Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Alternatif Perawatan Hairy Tongue (Laporan Kasus) DICKY SURYA NUGRAHA; Nendika Dyah Ayu Murika Sari
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v4i2.1380

Abstract

Abstrak Latar belakang. Hairy tongue merupakan kelainan pada dorsal lidah yang mengalami pertumbuhan papilla filiformis berlebih. Tampilan klinisnya seperti rambut karena akumulasi keratin pada papilla filiformis dorsal lidah yang memiliki warna bervariasi dari putih kekuningan hingga coklat kehitaman. Etiologi hairy tongue belum diketahui secara pasti namun ada faktor predisposisi yang berperan antara lain, oral hygiene yang buruk, edentulous gigi anterior, kebiasaan merokok serta sering mengonsumsi kopi atau teh. Laporan kasus ini menjelaskan mengenai alternatif perawatan hairy tongue dengan menggunakan tongue scraper (pembersih lidah). Laporan kasus. Laki-laki berusia 38 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Soelastri UMS mengeluhkan lidah terasa tebal dan mengganjal dirasakan sejak 10 tahun yang lalu. Pemeriksaan objektif, menunjukkan adanya pemanjangan papilla pada dorsum lidah, berwarna coklat, dapat dikerok, berbentuk ireguler, berkuran 6x9cm asimptomatik. Diagnosis dari kasus tersebut adalah hairy tongue. Perawatan untuk kasus ini adalah penggunaan tongue scraper dan obat kumur chlorhexidine gluconate 0,2%. Simpulan. Perawatan laporan kasus ini dinyatakan berhasil, dimana pasien tidak mengeluhkan rasa mengganjal pada lidahnya dan pasien merasa nyaman pasca perawatan. Kata Kunci : Hairy tongue, papilla filiformis, pembersih lidah
Peluang dan Tantangan Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka pada Prodi Kedokteran Gigi Dendy Murdiyanto; Nilasary Rochmanita Suparno; Nendika Dyah Ayu Murika Sari; Ikmal Hafizi; Juwita Raditya Ningsih; Aprilia Yuanita Anwaristi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan kebijakan yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk menghadapi revolusi 4.0. Mahasiswa dapat mengambil SKS di luar perguruan tinggi. Prodi Kedokteran Gigi memiliki ilmu yang membutuhkan body of knowledge yang baik dan rigid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peluang dan tantangan implementasi MBKM di Kedokteran Gigi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Metode yang digunakan adalah survei deskriptif. Jumlah responden adalah 17 dosen tetap FKG UMS dan 346 mahasiswa S1 FKG UMS. Hasil penelitian adalah pengetahuan dosen tentang kebijakan MBKM masih kurang dan jumlah SKS yang dapat dikonversikan adalah kurang dari 10 SKS. Mahasiswa juga belum menyiapkan diri untuk menjadi bagian dalam kegiatan MBKM. Kesimpulannya adalah MBKM jika diterapkan di FKG UMS memerlukan penyesuaian kebijakan sehingga tidak mengurangi waktu pembelajaran dan mempengaruhi capaian pembelajaran lulusan mahasiswa.
GEOGRAPHIC TONGUE WITH BURNING MOUTH SYNDROME (CASE REPORT) Nendika Dyah Ayu Murika Sari; Rochman Mujayanto
Odonto : Dental Journal Vol 8, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.203 KB) | DOI: 10.30659/odj.8.2.18-24

Abstract

ABSTRACTBackground: Geographic tongue is a condition that involves the dorsal surface of the tongue. This condition is usually painless, but in some cases, it may be accompanied by a burning sensation.The cause is unknown, but it is thought to be related to heredity, hormonal imbalances, allergies, and anemia. The aim of this study is to describe the geographic tongue, which is associated with burning mouth syndrome. Procedure: A 23-year-old woman came to RSIGM Sultan Agung Semarang with the chief complaint of fissure front tongue and moving spots, which made her sore when eating spicy food. According to the findings of the investigations, the MCV and MCH values were low, while the total IgE level was higher than normal. Geographic tongue with burning mouth syndrome et causa allergy and iron deficiency were the diagnoses in this case. The treatment for this condition is iron containing vitamins. Conclusion: More investigation is required to determine the correct diagnosis, etiology, and treatment. Iron supplements can support to reduce the complaints. As a follow-up management of allergic conditions and iron deficiency, some more examinations by dermatologist and internist are required.
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN JAMBU METE (Anacardium Occidentale L) TERHADAP PERTUMBUHAN Aggregatibacter Actinomycetemcomitans PADA GINGIVITIS - In Vitro Nendika Dyah Ayu; Recita Indraswary; Sandy Christiono
Odonto : Dental Journal Vol 1, No 1 (2014): July 2014
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.389 KB) | DOI: 10.30659/odj.1.1.44-48

Abstract

Background: Aggregatibacter actinomycetemcomitans found in plaque that will be the primary cause of gingivitis. Extract of Anacardium occidentale L leaves contains antibacterial substances which can help to preserve the health of the teeth. This research purposed to ensure the effectiveness of antibacterial effect in extract of Anacardium occidentale L leaves to Aggregatibacter actinomycetemcomitans growth in gingivitis. Method: The research was conducted using the extract of Anacardium occidentale L leaves concentration of 5%, 16%, 32%, 40%, 60%, 80%,96%, aquades as control negative, metronidazole as control positive. The making extracts of Anacardium occidentale L leaves was done by maceration method. And then the extract tested by sinks diffusion method, one petri disk have a sink, with 3 times repetition, incubated for 24 hours and measured its radical zone with a caliper. Result: The radical zone average of Anacardium occidentale L leaves extract concentration of 5%, 16%, 32%, 40%, 60%, 80%, 96% respectively is 4.47 mm, 12.04 mm, 5.80 mm, 6.55 mm, 6.85 mm,7.20 mm, 8.05 mm. There were differences with One Way Anova in the groups treated with significance of 0.000. Conclusion: According to the research concluded that there is antibacterial potency in extract of Anacardium occidentale L leaves to bacterial growth of Aggregatibacter actinomycetemcomitans. 
Treatment of ulcers in traumatic injuries in children with gauze impregnated with chlorhexidine gluconate 2% Nendika Dyah Ayu Murika Sari; Putri Kusuma Wardani Mahendra
Journal of Holistic Nursing Science Vol 10 No 2 (2023): July - December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/nursing.v10i2.8954

Abstract

Background: The basement membrane of the labial mucosa in children has a thin, delicate structure and is prone to trauma. Trauma can cause hyperemia, edema, epithelial desquamation, erosion, or ulceration, depending on the duration and intensity of the injury. Treatments to reduce pain in ulcers include the use of mouthwash and topical drugs such as corticosteroids, anesthetics, anti-inflammatories, and chlorhexidine gluconate. The aim of this paper is to report on the use of 2% Chlorhexidine gluconate gauze as a treatment for ulcers in children caused by traumatic injuries. Case Report: A 5-year-old girl came with her mother with complaints of swollen lips, pain, and a fussy child. Based on the results of the alloanamnesis, it was known that two days ago the child fell and hit the floor while playing at school. The objective examination revealed the presence of multiple yellowish-brown ulcers measuring about 5 mm on the superior and inferior labial mucosa, with brown crusted edges and edema. The treatment in this case is to apply gauze moistened with 2% chlorhexidine gluconate twice a day. Result of the Treatment: Seven days after treatment, the wound was completely healed. Conclusion: Treatment of labial mucosal ulcers in traumatic injuries can be done by applying gauze moistened with 2% chlorhexidine gluconate.
MEWUJUDKAN GERAKAN SADAR SEHAT PADA ANAK MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT Aprilia Yuanita Anwaristi; Nendika Dyah Ayu Murika Sari; Cahyani Cahyani; Morita Sari; Ikmal Hafizi; Nur Ariska Nugrahani; Gusti Dhika Zafira
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v3i2.2555

Abstract

Aspek kesehatan Anak Usia Dini yang perlu diperhatikan salah satunya adalah kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan UKGS belum pernah dilakukan di SD Negeri Krikilan Dua, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Guru dan siswa belum pernah mendapatkan materi pelatihan tentang cara menyikat gigi yang benar untuk menjaga kesehatan gigi pada saat pandemi covid 19. Tujuan kegiatan ini adalah terciptanya gerakan masyarakat sadar sehat pada anak terutama pada kesehatan gigi selama pandemi covid-19. Metode penyuluhan dilakukan dalam beberapa tahap meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kesadaran akan kesehatan gigi pada anak sekolah dasar selama pandemi adalah kurang, dikarenakan program UKGS juga tidak dapat berjalan dengan baik. Penyuluhan cara menyikat gigi yang benar untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut mampu meningkatkan pengetahuan anak-anak sekolah dasar dari yang berpengetahuan kurang menjadi baik dan sangat baik. Upaya lanjutan perlu dilakukan misalnya dengan sikat gigi bersama dan cek kesahatan gigi oleh tim penyuluh.
Speech Disorder in Anterior Open Bite (AOB): Systematic Review: Speech Disorder pada Anterior Open Bite (AOB): Systematic Review Sari, Nendika Dyah Ayu Murika; Utomo, Rinaldi Budi
Dentika: Dental Journal Vol. 25 No. 2 (2022): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/dentika.v25i2.9146

Abstract

There have been numerous researches showing that articulation disorders and malocclusion are linked. The most prevalent malocclusion in speech or articulation disorders is anterior open bite (AOB). Excessive propulsion of the tongue forward when articulating phonemes causes altered articulation in patients with open bites, as the tongue is in a more forward posture. The presence of this speech disorder can have a negative impact on a person's quality of life, although there hasn't been much research done on the impacts of AOB in cases of speech disorders in children. This study was to look at the link between speech disorders and the occurrence of anterior open bites (AOB) in a comprehensive way. Search results of research on four databases, namely ScienDirect, PubMed, Spingerlink, and Google Scholar, are displayed. The keywords used include speech disorder, articulation disorder, open bite, anterior open bite.  Five articles were selected using case control and cross-sectional methods in their research. The sample with AOB in this study was analyzed to determine the presence of speech disorders. The five articles gave similar results, showing that patients with malocclusion, especially AOB, had a tendency to have speech disorders. Articulation disorders in the phoneme /s/z/d/l/t/ become the dominant problem experienced by patients with AOB. Anterior open bite (AOB) is a form of malocclusion that causes more articulation disorders than other malocclusions. The presence and position of the tongue are thought to have a substantial influence on articulation disorders.
Capaian pembelajaran skill lab daring pada mahasiswa program pendidikan sarjana kedokteran gigi Indonesia pada masa pandemi COVID-19: studi deskriptif Sari, Morita; Murika Sari, Nendika Dyah Ayu; Habibi, Muhammad Yusuf; Haykal, Shafira Annas
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 7, No 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v7i3.49975

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: COVID-19 ditetapkan sebagai kasus darurat kesehatan masyarakat umum, sehingga seluruh kegiatan belajar mengajar wajib menggunakan metoda dalam jaringan(daring) atau online. Kondisi ini mempengaruhi strategi pembelajaran beserta capaian pembelajaran (CPL) yang wajib terpenuhi oleh Mahasiswa S1 Fakultas Kedokteran Gigi, terutama dalam hal kegiatan keterampilan laboratorium(skill lab). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui CPL skill lab yang dilakukan secara daring oleh mahasiswa S1 FKG di Indonesia di masa pandemi COVID berdasarkan indikator CPL skill lab dan High Order Thinking Skill (HOTS) dari Taksonomi Bloom. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan teknik sampling Proportionate Stratified Random Sampling. Terdapat 164 responden yang sesuai dengan kriteria restriksi dari 10 Universitas untuk populasi mahasiswa sebesar 1735 mahasiswa program pendidikan sarjana fakultas kedokteran gigi. Alat ukur yang digunakan kuesioner evaluasi CPL skill lab daring, disebar secara online menggunakan platform google form. Data diuji menggunakan analisis univariat untuk mengetahui deskripsi serta distribusi frekuensi variabel pada penelitian Hasil: sebagian besar indikator CPL skill lab dengan tuntutan penguasaan keterampilan mahasiswa, rata-rata masih menunjukkan respon mampu dan ragu-ragu, sedangkan indikator CPL skill lab dengan tuntutan penguasaan teori rata-rata mahasiswa menunjukkan respon mampu dan sangat mampu. Simpulan: CPL skill lab daring terkait penguasaan teori lebih baik daripada penguasaan keterampilan pada mahasiswa program pendidikan sarjana Kedokteran Gigi Indonesia di masa pandemi COVID-19.KATA KUNCI:  capaian pembelajaran, skill lab, COVID-19, evaluasi, daring.Online skill lab training during COVID-19 pandemic in different dental schools in Indonesia: descriptive studyABSTRACT Introduction: COVID-19 is a general public health emergency. This situation required all teaching and learning activities to be conducted through  online methods. The learning strategies and learning outcomes utcomes (LO) regarding laboratory skills activities (skill labs) were also affected. The objective of this research was to find out the online skill lab LO evaluation based on the LO Skill Lab and High Order Thinking Skill (HOTS) indicators from Bloom's Taxonomy. Methods: This research was a descriptive study with a proportional stratified random sampling technique. According to the restriction criteria, 164 respondents were obtained   from 10 universities, with a total of 1735 undergraduate dental students. The Google Forms platform was used to distribute an online questionnaire for the online skill lab LO evaluation. The data were tested using univariate analysis to determine the description and distribution of the frequency of the variables in the study. Results: Most of the online Skill Lab LO indicators requiringmastery of student skills, still show ‘capable’ and ‘doubtful’ responses. In contrast, the online Skill Lab LO indicators on the ability of theory on average students show ‘capable’ and ‘competent' responses. Conclusion: The online skill lab learning outcome evaluation regarding theory mastery was better than skill mastery among undergraduate dental students in Indonesia during the COVID-19 pandemic.KEY WORDS: evaluation, online teaching, learning outcomes, skill Lab, COVID-19.
Alternatif Perawatan Hairy Tongue (Laporan Kasus) NUGRAHA, DICKY SURYA; Murika Sari, Nendika Dyah Ayu
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v4i2.1380

Abstract

Abstrak Latar belakang. Hairy tongue merupakan kelainan pada dorsal lidah yang mengalami pertumbuhan papilla filiformis berlebih. Tampilan klinisnya seperti rambut karena akumulasi keratin pada papilla filiformis dorsal lidah yang memiliki warna bervariasi dari putih kekuningan hingga coklat kehitaman. Etiologi hairy tongue belum diketahui secara pasti namun ada faktor predisposisi yang berperan antara lain, oral hygiene yang buruk, edentulous gigi anterior, kebiasaan merokok serta sering mengonsumsi kopi atau teh. Laporan kasus ini menjelaskan mengenai alternatif perawatan hairy tongue dengan menggunakan tongue scraper (pembersih lidah). Laporan kasus. Laki-laki berusia 38 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Soelastri UMS mengeluhkan lidah terasa tebal dan mengganjal dirasakan sejak 10 tahun yang lalu. Pemeriksaan objektif, menunjukkan adanya pemanjangan papilla pada dorsum lidah, berwarna coklat, dapat dikerok, berbentuk ireguler, berkuran 6x9cm asimptomatik. Diagnosis dari kasus tersebut adalah hairy tongue. Perawatan untuk kasus ini adalah penggunaan tongue scraper dan obat kumur chlorhexidine gluconate 0,2%. Simpulan. Perawatan laporan kasus ini dinyatakan berhasil, dimana pasien tidak mengeluhkan rasa mengganjal pada lidahnya dan pasien merasa nyaman pasca perawatan. Kata Kunci : Hairy tongue, papilla filiformis, pembersih lidah
PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT ANAK SEKOLAH DASAR DENGAN PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA DENTO BOARD GAME : Improvement of Dental and Oral Health Knowledge on Elementary School Children With Counseling Using Dento Board Game Media Alifunisa, Alifunisa Hasnah; Dwi Kurniawati; Riolina, Ana; Sari, Nendika Dyah Ayu Murika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 3. No. 1, Maret 2023
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v3i1.1124

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan data Puskesmas Pajang, ditemukan karies gigi pada anak usia 7-9 tahun SD Tunggulsari I Pajang, Kec. Laweyan, Surakarta sebanyak 53% dari 73 siswa yang terdiagnosis karies gigi. Karies gigi dapat mengganggu konsentrasi anak saat belajar bahkan menurunkan kualitas hidup anak. Permasalahan karies gigi dapat diatasi dengan meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut anak, sehingga diharapkan dapat terjadi perubahan sikap dan perilaku dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dilakukan dengan cara penyuluhan, salah satunya dengan media dento board game. Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut siswa. Metode pelaksanaan kegiatan penyuluhan dengan memberikan lembar kuesioner pretest sebelum penyuluhan dan lembar kuesioner posttest setelah diberikan penyuluhan. Hasilnya dari 22 siswa terdapat 19 siswa yang mengalami peningkatan pengetahuan, sedangkan 3 siswa mengalami penurunan. Penyuluhan dengan media dento board game dapat meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak sekolah dasar. ABSTRACT Based on data from the Pajang Health Center, dental caries was found in children aged 7-9 years at Tunggulsari I Pajang Elementary School, Kec. Laweyan, Surakarta as many as 53% of the 73 students diagnosed with dental caries. Dental caries can interfere with children's concentration while studying and even reduce their quality of life. The problem of dental caries can be overcome by increasing knowledge about children's dental and oral health, so it is hoped that there will be changes in attitudes and behavior in maintaining dental and oral health. Increased knowledge of dental and oral health is carried out by means of counseling, one of which is the dento board game media. The aim is to increase the knowledge of students' dental and oral health. The method of implementing extension activities is by giving pretest questionnaire sheets before counseling and posttest questionnaire sheets after being given counseling. The result is that from 22 students there are 19 students who experience an increase in knowledge, while 3 students experience a decrease.