Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Effect Combine DrillOn Increasing Passing In 14 Year OldPlayers Ssb Gerdu Papak Plandi Pungky, Roy; Kurniawan, Wing Prasetya; Himawanto, Wasis
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 2 No. 02 (2024): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v2i02.2024_P94-103

Abstract

This research is based on the researcher's observations and experience that the 14-year-old SSB Gerdu Papak Plandi Jombang soccer player has not mastered the down-passing technique well. SSB coach Gerdu Papak Plandi Jombang, assisted by researchers, found a solution to correct passing technique errors. The average player's lower passes are less accurate and do not pay attention to technique. This research used a quantitative approach with the subject being a 14-year-old SSB Gerdu Papak Plandi player, using an under-the-ball passing test. The results of the research show that the combination of passing drill training has a significant influence on players' passing skills, with a calculated t value of 2.086 > t table 1.724 and a significant value of 0.009 < 0.05, as well as a percentage increase of 17.87%. In conclusion, there is a significant effect of combination passing training on the passing skills of 14-year-old soccer players at SSB Gerdu Papak Plandi Jombang.
Representation of Motor Movements of Elementary School Students in the Lower Grades of Nusantara University Laboratory PGRI Kediri Himawanto, Wasis; Kholis, Moh. Nur; Zawawi, M. Anis
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 2 No. 02 (2024): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v2i02.2024_P173-180

Abstract

This research investigates the motor movement abilities of elementary school students at the Nusantara University PGRI Kediri Laboratory Elementary School using t-score conversion and norm categorization into five categories. Of the 146 students studied, the results showed that the distribution of motor skills included 33% of students in the "Poor" category, 44% in the "Medium" category, 11% in the "Good" category, and 13% in the "Very Good" category, with no students which falls into the "Very Poor" category. Analysis using t-score shows an average value of 152.4478 with significant variation (SD = 17.9229). This study confirms the importance of comprehensive evaluation and accurate statistical methods in understanding and improving students' motor skills in elementary education.
Kecemasan Atlet Panjat Dinding Sebelum Pertandingan Pada Event Green Campus Wall Climbing Competion Tahun 2023 Al Farid, Khabib; Kurniawan, Wing Prasetya; Himawanto, Wasis
Journal of Physical Activity and Sports (JPAS) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : YLPK Mahardhika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of preparing this research is to find out whether there is a feeling of anxiety experienced by a wall climbing athlete before a competition, with the method used, namely a survey, including quantitative descriptive research. The respondent in this study was a student or high school level athlete whose age range was around 16 to 18 years with a total of 53 respondents. Because the sample in this study had a population of 53 people, less than 100 people, the number of samples was taken as a whole or census technique. Researchers, to collect data, researchers distributed questionnaires that had previously been validated and afterwards analyzed using simple linear analysis in the SPSS 16 application. Based on After collecting and processing the data, the researcher got the results, namely that before the match (Y), the significant value was 0.000, because the probability of 0.000 < 0.05, H? was rejected and H? was accepted. It can be concluded that there is anxiety felt by wall climbing athletes before the competition at the 2023 Green Campus Wall Climbing Competition Event.
The Effect Of Massed Practice And Distributed Practice Methods Practice Method In Terms Of Arm Muscle Strength Training On The Accuracy Of Passing Down The Ball Zam-Zami, Zulfi Nizar; Himawanto, Wasis; Harmono, Setyo
Journal Coaching Education Sports Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/fff51986

Abstract

This research aims to determine: 1) the impact of Massed Practice and Distributed Practice training methods on enhancing the accuracy of volleyball underhand passes, 2) the difference in underhand passing accuracy between students with high and low arm muscle strength, and 3) the interaction effect of training methods and arm muscle strength on the accuracy of volleyball smashes. The study employs a quantitative approach with experimental techniques and data collection through tests. The population consists of male students from class IX at SMPN 1 Pucanglaban Tulungagung, with a sample size of 30 selected through purposive random sampling. Data analysis was conducted using t-tests and ANOVA tests. The results are as follows: 1) There is a significant difference in the impact of Massed Practice and Distributed Practice training methods on improving the accuracy of volleyball underhand passes. This is evidenced by the t-test results showing a significance value of 0.011, which is less than the 0.05 threshold, leading to the acceptance of the null hypothesis (Ha). 2) There is no significant difference in underhand passing accuracy between students with high and low arm muscle strength. The t-test results indicate a significance value of 0.336, which is greater than 0.05, leading to the rejection of the null hypothesis (Ha). 3) There is a significant interaction effect between training methods and arm muscle strength on the accuracy of volleyball smashes. The calculation results yield a significance value of 0.006, which is less than 0.05, indicating the acceptance of the null hypothesis (Ha).
PENGARUH PEMBELAJARAN LOKOMOTOR TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK PADA ANAK KELAS I TUNAGRAITA (C1) SLB PUTERA ASIH KOTA KEDIRI Bekti, Ruruh Andayani; Himawanto, Wasis
Efektor Vol 2 No 2 (2015): Efektor Vol 2 No 2 Tahun 2015
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.915 KB) | DOI: 10.29407/e.v2i2.84

Abstract

Pendidikan jasmani yang diberikan pada anak-anak tunagraita masih banyak memerlukan perhatian khusus mengingat meraka mempunyai keterbatasan gangguan dan kekurangan dalam bidang motorik, kecerdasan di bawah rata-rata, gangguan emosi, adaptasi sosial kurang baik, dan kesegaran jasmani kurang baik sehingga kelincahannya juga kurang baik, seharusnya banyak diberikan pembelajaran gerak. Garak dasar yang diberikan pada siswa tunagraita tidak mudah seperti yang dilakukan pada anak-anak normal karena dengan keterbatasan yang dimiliki diharapkan meraka dapat melatih gerak motoriknya, pemilihan pembelajaran lokomotor ini ditekankan pada gerak dasar memindahkan badannya mengingat subjek dalam penelitian ini adalah anak tugraita sedang (C1) kelas I yang masih mempunyai keterbatasan dalam menirukan gerakan. Penelitian ini dilatarbelakangi atas pengamatan peneliti di sekolah luar biasa dan memperhatikan kurikulum kelas I anak tunagraita sedang (C1) yang memiliki ciri penekanan pada keterampilan gerak dasar. Gerak dasar yang harus diberikan diantaranya gerak lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif, mengingat dalam penelitian ini adalah anak kelas I yang masih perlu bantuan untuk melakukan gerakan, maka peneliti memilih gerak lokomotor yang bisa disebutkan seperti gerakan berjalan, berlari, dan melompat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) bagaimana dinamika perkembangan gerak motorik pada anak tunagrahita sedang (C1) kelas I SLB Putera Asih Kota Kediri selama diberikan pembelajaran lokomotor?; 2) bagaimana pengaruh pembelajaran lokomotor terhadap kemampuan motorik anak tunagrahita kelas I (C1) SLB Putera Asih Kota Kediri?. Lokasi penelitian ini adalah di SLB Putera Asih Kota Kediri dengan purposive sampling. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif yaitu dengan model campuran. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat disimpulkan bahwa dalam dinamika perkembangan gerak dasar siswa kelas I/C1 SLB Putra Asik Kota Kediri tergambar bahwa selama proses pembelajaran berlangsung, kemampuan penyerapan informasi lambat. Dalam berkomunikasi mereka kurang lancar dan mudah terpengaruh oleh keadaan sekitar. Dalam hal ini faktor inteligensi, kondisi fisik, adaptasi sosial anak, gangguan emosi dan lingkungan sangat berpengaruh. Tidak mudah memberikan keterampilan motorik jika pengajar tidak berlatar belakang pendidikan jasmani.Penelitian Pengaruh Pembelajaran Pengaruh Pembelajaran Lokomotor Terhadap Kemampuan Motorik Pada Anak Kelas I Tunagraita (C1) SLB Putera Asih Kota Kediri memberikan pengaruh terhadap perkembangan motorik anak tunagrahita. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan kemampuan motorik anak Tunagrahita selama melaksanakan pembelajaran gerak dasar.
Identifikasi fisik dominan atlet renang melalui program tes parameter di PRSI Kabupaten Tulungagung Budiman Agung Pratama; Setyo Harmono; Sulistiono Sulistiono; Wasis Himawanto; Atrup Atrup; Surawan Surawan
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v1i22021p189-197

Abstract

Pada olahraga renang ada beberapa komponen kondisi fisik dominan yang harus diketahui, sedangkan mitra belum memiliki data kondisi fisik dominan atlet yang dibina kususnya atlet renang dalam persiapan menuju event Porprov 2022. Tujuan pada kegiatan pengabdian masyarakat yakni melakukan analisa kondisi fisik dominan atlet renang. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat yakni tes kondisi fisik atlet renang, intrumen tes yang digunkana terdapat 10 komponen item tes, data dianalisis menggunakan rata-rata dan persentase. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat analisis kondisi fisik atlet putra dan putri yang dipersiapkan untuk event Porprov 2022 menujukkan bahwa 72% atlet memiliki kemampuan kurang, 28% cukup, sedangkan kurang sekali, baik dan baik sekali masing-masing meliliki persentase 0%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kondisi fisik atlet putra dan putri yang dipersiapkan untuk event Porprov 2022 memiliki kemampuan kondisi fisik kurang.
Sosialisasi Sport Massage bagi Pelatih Olahraga sebagai Pencegahan dan Rehabilitasi Cedera Olahraga Junaidi, Slamet; Puspodari; Himawanto, Wasis; Atrup; Zawawi, M. Anis; Koestanto, Susilaturochman Hendrawan; Guswantoro, Wigih
INSAN CENDEKIA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): INSAN CENDEKIA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/ic.v2i3.660

Abstract

Sport massage penting sekali bagi seseorang yang bergerak dibidang keolahragaan, kesehatan, serta pada usaha rehabilitasi penderita cacat. Termasuk para pelatih di klub-klub olahraga dan pusat latihan olahraga, perlu menguasai pengetahuan tentang sport massage, baik pengetahuan teori maupun penguasaan keterampilan dalam praktek. Sebab sport massage penting bagi olahragawan asuhannya di dalam usaha meningkatkan dan mempertahankan kondisi fisik serta prestasinya. Para pelatih olahraga dalam menjalankan kegiatan melatih atau mendampingi atlet bertanding seringkali menemui berbagai kejadian hingga cedera pada atlet. Mengingat kondisi yang sering ditemui maka kiranya sangat penting bagi pelatih olahraga untuk lebih memahami sport massage. Hal tersebut terjadi saat di mana seorang tenaga masseur tidak selalu berada di dekat atlet yang sedang berlatih atau bertanding. Multi peran antara melatih dan kemampuan sport massage yang dimiliki oleh seorang pelatih sementara ini sangat terbatas sehingga dalam upaya pencegahan cedera bagi atlet sangat menggantungkan kepada tenaga masseur. Seorang pelatih yang selalu berada di samping atlet saat latihan atau pertandingan diharapkan memiliki persepsi positif terhadap sport massage sehingga dengan kegiatan Sosialisasi Sport massage bagi pelatih olahraga sebagai pencegahan dan rehabilitasi cedera diharapkan dapat menumbuhkan minat atau rasa tertarik untuk mempelajari ilmu sport massage untuk meningkatkan kemampuan khususnya sport massage dalam penanganan cedera olahraga.
Identification of Sport Talent Scouting for New Students of Physical Education Study Program Puspodari, Puspodari; Lusianti, Septiyaning; Himawanto, Wasis; Irianto, Sony
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 2 No. 04 (2024): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v2i04.2024_P374-381

Abstract

Sport is an activity that moves the body for various purposes, such as hobbies, losing weight, and achieving achievements. However, national sporting achievements still lag behind Asian countries such as China, Japan, Korea, Thailand and Vietnam, which are now a big threat at the SEA Games. This lag shows the need to improve the national sports development system, including the development of talented athletes. In the modern era, the selection of talented athletes is carried out using relevant test methods, such as the Australian Sport Search. This method helps identify talent based on anthropometric aspects and physical abilities, making it easier to determine potential and interest in sports from an early age. Talent development is the process of discovering individual potential, such as intelligence, skills and innate traits, to analyze opportunities in certain sports. With proper coaching, talented individuals can be developed into potential athletes who are able to reach peak achievements, supporting the progress of national sports.
PELATIHAN KOLABORASI TARI WAROK DAN JURUS TUNGGAL PENCAK SILAT Wasis Himawanto; Setyo Harmono; Moh. Nur Kholis; Mokhammad Firdaus; Ellang Dafa Novan Sahara; Muhammad Layyinul Mushthofa
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdikmas
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/abdikmas.v2i1.616

Abstract

Pencak silat merupakan ilmu yang tidak bisa dipisahkan dari sosok warok ponorogo, karena unsur dalam tarian warok terdapat gerakan beladiri yang biasanya dibawakan dalam pentas pertunjukan reyog. Pencak silat adalah olahraga beladiri asli budaya Indonesia yang mengedepankan unsur seni, penampilan keindahan gerakan serta inti ajaran bela diri dalam pertarungan. Grup reyog singo mudho terate dari Kabupaten Pacitan adalah salah satu grup reyog dengan Basis organisasi yang menaungi organisasi pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate. Melalui Kegiatan Pelatihan Kolaborasi Tari Warok Dan Jurus Tunggal Pencak Silat untuk mencapai tujuan kegiatan Adanya gerakan kreasi baru dalam pegelaran tari reog ponorogo yang khususnya pada tari warok yang sudah di kolaborasikan pada gerakan pencak silat pada jurus baku tangan kosong dan terciptanya pakem pada tari warok. metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah Melakukan kegiatan pendidikan, pelatihan dan praktek melalui cara didampingi dan dibimbing oleh narasumber yang merupakan bagian pengusul program PKM sesuai keahlian jika menyangkut spesifik pelatihan tetapi semua narasumber hadir dalam kegiatan pelaksanaan program dibantu mahasiswa yang dilibatkan. Kegiatan semacam ini hendaknya dilaksanakan rutin harapanya agar terciptanya pakem pada tari warok dengan menambah atau memodifikasikan dengan gerakan jurus-jurus pada pencak silat. Abstract Pencak silat is a science that cannot be separated from the figure of warok ponorogo, because the elements in the warok dance are martial arts movements which are usually performed in reyog performances. Pencak silat is a martial arts sport native to Indonesian culture that puts forward elements of art, the appearance of beauty in movement and the core teachings of martial arts in combat. The Singo Mudho Terate Reyog Group from Pacitan Regency is one of the Reyog groups with an organizational base that houses the martial arts organization Setia Hati Terate Brotherhood. Through Collaborative Training Activities of Warok Dance and Pencak Silat Single Kick to achieve the objectives of the activity.There is a new creative movement in the reog ponorogo dance performance, especially in the warok dance which has been collaborated in the pencak silat movement in bare-handed stances and the creation of standards in warok dance. The method of implementing community service used is carrying out educational, training and practical activities through being accompanied and guided by resource persons who are part of the PKM program proposer according to their expertise when it comes to specific training but all resource persons are present in program implementation activities assisted by the students involved. This kind of activity should be carried out regularly in the hope that the standard of warok dance will be created by adding or modifying it with moves in pencak silat.
Pengembangan Permainan Tradisional Gedang (Gedrik Egrang) Pada Siswa SD Laboratorium UNP Kediri: Development of the Traditional Game Gedang (Gedrik Egrang) for Elementary School Students at the UNP Kediri Laboratory School Sebastian, Rizal Agus; Puspodari; Pratama, Budiman Agung; Himawanto, Wasis
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 3 No. 01 (2025): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v3i01.2025_P24-33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan permainan tradisional Gedang (Gedrik Egrang) sebagai inovasi pembelajaran pendidikan jasmani yang menyenangkan dan edukatif, khususnya untuk siswa SD Laboratorium UNP Kediri. Permainan ini merupakan modifikasi dari permainan Gedrik dan Egrang, yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar, seperti keseimbangan, koordinasi, dan kelincahan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model Borg & Gall. Proses pengembangan meliputi identifikasi kebutuhan, desain produk, validasi ahli, uji coba skala kecil, dan uji coba skala besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan Gedang yang merupakan modifikasi dari permainan Gedrik dan Egrang diterima dengan baik oleh siswa, dengan tingkat kelayakan mencapai 96% berdasarkan validasi ahli materi dan 98% berdasarkan validasi ahli media. Permainan ini terbukti mampu meningkatkan minat siswa terhadap olahraga tradisional dengan hasil uji coba skala besar menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 83%.