Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Indonesian Journal of Community Services

Peningkatan Pengetahuan tentang Keputihan dan Pemeriksaan Sekret Vagina sebagai Upaya Pencegahan Kejadian Bakterial Vaginosis pada Wanita Usia Produktif Rahayu, Rahayu; Masfiyah, Masfiyah; Soraya, Yulice; Hapsari Putri, Indri; Intisari, Dewi
Indonesian Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.5.2.156-163

Abstract

Mikroflora normal vagina merupakan faktor kesehatan yang penting bagi wanita. Penurunan jumlah Lactobacillus spp berhubungan dengan perubahan flora vagina dan pertumbuhan mikroorganisme patogen sehingga menyebakan infeksi pada vagina. Bakterial Vaginosis merupakan gangguan pada mikoflora vagina dimana secara normal didominasi oleh Lactobacillus spp. Pada studi cross sectional, terdapat hubungan yang signifikan antara bakterial vaginosis dengan banyak infeksi menular seksual termasuk Gonore, infeksi Chlamydia, Trichomoniasis dan HIV. Data pada kelompok pekerja wanita cleaning service di RS Islam Sultan Agung Semarang menunjukkan sebagian besar berusia 20– 40 tahun. Pendidikan terakhir terbanyak adalah SMA (68,9%). Usia pernikahan terbanyak adalah > 5 tahun – 10 tahun (37,9). Sebanyak 48,2 % peserta belum pernah mendapatkan informasi tentang keputihan sebelumnya. Pengetahuan tentang keputihan fisiologis dan patologis belum banyak dimengerti oleh masyarakat khususnya dalam hal ini adalah pekerja cleaning service. Kegiatan yang diusulkan sebagai solusi adalah pemberian penyuluhan tentang keputihan dan pemeriksaan sekret vagina untuk deteksi awal bakterial vaginosis. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terdapat sebanyak 25 dari 29 peserta (86,2%) mengalami peningkatan pengetahuan tentang keputihan. Dari hasil pemeriksaan sekret vagina didapatkan hasil sebanyak 26 peserta memiliki pH normal (3-4), sedangkan sebanyak 3 peserta memiliki hasil pH > 4,5 dan mengalami bakterial vaginosis. Normal vaginal microflora is an important health factor for women. The decrease in the number of Lactobacillus spp is associated with changes in the vaginal flora and the growth of pathogenic microorganisms that cause vaginal infections. Bacterial Vaginosis is a disorder of the vaginal microflora which is normally dominated by Lactobacillus species. In a cross-sectional study, there was a significant association between bacterial vaginosis and many sexually transmitted infections including Gonorrhea, Chlamydia infection, Trichomoniasis and HIV. Data on the group of cleaning service workers at the Sultan Agung Islamic Hospital in Semarang shows that most are 20–40 years old. Most recent education is high school (68.9%). The most age of marriage is > 5 years – 10 years (37.9). As many as 48.2% of participants had never received information about vaginal discharge before. Knowledge about physiological and pathological leucorrhoea is not widely understood by the public, especially in this case cleaning service workers. Activities proposed as a solution are the provision of counseling about vaginal discharge and examination of vaginal secretions to detect early bacterial vaginosis. The result of this community service activity was that 25 of the 29 participants (86.2%) experienced an increase in knowledge about vaginal discharge. From the results of vaginal secretion examination, it was found that 26 participants had a normal pH (3 -4), while 3 participants had a pH > 4.5 and experienced bacterial vaginosis.
Peningkatan Pengetahuan tentang Bakterial Vaginosis sebagai Faktor Risiko Kanker Serviks pada Wanita Usia Reproduktif Rahayu, Rahayu; Masfiyah, Masfiyah; Dina, Fatmawati; Stefani, Harumsari
Indonesian Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2024): May 2024
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.6.1.50-56

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker keempat terbanyak pada wanita di seluruh dunia. Infeksi persisten HPV merupakan faktor risiko utama untuk terjadinya kanker serviks. Tingginya angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia disebabkan karena 95% wanita tidak menjalani pemeriksaan secara dini sehingga menyebabkan keterlambatan diagnosis dari kanker serviks dan menurunkan harapan hidup wanita. Kasus kanker serviks di Kota Semarang masih menunjukan angka yang cukup tinggi yaitu sebagai kanker terbesar kedua setelah kanker payudara serta merupakan wilayah dengan kasus kanker serviks tertinggi di provinsi Jawa tengah yaitu sebanyak 406 kasus. Sejauh ini program pencegahan kanker serviks terbatas pada pencegahan penyakit menular seksual, belum banyak yang menghubungkan dengan bakterial vaginosis. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang Bakterial Vaginosis sebagai Faktor Risiko Kanker Serviks pada wanita usia reproduktif. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan upaya pencegahan terjadinya kanker serviks di Kota Semarang. Metode dari pengabdian ini adalah dengan penyuluhan dengan sasaran pasien wanita usia subur di Puskesmas Pandanaran dan Halmahera. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan responden yang di tandai dengan 95% peserta memiliki nilai diatas 50 setelah mendapatkan penyuluhan. Cervical cancer is the world's fourth most common malignancy among women. Cervical cancer is greatly increased by persistent HPV infection. The high death rate from cervical cancer in Indonesia is caused by 95% of women failing to get early inspection, resulting in cervical cancer detection delays and a reduction in women's life expectancy. Cervical cancer cases remain quite high in Semarang City, namely as the second most common cancer after breast cancer and as the area with the highest cervical cancer cases in Central Java province. Cervical cancer prevention initiatives have thus far been focused to avoiding sexually transmitted illnesses, with little focusing on bacterial vaginosis. The purpose of this service is to raise awareness of Bacterial Vaginosis as a Risk Factor for Cervical Cancer among women of reproductive age. It is hoped that these measures will help to strengthen efforts to prevent cervical cancer in Semarang. This treatment is provided through counseling to female suburban patients at the Pandanaran and Halmahera Community Health Centers. This community service activity resulted in an increase in respondents' knowledge, as seen by 95% of participants rating above 50 after getting counseling.