Claim Missing Document
Check
Articles

Study of Tiu Kulit Dam Reservoir Operational Pattern Simulation in Sumbawa Island Putranto, Yoyok Dwi; Harisuseno, Donny; Prayogo, Tri Budi
Civil and Environmental Science Journal (CIVENSE) Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/civense.v6i2.402

Abstract

Tiu Kulit Reservoir plays a pivotal role in managing water resources in West Nusa Tenggara, Indonesia, serving as a vital source for raw water, irrigation, and livestock consumption in the neighboring regions. This study aims to assess the operational dynamics of Tiu Kulit Reservoir across varying hydrological conditions, namely dry, normal, and wet years. The analysis is based on inflow rates and equilibrium water surface elevations. To achieve the objectives, an investigation of the reservoir's operation pattern was conducted. Inflow rates and equilibrium water surface elevations were scrutinized to discern operational behaviors under different hydrological scenarios. The findings indicate distinct operational strategies for Tiu Kulit Reservoir. During dry years, the outflow rate is restricted to 1.20 m3/s at a water surface elevation of +53.07 m. Conversely, the reservoir's operation in normal and wet years allows for a maximum outflow rate aimed at satisfying water demand, set at +57.00 m. In instances of excessive rainfall, the study highlights the potential for overflow beyond the spillway threshold. The study underscores the significance of these results for effective water management and resource allocation in the region. Understanding the reservoir's behavior under various conditions enables informed decision-making and sustainable utilization of water resources. To build upon this study, it is recommended to implement continuous monitoring systems for both inflow and outflow rates. Furthermore, the installation of rainfall monitoring stations within the catchment area would enhance data accuracy. Regular evaluations of the reservoir's operational patterns are also advised, allowing for adaptive strategies in response to evolving climate conditions. Moreover, future research endeavors should focus on augmenting water supply to meet the demands of a growing population and livestock, while optimizing agricultural practices to boost productivity.
Profitability Analysis and Sensitivity Level of White Shrimp (Litopenaeus vannamei) Cultivation Using the Millennial Shrimp Farming (MSF) System Pramudia, Zulkisam; Kurniawan, Andi; Prayogo, Tri Budi; Amin, Abd Aziz; Dwi, Yogita Ayu; Susanti, Susanti; Al Zamzami, Ilham Misbakudin; Moehammad, Khibar Syiar
ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine Journal) Vol 11, No 2 (2024): ECSOFiM April 2024
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ecsofim.2024.011.02.01

Abstract

Millennial Shrimp Farming (MSF) is an innovative cultivation system known for its efficient production methods and advanced technology. This study explores the economics aspects of cultivating vaname shrimp using MSF systems, with a focus on profitability and sensitivity. This research was carried out at the MSF CV Nusantara Agro Mandiri, using three cultivation ponds and one water reservoir. To assess business viability, the analysis carried out includes Total Cost, Total Revenue, R/C, Profit, BEP Unit, BEP Sales, PP, and ROI. The results indicate that this business is economically feasible, with a BEP Unit of 1,186 kg and a minimum BEP sales price of IDR42,279/kg, while the production reached 6,120 kg. The R/C value of 1.30 signifies efficiency and profitability. The business vulnerability, at 30%, exceeds the Indonesian state bank interest rate of 12%. With an ROI of 30% and a NPV of IDR382,662,975, along with Net B/C, R/C, IRR, and PP indicators (6.96; 1.3; 63%; and 1.6 years, respectively), this business can be classified as both feasible and profitable. In sensitivity analysis, white shrimp farming with the MSF system is a viable and profitable endeavor with a low level of sensitivity to fluctuations in feed prices and uncertain operational revenues.
Analisis Efisiensi Saluran Irigasi Pada Kejuron Slorok, Daerah Irigasi Molek, Kabupaten Malang, Jawa Timur Hakim, Muhammad Naufal; Prayogo, Tri Budi; Siswoyo, Hari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.127

Abstract

Daerah Irigasi Molek adalah daerah irigasi dengan menggunakan sistem irigasi teknis dan berguna untuk menghantarkan air dari Bendung Blobo ke lahan sawah milik warga sekitar. Air yang mengalir di daerah irigasi Molek ternyata berpotensi tidak mengalir dengan efisien sesuai dengan perencanaan yang ada. Hal tersebut dapat dikarenakan oleh beberapa penyebab seperti evaporasi, rembesan, dan pencurian air secara illegal. Pada studi ini, penulis ingin mengetahui tentang bagaimana kondisi eksisting, nilai efisiensi pengaliran yang ada pada bangunan dan saluran yang ada pada saluran Primer dan Sekunder Kejuron Slorok dengan menggunakan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.12/PRT/M/2015, serta analisis debit inflow dan outflow. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa nilai kinerja irigasi pada saluran primer dan sekunder sebesar 87,375% dan 87,668%. Lalu, nilai efisiensi pada saluran primer yaitu 89,758% dan saluran sekunder 91,587%. Nilai kinerja irigasi kedua saluran tersebut telah sesuai dengan ketentuan yang ada. Akan tetapi, nilai efisiensi saluran Primer masih belum memenuhi ketentuan, meskipun pada saluran Sekunder telah memenuhi ketentuan yang ada pada Kriteria Perencanaan Irigasi 03.
Studi Optimasi Pemanfaatan Air Irigasi Menggunakan Metode Program Linear Pada Daerah Irigasi Babakan Kabupaten Brebes Salimah, Ghaida Nurul; Limantara, Lily Montarcih; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.160

Abstract

Daerah Irigasi Babakan mempunyai luas bakuan sawah sebesar 2035 Ha yang terletak di Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah. Daerah irigasi Babakan mendapatkan debit yang berasal dari debit intake Bendung Cisadap dan mendapatkan tambahan debit (suplesi) dari Bendung Nambo. Daerah Irigasi Babakan mempunyai kondisi neraca air yang tidak seimbang. Terdapat defisit pada beberapa periode tanam yang mengakibatkan berkurangnya produktivitas daerah irigasi. Oleh karena itu perlu dilakukan optimasi terhadap luas lahan dan pola tata tanam supaya dapat menunjang produktivitas pertanian guna mendapatkan keutungan pertanian semaksimal mungkin. Optimasi dilakukan dengan cara membuat 4 PTT alternatif dan dioptimasi menggunakan bantuan solver pada Microsoft Excel. Kondisi neraca air pada PTT eksisting sebelum dioptimasi terdapat 29,17% defisit. Setelah dioptimasi tidak terdapat kondisi defisit dan mengalami peningkatan keuntungan hasil pertanian. Pola tata tanam terbaik dipilih berdasarkan keuntungan hasil pertanian yang paling besar, dimana PTT alternatif 3 menjadi yang terbaik dengan keuntungan sebesar Rp89.345.721.554 dengan intensitas tanam pada kondisi Q80%+suplesi.
Analisis Kualitas Air Menggunakan Metode Indeks Pencemaran, CCME-WQI, dan QUAL2Kw Pada Sungai Amprong, Kota Malang, Jawa Timur Hutama, Ageng Rizky; Yuliani, Emma; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.021

Abstract

Pesatnya pertumbuhan penduduk menyebabkan penurunan kualitas air yang tersedia. Selain itu dipengaruhi juga oleh adanya perubahan tata guna lahan yang dulunya ruang terbuka hijau menjadi daerah pemukiman dan Pertanian. Analisis dilakukan untuk mengetahui kualitas air Sungai Amprong. Data yang digunakan berupa Data Primer dianalisis dengan menggunakan metode Indeks Pencemaran(IP), CCME-WQI dan Qual2Kw. Lalu setelah mendapatkan nilai status mutu air Sungai Amprong, akan dilakukan simulasi dengan menggunakan data Primer. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini meliputi BOD, COD, DO, suhu, pH, TSS, Nitrat (NO3-), Nitrit (NO2-), Phospat (PO43-), Ammonia, dan TDS, pada bagian Hulu dan Hilir sungai Amprong. Hasil analisis dengan metode Indeks Pencemaran hasil yang didapat tercemar ringan, hasil dengan metode CCME-WQI pada bagian Hulu tercemar ringan dan bagian hilir tercemar sedang, Sedangkan hasil pada Program Qual2Kw dapat dilihat beban pencemar melebihi daya tampung, yang dapat disimpulkan bahwa sungai Amprong dalam kondisi tercemar.
Sebaran Spasial Pencemaran Mikroplastik dan Risiko Ekologis pada Air Sungai Pembuangan Lindi TPA Supit Urang Kota Malang Bahrudin, Moh. Zainal; Prayogo, Tri Budi; Haribowo, Riyanto
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.15.3.366-377

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, mikroplastik telah teridentifikasi dalam lindi yang dapat merusak ekosistem perairan. Tempat pembuangan akhir Supit Urang di Malang mengalirkan lindi ke Sungai Sumber Beling, yang mengalir melalui daerah pemukiman di Mulyorejo dan Bandulan. Hal ini menimbulkan bahaya signifikan karena rendahnya kesadaran masyarakat tentang pencemaran mikroplastik dari lindi di sungai, terbukti dengan masih bergantungnya penduduk pada air sungai untuk kegiatan seperti memancing, mencuci, dan mandi. Oleh karena itu, kami menyelidiki kelimpahan dan karakteristik mikroplastik di Sungai Sumber Beling dan menilai tingkat risiko ekologisnya. Sembilan sampel diambil untuk menentukan kelimpahan dan karakteristik mikroplastik melalui identifikasi mikroskopik dan analisis kimia menggunakan ATR-FTIR. Penilaian risiko ekologis dilakukan dengan menggunakan Polymer Hazard Index (PHI), Pollution Load Index (PLI), dan Potential Ecological Risk Index (PERI). Hasilnya menunjukkan bahwa kelimpahan mikroplastik tertinggi berada dalam kisaran 63,00-240,00 partikel/L, dengan bentuk yang didominasi oleh film (48,30%) dan fragmen (42,98%). Polimer yang ditemukan di semua sampel adalah PE dan PP, kecuali PET yang hanya ditemukan di P5 dan P6 yang terletak di area padat penduduk. Penilaian risiko ekologis secara umum menunjukkan risiko minor kecuali untuk P5 yang menunjukkan risiko tinggi. Data ini menekankan perlunya penerapan langkah-langkah efektif untuk mengurangi dampak lindi yang dibuang ke sungai dan aktivitas manusia yang intensif terhadap pencemaran mikroplastik, serta menawarkan wawasan untuk memajukan penelitian ekotoksikologi, pengendalian polusi, dan perumusan kebijakan tentang mikroplastik.
Monitoring Microplastic Release from Simulated Paddy Fields in Controlled Planting Containers Rahmawati, Sari; Haribowo, Riyanto; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2025.016.01.6

Abstract

Slow-release fertilizer (SRF) has become widespread in agricultural practices to reduce nutrient leaching, but the fertilizer coating has the potential to pollute the environment. Microplastics from fertilizer coatings can be released from paddy fields, enter drainage channels, and pollute rivers and the sea. This study uses paddy field modeling in planting containers to measure microplastic mass concentration and release pattern for 10 days from paddy fields under controlled conditions. This planting container was designed to resemble a paddy field equipped with soil, rice plants, and an artificial drainage system. A total of 81 mg of microplastics from the fertilizer coating was put into the planting container, and every day water samples passing through the hole were collected and analyzed in the laboratory to obtain the mass and pattern of gradual changes in microplastic concentration. The results showed that the highest microplastic release occurred on day 1 at 19.000 mg/L and the lowest at a concentration of 0.500 mg/L on day 6. Overall, the microplastic mass release has a downward trend pattern. High microplastic release on day 1 has a mass concentration of 19.000 mg/L, then decreases sharply at 2.333 mg/L on day 4, followed by a stabilization phase at low concentrations (2.000 - 0.500 mg/L). The total accumulated microplastic release during the study period reached 45.333 mg or 55.967% of the total input. These findings indicate that slow-release fertilizer coating contributes significantly to microplastic pollution in aquatic ecosystems.
Studi Efisiensi Hasil Perubahan Sistem Jaringan Irigasi Berbasis SIG (Sistem Informasi Geografis) pada Daerah Irigasi Kajar 2D, Kajar 2E, Kajar 2F, dan Kajar 2G Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang Rafif, Hanif; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.05

Abstract

Referring to the conditions in Lowokwaru sub-district, there was a reduction in the area of rice fields due to an increase in the conversion of paddy fields to residential areas. This study aims to determine changes in the irrigation network system that affect the water distribution system in the irrigation area. This study was conducted using data from 2012 and 2017 which includes a comparative analysis of rice fields using the arc GIS application. analysis of existing irrigation network conditions for comparison of clean water needs of paddy fields. and analysis of the difference in the efficiency of the use of water needs to show whether or not it is still feasible to irrigate the reduced fields due to land use changes in each of the irrigation areas. The results of the study include a comparative analysis of rice fields_Area is losing 9%, losing 7%, losing 18% and losing 6%. Analysis_of_the difference in efficiency_in the use of_water needs_in each Irrigation Area is an increase_ of 10.5%, an increase of 24.33%, an increase of 40.55% and decrease of 34.8%.
Studi Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Domestik di Rest Area Kedungmlati Jalan Tol Jombang-Mojokerto Kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur Sumule, Ahimsa Rama Pagayang; Yuliani, Emma; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.20

Abstract

Berdasarkan data dari beberapa sumber, pengolahan limbah domestik di kabupaten Jombang belum memenuhi syarat bahkan ada yang belum memiliki sistem pengolahan limbah domestik sehingga air buangan limbah domestik langsung menuju ke saluran drainase bahkan ke badan sungai seperti pada Rest Area Kedungmlati. Salah satu cara agar limbah domestik memenuhi standar baku mutu yang berlaku yakni dengan adanya suatu sistem pengolahan yang dapat mengurangi pencemaran air sungai dan air tanah serta berbagai masalah lain yang dapat merusak kelestarian lingkungan. Sistem pengolahan tersebut adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan sistem pengolahan secara anaerobik yang memanfaatkan mikroorganisme untuk menguraikan bahan pencemar pada limbah. Berdasarkan hasil pengujian sampel yang telah dilakukan, terdapat 5 parameter yang digunakan pada IPAL ini seperti pH, BOD, COD, TSS, serta Minyak dan Lemak, dimana terdapat 3 paramater yang belum sesuai dengan standar baku mutu yaitu BOD sebesar 135,6 mg/L, COD sebesar 315,3 mg/L, dan TSS sebesar 950 mg/L. Setelah dilakukan perhitungan, nilai dari ketiga parameter tersebut berkurang yaitu BOD sebesar 2,5 mg/L, COD sebesar 5,7 mg/L, dan TSS sebesar 4,3 mg/L. Sehingga IPAL dengan sistem anaerobik ini dapat menurunkan kadar dari ketiga parameter tersebut dan sesuai dengan standar baku mutu yang berlaku.
Studi Pemodelan Dengan Analisis Jalur (Path Analysis) Guna Penunjang Keputusan Indeks Kinerja Sistem Irigasi Daerah Irigasi Candi Kabupaten Jember Sahdini, Arfin Putri; Sayekti, Rini Wahyu; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.25

Abstract

Irrigation performance is an indicator to description irrigation system management, Assesment Performance based on Permen PUPR 12/PRT/M/2015 made to the 6 parameters including: Physical Infrastructure, Plant Productivity, Supporting Facilities, Personnel Organization, Documentation and Water User Association (P3A), whereas the assesment is carried out by evaluation method of Masscote with Rapid Appraisal Procedure (RAP) which is a set of systematic procedures to diagnose obstacles, performance and level services in the system irrigation to 4 main indicators include; Service Indicator, P3A Indicator, Human Resource of Operator Indicator, and Channel Operations Modernization indicator, performance assessment are taken by surveyor of respondents Operator irrigation, and farmers P3A, Show performance index by Permen PUPR 12/PRT/M/2015 gave the value 63,16% which has Less and Need Attention Perfomance Operations and Maintenance of Candi Irrigation, while the Masscote methode show perfomance 3,04 in level of Service which has Well Performance of Service and Operation Irrigation Channels. Based on the path analysis found mathematical modeling with the equation Y = 0,420 X1 +0,427 X2 + 0,432 X3 – 0,446 X4, with R2 0,857 or 85,7%. Where the significant influence with 4 main indicator variables X1, X2, X3 and X4 to irrigation system performance variable (Y) of 0,857 or 85,7%. Kinerja irigasi menjadi suatu indikasi dalam rangka menggambarkan suatu pengelolaan sistem irigasi, Penilaian kinerja berdasaran Permen PUPR No. 12/PRT/M/2015 dilakukan 6 parameter yaitu; Prasarana Fisik, Produktivitas Tanam, Sarana Penunjang, Organisasi Personalia, Dokumentasi dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), sedangkan pendekatan metode Masscote dilakukan dengan evaluasi Rapid Appraisal Procedure (RAP) yang merupakan seperangkat prosedure sistematis untuk mendiagnosa hambatan, kinerja dan tingkat layanan dalam sistem irigasi terhdap 4 indikator utama yaitu: Indikator Pelayanan, Indikator P3A, Indikator SDM Operator, dan Indikator Modernisasi Operasi Saluran. Penilaian kinerja dilakukan melalui survei terhadap petugas OP irigasi dan petani P3A yang menunjukkan indeks kinerja sebesar 63,16% atau kategori Kurang dan Perlu Perhatian terhadap kinerja Operasi dan Pemeliharaan berdasarkan Permen PUPR No. 12/PRT/M/2015, sedangkan indeks kinerja sebesar 3,04 berdasarkan metode Masscote dengan evaluasi RAP menunjukkan Level of Service pada kategori Baik terhadap kinerja Operasi Saluran dan Pelayanan Irigasi. Berdasarkan analisis jalur (Path Analysis) didapatkan pemodelan matematika dengan persamaan Y = 0,420 X1 + 0,427 X2 + 0,432 X3 – 0,446 X4, dengan R2 0,857 atau 85,7%. Dimana pengaruh signifikan secara bersama veariabel indikator utama X1, X2, X3 dan X4 terhadap variabel kinerja sistem irigasi (Y) sebesar 0,857 atau 85,7%.
Co-Authors Ahmad Efendi Al zamzami, Ilham Misbakudin Amin, Abd Aziz Andi Kurniawan Andre Primantyo Hendrawan Ardia Trianita, Dinda Aufa, Muhammad Shidqy Awfiyaa, Husna Nadhira Awfiyaa, Husna Nadhira Ayisya Cindy Harifa Azzhura, Fahrunnisa Bahrudin, Moh. Zainal Dian Chandrasasi Donny Harisuseno Donny Harisuseno Dwi Lestari, Febby Sekar Dwi, Yogita Ayu Emma Yuliani Fahmi, Moh. Aziizun Fajaruddin, Abdul Harist Fidari, Jadfan Shidqi Hakim, Muhammad Naufal hari siswoyo Heri Suprijanto Hutama, Ageng Rizky Inadhi, Kania Laksita Juziwijaya, Dudiman Kevin Devara Khabib, Muhammad Lukman Kianendra, Reza Kurniawan, Decka Emeraldi Lailatul Mukarromah, Lailatul Lily Montarcih Limantara M. Janu Ismoyo Maarif, Fandi Ahmad Mahyudin Mahyudin Maulidya, Lia Nur Izza Moehammad, Khibar Syiar Moh. Sholichin Mohammad Bisri Mukti, Galih Teja nalurita, sari NEPRIYANA, Elfita Nugroho, Bimantio Fariz Nugroho, Faishal Dary Nugroho, Fajar Unggul Nur A. A, Richarta Vichotama Pradana, Ravi Pramudia, Zulkisam Prasetyaningrum, Ndaru Prima Hadi Wicaksono Purwanto, Harjuna Arif Puteriana, Shintya Agustien Putra Ramadhani, Adhinda Dwi Putranto, Yoyok Dwi Rafif, Hanif Rahayu, Kurnia Yuliyanti Ranteta'dung, Imanuel Three Richa, Vicky Ataki Rini Wahyu Sayekti Rispiningtati Rispiningtati Riyanto Haribowo Rizaldy, Muhammad Fahmi Rusardi, Olda Fadhilah Aprilia Sahdini, Arfin Putri Salimah, Ghaida Nurul Saragih, Nadhirah Nurul Saleha Sari Rahmawati, Sari Semuel J. Ch. Ahab, Semuel J. Ch. Setiyowati, Yunita Ayu setyawan, satriyo ardhi Setyono, Hadi Satria Shafiya, Adristi Sholichin, Moh Simanjuntak, Yogi Ricardo P Siregar, Yoan Nathalia Soemarno Soemarno Solichin, Moch Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sumule, Ahimsa Rama Pagayang Susanti Susanti Sutikno Sutikno Ussy Andawayanti Very Dermawan Yasnuar Muntaha Yudianto, Engelbertus Fajar