Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Penilaian Kinerja Irigasi dan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) pada Daerah Irigasi Sumber Mujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang Rizaldy, Muhammad Fahmi; Prayogo, Tri Budi; Wahyuni, Sri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.30

Abstract

The Sumber Mujur Irrigation Area is located in Candipuro District with the broncaptering as the main building which is located in Sumber Mujur Subdistrict. In fact, in this Irrigation Area, there are many damages and problems to the assets owned. From the results of the inventory carried out, there were 109 problem points. Damage and problems are found at six points in the main building, 30 points on the carrier channel, and 73 points on the building on the carrier channel. The performance index value of Sumber Mujur Irrigation Area got a score of 81.94% which consists of physical infrastructure is 33.9%, plant productivity is 14.5%, operation and management supporting facilities is 8.5%, personnel organization is 11.7%, documentation 4.18%, water user farmer association is 9.15%. The calculation of priority for rehabilitation in the Sumber Mujur Irrigation Area using the AHP and ANP method, the aspect that requires rehabilitation most is the Physical Infrastructure aspect of the Main Building aspect. For Real Cost Value of Maintaining and Operating Irrigation calculation (AKNOP) for the main building in the Sumber Mujur Irrigation Area, it was obtained IDR 574,871,655.00.
Studi Penerapan Manajemen Aset Irigasi pada Daerah Irigasi Nglirip Kabupaten Tuban Kurniawan, Decka Emeraldi; Prayogo, Tri Budi; Wahyuni, Sri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.35

Abstract

Irrigation asset management is required to maintain the condition and function of irrigation assets. The purpose of this study was to determine the priority of rehabilitated assets. As obtained from the results of the inventory survey, the amount of damage in the Nglirip Irrigation Area is 39 points. Physical condition assessment is carried out based on the guidelines of the Ministry of PUPR. Based on the calculation, the main building value is 85,08% (Good), carrier channel is 76,99% (Medium), the complementary building is 80,99% (Medium), Right Nglirip Primary Channel is 81,14 (Good) and Left Nglirip Primary Channel is 79,57% (Medium). The priority scale is calculated by sorting the smallest physical condition values and the AHP method. The order of priority scale based on the physical condition assessment is the carrier channel, Left Nglirip Primary Channel, complementary structure, Right Nglirip Primary Channel and the main structure. The order of priority scale using the AHP method is based on alternatives, the first order is the Right Nglirip Primary Channel, then the Left Nglirip Primary Channel. Meanwhile, based on the criteria, the first order is the carrier channel, the complementary structure and the main structure.
Studi Kelayakan Pengadaan Tanah guna Penanggulangan Banjir pada Sungai Kali Lamong Kabupaten Gresik Setiyowati, Yunita Ayu; Sholichin, Moh; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.15

Abstract

Banjir merupakan masalah yang rutin dialami oleh masyarakat di wilayah Sungai Kali Lamong, khususnya di Desa Jono dan Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Oleh sebab itu untuk mengurangi masalah banjir, diperlukan pembangunan tanggul. Akan tetapi, pembangunan tanggul memerlukan adanya pengadaan tanah pada lokasi yang direncanakan. Tujuan dari studi ini adalah melakukan analisa banjir dengan program HEC-RAS, melakukan studi kelayakan terhadap pembangunan tanggul yang meliputi kelayakan ekonomi, analisa dampak lingkungan, dan memperkirakan pengadaan tanah yang diperlukan untuk pembangunan tanggul. Dari analisa hidrologi dengan menggunakan Hidrograf Satuan Sintesis (HSS) Nakayasu, debit yang digunakan dalam perencanaan tanggul adalah Q10 = 346.81 m3/dt. Lalu dilakukan running dengan HEC-RAS dan didapatkan dimensi tanggul parapet beton yang mampu mengatasi banjir dengan dimensi H = 3,5m. Pembangunan tanggul memerlukan  nilai biaya (cost) sebesar Rp. 23.090.600.000,- dan manfaat (benefit) yang didapat dari pembangunan tanggul sebesar Rp. 23.954.706.640, sehingga nilai BCR 1.04, NPV  0.78, dan IRR 17%. Sehingga secara ekonomi, pembangunan tanggul layak untuk dilakukan. Berdasarkan hasil penapisan, pembangunan tanggul ini tidak memerlukan AMDAL secara lengkap, namun hanya perlu UKL dan UPL yang berisi dampak, besaran dampak, tujuan pengelolaan, upaya pengelolaan lingkungan hidup, dan lokasi pengelolaan.  
Analisis Hidrolis Uji Model Fisik Bendung Mena Kabupaten Timor Tengah Utara Kianendra, Reza; Ismoyo, M. Janu; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.63 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.19

Abstract

Bendung Mena merupakan salah satu infrastruktur untuk mengatasi masalah pemenuhan kebutuhan air irigasi daerah mena, sebagai suatu upaya konservasi sumber daya air. Rehabilitasi Bendung Mena diadakan untuk menambah intake agar memperluas daerah irigasi seluas 820 Ha. Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran tentang pola aliran hidrolika pada desain Bendung Mena dan kemampuan pembilasan kantong lumpur pada intake kanan yang terjadi pada model test. Hasil penelitian menunjukan kondisi hidrolis aliran subkritis dengan beberapa section superkritis pada bagian pelimpah. Gerusan pada model sedalam 0,016; 0,021; dan 0,022 meter. Pintu intake mampu mengalirkan kebutuhan irigasi dan pembilasan. Perhitungan kemampuan pembilasan kantong lumpur menggunakan grafik regresi dari hasil pemodelan menghasilkan debit pembilasan sebesar 4,1 m3/dt dengan kemampuan pengangkutan sedimen 75,39% dari total sedimen. Penelitian ini diadakan dengan harapan hasil pemodelan hidrolika dapat lebih berkembang dalam menentukan desain bendung dan perencanaannya dapat dipermudah.
Studi Perencanaan Ulang Bendung di Daerah Irigasi Rawaan Kabupaten Lumajang Jawa Timur Purwanto, Harjuna Arif; Suprijanto, Heri; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.63 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.30

Abstract

Bendung Rawaan merupakan bangunan utama yang berperan memenuhi kebutuhan air lahan irigasi  seluas 354,10 ha di Daerah Irigasi Rawaan. Rusaknya sebagian besar dari Bendung Rawaan menyebabkan lahan irigasi seringkali tidak terairi sepenuhnya, terutama saat musim kemarau. Untuk mengoptimalkan fungsi bangunannya, maka diperlukan perencanaan ulang berdasarkan analisis hidrologi, hidrolika, stabilitas, dan desain penulangan. Dimensi bangunan utama Bendung Rawaan ditentukan berdasarkan analisis hidrologi debit banjir kala ulang 100 tahun (Q100) HSS Gama I sebesar 318,51 m3/detik. Direncanakan dimensi mercu Bendung Rawaan memiliki tinggi 1,60 m dan lebar 25,60 m. Peredam energi menggunakan tipe bucket untuk mencegah terjadinya kerusakan peredam energi akibat gaya hantam dari sedimen sungai berupa batuan bolder. Berdasarkan desain hidrolis, pemilihan tipe bucket juga mengurangi kemungkinan terjadinya gerusan lokal di hilir bangunan. Keamanan struktur bangunan dinyatakan aman berdasarkan analisis rembesan dan stabilitas dalam keadaan normal dan gempa. Bendung Rawaan didesain menggunakan beton K-175 yang dilapisi selimut beton bertulang K-300.
Penentuan Skala Prioritas Kondisi Fisik Jaringan Irigasi pada Daerah Irigasi Selokambang & Daerah Irigasi Sumber Gogosan di Kabupaten Lumajang dengan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Metode Analytic Network Process (ANP) Nugroho, Bimantio Fariz; Wahyuni, Sri; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.29

Abstract

Daerah Irigasi Selokambang dan Daerah Irigasi Sumber Gogosan yang berlokasi di Kabupaten Lumajang termasuk ke dalam Daerah Irigasi yang menjadi program rehabilitasi oleh Pemerintah, kondisi fisik yang ada pada kedua Daerah Irigasi ini terjadi banyak kerusakan pada saluran dan bangunannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui urutan skala prioritas fisik irigasi agar rehabilitasi yang dilakukan efektif dan efisien. Urutan skala prioritas didapatkan dengan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Analytic Network Process (ANP). Hasil dari penelitian ini didapatkan  urutan skala prioritas yang sama dari kedua metode yaitu berdasarkan kriteria didapatkan urutan pertama adalah Bangunan Utama, dilanjutkan oleh Saluran Pembawa, dan Bangunan pada Saluran Pembawa. Berdasarkan alternatif didapatkan urutan pertama adalah Daerah Irigasi Sumber Gogosan, dan selanjutnya adalah Daerah Irigasi Selokambang. Bangunan terpilih yang menjadi prioritas adalah Bangunan Utama pada Daerah Irigasi Sumber Gogosan dengan perkiraan biaya rehabilitasi sebesar Rp 135.100.000,00.
Penentuan Skala Prioritas Rehabilitasi Jaringan Irigasi pada Daerah Irigasi Duk dan Daerah Irigasi Rejali di Kabupaten Lumajang dengan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Metode Analytic Network Process (ANP) Aufa, Muhammad Shidqy; Wahyuni, Sri; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.33

Abstract

Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan irigasi khususnya pada penilaian kondisi fisik jaringan irigasi sangat penting dalam menunjang ketahanan pangan nasional. Hal itu sesuai dengan tuntutan UU No. 11/1974 tentang Pengairan yang ditindaklanjuti bersamaan dengan Peraturan Pemerintah No.23/1982 tentang Irigasi, dan Permen PUPR NO.12/2015 terkait Pedoman Operasi dan Pemeliharaan irigasi. Daerah Irigasi Duk dan Daerah Irigasi Rejali yang terletak di Kabupaten Lumajang termasuk ke dalam daftar D.I. yang akan direhabilitasi oleh pemerintah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui skala prioritas dalam melakukan rehabilitasi aset irigasi dan estimasi biaya rehabilitasi. Dalam mendapatkan urutan skala prioritas rehabilitasi, digunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan metode Analytic Network Process (ANP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prioritas rehabilitasi berdasarkan perhitungan kedua metode yaitu pada Bangunan Utama D.I. Rejali, sedangkan prioritas selanjutnya berdasarkan data dan survey lapangan yaitu pada Saluran Pembawa D.I. Duk. Adapun estimasi biaya rehabilitasi pada Bangunan Utama D.I. Rejali sebesar Rp 193.300.000,00 dan estimasi biaya rehabilitasi pada Saluran Pembawa D.I. Duk sebesar Rp 394.300.000,00.
Evaluasi Dimensi dan Stabilitas Tanggul Kali Lamong di Kabupaten Gresik Jawa Timur Dwi Lestari, Febby Sekar; Hendrawan, Andre Primantyo; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.39

Abstract

Pembangunan tanggul tanah merupakan metode pengendalian banjir yang umum dipakai di wilayah perkotaan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas tanggul urugan tanah Kali Lamong dalam berbagai kondisi dan untuk mengevaluasi keamanan tanggul dengan bantuan grafik evaluasi (evaluation chart). Penelitian ini dilaksanakan di Kali Lamong, Propinsi Jawa Timur.  Software yang digunakan untuk analisa stabilitas lereng adalah AutoCAD dan GeoStudio SLOPE/W. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi kondisi tanah yang paling aman/stabil untuk pembangunan tanggul adalah variasi I, III, dan V. Parameter kondisi tanggul yang paling direkomendasikan adalah kondisi tanah variasi I, III, dan V, dengan tinggi tanggul bagian dalam (water-side) 3 m dengan setiap variasi tinggi jagaan. Grafik evaluasi menunjukkan pengaruh parameter kondisi tanah, geometrik, dan muka air terhadap nilai faktor keamanan tanggul eksisting Kali Lamong. Dari grafik evaluasi stabilitas tanggul eksisting Kali Lamong diketahui bahwa pada setiap parameter variasi kondisi tanah untuk sisi tanggul bagian dalam (water-side) mengalami kenaikan nilai faktor keamanan ketika tinggi tanggul bagian dalam (water-side) bertambah sedangkan untuk sisi tanggul bagian luar (land-side) mengalami penurunan nilai faktor keamanan ketika tinggi tanggul bagian dalam (water-side) bertambah.
Studi Optimasi Alokasi Air Irigasi pada Daerah Irigasi Brangkal Bawah Kabupaten Madiun Menggunakan Program Dinamik Shafiya, Adristi; Sayekti, Rini Wahyu; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.22

Abstract

The use of irrigation water is still not optimum because there is a lack of water especially in a dry season. This problem happens because of an unequal distribution, therefore the optimization techniques are needed to optimize the allocation of irrigation water and generate the maximum profit. The optimization techniques that applied in this research is Deterministic Dynamic Program. By using this dynamic program, the problems can be divided into several stages, so that it can get the profits based on the allocation of water for each stage. The constraint function of optimization are the form of land area and the availability of discharge with the objective function is maximum profits. The step of optimization in this research is forward recursive that start from B. Bk 1, B. Bk 2, B. Bk 3, B. Bk 4, B. Bku 1, and B. Bks 1. Then, back tracking method can be used to get the optimum of water allocation path. Based on the optimization results, the increase in the form of land area is 51,25 Ha and the profit is 8,38%. After optimization using a dynamic program, it can be found that the profit in the second planting season is Rp. 5.241.706.263,02, and in the third planting season is Rp. 3.041.485.345,94, with the total profit is Rp. 8.283.191.608,95. Penggunaan air irigasi di Daerah Irigasi Brangkal Bawah masih dirasa belum optimal karena masih sering terjadi kekurangan air terutama pada musim kemarau. Permasalahan ini terjadi karena pembagian air yang belum merata, oleh karena itu optimasi perlu dilakukan untuk mengoptimalkan pemberian air irigasi dan didapatkan keuntungan yang maksimal pula. Teknik optimasi yang digunakan dalam studi ini adalah Program Dinamik Deterministik. Dengan menggunakan program dinamik deterministik, problem dipecah menjadi beberapa tahap (stage) sehingga didapatkan keuntungan berdasarkan pemberian air pada tiap tahapnya. Fungsi kendala dari optimasi ini adalah luas lahan dan debit tersedia dengan fungsi tujuan yaitu keuntungan maksimum. Tahapan optimasi pada studi ini adalah Forward Recusrive yang dimulai dari Bk 1, B. Bk 2, B. Bk 3, B. Bk 4, B. Bku 1, dan B. Bks 1. Kemudian dilakukan pelacakan balik (back tracking) untuk mendapatkan jalur yang optimal. Berdasarkan hasil optimasi, peningkatan yang terjadi pada luas tanam sebesar 51,25 Ha dan pada keuntungan sebesar 8,38%. Setelah dilakukan optimasi program dinamik, keuntungan yang didapatkan pada musim tanam II sebesar Rp. 5.241.706.263,02, dan pada musim tanam III sebesar Rp. 3.041.485.345,94 dengan total keuntungan adalah sebesar Rp. 8.283.191.608,95.
Penilaian Indeks Kinerja Sistem Irigasi Daerah Irigasi Grogol Kabupaten Kediri Dengan Menggunakan Aplikasi Epaksi Khabib, Muhammad Lukman; Siswoyo, Hari; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.34

Abstract

Daerah Irigasi Grogol memiliki luas fungsional sebesar 365 Ha, sebagian daerah tersebut terkena dampak pembangunan Bandara Dhoho Kediri yang menyebabkan sebagian aset tidak berfungsi. Oleh karena itu penelusuran lapangan diperlukan untuk mengetahui kondisi aset dan menilai kinerja jaringan irigasi pada daerah irigasi Grogol. Setelah dilakukan penelusuran didapat 10 bangunan irigasi dan 3 saluran irigasi hilang dari keseluran bangunan yang berjumlah 45 bangunan dan 23 saluran. Indeks Kinerja Jaringan Irigasi (IKSI) yang didapat dengan aplikasi Epaksi sebesar 69,25% dan metode manual PU sebesar 67,24%. Biaya yang diperlukan untuk perbaikan aset yang rusak sebesar Rp. 46.856.762 yang mencakup 2 saluran rusak dan 2 bangunan pengukur debit yang mengalami kerusakan. Untuk Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan yang dibutuhkan sebesar Rp. 607.954.573.Grogol Irrigation Area has a functional area of 365 Ha, part of the area was affected by the construction of Dhoho Kediri Airport which caused some assets to malfunction. Therefore, field tracing is necessary to find out the condition of assets and assess the performance of irrigation networks in the Grogol irrigation area. After a search, 10 irrigation buildings and 3 irrigation canals were found missing from the buildings, totaling 45 buildings and 23 channels. The Irrigation Network Performance Index (IKSI) obtained by the application of Epaksi was 69.25% and the manual PU method was 67.24%. The cost required for repairing damaged assets amounted to Rp. 46,856,762 which included 2 damaged channels and 2 damaged discharge measuring buildings. For the Real Needs of Operation and Maintenance required is Rp. 607,954,573.
Co-Authors Ahmad Efendi Al zamzami, Ilham Misbakudin Amin, Abd Aziz Andi Kurniawan Andre Primantyo Hendrawan Ardia Trianita, Dinda Aufa, Muhammad Shidqy Awfiyaa, Husna Nadhira Awfiyaa, Husna Nadhira Ayisya Cindy Harifa Azzhura, Fahrunnisa Bahrudin, Moh. Zainal Dian Chandrasasi Donny Harisuseno Donny Harisuseno Dwi Lestari, Febby Sekar Dwi, Yogita Ayu Emma Yuliani Fahmi, Moh. Aziizun Fajaruddin, Abdul Harist Fidari, Jadfan Shidqi Hakim, Muhammad Naufal hari siswoyo Heri Suprijanto Hutama, Ageng Rizky Inadhi, Kania Laksita Juziwijaya, Dudiman Kevin Devara Khabib, Muhammad Lukman Kianendra, Reza Kurniawan, Decka Emeraldi Lailatul Mukarromah, Lailatul Lily Montarcih Limantara M. Janu Ismoyo Maarif, Fandi Ahmad Mahyudin Mahyudin Maulidya, Lia Nur Izza Moehammad, Khibar Syiar Moh. Sholichin Mohammad Bisri Mukti, Galih Teja nalurita, sari NEPRIYANA, Elfita Nugroho, Bimantio Fariz Nugroho, Faishal Dary Nugroho, Fajar Unggul Nur A. A, Richarta Vichotama Pradana, Ravi Pramudia, Zulkisam Prasetyaningrum, Ndaru Prima Hadi Wicaksono Purwanto, Harjuna Arif Puteriana, Shintya Agustien Putra Ramadhani, Adhinda Dwi Putranto, Yoyok Dwi Rafif, Hanif Rahayu, Kurnia Yuliyanti Ranteta'dung, Imanuel Three Richa, Vicky Ataki Rini Wahyu Sayekti Rispiningtati Rispiningtati Riyanto Haribowo Rizaldy, Muhammad Fahmi Rusardi, Olda Fadhilah Aprilia Sahdini, Arfin Putri Salimah, Ghaida Nurul Saragih, Nadhirah Nurul Saleha Sari Rahmawati, Sari Semuel J. Ch. Ahab, Semuel J. Ch. Setiyowati, Yunita Ayu setyawan, satriyo ardhi Setyono, Hadi Satria Shafiya, Adristi Sholichin, Moh Simanjuntak, Yogi Ricardo P Siregar, Yoan Nathalia Soemarno Soemarno Solichin, Moch Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sumule, Ahimsa Rama Pagayang Susanti Susanti Sutikno Sutikno Ussy Andawayanti Very Dermawan Yasnuar Muntaha Yudianto, Engelbertus Fajar