Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI SIKAP TERHADAP LARANGAN MEROKOK PADA MAHASISWA Ryan Christian Prasetya; Margaretha Sih Setija Utami
PSIKODIMENSIA Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/psiko.v15i2.992

Abstract

Konsumsi tembakau atau rokok memiliki dampak negatif bagi kesehatan baik bagi yang mengonsumsi secara langsung (perokok aktif) maupun secara tidak langsung (perokok pasif). Berbagai gerakan yang mendukung mengenai pengurangan rokok telah dilakukan oleh berbagai lembaga di dunia, salah satunya Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan tujuan memberikan gambaran mengenai faktor-faktor yang memengaruhi sikap mahasiswa terhadap larangan merokok. Penelitian ini menggunakan 100 orang sampel yang tersebar dari tahun angkatan 2012 hingga 2015. Analisis data yang digunakan adalah metode statistik nonparametrik terhadap delapan variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang signifikan memengaruhi sikap mahasiswa terhadap larangan merokok adalah behavioral belief, jenis kelamin, orang lain yang dianggap penting, status merokok dan niat untuk berhenti merokok. Sedangkan, kebudayaan dan media massa tidak memengaruhi secara signifikan.
Rey Auditory Verbal Learning Test of University Students Margaretha Sih Setija Utami; Augustina Sulastri; Haryo Guritno
PSIKODIMENSIA Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/psidim.v18i1.1740

Abstract

This research aimed to study the relationship between age and sex with each subtest of the RAVLT- Rey 1964 version. There were 108 students participated in this research. Their ages ranged from 18-38 year old. There were 40 male and 68 female participants. The results of the research showed that there were significant negative correlations between age and short term retention (r= -0.215 p< 0.05), and long term memory (r = -0.283, p0.05). There was no significant differences between male and female participants on the three results of the RAVLT. However, we found that there were signifantly differences between male and female students on trial A4 score tM-F= -2,746, p
MEKANISME PERTAHANAN EGO PADA IBU BEKERJA YANG MENGALAMI KONFLIK INTRAPERSONAL DALAM USAHA MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF Lea Triastuti Hanjayani Putri; M. Sih Setija Utami
PSIKODIMENSIA Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/psiko.v14i1.372

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya konflik intrapersonal yang dialami ibu bekerja akibat ketegangan yang terjadi antara id, ego, dan super ego dalam usaha memberikan ASI Eksklusif. Selain itu juga ingin mengetahui mekanisme pertahanan ego yang digunakan untuk menanggulangi konflik intrapersonal yang dihadapi oleh ibu bekerja dalam usaha memberikan ASI Eksklusif. Penelitian ini melibatkan empat orang subyek yang berusia 25 tahun sampai 35 tahun yang berdomisili di kota Semarang, sedang bekerja, dan memiliki anak yang berusia maksimal dua tahun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya konflik intrapersonal yang dialami oleh keempat subyek dan mekanisme pertahanan ego yang digunakan oleh keempat subyek. Subyek 1 dan 2 menggunakan mekanisme pertahanan ego tawanan altruistik sedangkan subyek 3 dan 4 menggunakan mekanisme pertahanan ego berupa rasionalisasi untuk mengatasi konflik intrapersonal yang dialami
Perilaku Sehat Pelaku Olahraga Tai Chi Jeffri Yulianto; Margaretha Sih Setija Utami
PSIKODIMENSIA Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/psiko.v16i1.914

Abstract

Penelitiam ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku sehat yang dimiliki oleh pelaku olahraga Tai Chi, sehingga mendapatkan gambaran mengenai dinamika seseorang mulai dari latar belakang melakukan olahraga Tai Chi hingga memunculkan perilaku sehat pada orang yang melakukan Tai Chi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga orang yaitu orang yang sudah melakukan olahraga Tai Chi minimal selama tiga tahun secara rutin dan berdomisili di kota Semarang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, pelaku olahraga Tai Chi memiliki perilaku sehat yang beraneka ragam. Perilaku sehat yang dimunculkan oleh subjek penelitian meliputi pola makan, pola istirahat, olahraga, manajemen stress, ketaatan terhadap peraturan lalu lintas, serta tidak mengkonsumsi rokok, minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang.
FANATISME SUPORTERPERSATUAN SEPAKBOLAMAKASSAR ][)ITINJAU DARI KEMATANGAN EMOSIONAL DAN KONFORMITAS Anugrah Oktavianus Djendjengi; Sih Setija Utami; D.P. Budi Susetyo
PSIKODIMENSIA Vol 12, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/psiko.v12i1.42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dan konformitas dengan fanatisme pada supporter sepakbola PSM. Populasi penelitian adalah suporter sepak bola Persatuan Sepakbola Makassar, the Macz Man yang berdomisili di Makassar dengan sampel sejumlah 136 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui skala yang dijawab oleh supporter dan selanjutnya dianalisis secara statistik dengan teknik analisisi regresi dua prediktor. Hasil analisis menunjukkan bahwa : 1). ada hubungan yang sang at signiftkan antara kematangan emosi dan konformitas dengan fanatisme, dengan R = 0.422 ; P =
Perbandingan Prediktor Kesehatan Fisik dan Psikis Kepala Sekolah Berdasarkan Jenjang Sekolah Margaretha Sih Setija Utami; Lucia Hernawati; Haryo Goeritno; Yesika Mayang
PSIKODIMENSIA Vol 21, No 1: Juni 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/psidim.v21i1.4470

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah membandingkan kesehatan fisik dan psikis kepala sekolah, dan membandingkan prediktor kesehatan kepala sekolah (sosio-demografi, situasi kerja, informasi kesehatan, promosi kesehatan, persepsi terhadap pentingnya kesehatan guru dan murid) berdasarkan jenjang sekolah. Partisipan penelitian ini adalah 234 kepala sekolah. Pengambilan data menggunakan skala Dadaczynski dkk. (2021). Analisis data dengan menggunakan 1) ANAVA untuk membandingkan kesehatan kepala sekolah pada berbagai jenjang sekolah, 2) Split data dan regresi untuk melihat prediktor kesehatan kepala sekolah pada berbagai jenjang sekolah. Hasil analisis data menunjukkan kelemahan/kecacatan kepala sekolah pada sekolah lain-lain berbeda dari kepala SD, SMP, dan SMA/SMK, serta terdapat perbedaan prediktor kesehatan kepala sekolah pada berbagai jenjang sekolah. Kesimpulannya, perbedaan hasil penelitian ini dengan penelitian sebelumnya kemungkinan disebabkan banyaknya sub bagian pada variabel yang diteliti.Kata Kunci: Prediktor, kesehatan kepala sekolah, jenjang sekolah AbstractThe purposes of this study were to study the differences of the physical and psychological health of principals and to compare their predictors (socio-demographies, work situation, health information, health promotion, perception of the importance of teacher and student health) by types of schools. The participants of this study were 234 principals. Data collection used a batterey scale from Dadaczynski et al (2021). Data was analyzed used 1) ANOVA to compare the health of principals in various types of schools, 2) Split data and Regression Analysis to see the effect of the predictors on the health of principals among various schools. The results showed that the weaknesses/disability of principals in other schools were different from those of the principals of Elementary Schools, Junior High Schools, and Senior High Schools/ Vocational Schools, and there were different predictors of principals’ health in various types of schools. The conclusion is differences between the results of this study compared to those of other studies was probably due to the large number of sub-sections on the variables studied.Keywords: Predictors, principal's health, school level
The Effectiveness of Acceptance and Commitment Therapy (ACT) for Reducing Depression in Post-Stroke Patients Nurmalita Sari; Margaretha Sih Setija Utami; Esthy Rahayu
Philanthropy: Journal of Psychology Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/philanthropy.v6i1.4681

Abstract

Abstract.  Stroke will experience setbacks such as difficulty in thinking, speaking and moving. This condition creates a feeling of helplessness with his life, so that post-stroke patients are prone to depression. The purpose of this study was to determine the effect of giving Acceptance and Commitment Therapy (ACT) in reducing depression in post-stroke patients. This study involved 6 post-stroke participants with major depression. The research method used was quantitative- true eksperiment. Based on the results of the Mann-Whitney posttest, there was a significant difference in scores between the groups that were given Acceptance and Commitment Therapy (ACT) and those who were not given Acceptance and Commitment Therapy (ACT) (0.023; p <0.05). So it can be concluded that Acceptance and Commitment Therapy (ACT) can be used to reduce depression in post-stroke patients.Keywords: Depression, Acceptance and Commitment Therapy (ACT), post-stroke.Abstrak. Stroke akan menyebabkan seseorang mengalami kemunduran seperti kesulitan dalam berpikir, berbicara dan bergerak. Kondisi ini menimbulkan perasaan tidak berdaya dengan hidupnya, sehingga pasien pasca-stroke rentan terhadap depresi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Acceptance and Commitment Therapy (ACT) dalam menurunkan depresi pada pasien pasca-stroke. Penelitian ini melibatkan 6 partisipan pasca-stroke dengan depresi berat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif-true eksperimen. Berdasarkan hasil posttest uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan skor depresi yang signifikan antara kelompok yang diberikan Acceptance and Commitment Therapy (ACT) dan kelompok yang tidak diberikan Acceptance and Commitment Therapy (ACT) (0,023; p<0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa Acceptance and Commitment Therapy (ACT) efektif digunakan untuk menurunkan depresi pada pasien pasca-stroke.Kata kunci: Depresi, Acceptance and Commitment Therapy (ACT), pasca-stroke.
Penerapan Emotion-Focused Therapy dalam Menurunkan Depresi Lansia yang tinggal di Panti Wreda Andreas Patinkin; M. Sih Setija Utami; Erna Agustina Yudiati
Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP) Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamajpp.73003

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Emotion-Focused Therapy (EFT) pada penurunan gejala depresi pada lansia di panti wreda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah single subject experiment atau single case experiment. Pada penelitian ini, terdapat tiga orang lansia yang menjadi partisipan (L1: 78 tahun, L2: 73 tahun, dan L4: 82 tahun). Ketiga partisipan telah mengikuti rangkaian eksperimen berupa delapan sesi EFT. Penelitian ini menggunakan sejumlah teknik pengumpulan data, seperti observasi, wawancara, dan dua buah skala. Skala yang pertama adalah Beck Depression Inventory-II (BDI-II) sebagai instrumen seleksi partisipan dan instrumen kedua adalah Geriatric Depression Scale-15 (GDS-15) yang akan diberikan kepada partisipan sepanjang proses eksperimen. Hasil perolehan data GDS-15 dianalisis menggunakan analisis visual dengan aplikasi statistik R. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian EFT dapat menurunkan depresi pada partisipan lansia. Turunnya depresi pada partisipan dapat dicermati lebih saksama pada penurunan gejala-gejala depresi setiap partisipan.
Melatih Konsentrasi Pada Anak TK-B Dengan Brain Gym Anindita, Diva Noverisa; Utami, Margaretha Sih Setija; Eriany, RA. Praharesti
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 13, No 1 (2024): Juli 2024 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v13i1.17811

Abstract

AbstractThe aim of this research is to evaluate the use of brain gym techniques in increasing learning concentration in early childhood. The development of early childhood learning will be hampered if students' concentration or attention to the material taught by the teacher is not met, so that students cannot achieve the expected results. Brain gym has various benefits, especially in balancing left and right brain function, and can increase children's enthusiasm for learning. The method used in this research is Single Subject Research, where this method is a research design used to evaluate the impact of a treatment on one individual case. The results of this research show that the brain gym is quite effective in improving the concentration abilities of Kindergarten B students at TK-IT Harapan Bunda, which is indicated by changes in the subject's behavior after being given the brain gym for three weeks.Keywords: Concentrate; Early childhood; Brain gymAbstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pemanfaatan teknik brain gym dalam meningkatkan konsentrasi belajar anak usia dini. Pemahaman tentang pembelajaran anak usia dini akan terkendala apabila konsentrasi atau perhatian siswa terhadap materi yang diajarkan oleh guru tidak terpenuhi, sehingga siswa tidak dapat mencapai hasil yang diharapkan. Brain gym memiliki berbagai manfaat terutama dalam menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan, serta dapat meningkatkan semangat belajar anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Single Subject Research dimana metode ini sebagai suatu desain penelitian yang digunakan untuk mengevaluasi dampak suatu perlakuan pada satu kasus individu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa brain gym dapat menstimulasi kemampuan konsentrasi siswa TK B di TK-IT Harapan Bunda yang ditunjukkan dengan adanya perubahan perilaku subjek setelah diberikan braing gym selama tiga minggu.Kata kunci: Konsentrasi, Anak usia dini; Senam otak
Environmental Leadership Character Based on the Local Wisdom of Horticultural Agriculture in Ngada Flores Labu, Norbertus; Widianarko, Y. Budi; Utami, Margaretha Sih Setija
Celt: A Journal of Culture, English Language Teaching & Literature Vol 23, No 1: June 2023, Nationally Accredited
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/celt.v23i1.6848

Abstract

The Ngada Regency Government is developing horticulture using a group approach, namely farmer groups. Each farmer group is led by a group leader. The farmer group leader applies an environmental leadership approach based on local wisdom in developing horticultural agriculture. One of the factors that determines the success or failure of an environmental leader is leadership character. For this reason, it is necessary to identify and explain the character of environmental leadership based on local wisdom. This research aims to determine and describe the character of environmental leadership based on local wisdom in the development of horticultural agriculture. This research is qualitative research using hermeneutic analysis techniques. Data collection was carried out through observations of groups of horticultural farmers in Ngada Regency, in-depth interviews with two expert sources and 6 (six) heads of farmer groups, as well as focus group discussions (FGD) with 24 members of farmer groups. The research results show that the character of environmental leadership based on local wisdom in the development of horticultural agriculture is the character of hard work, moral character and spiritual character. This research contributes on-site knowledge-based environmental leadership.