of death, financial problems, difficulty in maintaining employment, impaired self-image, limited social activities because patients must undergo hemodialysis therapy. Expressive writing therapy is an action to express one's feelings and ideas about an event or painful emotional experience. Objectives: This study aims to analyze the level of anxiety of hemodialysis patients after being given expressive writing therapy intervention. Methods: This research method is quantitative quasi-experimental with one group pre-posttest design with 28 respondents. The anxiety level measurement tool uses the STAI (State-Trait Anxiety Inventory) Questionnaire. The statistical test used is the Wicolxon test. Results: The results showed that most respondents experienced mild anxiety levels of 16 respondents (57.1%), while after expressive writing therapy most had mild anxiety levels of 17 respondents (61%). The p-value of the Wilcoxon test 0.000 is less than ? (0.05), there is an effect on the level of anxiety of hemodialysis patients before and after expressive writing therapy is applied. Conclusions: The results of this study are used as evidence based in carrying out non-pharmacological interventions in dealing with anxiety in patients undergoing hemodialysis.
Systematic Review on Clinical Authority of Nurses Worldwide Yanto, Arief; Kustriyani, Menik
South East Asia Nursing Research Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/seanr.5.1.2023.33-38

Abstract

Background: The clinical authority of nurses is a critical aspect of healthcare delivery that influences patient outcomes and the overall effectiveness of health systems. This systematic review aims to synthesize recent evidence regarding the implementation of clinical authority among nurses worldwide. Methods: A comprehensive literature search was conducted across multiple databases, focusing on peer-reviewed articles published between 2018 and 2022. Studies were selected based on their relevance, methodological quality, and focus on clinical authority in nursing practice. Results: The review identified key themes, including the impact of clinical authority on patient care, the role of education and training, and the challenges faced by nurses in exercising their authority. Evidence consistently showed that empowering nurses with clinical authority leads to improved patient outcomes and satisfaction. Conclusions: The effective implementation of clinical authority in nursing is essential for optimizing patient care. Healthcare systems should prioritize policies that support the empowerment of nurses in clinical decision-making.
Hubungan Sikap dan Posisi Kerja Perawat dengan Kejadian Low Back Pain pada Perawat di Rawat Inap Rahayu, Risma Budi; Kustriyani, Menik; Winarti, Rahayu
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2364

Abstract

Bekerja di rumah sakit mengharuskan perawat untuk tetap pada posisinya, membungkuk pada saat mendorong pasien, memasang infus, dan mengukur tanda-tanda vital. Posisi tubuh yang tidak ergonomis saat melakukan pekerjaan merupakan salah satu penyebab low back pain pada perawat. Nyeri yang terjadi karena sikap dan posisi kerja yang tidak ergonomi dalam menangani pasien. Tujuan dalam penelitian ini mengetahui bagaimana hubungan sikap dan posisi kerja perawat dengan kejadian low back pain pada perawat di ruang rawat inap RSUD dr.Gondo Suwarno Ungaran. Jenis penelitian Kuantitatif desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah perawat rawat inap yang berada di ruangan alamanda dan mawar. Teknik sampling yang digunakan simpel random sampling, sampel 36 responden. Uji bivariat yang digunakan uji Spearman rank correlation. Penelitian ini sudah melalui uji etik dengan nomer 58/EC-LPPM/UWHS/VII 2023. Hasil penelitian didapatkan perawat memiliki sikap dan posisi kerja risiko rendah 63,9% dan kejadial low back pain dengan kategori disabilitas minimal 72,2%. Berdasarkan hasil uji rank spearman didapatkan nilai p-value = 0,003, didapatkan hasil korelasi 0,476 dengan arah korelasi positif sikap dan posisi kerja perawat pada level resiko semakin rendah maka low back pain pada perawat disabilitasnya minimal.