Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KELAYAKAN EKONOMI SISTEM JARINGAN AIR BERSIH HIPAM KELURAHAN DADAPREJO KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU Sutikno, Sutikno; Rispiningtati, Rispiningtati; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.329 KB)

Abstract

ABSTRAK  Dengan adanya program pemerintah kota Batu pada tahun 2014 dianggarkan pipanisasi dari sumber ke Tandon, berikut tandon penampungan sementara yang ada di jalan Dr. Sutomo yang berkapasitas 72 meter kubik, studi ini dilakukan  dengan metode survey untuk mencari data primer yang diperlukan dan dilanjutkan pengolahan data. Bertujuan agar semua masyarakat di Kelurahan Dadaprejo terlayani oleh sumber air yang ada.  Studi Kelayakan ekonomi dengan bunga bank 9 % dan  dipilih jaringan dengan material pipa galvanis, perbandingan biaya dan pendapatan (B/C) = 1,01  pendapatan sebesar  Rp.2.756.400.00,dengan pembiayaan senialai Rp. 2.720.445.130 maka didapatkan  keuntungan  9,5% pertahun dan kembali modal 5,99 tahun. Kata Kunci : kelayakan, ekonomi, material pipa ABSTRACT  With the goverment of the Batu city in 2014,  budgeted used source to tandon, the following tandon temporary shelter who are in the way of Dr. Sutomo with a capacity of 72 meters cubic, the study was conducted with the methods survey to find primary data needed and continued data processing. Aims to get all community at the Dadaprejo Distrik served by the water. A feasibility study economy  with, bank interest 9 % by network with a pipa galvanized material, benefit cost ratio (B/C = 1,01) net present value (NPV)  IDR 2.756.400.000 and present value IDR 2.720.445.130 the internal rate of return (IRR) = 9.5 %, the break even point  (pay back period)  5.99 years Keyword:  feasibility , economic , pipe material
ANALISA PENGARUH PERUBAHAN PENUTUPAN LAHAN TERHADAP DEBIT SUNGAI SUB DAS METRO DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM ARCSWAT Harifa, Ayisya Cindy; Sholichin, Moh.; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.349 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.01

Abstract

ABSTRAK: DAS memiliki karakteristik yang spesifik sebagai daerah hidrologi, berkaitan dengan unsur utamanya seperti jenis tanah, tata guna lahan, topografi, kemiringan dan panjang lereng. Analisa karakteristik tersebut dilakukan dengan menggunakan pemodelan Soil Water Assesment Tool (SWAT). Tujuan penelitian ini adalah, mengidentifikasi kondisi eksisting tahun 2014, mengetahui pola perubahan lahan tahun 2002, 2006, 2009, dan 2014, mengetahui dampak perubahan terhadap Curve Number, limpasan permukaan dan sedimen, menilai kondisi DAS. Hasil simulasi menunjukkan bahwa perubahan penutupan lahan menyebabkan nilai CN, limpasan dan debit sungai semakin besar. Nilai CN berada di kisaran 11 – 96, debit rata-rata tahunan berkisar antara 1.923 – 3.591 m3/dt, dan besarnya limpasan yang terjadi sebesar 3.03 – 1914.28 mm. Berdasarkan hasil kalibrasi, hasil menunjukkan p-factor sebesar 0.85, dan p-factor hasil validasi sebesar 0.83, sehingga simulasi dianggap valid. Penilaian kinerja DAS menunjukkan bahwa di wilayah studi dalam kategori kinerja yang buruk. Keyword: Penutupan Lahan, Limpasan, SWAT ABSTRACT: Watershed as hydrologic area, characterized by specific element such as soil, land cover, topographic, land slope and length of slope. Soil Water Assessment Test (SWAT) is a suitable hydrologic modeling system to analyze many character in watershed. The aim of this study are to identified land cover in 2014, to determine the pattern of land cover changes in 2002, 2006, 2009 and 2014, determine the impact of land cover changes related to curve number, surface runoff, and sedimentation, assess the watershed condition. Simulation result showed that land cover changes have resulted in corresponding increase in curve number, surface runoff, and stream flow. Curve number was about 11 – 96, yearly discharge was about 1.923 – 3.591 m3/s, and surface runoff was about 3.03 – 1914.28 mm. Calibration result showed that p-factor value is 0.85, and validation result showed that p-factor value of 0.83, it means that simulation was valid. Base on watershed assessment, concordance of land cover and surface runoff in the bad category. Keyword: Land Cover, Surface Runoff, SWAT
Studi Optimasi Distribusi Air Irigasi pada Daerah Irigasi Tengoro Kabupaten Banyuwangi dengan Program Dinamik Stokastik nalurita, sari; Limantara, Lily Montarcih; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.194 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.07

Abstract

ABSTRAK: Daerah irigasi Tengoro merupakan salah satu lokasi yang mengalami kendala dalam distribusi air irigasinya sehingga dilakukan upaya optimasi untuk mengkaji ulang agar tidak terjadi kekurangan air yaitu dengan menggunakan program dinamik stokastik. Sebelum optimasi, luas lahan yang dapat ditanami belum maksimal, dengan adanya optimasi maka luas lahan yang terairi meningkat untuk MH sebesar 20,84% dan untuk MK 1 meningkat 0,85%. Hal ini berdampak pula pada perolehan keuntungan dari hasil produksi dengan persentase peningkatan yang sama yaitu pada MH sebesar Rp 9.329.487.956,68 dan pada MK 1 sebesar Rp 8.143.711.211,34. Dari segi distribusi airnya, terjadi peningkatan efisiensi secara keseluruhan dari sebelum optimasi sebesar 86,52% menjadi sebesar 97,27%. Kata kunci: optimasi, irigasi, DI. Tengoro, program dinamik, stokastik ABSTRACT: Tengoro irrigation area is one of the locations that have problems in the distribution of irrigation water due to  the optimization efforts are to avoid water shortage by using stochastic dynamic program. Before optimization, extensive arable land is not maximized, with the optimization of the irrigated land area increased by 20,84% on  rainy season and during the first dry season increased to 0,85%. This impacted on profitability of production by the same percentage increase that is at raiby season Rp 9.329.487.956,68 and at first dry season Rp 8.143.711.211,34. In terms of the distribution of water, an increase overall efficiency before optimization is 86,52% into 97,27%. Keywords: optimization, irrigation, Tengoro, dynamic program, stochastic
STUDI EFISIENSI METODE ZIG-ZAG AERATOR VERTIKAL MENGGUNAKAN FILTER SPONGE UNTUK MEREDUKSI NILAI KEKERUHAN DAN MENAIKKAN NILAI DO Siregar, Yoan Nathalia; Prayogo, Tri Budi; Yuliani, Emma
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Air buangan limbah domestik dihasilkan dari kegiatan rumah tangga yang dilakukan oleh masyarakat setiap harinya secara rutin. Limbah domestik akan menimbulkan permasalahan bagi lingkungan dan masyarakat bila tidak dikelola dengan benar. Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dengan 3 kali pengulangan pada faktorial 2x3x2. Faktor pertama adalah debit, yaitu menggunakan 0,07 liter/detik dan 0,02 liter/detik. Faktor kedua adalah kemiringan plat, yaitu 0°, 5°, dan 10°. Faktor ketiga yaitu jumlah plat, yaitu 6 buah dan 4 buah. Penelitian ini menggunakan limbah domestik buatan dalam pengolahannya, serta menggunakan Zig-Zag Aerator Vertikal dengan filtrasi sponge. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dan efisiensi kemiringan plat, debit, dan jumlah plat pada pengolahan limbah domestik buatan menggunakan Zig-Zag Aerator Vertikal dengan filtrasi sponge terhadap parameter kekeruhan, DO, dan pH. Dari hasil penelitian, didapatkan efisiensi untuk DO 22% - 68%, kekeruhan memiliki efisiensi 50% - 68%, dan pH hanya 1% - 3%. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan untuk pengolahan menggunakan Zig-Zag Aerator Vertikal menggunakan debit 0,02 liter/detik, kemiringan plat 0°, dan jumlah plat 6 buah akan memberikan hasil yang maksimal.ABSTRACT: Domestic waste water is generated from household activities carried out by the community on a daily basis. Domestic waste will cause problems for the environment and society if it is not managed properly. Complete Random Design Method (CRD) was used with 3 repetitions in factorial 2x3x2. The first factor is debit, which uses 0.07 liters / second and 0.02 liters / second. The second factor is the slope of the plate, which is 0 °, 5 °, and 10 °. The third factor is the number of plates, which is 6 pieces and 4 pieces. This research uses artificial domestic waste in its processing, and uses Vertical Zig-Zag Aerators with sponge filtration. This research was conducted to determine the effect and efficiency of plate, discharge, and plate number on artificial domestic waste processing using Zig-Zag Vertical Aerator with sponge filtration on turbidity, DO, and pH parameters. From the results of the study, obtained efficiency for DO 22% - 68%, turbidity has an efficiency of 50% - 68%, and pH is only 1% - 3%. From the results of the study, it can be concluded for processing using Zig-Zag Vertical Aerator using a discharge of 0.02 liters / second, slope of the plate 0 °, and the number of plates of 6 pieces will provide maximum results.
perencanaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) wudhu dengan mengggunakan alat filter sederhana di lingkungan SMP Negeri 6 Malang Juziwijaya, Dudiman; Chandrasasi, Dian; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah dari air wudhu putera di Masjid Al-Hidayah SMP Negeri 6 Malang tidak dimanfaatkan kembali, hal tersebut disebabkan tidak adanya instalasi pengolahan air. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas air dari limbah wudhu, besar debit yang dihasilkan oleh alat filter sederhana, efisiensi penurunan alternatif alat filter sederhana antara Alternatif I (ketebalan pasir silika 70 cm dan ketebalan zeolit 30 cm), Alternatif II (ketebalan pasir silika 65 cm dan ketebalan zeolit 35 cm) dan Alternatif III (ketebalan pasir silika 60 cm dan ketebalan zeolit 40 cm) dan mengetahui efisiensi terbesar dari ketiga alternatif untuk memenuhi standar baku mutu air kelas I. Dari hasil uji kualitas air limbah air wudhu terdapat dua parameter yang tidak memenuhi standar,Yaitu BOD dan COD. Debit yang dihasilkan oleh alat filter sederhana Alternatif I 340.48 lt/jam, Alternatif II 359.041 lt/jam dan Alternatif III 377.62 lt/jam. efisiensi media filter untuk menurunkan dan menaikan nilai parameter dikelompokkan tidak efektif. Dari hasil analisa nilai efisiensi terbesar didapatkan alternatif I yaitu Chemical Oxygen Demand (COD) 22,57 % ,Dissolved Oxygen (DO) 5,86% , pH 7,50 % ,dan ammonia (NH3) 11,83%.
STUDI EFISIENSI FILTER PENJERNIH AIR MENGGUNAKAN KOMBINASI BAHAN BATU SCORIA DAN BATU APUNG DENGAN ZEOLIT DAN KERIKIL UNTUK MENGURANGI POLUTAN PADA LIMBAH SINTETIS (Cr dan Pb) Fahmi, Moh. Aziizun; Yuliani, Emma; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Kandungan logam yang terdapat pada limbah industri sangat berbahaya, contohnya kandungan Cr (Kromium) dan Pb (Timbal). Mahalnya instalasi pengolahan limbah menyebabkan pengolahan limbah selama ini dirasa kurang efisien. Permasalahan ini dapat diatasi dengan filter penjernih air sederhana menggunakan kombinasi bahan batu scoria dan batu apung dengan zeolit dan kerikil. Filter ini menggunakan empat macam variasi bahan filter, yakni batu scoria kasar + batu scoria halus + kerikil, batu apung kasar + batu apung halus + kerikil, batu scoria kasar + batu scoria halus + zeolit + kerikil dan batu apung kasar + batu apung halus + zeolit + kerikil. Kemudian terdapat dua variasi waktu, yakni 18 jam dan 36 jam. Parameter yang diuji adalah pH, suhu, kadar Cr, dan kadar Pb pada limbah sintetis. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penggunaan batu apung + zeolit pada variasi bahan filter menghasilkan nilai pH yang terbaik, serta mengurangi kadar Cr dan Pb paling banyak. Untuk suhu, penggunaan batu apung menghasilkan nilai suhu yang paling mendekati nilai suhu ruangan. Sedangkan untuk variasi waktu, variasi waktu 36 jam memberikan hasil yang paling baik untuk seluruh parameter uji.   Kata Kunci: limbah sintetis, pH, suhu, Cr, Pb, variasi bahan filter, variasi waktu   ABSTRACT: The metal content found in industrial waste is very dangerous, for example Cr (Chromium) and Pb (Plumbum). The high cost of a waste treatment has caused waste processing to be considered inefficient. This problem can be solved by a simple water purifier filter using a combination of scoria stone and pumice stone with zeolite and gravel. This filter used four different types of filter material, the variations were coarse scoria stone + fine scoria stone + gravel, coarse pumice stone + fine pumice stone + gravel, coarse scoria stone + fine scoria stone + zeolite + gravel and coarse pumice stone + fine pumice stone + zeolite + gravel. Then there are two time variations, 18 hours and 36 hours. The parameters tested were pH, temperature, Cr content, and Pb content in synthetic sewage. The experimental results showed that pumice stone + zeolite in a variations of filter material produced the best pH value, as well as reduced the content of Cr and Pb at most. For temperature, pumice stone produced the best value. For time variations, time variation of 36 hours gave the best results for all parameters. Keywords: synthetic sewage, pH, temperature, Cr, Pb, filter material variations, time variations
STUDI EFISIENSI PENGOLAHAN LIMBAH DOMESTIK BUATAN MENGGUNAKAN ZIG – ZAG AERATOR DENGAN MEDIA FILTRASI PASIR SILIKA setyawan, satriyo ardhi; Prayogo, Tri Budi; Haribowo, Riyanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin pesat dan diiringi dengan semakin merebaknya permukiman akan berpengaruh terhadap jumlah buangan limbah domestik yang ditimbulkan oleh aktivitas rumah tangga. Hasil dari aktivitas rumah tangga merupakan sumber penghasil limbah domestik terbesar. Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan pada penelitian ini pada faktorial 2x3x2 dengan 3 kali pengulangan. Faktor pertama yaitu debit. Debit yang digunakan yaitu 0,07 liter/detik dan 0,02 liter/detik. Faktor kedua yaitu kemiringan plat 0º, 5º, dan 10º. Faktor ketiga yaitu jumlah plat 6 dan 4. Penelitian ini menggunakan limbah domestik buatan dalam pengolahannya, serta menggunakan Zig – Zag Aerator dengan media filtrasi pasir silika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan efisiensi kemiringan plat, debit, dan jumlah plat pada pengolahan limbah domestik buatan menggunakan zig – zag aerator dengan media filtrasi pasir silika terhadap parameter kekeruhan, Dissolved Oxygen (DO), pH, dan Biochemical Oxygen Demand (BOD).  Dari hasil penelitian didapatkan efisiensi untuk Dissolved Oxygen (DO) 12% - 62%, kekeruhan sebesar 11% - 31%, pH 1% - 4% dan Biochemical Oxygen Demand (BOD) sebesar 19% - 40%. Dari hasil perhitungan efisiensi dapat disimpulkan untuk pengolahan dengan zig – zag aerator yang baik mengolah limbah domestik buatan adalah perlakuan debit setengah jumlah plat 6 kemiringan plat 0o.   Kata Kunci: limbah domestik buatan, zig – zag aerator, pasir silika, efisiensi ABSTRACT: The rapid population growth which goes hand in hand with the expanding settlements affects the volume of domestic waste disposal produced by household activities which also are the biggest producer. The utilized research method of the study is Complete Random Design in the 2x3x2 factorial with three repetitions. The first factor is discharge which are in the levels of 0.07 liter/second and 0.02 liter/second. The second factor is the plates’ inclinations which are 0°, 5°, and 10°. The study employs both synthetic domestic waste and zig–zag Aerator with silica sand as the filtration media. The objective of the study is discovering the efficiency level of the plates’ inclinations, discharge, and the number of the plates in the waste treatment process toward the turbidity parameter, Dissolved Oxygen (DO), pH, and Biochemical Oxygen Demand (BOD). The findings point out that the efficiency of the DO is in the level of 12% - 62%, turbidity is between 11% - 31%, pH is within 1% - 4% and BOD lies around 19% - 40%. By the computation of the efficiency, the best treatment with zig–zag Aerator towards artificial domestic waste is the one with half the discharge and six plates in use with 0° inclination each. Keywords: Synthetic domestic waste, zig – zag aerator, silica sand, efficiency
OPTIMASI SISTEM MULTI SOIL LAYERING (MSL) DALAM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK MCK TERPADU KELURAHAN TLOGOMAS MALANG Saragih, Nadhirah Nurul Saleha; Haribowo, Riyanto; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi sistem Multi Soil Layering (MSL) dalam tiga tahap pelaksanaan yaitu pengolahan tahap pertama untuk pemilihan lapisan permeabel yang terbaik antara batu apung, pasir silika dan zeolit yang akan dikombinasikan dengan blok campuran tanah pada pengolahan tahap kedua dan ketiga. Variasi arang yang dipilih merupakan arang tempurung kelapa untuk reaktor MSL A, sekam padi untuk MSL B, dan arang tongkol jagung untuk MSL C. Debit masuk yang digunakan adalah Q1 0,0063 L/detik dan Q2 0,0126 L/detik. Hasil yang didapatkan akan dibandingakan dengan Permen LHK No.68 Tahun 2016 dan PP RI No 82 Tahun 2001. Pada pengolahan tahap pertama, dari hasil perhitungan efisiensi setiap parameter TDS, TSS, pH dan DO berurutan untuk reaktor pasir silika (Q1) adalah 10,86%; 82%; 5,33% dan 128,43% dan sebesar 7,41%; 64,57%; 1,42% dan 120,03% (Q2). Efisiensi MSL A-Standar 18,13%; 79,68%; 2,60% dan 126,67% (Q1) dan sebesar 29,99%; 77,76%; 1,62% dan 95,80% (Q2) dimana pada reaktor MSL A¬Standar media pasir silika dan variasi arang tempurung kelapa merupakan reaktor terbaik di pengolahan tahap kedua. Efisiensi MSL B-Modifikasi secara berurutan adalah 33,16%; 84,32%; 1,77%; 128,90% (Q1) dan sebesar adalah 30,80%; 80,54%; 1,50% dan 108,17% (Q2). Pada tahap ketiga, MSL B-Modifikasi merupakan reaktor yang paling optimal dibandingkan semua reaktor. Berdasarkan pengukuran kualitas air efluen dan efisiensi reaktor serta penilaian dengan metode skoring dapat diketahui bahwa MSL B-Modifikasi yang disusun dengan pasir silika dan blok campuran tanah oleh variasi arang sekam padi adalah reaktor MSL yang paling optimal dalam mengolah limbah cair domestik MCK Terpadu.This study aimed to determine the efficiency of the Multi Soil Layering (MSL) system in three stages of implementation, the first stage of treatment selects the best permeable layers between pumice, silica sand and zeolite which would be combined with soil mixture blocks in the second and third stages of treatment. Variations of selected charcoal were coconut shell charcoal for MSL A reactor, rice husk for MSL B, and corncob charcoal for MSL C. The flowrates used were Q1 0.0063 L/sec and Q2 0.0126 L/sec. The results obtained would be compared with Permen LHK No.68 Tahun 2016 and PP RI No 82 Tahun 2001. In the first stage treatment, results showed that efficiency of each parameters TDS, TSS, pH and DO sequentially for sillica sand reactor were 10,86%; 82%; 5,33% and 128,43% (Q1) and 7.41%; 64.57%; 1.42% and 120.03% (Q2). The efficiency of MSL A-Standard were 18.13%; 79.68%; 2.60% and 126.67% (Q1) and 29.99%; 77.76%; 1.62% and 95.80% (Q2) where the MSL A-Standard which consisted silica sand and coconut shell charcoal was the best reactor in the second stage of treatment. The efficiency of MSL B-Modified sequentially were 33.16%; 84.32%; 1.77%; 128.90% (Q1) and 30.80%; 80.54%; 1.50% and 108.19% (Q2). In the third stage of treatment, MSL B-Modified was the most optimal reactor compared to all reactors. Based on measurements of effluent water quality and reactor efficiency as well as an assessment by scoring method it could be seen that MSL B-Modified which formed by silica sand and soil mixture blocks of rice husk charcoal was the most optimal MSL reactor in treating MCK Terpadu’s domestic wastewater.
PENILAIAN KINERJA JARINGAN IRIGASI AIR TANAH DI DAERAH ONCORAN SDTA 608 KECAMATAN BANDUNG KABUPATEN TULUNGAGUNG JAWA TIMUR NEPRIYANA, Elfita; Prayogo, Tri Budi; Siswoyo, Hari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SDTA 608 terletak di Desa Kesambi, sumur ini mengalami penurunan debit air seiring dengan perkembangan waktu, kondisi perubahan alam sekitar, dan kondisi sosial ekonomi petani maka sesuai dengan amanat Menteri PUPR No. 12/PRT/M/2015 bahwa penilaian kinerja sistem irigasi dimaksudkan untuk mengetahui kondisi kinerja sistem jaringan irigasi, agar kebutuhan air tanaman dapat tercapai dengan optimal. Penilaian kinerja dilakukan terhadap 6 parameter yaitu; prasarana fisik, produktivitas tanam, sarana penunjang, organisasi personalia, dokumentasi dan Perkumpulan Petani Pemakai Air. Penilaian kinerja jaringan irigasi air tanah dari aspek teknis dilakukan dengan observasi lapangan dan pengukuran efisiensi saluran irigasi untuk menilai kinerja prasarana fisik dan sarana penunjang, untuk aspek ekonomi dilakukan perhitungan produktivitas tanaman berupa perhitungan faktor K, realisasi luas tanam, pemenuhan kebutuhan air, produktivitas padi dan palawija dan nilai panen. Selanjutnya untuk aspek sosial dilakukan wawancara kepada 24 responden petani mengenai P3A. Hasil penilaian kinerja dari segi teknis mendapatkan nilai sebesar 72,5 % termasuk pada kategori rusak ringan dan dibutuhkan pemeliharaan berkala bersifat perawatan, kemudian dari segi ekonomi diperoleh nilai 74,6 % termasuk pada kategori baik dengan upaya peningkatan sistem gilir yang tepat agar tidak terjadi kekurangan air. Dari segi sosial mendapat nilai akhir sebesar 73 % termasuk pada kategori baik namun dibutuhkan strategi peningkatan peran P3A dalam pengelolaan jaringan utama yang didukung dengan pelatihan teknis  dan pengembangan sumber daya manusia. SDTA 608 area located in Kesambi Village, this well pumps has decreased in its water discharge due to the time development, along in conditions of surrounding natural changes, and farmers' socioeconomic conditions, according to the mandate of the Minister of Public Works and Public Housing No. 12 / PRT / M / 2015 that assessment of irrigation system performance were intended to determine the condition of irrigation system performance, so that crop water needs can be achieved optimally. Performance assessment was conducted on 6 parameters, i.e; Physical Infrastructure, Plant Productivity, Supporting Facilities, Personnel Organization, Documentation, and Water User Farmer Association. The performance assessment of the groundwater irrigation system in SDTA 608 area based on technical aspect was conducted directly by field observation methods and measurement of the efficiency of irrigation channels to be able to assess the performance of physical infrastructure and supporting facilities, based on economic aspect, the calculation of crop productivity including; K factors, a realization of planting area, a fulfillment of water needs, productivity of paddy and secondary crops and harvest value. Moreover, based on social aspect interviews were conducted with 24 farmer respondents regarding the Water Users Farmers' Association. The results of the assessment performance on technical aspects gave a value of 72.5% has been classified as minor damage condition and required periodic maintenance, based on economic aspects gave a value of 74.6% was categorized in good condition, and required improvement of the rotation system to prevent water shortages. From the social aspects, a final score of 73% was included in the good category but a strategy is needed to increase the role of Water User Farmer Association in managing the main network supported by technical training and human resources development.
PENILAIAN KINERJA JARINGAN IRIGASI AIR TANAH DI DAERAH ONCORAN SDTA 616 KECAMATAN KARANGREJO KABUPATEN TULUNGAGUNG JAWA TIMUR Maarif, Fandi Ahmad; Prayogo, Tri Budi; Siswoyo, Hari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumur Pompa SDTA 616 di Desa Sukowidodo Kecamatan Karangrejo dibangun pada tahun 2017 untuk mengatasi kekurangan air pada saat musim kemarau di Desa tersebut dan membantu pemenuhan kebutuhan air pada musim tanam I dan musim tanam II yaitu padi. Debit yang dihasilkan yaitu 19 liter/detik untuk mengairi 23,5 ha lahan persawahan. Setelah beroperasi selama kurang lebih 2 tahun sumur pompa SDTA 616 di Desa Sukowidodo ini belum dapat dimanfaatkan secara optimal dikarenakan besarnya biaya operasional yang dikeluarkan dan kurang aktifnya perkumpulan petani pemakai air tanah dalam pembiayaan dan juga dalam pemeliharaan sumur pompa SDTA 616. Penelitian ini menggunakan metode yang mengacu pada Peraturan Pemerintah PUPR No. 32/PRT/2007, PUPR No. 12/PRT/2015 dan PUPR No. 23/PRT/2015 yang akan menilai aspek teknis yaitu prasarana fisik dan sarana penunjang, aspek ekonomi yaitu produktivitas tanaman, dan aspek sosial yaitu perkumpulan petani pemakai air tanah. Dilakukan juga penelusuran di daerah oncoran SDTA 616 untuk mengetahui kondisi real komponen/aset jaringan irigasi air tanah dan juga melakukan wawancara kepada petani pemakai air tanah untuk mengetahui masalah pada organisasi. Hasil penelitian ini didapatkan indeks kinerja dari aspek teknis yaitu prasarana fisik dan sarana penunjang dengan nilai 75,1% yang di kategorikan rusak ringan, untuk indeks aspek ekonomi yaitu produktivitas tanaman mendapatkan nilai 77,5 % yang di kategorikan baik, dan untuk indeks aspek sosial yaitu Perkumpulan Petani Pemakai Air Tanah (P3AT) mendapatkan nilai 68% yang di kategorikan cukup.The SDTA 616 Well pumps in Sukowidodo Village, Karangrejo District was built in 2017 to overcome water shortages during the drought season in the village and to achieved water requirement needs in planting season I and planting season II with an optimum discharge of 19 liter/sec to irrigate 23.5 ha of paddy fields. After operating for approximately 2 years, SDTA 616 well pumps in Sukowidodo Village have not been able to be utilized optimally due to the large operational costs incurred and the inactivity of the groundwater user farmer association in financing and also in maintaining SDTA 616 well pumps. Referring to Government Regulation of Public Works and Public Housing No. 32 / PRT / 2007, No. 12 / PRT / 2015 and No. 23 / PRT / 2015 which will assess the technical aspects of physical infrastructure and supporting facilities, economic aspects of crop productivity, and social aspects of the association of groundwater user farmers. This `research was conducted directly in SDTA 616 area to find out the real condition of the components / assets of the groundwater irrigation systems and also conducted interviews with farmers to find out problems with the association of groundwater user farmers. The results of this study obtained a performance index of the technical aspects of physical infrastructure and supporting facilities with a value of 75.1% was categorized as minor damaged, based on economic aspect index of plant productivity gave a value of 77.5% was categorized as good, and for the index of social aspects, the Association of Groundwater User Farmers gave a value of 68% was categorized as sufficient.
Co-Authors Ahmad Efendi Al zamzami, Ilham Misbakudin Amin, Abd Aziz Andi Kurniawan Andre Primantyo Hendrawan Ardia Trianita, Dinda Aufa, Muhammad Shidqy Awfiyaa, Husna Nadhira Awfiyaa, Husna Nadhira Ayisya Cindy Harifa Azzhura, Fahrunnisa Bahrudin, Moh. Zainal Dian Chandrasasi Donny Harisuseno Donny Harisuseno Dwi Lestari, Febby Sekar Dwi, Yogita Ayu Emma Yuliani Fahmi, Moh. Aziizun Fajaruddin, Abdul Harist Fidari, Jadfan Shidqi Hakim, Muhammad Naufal hari siswoyo Heri Suprijanto Hutama, Ageng Rizky Inadhi, Kania Laksita Juziwijaya, Dudiman Kevin Devara Khabib, Muhammad Lukman Kianendra, Reza Kurniawan, Decka Emeraldi Lailatul Mukarromah, Lailatul Lily Montarcih Limantara M. Janu Ismoyo Maarif, Fandi Ahmad Mahyudin Mahyudin Maulidya, Lia Nur Izza Moehammad, Khibar Syiar Moh. Sholichin Mohammad Bisri Mukti, Galih Teja nalurita, sari NEPRIYANA, Elfita Nugroho, Bimantio Fariz Nugroho, Faishal Dary Nugroho, Fajar Unggul Nur A. A, Richarta Vichotama Pradana, Ravi Pramudia, Zulkisam Prasetyaningrum, Ndaru Prima Hadi Wicaksono Purwanto, Harjuna Arif Puteriana, Shintya Agustien Putra Ramadhani, Adhinda Dwi Putranto, Yoyok Dwi Rafif, Hanif Rahayu, Kurnia Yuliyanti Ranteta'dung, Imanuel Three Richa, Vicky Ataki Rini Wahyu Sayekti Rispiningtati Rispiningtati Riyanto Haribowo Rizaldy, Muhammad Fahmi Rusardi, Olda Fadhilah Aprilia Sahdini, Arfin Putri Salimah, Ghaida Nurul Saragih, Nadhirah Nurul Saleha Sari Rahmawati, Sari Semuel J. Ch. Ahab, Semuel J. Ch. Setiyowati, Yunita Ayu setyawan, satriyo ardhi Setyono, Hadi Satria Shafiya, Adristi Sholichin, Moh Simanjuntak, Yogi Ricardo P Siregar, Yoan Nathalia Soemarno Soemarno Solichin, Moch Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sumule, Ahimsa Rama Pagayang Susanti Susanti Sutikno Sutikno Ussy Andawayanti Very Dermawan Yasnuar Muntaha Yudianto, Engelbertus Fajar