Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Efisiensi Hasil Perubahan Sistem Jaringan Irigasi Berbasis SIG (Sistem Informasi Geografis) pada Daerah Irigasi Kajar 2D, Kajar 2E, Kajar 2F, dan Kajar 2G Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang Rafif, Hanif; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.05

Abstract

Referring to the conditions in Lowokwaru sub-district, there was a reduction in the area of rice fields due to an increase in the conversion of paddy fields to residential areas. This study aims to determine changes in the irrigation network system that affect the water distribution system in the irrigation area. This study was conducted using data from 2012 and 2017 which includes a comparative analysis of rice fields using the arc GIS application. analysis of existing irrigation network conditions for comparison of clean water needs of paddy fields. and analysis of the difference in the efficiency of the use of water needs to show whether or not it is still feasible to irrigate the reduced fields due to land use changes in each of the irrigation areas. The results of the study include a comparative analysis of rice fields_Area is losing 9%, losing 7%, losing 18% and losing 6%. Analysis_of_the difference in efficiency_in the use of_water needs_in each Irrigation Area is an increase_ of 10.5%, an increase of 24.33%, an increase of 40.55% and decrease of 34.8%.
Studi Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Domestik di Rest Area Kedungmlati Jalan Tol Jombang-Mojokerto Kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur Sumule, Ahimsa Rama Pagayang; Yuliani, Emma; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.20

Abstract

Berdasarkan data dari beberapa sumber, pengolahan limbah domestik di kabupaten Jombang belum memenuhi syarat bahkan ada yang belum memiliki sistem pengolahan limbah domestik sehingga air buangan limbah domestik langsung menuju ke saluran drainase bahkan ke badan sungai seperti pada Rest Area Kedungmlati. Salah satu cara agar limbah domestik memenuhi standar baku mutu yang berlaku yakni dengan adanya suatu sistem pengolahan yang dapat mengurangi pencemaran air sungai dan air tanah serta berbagai masalah lain yang dapat merusak kelestarian lingkungan. Sistem pengolahan tersebut adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan sistem pengolahan secara anaerobik yang memanfaatkan mikroorganisme untuk menguraikan bahan pencemar pada limbah. Berdasarkan hasil pengujian sampel yang telah dilakukan, terdapat 5 parameter yang digunakan pada IPAL ini seperti pH, BOD, COD, TSS, serta Minyak dan Lemak, dimana terdapat 3 paramater yang belum sesuai dengan standar baku mutu yaitu BOD sebesar 135,6 mg/L, COD sebesar 315,3 mg/L, dan TSS sebesar 950 mg/L. Setelah dilakukan perhitungan, nilai dari ketiga parameter tersebut berkurang yaitu BOD sebesar 2,5 mg/L, COD sebesar 5,7 mg/L, dan TSS sebesar 4,3 mg/L. Sehingga IPAL dengan sistem anaerobik ini dapat menurunkan kadar dari ketiga parameter tersebut dan sesuai dengan standar baku mutu yang berlaku.
Studi Pemodelan Dengan Analisis Jalur (Path Analysis) Guna Penunjang Keputusan Indeks Kinerja Sistem Irigasi Daerah Irigasi Candi Kabupaten Jember Sahdini, Arfin Putri; Sayekti, Rini Wahyu; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.25

Abstract

Irrigation performance is an indicator to description irrigation system management, Assesment Performance based on Permen PUPR 12/PRT/M/2015 made to the 6 parameters including: Physical Infrastructure, Plant Productivity, Supporting Facilities, Personnel Organization, Documentation and Water User Association (P3A), whereas the assesment is carried out by evaluation method of Masscote with Rapid Appraisal Procedure (RAP) which is a set of systematic procedures to diagnose obstacles, performance and level services in the system irrigation to 4 main indicators include; Service Indicator, P3A Indicator, Human Resource of Operator Indicator, and Channel Operations Modernization indicator, performance assessment are taken by surveyor of respondents Operator irrigation, and farmers P3A, Show performance index by Permen PUPR 12/PRT/M/2015 gave the value 63,16% which has Less and Need Attention Perfomance Operations and Maintenance of Candi Irrigation, while the Masscote methode show perfomance 3,04 in level of Service which has Well Performance of Service and Operation Irrigation Channels. Based on the path analysis found mathematical modeling with the equation Y = 0,420 X1 +0,427 X2 + 0,432 X3 – 0,446 X4, with R2 0,857 or 85,7%. Where the significant influence with 4 main indicator variables X1, X2, X3 and X4 to irrigation system performance variable (Y) of 0,857 or 85,7%. Kinerja irigasi menjadi suatu indikasi dalam rangka menggambarkan suatu pengelolaan sistem irigasi, Penilaian kinerja berdasaran Permen PUPR No. 12/PRT/M/2015 dilakukan 6 parameter yaitu; Prasarana Fisik, Produktivitas Tanam, Sarana Penunjang, Organisasi Personalia, Dokumentasi dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), sedangkan pendekatan metode Masscote dilakukan dengan evaluasi Rapid Appraisal Procedure (RAP) yang merupakan seperangkat prosedure sistematis untuk mendiagnosa hambatan, kinerja dan tingkat layanan dalam sistem irigasi terhdap 4 indikator utama yaitu: Indikator Pelayanan, Indikator P3A, Indikator SDM Operator, dan Indikator Modernisasi Operasi Saluran. Penilaian kinerja dilakukan melalui survei terhadap petugas OP irigasi dan petani P3A yang menunjukkan indeks kinerja sebesar 63,16% atau kategori Kurang dan Perlu Perhatian terhadap kinerja Operasi dan Pemeliharaan berdasarkan Permen PUPR No. 12/PRT/M/2015, sedangkan indeks kinerja sebesar 3,04 berdasarkan metode Masscote dengan evaluasi RAP menunjukkan Level of Service pada kategori Baik terhadap kinerja Operasi Saluran dan Pelayanan Irigasi. Berdasarkan analisis jalur (Path Analysis) didapatkan pemodelan matematika dengan persamaan Y = 0,420 X1 + 0,427 X2 + 0,432 X3 – 0,446 X4, dengan R2 0,857 atau 85,7%. Dimana pengaruh signifikan secara bersama veariabel indikator utama X1, X2, X3 dan X4 terhadap variabel kinerja sistem irigasi (Y) sebesar 0,857 atau 85,7%.
Studi Penilaian Kinerja Irigasi dan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) pada Daerah Irigasi Sumber Mujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang Rizaldy, Muhammad Fahmi; Prayogo, Tri Budi; Wahyuni, Sri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.30

Abstract

The Sumber Mujur Irrigation Area is located in Candipuro District with the broncaptering as the main building which is located in Sumber Mujur Subdistrict. In fact, in this Irrigation Area, there are many damages and problems to the assets owned. From the results of the inventory carried out, there were 109 problem points. Damage and problems are found at six points in the main building, 30 points on the carrier channel, and 73 points on the building on the carrier channel. The performance index value of Sumber Mujur Irrigation Area got a score of 81.94% which consists of physical infrastructure is 33.9%, plant productivity is 14.5%, operation and management supporting facilities is 8.5%, personnel organization is 11.7%, documentation 4.18%, water user farmer association is 9.15%. The calculation of priority for rehabilitation in the Sumber Mujur Irrigation Area using the AHP and ANP method, the aspect that requires rehabilitation most is the Physical Infrastructure aspect of the Main Building aspect. For Real Cost Value of Maintaining and Operating Irrigation calculation (AKNOP) for the main building in the Sumber Mujur Irrigation Area, it was obtained IDR 574,871,655.00.
Studi Penerapan Manajemen Aset Irigasi pada Daerah Irigasi Nglirip Kabupaten Tuban Kurniawan, Decka Emeraldi; Prayogo, Tri Budi; Wahyuni, Sri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.35

Abstract

Irrigation asset management is required to maintain the condition and function of irrigation assets. The purpose of this study was to determine the priority of rehabilitated assets. As obtained from the results of the inventory survey, the amount of damage in the Nglirip Irrigation Area is 39 points. Physical condition assessment is carried out based on the guidelines of the Ministry of PUPR. Based on the calculation, the main building value is 85,08% (Good), carrier channel is 76,99% (Medium), the complementary building is 80,99% (Medium), Right Nglirip Primary Channel is 81,14 (Good) and Left Nglirip Primary Channel is 79,57% (Medium). The priority scale is calculated by sorting the smallest physical condition values and the AHP method. The order of priority scale based on the physical condition assessment is the carrier channel, Left Nglirip Primary Channel, complementary structure, Right Nglirip Primary Channel and the main structure. The order of priority scale using the AHP method is based on alternatives, the first order is the Right Nglirip Primary Channel, then the Left Nglirip Primary Channel. Meanwhile, based on the criteria, the first order is the carrier channel, the complementary structure and the main structure.
Studi Kelayakan Pengadaan Tanah guna Penanggulangan Banjir pada Sungai Kali Lamong Kabupaten Gresik Setiyowati, Yunita Ayu; Sholichin, Moh; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.15

Abstract

Banjir merupakan masalah yang rutin dialami oleh masyarakat di wilayah Sungai Kali Lamong, khususnya di Desa Jono dan Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Oleh sebab itu untuk mengurangi masalah banjir, diperlukan pembangunan tanggul. Akan tetapi, pembangunan tanggul memerlukan adanya pengadaan tanah pada lokasi yang direncanakan. Tujuan dari studi ini adalah melakukan analisa banjir dengan program HEC-RAS, melakukan studi kelayakan terhadap pembangunan tanggul yang meliputi kelayakan ekonomi, analisa dampak lingkungan, dan memperkirakan pengadaan tanah yang diperlukan untuk pembangunan tanggul. Dari analisa hidrologi dengan menggunakan Hidrograf Satuan Sintesis (HSS) Nakayasu, debit yang digunakan dalam perencanaan tanggul adalah Q10 = 346.81 m3/dt. Lalu dilakukan running dengan HEC-RAS dan didapatkan dimensi tanggul parapet beton yang mampu mengatasi banjir dengan dimensi H = 3,5m. Pembangunan tanggul memerlukan  nilai biaya (cost) sebesar Rp. 23.090.600.000,- dan manfaat (benefit) yang didapat dari pembangunan tanggul sebesar Rp. 23.954.706.640, sehingga nilai BCR 1.04, NPV  0.78, dan IRR 17%. Sehingga secara ekonomi, pembangunan tanggul layak untuk dilakukan. Berdasarkan hasil penapisan, pembangunan tanggul ini tidak memerlukan AMDAL secara lengkap, namun hanya perlu UKL dan UPL yang berisi dampak, besaran dampak, tujuan pengelolaan, upaya pengelolaan lingkungan hidup, dan lokasi pengelolaan.  
Analisis Hidrolis Uji Model Fisik Bendung Mena Kabupaten Timor Tengah Utara Kianendra, Reza; Ismoyo, M. Janu; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.63 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.19

Abstract

Bendung Mena merupakan salah satu infrastruktur untuk mengatasi masalah pemenuhan kebutuhan air irigasi daerah mena, sebagai suatu upaya konservasi sumber daya air. Rehabilitasi Bendung Mena diadakan untuk menambah intake agar memperluas daerah irigasi seluas 820 Ha. Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran tentang pola aliran hidrolika pada desain Bendung Mena dan kemampuan pembilasan kantong lumpur pada intake kanan yang terjadi pada model test. Hasil penelitian menunjukan kondisi hidrolis aliran subkritis dengan beberapa section superkritis pada bagian pelimpah. Gerusan pada model sedalam 0,016; 0,021; dan 0,022 meter. Pintu intake mampu mengalirkan kebutuhan irigasi dan pembilasan. Perhitungan kemampuan pembilasan kantong lumpur menggunakan grafik regresi dari hasil pemodelan menghasilkan debit pembilasan sebesar 4,1 m3/dt dengan kemampuan pengangkutan sedimen 75,39% dari total sedimen. Penelitian ini diadakan dengan harapan hasil pemodelan hidrolika dapat lebih berkembang dalam menentukan desain bendung dan perencanaannya dapat dipermudah.
Studi Perencanaan Ulang Bendung di Daerah Irigasi Rawaan Kabupaten Lumajang Jawa Timur Purwanto, Harjuna Arif; Suprijanto, Heri; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.63 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.30

Abstract

Bendung Rawaan merupakan bangunan utama yang berperan memenuhi kebutuhan air lahan irigasi  seluas 354,10 ha di Daerah Irigasi Rawaan. Rusaknya sebagian besar dari Bendung Rawaan menyebabkan lahan irigasi seringkali tidak terairi sepenuhnya, terutama saat musim kemarau. Untuk mengoptimalkan fungsi bangunannya, maka diperlukan perencanaan ulang berdasarkan analisis hidrologi, hidrolika, stabilitas, dan desain penulangan. Dimensi bangunan utama Bendung Rawaan ditentukan berdasarkan analisis hidrologi debit banjir kala ulang 100 tahun (Q100) HSS Gama I sebesar 318,51 m3/detik. Direncanakan dimensi mercu Bendung Rawaan memiliki tinggi 1,60 m dan lebar 25,60 m. Peredam energi menggunakan tipe bucket untuk mencegah terjadinya kerusakan peredam energi akibat gaya hantam dari sedimen sungai berupa batuan bolder. Berdasarkan desain hidrolis, pemilihan tipe bucket juga mengurangi kemungkinan terjadinya gerusan lokal di hilir bangunan. Keamanan struktur bangunan dinyatakan aman berdasarkan analisis rembesan dan stabilitas dalam keadaan normal dan gempa. Bendung Rawaan didesain menggunakan beton K-175 yang dilapisi selimut beton bertulang K-300.
Penentuan Skala Prioritas Kondisi Fisik Jaringan Irigasi pada Daerah Irigasi Selokambang & Daerah Irigasi Sumber Gogosan di Kabupaten Lumajang dengan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Metode Analytic Network Process (ANP) Nugroho, Bimantio Fariz; Wahyuni, Sri; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.29

Abstract

Daerah Irigasi Selokambang dan Daerah Irigasi Sumber Gogosan yang berlokasi di Kabupaten Lumajang termasuk ke dalam Daerah Irigasi yang menjadi program rehabilitasi oleh Pemerintah, kondisi fisik yang ada pada kedua Daerah Irigasi ini terjadi banyak kerusakan pada saluran dan bangunannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui urutan skala prioritas fisik irigasi agar rehabilitasi yang dilakukan efektif dan efisien. Urutan skala prioritas didapatkan dengan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Analytic Network Process (ANP). Hasil dari penelitian ini didapatkan  urutan skala prioritas yang sama dari kedua metode yaitu berdasarkan kriteria didapatkan urutan pertama adalah Bangunan Utama, dilanjutkan oleh Saluran Pembawa, dan Bangunan pada Saluran Pembawa. Berdasarkan alternatif didapatkan urutan pertama adalah Daerah Irigasi Sumber Gogosan, dan selanjutnya adalah Daerah Irigasi Selokambang. Bangunan terpilih yang menjadi prioritas adalah Bangunan Utama pada Daerah Irigasi Sumber Gogosan dengan perkiraan biaya rehabilitasi sebesar Rp 135.100.000,00.
Penentuan Skala Prioritas Rehabilitasi Jaringan Irigasi pada Daerah Irigasi Duk dan Daerah Irigasi Rejali di Kabupaten Lumajang dengan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Metode Analytic Network Process (ANP) Aufa, Muhammad Shidqy; Wahyuni, Sri; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.33

Abstract

Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan irigasi khususnya pada penilaian kondisi fisik jaringan irigasi sangat penting dalam menunjang ketahanan pangan nasional. Hal itu sesuai dengan tuntutan UU No. 11/1974 tentang Pengairan yang ditindaklanjuti bersamaan dengan Peraturan Pemerintah No.23/1982 tentang Irigasi, dan Permen PUPR NO.12/2015 terkait Pedoman Operasi dan Pemeliharaan irigasi. Daerah Irigasi Duk dan Daerah Irigasi Rejali yang terletak di Kabupaten Lumajang termasuk ke dalam daftar D.I. yang akan direhabilitasi oleh pemerintah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui skala prioritas dalam melakukan rehabilitasi aset irigasi dan estimasi biaya rehabilitasi. Dalam mendapatkan urutan skala prioritas rehabilitasi, digunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan metode Analytic Network Process (ANP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prioritas rehabilitasi berdasarkan perhitungan kedua metode yaitu pada Bangunan Utama D.I. Rejali, sedangkan prioritas selanjutnya berdasarkan data dan survey lapangan yaitu pada Saluran Pembawa D.I. Duk. Adapun estimasi biaya rehabilitasi pada Bangunan Utama D.I. Rejali sebesar Rp 193.300.000,00 dan estimasi biaya rehabilitasi pada Saluran Pembawa D.I. Duk sebesar Rp 394.300.000,00.
Co-Authors Ahmad Efendi Al zamzami, Ilham Misbakudin Amin, Abd Aziz Andi Kurniawan Andre Primantyo Hendrawan Ardia Trianita, Dinda Aufa, Muhammad Shidqy Awfiyaa, Husna Nadhira Awfiyaa, Husna Nadhira Ayisya Cindy Harifa Azzhura, Fahrunnisa Bahrudin, Moh. Zainal Dian Chandrasasi Donny Harisuseno Donny Harisuseno Dwi Lestari, Febby Sekar Dwi, Yogita Ayu Emma Yuliani Fahmi, Moh. Aziizun Fajaruddin, Abdul Harist Hakim, Muhammad Naufal hari siswoyo Heri Suprijanto Hutama, Ageng Rizky Imanuel Three Ranteta'dung Juziwijaya, Dudiman Kevin Devara Khabib, Muhammad Lukman Kianendra, Reza Kurniawan, Decka Emeraldi Lailatul Mukarromah, Lailatul Lily Montarcih Limantara M. Janu Ismoyo Maarif, Fandi Ahmad Mahyudin Mahyudin Maulidya, Lia Nur Izza Moehammad, Khibar Syiar Moh. Sholichin Mohammad Bisri nalurita, sari NEPRIYANA, Elfita Nugroho, Bimantio Fariz Nugroho, Faishal Dary Pradana, Ravi Pramudia, Zulkisam Purwanto, Harjuna Arif Puteriana, Shintya Agustien Putra Ramadhani, Adhinda Dwi Putranto, Yoyok Dwi Rafif, Hanif Rahayu, Kurnia Yuliyanti Richa, Vicky Ataki Rini Wahyu Sayekti Rispiningtati Rispiningtati Riyanto Haribowo Rizaldy, Muhammad Fahmi Rusardi, Olda Fadhilah Aprilia Sahdini, Arfin Putri Salimah, Ghaida Nurul Saragih, Nadhirah Nurul Saleha Sari Rahmawati, Sari Semuel J. Ch. Ahab, Semuel J. Ch. Setiyowati, Yunita Ayu setyawan, satriyo ardhi Setyono, Hadi Satria Shafiya, Adristi Sholichin, Moh Siregar, Yoan Nathalia Soemarno Soemarno Solichin, Moch Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sumule, Ahimsa Rama Pagayang Susanti Susanti Sutikno Sutikno Ussy Andawayanti Very Dermawan Yasnuar Muntaha Yogi Ricardo P Simanjuntak Yudianto, Engelbertus Fajar